OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
    161 research outputs found

    PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN KETERAMPILAN KONSELOR SEBAYA DALAM BIDANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI SMPN GALESON TAKALAR

    No full text
    Penelitian ini menelaah pengembangan modul pelatihan keterampilan konselor sebaya dalam bidang kesehatan reproduksi remaja. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui gambaran awal tingkat keterampilan konselor sebaya di bidang kesehatan reproduksi remaja dan pelaksanaannya. (2) Mengetahui tingkat validitas, kemenarikan, dan kepraktisan (3) Menghasilkan tingkat efektivitas keterampilan konselor sebaya dalam bidang kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Develompment (R&D) yang telah dimodifikasi dengan teknik pengumpulan data melalui angket, skala dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keterampilan konselor sebaya dalam bidang kesehatan reproduksi remaja di SMP Negeri 3 Galesong Takalar menunjukkan bahwa cenderung berada pada kategori rendah yaitu 56,66 %. (2) Modul melalui tahap validasi modul baik yang dilakukan oleh ahli BK dan praktisi di sekolah sehingga modul tersebut telah teruji secara konstruk/isi maupun secara deskriptif operasionalnya. (3) Hasil yang diperoleh dari uji kelompok kecil bahwa tingkat keterampilan konselor sebaya dalam bidang kesehatan reproduksi remaja sebelum diberi modul pelatihan keterampilan konselor sebaya dalam bidang kesehatan reproduksi remaja (pretest) adalah berada pada kategori rendah dengan presentase 60% sedangkan setelah diberi modul pelatihan keterampilan konselor sebaya dalam bidang kesehatan reproduksi remaja (posttest), tingkat keterampilan konselor sebaya dalam bidang kesehatan reproduksi remaja berada pada kategori tinggi dengan presentasi 70%

    KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH DI LUWUK SELATAN KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Pengolahan sampah di Kabupaten Banggai belum maksimal sehingga menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan, sehingga perlu solusi penangan pengelolaan sampah 3R (reduce, reuse dan recycle). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dan solusi pengolahan sampah yang ramah lingkungan di Kabupaten Banggai. Penelitian dilakukan sejak bulan Oktober – November tahun 2017 di Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai. Data yang digunakan berupa hasil wawancara dan questioner dari 50 kepala keluarga. Hasil kajian menunjukan bahwa adanya keterbatasan sarana dan prasarana serta belum efektif dan efisiennya pengelolaan sampah. Selain itu, masyarakat belum memahami nilai ekonomis dari hasil pengelolaan sampah

    Pendapatan Usaha Pupuk Posbidik Di Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai

    No full text
    ABSTRAK Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui Tingkat Pendapatan Usaha Pupuk Posbidik serta untuk mengetahui Tingkat Kelayakan Usaha Pupuk Posbididk di Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai. Penelitian ini telah di laksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2020 bertempat di Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai. Penentuan tempat penelitian di lakukan secara purposive (Sengaja ) dengan alasan bahwa di Kecamatan Moilong Merupakan salah satu tempat pembuatan Pupuk Posbidik yang ada di Kabupaten Banggai, penentuan responden dapat di lakukan dengan menggunakan metode sampel sensus, dimana jumlah populasi petani usaha Pupuk adalah 22 KK sehingga dalam pengambilan sampel (responden)penelitian pengambil keseluruhan dari populasi yaitu 22 KK. pendapatan Usaha Pupuk Posbidik di Kecamatan Moilong sebesar Rp 48.285.000. Sedangkan Besarnya Tingkat Kelayakan Usaha Pupuk Posbidik (R/C ratio) 2,51 Artinya Usaha Pupuk Posbidik di Kecamatan Moilong layak untuk diusahakan.   Kata kunci : Pendapatan pupuk posbidik, R/C ratio

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK NPK DAN PUPUK ORGANIK CAIR

    No full text
    Salah satu faktor pembatas pertumbuhan tanaman jagung Hibrida adalah hara. Keadaan hara di dalam tanah sangat menentukan hasil tanaman jagung. Upaya untuk mengatasi perbaikan kesuburan tanah adalah dengan pemupukan, baik menggunakan pupuk organik maupun pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK, pupuk organik cair dan interaksi kedua perlakuan serta menentukan kombinasi pupuk yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung hibrida. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Nopember 2020 di lahan pertanian masyarakat tepanya di Kecamatan Batui Selatan Desa Bonebalantak Kabupaten Banggai

    PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KULIT KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L)

