Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
Not a member yet
    1307 research outputs found

    Penentuan Stok Persediaan Bahan Baku Guna Mengurangi Biaya Penyimpanan Pada Bayu Akrilik Menggunakan Metode Continuous Review System

    Get PDF
    Bayu Akrilik is an acrylic printing and decoration industry in Surabaya with a Make to Order (MTO) production system. However, the company faces challenges in managing raw material inventory, especially acrylic sheets with a thickness of 2 mm and 3 mm. The main problem is the accumulation of stock and shortage of raw materials due to fluctuations in demand and suboptimal purchases. Inefficient inventory management causes increased storage costs, including electricity costs, salaries, rent, and other additional costs, which have an impact on increasing total operating costs. This study uses the Naïve method for demand forecasting, with the results showing the lowest Mean Absolute Percent Error (MAPE). In addition, the Continuous Review System method is applied to determine the optimal safety stock, reorder point, and economic order quantity (EOQ). For 2 mm acrylic, the safety stock is 6 sheets, with an ROP of 26 sheets, while for 3 mm acrylic, the safety stock is 8 sheets, with an ROP of 33 sheets. Keywords: Acrylic, CRS, Inventory Management, MTO

    Rancang Bangun Alat Pengupas Talas guna Mempermudah dan Mempercepat Proses dengan Metode Quality Function Deployment

    Get PDF
    Taro Chips MSMEs Mr. Ferdianto in Kesimantengah Village, Mojokerto, produces taro chips with a daily capacity of 60 kg. The process of stripping taro was previously carried out manually, taking up to 30 minutes for 3 kg of raw materials, thus limiting production capacity. This research aims to design a taro peeling machine that is able to process 5 kg in just 5 minutes. The test results show a significant increase in efficiency and productivity. With its ergonomic design and larger capacity, it is able to meet the increasing market demand and support sustainable business growth. Keywords: MSME, Productive Capacity, Production Efficiency, Productivity, Taro Peeling Machine

    KAJIAN PUSTAKA: PREVALENSI HELMINTIASIS PADA SAPI POTONG DI BEBERAPA DAERAH DI INDONESIA : Literature Review: Prevalence of Helminthiasis in Beef Cattle at Several Regions in Indonesia

    Get PDF
    Kejadian helmintiasis pada sapi potong di Indonesia masih cukup tinggi dan menjadi tantangan di subsektor peternakan. Prevalensi helmintiasis di beberapa wilayah Indonesia bervariasi. Kajian pustaka (literature review) ini bertujuan untuk mengkaji dan meninjau prevalensi helmintiasis pada sapi potong di beberapa daerah di Indonesia. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif dalam mengidentifikasi dan menyajikan data hasil penelitian dari 6 jurnal dengan rentang waktu 2019-2024. Hasil penelitian menunjukan bahwa prevalensi helmintiasis tertinggi pada sapi potong sebesar 93,62% terjadi di Kampung Arsopura, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua dan termasuk kategori prevalensi tinggi. Prevalensi terendah berasal dari Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat yakni sebesar 21,62% dan termasuk kategori prevalensi sedang. Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi helmintiasis di Indonesia termasuk dalam kategori sedang hingga tinggi. Faktor yang menyebabkan perbedaan prevalensi helmintiasis ini diantaranya pola pemeliharaan, kondisi lingkungan kandang, geografis, dan pemberian pakan ternak. Hasil analisis jenis telur cacing yang ditemukan dalam kajian pustaka ini mayoritas berasal dari golongan nematoda.   Kata kunci: Helmintiasis, prevalensi, sapi potong, telur cacing endoparasi

    PENGARUH PENAMBAHAN KARBON AKTIF ASAL SEKAM PADI DALAM RANSUM DOMBA TERHADAP PRODUKSI GAS TOTAL, KINETIKA GAS, DAN PRODUKSI GAS METANA IN VITRO: The Effect of Activated Carbon from Rice Husk in Sheep Ration on Gas Production, Gas Kinetics, and Methane in Vitro

