OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
    161 research outputs found

    HUBUNGAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA DENGAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA PESERTA DIDIK DI SMP NEG. 6 LUWUK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Hubungan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Dengan Kemampuan Penalaran  Peserta Didik Di SMP Negerei 6 Luwuk Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten  Banggai. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif  dengan meggunakan teknik pengumpulan data (1) metode observasi (2) metode tes . Dengan jumlah populasi 329 peserta didik dan sampel yang dijadikan objek penelitian berjumlah 15% dari 329 peserta didik yaitu 48 peserta didik . Untuk uji normalitas data didapatkan bahwa variabe X dan Y  berdistribusi normal.  Hasil  Penelitian kemudian dianalisis menggunakan korelasi produk moment dengan hasil (r)= 0,477 berada pada rentang 0,41 – 0,60 dengan criteria hubungan cukup. = 41,6192 + 0,43561Xi. Setelah dilakukan pengujian signifikansi dengan menggunakan uji F dengan kaidah keputusan   , maka signifikan. Didapatkan bahwa  , yakni Fhitung = - 0, 4782 dan Ftabel = 2,20 , maka dapat di simpulkan bahwa Fhitung = - 0, 4782 < Ftabel = 2,20 data berpola linear. Dimana terdapat terdapat hubungan yang signifikan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Dengan Kemampuan Penalaran  Peserta Didik Di SMP Negerei 6 Luwuk Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten  Banggai

    PENINGKATAN INTENSITAS INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI DISKUSI KELOMPOK DI SMP NEGERI 4 BATUI KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan diskusi kelompok dalam meningkatkan intensitas interaksi sosial peserta didik kelas VIII pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMP Negeri 4 Batui Kabupaten Banggai.Metode penelitian yang digunakan adalah metode tindakan kelas yang dilaksanakan dengan model siklus.Terdapat tiga siklus yang digunakan, dimana siklus II merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari Siklus I, dan Siklus III merupakan pengembangan dan penyempurnaan dari Siklus II.Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis secara kualitatif data-data yang diperoleh dalam observasi yang dilakukan pada setiap siklusnya.Hasil penelitian yang diperoleh adalah pelaksanaan diskusi kelompok dalam meningkatkan intensitas interaksi sosial peserta didik adalah peserta didik yang semula lemah, tidak percaya diri, dan pasif telah mengalami banyak peningkatan yang signifikan.Interaksi sosial tampak lebih seimbang dan hidup.Peningkatan interaksi sosial peserta didik terjadi akibat dilakukannya refleksi dalam setiap siklus diskusi guna mempertahankan hal yang positif dan menanggulangi hal yang merugikan

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED INSTRUCTION UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK PADA MATERI LINGKARAN DI KELAS VIIIA MTs ALKHAIRAAT LUWUK KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah Peserta Didik Kelas VIIIA di MTsAlkhairaat Luwuk pada materi lingkaran.Ada beberapa hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diantaranya pada dasarnya Peserta Didik kurang perhatian pada proses pembelajaran, malu bertanya pada guru serta kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal sehingga peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan materi lingkaran. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas ini mengacu padamodel pembelajaran Spiral Kemmis dan Taggrat menurut Arikunto yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan Kelas VIIIA di MTsAlkhairaat Luwuk pada Tahun Ajaran 2017/2018.Berdasarkan hasil tes tindakan, terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah Peserta Didik.Mulai dari tes awal sampai tes akhir tindakan siklus II. Peningkatannya dapat dilihat dari 67,74% pada siklus I menjadi 91,56% pada siklus II. Untuk hasil observasi peserta didik dan guru terjadi peningkatan dari siklusI sampai siklus II. Peningkatan hasil observasi peserta didik dapat diihat  dari 76,67% pada siklus I menjadi 92,78% pada siklus II, dan peningkatan hasil observasi guru dapat dilihat dari 75% dari siklus I menjadi 98,33% pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa penerapan model Problem Based Instruction  pada materi lingkaran dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika Peserta Didik Kelas VIIIA di MTsAlkhairaat  Luwuk Kabupaten Banggai. &nbsp