    No full text
    Kulit buah kakao merupakan salah satu limbah perkebunan yang Apabila tidak dimanfaatkan dapat menjadi masalah lingkungan sekitar. salah satu cara untuk memanfaatkan kulit buah kakao yaitu dijadikan kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk organik. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Penggunaan pupuk organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi kacang tanah, salah satu pupuk organik yang dapat digunakan adalah pupuk organik kompos kulit kakao.  Kompos kulit buah kakao memiliki berbagai potensi sebagai bahan mulsa atau sumber bahan organik yang berperan penting dalam memperbaiki, meningkatkan dan mempertahankan produktivitas lahan secara berkelanjutan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Kompos Kulit Kakao Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) Penelitian ini menggunakan rancangan acak  kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 taraf pelakuan, yaitu : K0 = Tanpa Perlakuan Pupuk, K1 = 2 Kg Kompos Kulit Kakao/Petak, K2 = 3 Kg Kompos Kulit Kakao/Petak, K3 = 4 Kg Kompos Kulit Kakao/Petak. Setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 24 petak percobaan dimana penelitian ini meliputi : Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Cabang, dan Produksi. Hasil penelitiaan dengan perlakuan Kompos Kulit Kakao memberikan pengaruh nyata dan pengaruh sangat nyata tehadap Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Cabang, dan Produksi Kacang Tanah pada perlakuan K3 yaitu 4 Kg Kompos Kulit Kakao/Peta

    POLITIK HUKUM MASA JABATAN KEPALA DESA MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

    No full text
    Pada masa reformasi, terjadi perubahan arah politik hukum pemerintahan desa dari yang sebelumnya bersifat penyeragaman menjadi pengakuan atas keberagaman struktur tatanan desa yang tumbuh berdasarkan adat istiadat setempat. Politik hukum pemerintahan desa ini tidak berubah meskipun pada  Tahun 2004 melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda 2004) terbit menggantikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda 1999). Namun demikian, terdapat kerancuan dalam penentuan status perangkat daerah, yakni jabatan sekretaris desa diberikan status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa diikuti oleh perangkat desa lainnya termasuk kepala desa. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah politik hukum masa jabatan kepala desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Hasil penelitian menujukkan bahwa politik hukum masa jabatan kepala desa menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa menunjukkan bahwa Perencanaan Desa dapat dikembangkan sejalan dengan periodisasi kepemimpinan Kepala Desa. Artinya, perencanaan menengah Desa dapat berjalan selama 18 tahun bergantung pada elektabilitas Kepala Desa. Periodisasi yang relatif lebih lama dibanding Kepala Daerah yang hanya dua periode, Desa dengan sendirinya berpeluang meletakkan perencanaan secara berkelanjutan melalui prioritas yang disepakati bersama masyarakat setempat. Saran dalam penelitian ini adalah pemerintah pusat (Presiden) dan DPR agar lebih melibatkan partisipasi masyarakat secara penuh dalam proses pembentukan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa dan pembentukan Undang-Undang yang berkaitan dengan pengaturan tentang desa kedepannya agar Undang-Undang yang dibentuk bisa selaras dengan kepentingan hukum serta budaya masyarakat desa yang bersangkutan sehingga efektifitas dari Undang-Undang tersebut dapat terjaga

    PESAN DAN KEHENDAK POLITIK HUKUM MASA JABATAN KEPALA DESA DI INDONESIA

    No full text
    Dalam sistem pengisian jabatan, hanya ada dua hal penting. Pertama ; apakah pengisian tersebut memerlukan atau tidak memerlukan partisipasi atau dukungan dari rakyat (publik). Kedua ; apakah pengisian jabatan tersebut harus dilakukan secara kolegial atau oleh perorangan tertentu. Perbedaan ini penting bukan hanya berkaitan dengan tatacara (prosedur),tetapi berkaitan dengan pertanggungjawaban dan pengawasan serta kendali terhadap pemangku jabatan atau pejabat tertentu.Frasa “dipilih secara demokratis” pada Pasal 18 ayat (4) UUDNRI Tahun 1945 bersifat luwes, sehingga mencakup pengertian pemilihan Kelapa Daerah langsung oleh rakyat ataupun oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seperti yang pernah dipraktikkan di daerah-daerah berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Penelitian ini berangkat dari permasalahan utama, yaitu Apakah pesan-pesan politik dan kehendak politik masa jabatan kepala desa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap permasalahan yang diangakat dalam penelitian ini, maka penulis mengambil kesimpulan bahwa Pesan-pesan dan kehendak-kehendak politik masa jabatan kepala desa menurut undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa sebagai tujuan das sollen atas penormaan terhadap masa jabatan kepala desa tersebut yaitu: Desa yang memiliki hak asal usul dan hak tradisional dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berperan mewujudkan cita-cita kemerdekaan berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis sehingga dapat menciptakan landasan yang kukuh dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera

    PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN SAYURAN DI KECAMATAN BUALEMO KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Hasil analisis LQ bahwa dari ke enam komoditi sayuran yang di usahakan di Kecamatan Bualemo hanya lima Desa yang melakukan usahatani hortikultura diantaranya : Hasil komoditi hortikultura yang ada di Kecamatan Bualemo yang memiliki LQ > 1 terdapat 3 komoditas unggulan di Desa Trans Mayayap antara lain komoditi cabai (4,4), tomat (1,4), dan kacang panjang (1,9), Desa Nipa Kalemoan terdapat 3 komoditas unggulan yang terdiri dari komoditi bawang merah (1,8), terong (3,0), dan kacang panjang (1,7), Desa Malik makmur memiliki komoditas unggulan komoditi tomat (1,5), Desa Malik memiliki komoditas unggulan komoditi tomat (1,9) sedangkan Desa Bima Karya memiliki komoditas unggulan yang terdiri dari bawang merah (1,8), dan cabai rawit (3,3). Selabjutnya, analisis SWOT strategi yang tepat dalam upaya pengembangan usahatani sayuran di Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai pada posisi strategi atau kuadran I  yaitu mendukung strategi agresif yaitu strategi S-O (Strengths -Opportunities) dengan skor yang diperoleh sebesar 4,41. Strategi yang diterapkan pada kondisi seperti ini guna meningkatkan pengembangan usahatani sayuran dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang  ada yaitu meningkatkan pengembangan sayuran dan memanfaatkan adanya permintaan pasar dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang

    PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR DAUN KELOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG UNGU

    No full text
    Pemupukan merupakan usaha pemberian pupuk untuk menambah unsur hara yang diperlukan pada tanaman. Sehingga untuk meningkatkan produktivitas tanaman pada terong ungu (Solanum melongena L.) maka perlu dilakukan pemupukan, baik itu pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik terdapat dua jenis, yakni padat dan cair. Salah satu pupuk organik cair yang dapat digunakan untuk pemenuhan unsur hara dalam tanah yaitu pupuk organik cair daun kelor. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair daun kelor dan berapa dosis yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman holtikultura terkhusus untuk tanaman terong ungu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perbandingan konsentrasi POC daun kelor sebagai berikut, P0 = tanpa pupuk, P1 = pupuk organik cair 50 ml/liter air, P2= pupuk organik cair 100 ml/liter air, P3= pupuk organik cair 150 ml/liter air, P4 = pupuk organik cair 200 ml/liter air, P5 = pupuk organik cair 250 ml/liter air dengan 6 perlakuan 4 ulangan. Hasil penilitian menunjukkan bahwa pada P3 dengan dosis pupuk organik cair daun kelor 150 ml/1 liter air berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman terong ungu pada 1 MST, 4 MST, 5 MST, 6 MST, dan 8 MST tetapi tidak brpngaruh pada 2 MST dan 3 MS

    SISTEM PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945: SUATU KAJIAN DALAM TEORI PERUBAHAN KONSTITUSI

    No full text
    Penulisan ini mengkaji sejauh mana sistem perubahan yang dianut oleh UUD 1945  (sebelum Amandemen) menjadi UUD NRI Tahun 1945 (Pasca Amandemen), dilihat dari Teori Perubahan Konstitusi secara umum, baik menyangkut sistem perubahan maupun proses perubahannya. Tipe penelitian ini adalah normatif dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan dan analisis bahan hukum yang meliputi Deskriptif, Komparatif, Deduktif dan Induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Pertama, perubahan UUD NRI Tahun 1945 (Pasca Amandemen), tidak menganut salah satu teori Perubahan Konstitusi, baik constitutional reform maupun constitutional amendment. Hal ini dikarenakan dalam proses perubahan lebih mengedepankan semangat reformasi ketimbang teori hukum. Kedua, terlalu mudahnya melakukan perubahan padahal  di banyak negara perubahan konstitusi bersifat rigid dan sangat sulit. Dengan bertolak dari temuan penelitian ini, maka penulis mengajukan saran; Pertama, setiap perubahan suatu konstitusi seharusnya tidak merubah maksud filosofis substansi Undang-Undang Dasar tersebut. Kedua, bagi kalangan yang ingin melakukan perubahan, harus mengetahui betul urgensi perlu tidaknya merubah suatu konstitusi. This writing examines the extent to which the system of change adopted by the 1945 Constitution (before the Amendment) to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (Post Amendment), is seen from the Theory of Constitutional Change in general, both regarding the system of change and the process of change. This type of research is normative using literature research methods and analysis of legal materials which include descriptive, comparative, deductive and inductive. The results show that: First, the amendment to the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia (Post Amendment) does not adhere to any of the theories of Constitutional Amendment, either constitutional reform or constitutional amendment. This is because the process of change puts forward the spirit of reform rather than legal theory. Second, it is too easy to make changes even though in many countries constitutional amendments are rigid and very difficult. Based on the findings of this study, the authors propose a suggestion; First, every amendment to a constitution should not change the philosophical intent of the substance of the Constitution. Second, those who wish to make changes must know very well the urgency of changing a constitution &nbsp

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