    No full text
    Formulasi ransum ruminansia saat ini tidak hanya memperhatikan pemenuhan kebutuhan nutrien mikroba rumen dan inangya, tetapi juga harus memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh gas metana hasil fermentasi di dalam rumen. Pemanfaatan karbon aktif sekam padi dalam ransum domba diduga memiliki kemampuan mengikat ion hidrogen sebagai salah satu prekursor pembentuk gas metana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karbon aktif sekam padi dakam ransum domba terhadap produksi total gas, kinetika gas, dan produksi gas metana in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat tiga perlakuan, yaitu P0 (0%), P1 (2,5%), P2 (5%) dengan enam ulangan. Data penelitian diolah dengan analisis ragam dan uji berjarak Duncan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan karbon aktif sekam padi sebanyak (2,5%) menghasilkan produksi total gas, kinetika gas, dan produksi gas metana yang relatif sama dengan P0. Penambahan karbon aktif (5%) dalam ransum meningkatkan produksi total gas, kinetika gas, dan produksi gas metana.   Kata kunci: Gas metana, Gas total, Karbon aktif, Kinetika gas, Sekam pad

    EFEK BERBAGAI KOMBINASI FRUKTOSA DAN SUKROSA DALAM PENGENCER SITRAT KUNING TELUR TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR BABI LANDRACE: Impact of Different Combinations of Fructose and Sucrose in Citrate Egg Yolk Diluents on the Quality of Landrace Boar Liquid Semen

    Get PDF
    Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji efek berbagai kombinasi fruktosa dan sukrosa dalam pengencer sitrat-kuning telur (SKT) terhadap kualitas semen cair babi landrace. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap terdiri dari lima perlakuan yaitu S-KT (P0), S-KT + 1,0% fruktosa + 0,2% sukrosa (P1), S-KT + 1,5% fruktosa + 0,2% sukrosa (P2), S-KT + 1,0 % fruktosa + 0,4% sukrosa (P3), S-KT + 1,5% fruktosa + 0,4% sukrosa (P4), setiap perlakuan diulang lima kali. Semen yang berkualitas baik diencerkan dengan pengencer, kemudian dipreservasi dengan suhu 15-20oC. Evaluasi dilakukan setiap 12 jam. Hasil pengamatan pada jam ke-60 preservasi menunjukkan bahwa perlakuan P2 menghasilkan kualitas spermatozoa tertinggi dan berbeda secara nyata (P<0,05) dengan perlakuan kontrol (P0) pada variabel motilitas, viabilitas, dan daya tahan hidup spermatozoa, namun berbeda secara tidak signifikan (P>0,05) pada variabel abnormalitas spermatozoa. Perbandingan kualitas semen cair babi landrace antara perlakuan P2 dan P0 adalah motilitas spermatozoa (44 vs 31%),viabilitas spermatozoa (59,60 vs 52,20%), abnormalitas spermatozoa (11,80 vs 11,80%), dan daya tahan hidup spermatozoa (63,80 vs 51,20 jam). Disimpulkan bahwa kombinasi fruktosa 1,5% dan sukrosa 0,2% dalam pengencer sitrat kuning telur menghasilkan kualitas semen cair tertinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol.   Kata Kunci : Fruktosa, Kualitas Semen Cair Babi Landrace, Sitrat-Kuning Telur, Sukrosa

    ANALISA PROKSIMAT RANSUM KOMPLIT BERBASIS SILASE JERAMI PADI DENGAN PENGGUNAAN EM4 (EFEKTIF MIKROORGANISME): Proximate Analysis of Complete Rations Based on Rice Straw Silage with the Use of Em4 (Effective Microorganisms)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan proksimat dari ransum komplit berbasis silase jerami padi dengan penambahan EM4 (Effective Microorganisms). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yang terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan yang diberikan meliputi: P0 (silase ransum komplit tanpa jerami padi), P1 (silase ransum komplit dengan 25% jerami padi), P2 (silase ransum komplit dengan 50% jerami padi), dan P3 (silase ransum komplit dengan 75% jerami padi). Parameter yang diamati meliputi bahan kering, protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan kadar abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter proksimat yang diuji dipengaruhi secara signifikan (P<0,05) oleh peningkatan proporsi jerami padi dalam ransum komplit. Meskipun kandungan protein kasar dan lemak kasar menurun seiring meningkatnya persentase jerami padi, kandungan bahan kering dan serat kasar justru mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa silase ransum komplit dengan komposisi jerami padi hingga 50% (P2) masih memiliki nilai nutrisi yang cukup baik dan berpotensi digunakan sebagai alternatif pakan bagi ternak ruminansia, menggantikan pakan konvensional.   Kata kunci: Jerami padi, Proksimat, Ransum komplit, Silase, EM

    ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA TERNAK SAPI POTONG RAKYAT BERDASARKAN SKALA KEPEMILIKAN DI KECAMATAN KOTA MUKOMUKO KABUPATEN MUKOMUKO: Profitability Analysis of Smallholder Beef Cattle Farmers Based on Ownership Scale in Kota Mukomuko District, Mukomuko Regency

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya keuntungan dari usaha peternakan sapi potong yang dikelola oleh masyarakat, berdasarkan skala kepemilikan di Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 30 peternak, yang terbagi menjadi tiga kelompok berdasarkan skala kepemilikan: skala kecil (1-5 ekor) sebanyak 10 responden, skala sedang (6-10 ekor) sebanyak 10 responden, dan skala besar (>11 ekor) juga sebanyak 10 responden. Variabel yang diamati mencakup biaya tetap, biaya variabel, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, titik impas (Break Even Point/BEP), dan rasio biaya terhadap pendapatan (R/C). Data yang diperoleh dari penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara matematis menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keuntungan peternak berdasarkan skala kepemilikan adalah sebagai berikut: pada skala >11 ekor, rata-rata keuntungan mencapai Rp 26.187.197 per tahun atau Rp 1.549.538 per ekor; pada skala 6-10 ekor, keuntungan rata-rata sebesar Rp 14.431.653 per tahun atau Rp 1.718.054 per ekor; dan pada skala 1-5 ekor, keuntungan rata-rata sebesar Rp 9.871.968 per tahun atau Rp 2.193.771 per ekor. Nilai R/C yang diperoleh masing-masing skala adalah 2,46 untuk skala 1-5 ekor, 2,53 untuk skala 6-10 ekor, dan 2,85 untuk skala >11 ekor. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa usaha peternakan sapi potong yang dikelola oleh masyarakat menunjukkan keuntungan dan dianggap layak untuk dijalankan   Kata kunci: Analisis keuntungan, Sapi potong, Peterna

    Identifikasi dan Pengendalian Risiko Menggunakan Metode HIRARC Pada Pekerjaan Pengolahan Bahan Baku di PT. X

    Get PDF
    The cement producing industry has a high level of occupational accident risk due to the complexity of the production process and potential hazards at every stage of the work. PT X, faces the challenge of improving occupational safety risk management, especially at the raw material processing workstation. By utilizing the HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) method, this study aims to provide a systematic risk management solution to minimize work accidents that can impact worker safety and the company\u27s operational efficiency and propose effective risk control measures at raw material processing work. The results of the study are based on a risk assessment in terms of raw material processing there are 13 potential hazards from 6 stages of the raw material processing work process. Each risk level at the raw material processing workstation includes an extreme level of 26%, a high level of 38%, a medium level of 27% and a low level of 9%. Hierarchy of Control method: elimination, substitution, engineering, administration and PPE are used for risk control. Keywords: HIRARC, Occupational Safety, Risk Contro

    Perancangan Design Troli dengan Metode Kansei Engginering

    Get PDF
    The application of assistive devices in the world of work does play an important role as well as always being considered. Operators at the PT PLN Tarakan Warehousing Work Unit in Ballikpapan City are experiencing problems in the operation of moving goods. This unit works traditionally with limited road access. The purpose of this research is to design lifting and transporting aids. The sample of this research is employees of the Warehousing Unit by applying purposive sampling technique. This research uses Kansei Engineering (KE) and Exploratory Factor Analysis (EFA) methods. The results illustrate that there are 77 Kansei Engineering Words (KKE) through identification of consumer needs through surveys and interviews. 77 KKE were treated based on similarity or similarity of meaning and obtained 10 KKE. Making questionnaires as many as KKE and then evaluated using the Linkert scale. The results of the questionnaire were tested for validity and reliability, and 50% of the KKE were valid and reliable. Factor analysis used EFA and resulted in 2 factors or stone patterns. The first factor consists of easy to use, strong, safe, and attractive. While the second factor consists of lightweight and attractive. Of the two factors, the second factor was chosen as a reference for designing the trolley design. Keywords : Analysis Factor, Design Trolley, Exploratory Factor Analysis (EFA), Kansei Engineerin

    USING PARE FRUIT (Momordica charantia L) AS AN ANTIDEPRESSANT AGENT USING THE FORCED SWIM TEST (FST) METHOD: PARE FRUIT (Momordica charantia L) AS AN ANTIDEPRESSANT AGENT USING THE FORCED SWIM TEST (FST) METHOD

    No full text
    Depression is a serious psychological disorder that requires long-term therapy. The use of synthetic antidepressants such as fluoxetine often causes side effects and complex drug interactions, thus encouraging the search for herbal alternatives. This study evaluated the antidepressant activity of ethanol extract of bitter melon fruit (Momordica charantia L.) through the Forced Swim Test (FST) method in male Balb/c mice. Four treatment groups were used: negative control (aquadest), positive control (fluoxetine 120 mg/kgBB), comparative control (stelazine), and bitter melon extract (270 mg/kgBB). The results of the FST test showed that bitter melon extract significantly reduced the immobility time of mice (p = 0.005), equivalent to fluoxetine and stelazine. Phytochemical tests identified the presence of flavonoids, triterpenoids, alkaloids, saponins, and polyphenols, which are thought to contribute to antidepressant activity through increased monoamine levels and neuroprotective effects. The conclusion is that ethanol extract of bitter melon shows strong potential as an herbal antidepressant agent comparable to fluoxetine, as well as being feasible to be developed as a phytopharmaceutical for depression therapy. Keywords: bitter melon, antidepressant, Momordica charantia, Forced Swim Test, triterpenoidsDepresi adalah gangguan psikologis yang ditandai dengan anhedonia, kelelahan, dan ide bunuh diri. Antidepresan sintetis sering menyebabkan efek samping yang parah dan berinteraksi dengan banyak obat, mendorong kebutuhan akan alternatif herbal. Melon pahit (Momordica charantia L.) mengandung triterpenoid, flavonoid, dan polifenol, yang memiliki potensi efek antidepresan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemanjuran antidepresan ekstrak buah pare menggunakan Forced Swim Test (FST) pada tikus Balb/c jantan. Empat kelompok perlakuan ditetapkan: aquadest (kontrol), fluoxetine, stelazine, dan ekstrak pare pahit. Setelah perawatan, tikus dikenakan FST, dan waktu imobilitas dicatat. Ekstrak pare pada berat badan 2.700 mg/kg menunjukkan aktivitas antidepresan yang signifikan sebanding dengan fluoxetine (120 mg/kg).Kata kunci: pare pahit, antidepresan, tes berenang paksa, triterpenoid, depres

    1,011

    full texts

    1,307

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Portal Jurnal Online Universitas Tulang Bawang Lampung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