    PERLINDUNGAN HUKUM, GAMBAR MASKOT, BURUNG MALEO, UNDANG-UNDANG MEREK NO.15 TAHUN 2001

    No full text
    Penelitian ini memiliki urgensi untuk memberikan edukasi tentang perlindungan hukum atas karya kekayaan intelektual manusia dibidang merek berupa gambar maskot burung maleo, burung maleo yang dalam bahasa latinya yakni (Macrocephalon maleo) merupakan satwa endemik sulawesi tersebut yang keberadaanya di lindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati Dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi. Akhir-akhiri ini pertumbuhan jumlah satwa burung maleo Kabupaten Banggai cukup memprihantinkan sebagaimana data dirilis oleh Aliansi Konservasi Tompotika/ ALTO menjunjukan angka kepunahan pada tahun 2006.Untuk melestarikan hal tersebut dibutuhkan komitmen pemerintah daerah dalam hal mensuport pelestarian burung maleo. Olehnya itu komitmen itu diwujudkan dengan memasukan dalam program kerja PINASA yang dalam hal ini mengambil gambar burung maleo sebagai maskot, secara harfiah megandung banyak makna diantaranya dengan harapan membuat maskot burung maleo masyarakat secara sadar akan turut serta melakukan pelestarian burung maleo itu. Dalam hal penciptaan gambar burung maleo yang menjadi maskot Pinasa tersebut, tentu sah-sah saja, menjadi persoalan kemudian yakni berkaitan dengan Penciptaan karya intelektual masyarakat dibidang desain gambar burung Maleo yang dijadikan maskot tersebut apakah telah dilakukan perindungan hukum dengan didaftarkan sebagai warisan kekayaan intelektual dibidang Merek melalui didirektorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kemertrian Hukum dan HAM atau belum sama sekali. Dengan didaftarkan maka pencipta maskot burung maleo mendapatkan manfaat yang lebih, di antaranya yakni pertama pencipta Maskot burung maleo mendapatkan perlindungan hukum atas karya desainya, kedua pencipta mendapatkan hak esklusif berupa kepemilikan hak atas karya desain Maskot tersebut, ketiga pencipta mendapatkan manfaat secara ekonomis dengan mendapatkan royalti atas pemakaian Maskot tersebut oleh orang lain atau lembaga, dan keempat bagi pemerintah daerah Kabupaten Banggai mendapatkan manfaat berupa kekayaan karya intelektual masyarakatnya serta bisa dijadikan ajang kampaye atau promosi terhadap pelestarian burung maleo tersebut. Secara subtansi ketidaktahuan pencipta dan masyarakat umum atas perlindungan hukum maskot itu membuat rawan penciplakan atau pembajakan karya intelektual masyarakat dan secara ekonomi hal yang paling fatal dan sangat jelas mengalami kerugian adalah pencipta karya maskot burung maleo tersebut. Untuk menjawab secara subtansinya atas ketidaktahuan pencipta atau masyarakat umumnya maka melalui penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi khasanah ilmu pengetahuan baik secara indivisu maupun secara umum. Dengan penelitian ini diharapkan mendapatkan akar permasalahan menjadi rekomendasi perbaikan secara komperhensip dengan mengunakan ketentuan Undang-Undang nomor 15 tahun 2001 tentang Merek sebagai acuan yuridisnya. Penelitian ini juga diharapkan menjadi ajang sosialisasi tentang arti penting perlindungan karya intelektual masyarakat lebih-lebih karya intelektual masyarakat yang berkaitan dengan gambar maskot burung maleo sebagai satwa khas Kabupaten Banggai. Untuk itu perlu kiranya kajian yang mendalam atas kajian itu diharapkan ada solusi jaminan perlindungan hukum atas maskot burung maleo menurut undang-undang nomor 15 tahun 2001

    UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PESERTA DIDIK KELAS XIA PADA MATERI PELUANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN BRAINSTORMING DI MAN LUWUK KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah Peserta Didik Kelas XIA di MAN Luwuk Pada Materi Peluang. Ada beberapa hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diantaranya pada pada dasarnya Peserta Didik kurang perhatian pada proses pembelajaran, malu bertanya pada guru serta kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal sehingga peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Materi Peluang. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindak kelas ini mengacu pada model pembelajaran Spiral Kemmis dan Taggrat menurut Suharsimi Arikunto yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan Kelas XIA di MAN Luwuk pada Tahun Ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pada siklus pertama, pada lembar observasi aktivitas peserta didik aspek pendahuluan siklus I adalah 66,67% dan siklus II adalah 100%, kegiatan inti siklus I 58,33% damn siklus II adalah 91%, penutup  83,33% dan siklus II adalah 100%. Kemudian pada lembar observasi aktifitas guru siklus I aspek Pendahuluan 75% dan siklus II adalah 100%, kegiatan inti siklus I  71,88% dan siklus II adalah 96,88%, penutup siklus I 75% dan siklus II adalah 100%, kemudian  aspek pemecahan masalah  merencanakan penyelesaian pada siklus I adalah 92,20% sedangkan pada siklus II adalah 99,40%, untuk aspek pemecahan masalah  menyelesaikan pada siklus I adalah 48,00% sedangkan pada siklus II adalah 91,00% dan untuk aspek pemecahan masalah mengevaluasi pada siklus I adalah 26,50 sedangkan pada siklus II adalah 93,32%. Hal ini disebabkan antara lain karena selama proses pembelajaran, guru/ Peneliti belum dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming dengan optimal dan peserta didik belum serius mengikuti materi pelajaran dengan penerapan model pembelajaran ini.  Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming pada  materi peluang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas XIA MAN Luwuk

    ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL BARISAN DAN DERET GEOMETRI KELAS XII AKP A SMK NEGERI 3 LUWUK

    No full text
    Learning disorder, dyscalculis, acalculia, atau kesulitan belajar merupakan aspek yang menghambat seseorang untuk belajar. Kesulitan belajar matematika peserta didik ditunjukan oleh adanya hambatan- hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar, sehingga pada akhirnya dapat menyebabkan prestasi belajar yang dicapainya berbeda dibawah semestinya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis kesulitan-kesulitan belajar matematika yang dialami oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal barisan dan deret geometri kelas XII AKP A SMK Negeri 3 Luwuk. Fokus penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik di kelas penelitian. Sebagaimana temuan dalam penelitian ini yaitu terdapat tiga kategori tingkat kesulitan yang dialami responden dalam menyelesaikan soal barisan dan deret yaitu (1) Kesulitan dalam mengidentifikasi informasi penting dari soal cerita barisan dan deret geometri, (2) Kesulitan dalam menentukan suku pertama dan rasio pada barisan geometri, (3) Kesulitan dalam menentukan rumus suku ke-n dari suatu barisan geometri, (4) Kesulitan dalam membedakan rumus suku ke-n dan jumlah suku ke-n

    KAJIAN TEORITIS DARI ASPEK MANFAAT PENGGUNAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) BAGI TENAGA PENDIDIK SERTA TANTANGAN SEPUTAR PENELITIAN TINDAKAN

    No full text
    Dalam konteks pembelajaran di sekolah, penelitian tindakan kelas dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar, prestasi peserta didik, mutu pembelajaran, assesmen pembelajaran, dan berbagai aspek dalam dan terkait dengan pendidikan. Penelitian tindakan memiliki potensi untuk menghasilkan peningkatan yang nyata di sekolah. Penelitian tindakan bahkan berpeluang untuk merefleksikan, melakukan assesmen, mengeksplorasi, dan juga menguji ide-ide baru, metode, bahan, dan serta untuk melakukan assesmen bagaimana efektif sebuah pendekatan, metode, model yang dilakukan, saling berbagi umpan-balik (feedback) sesama anggota tim teaching, untuk membuat keputusan mengenai kurikulum, evaluasi pembelajaran, perencanaan assesmen. Tulisan ini mengulas seputar isu-isu penggunaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) secara teoritis, pelbagai aspek manfaat dan juga tantangan-tantangannya

    ANALISIS ANAK KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA STUDI KASUS TERHADAP DUA ANAK DI KOTA MAKASSAR

    No full text
    The objectives of the study are to discover the description of children’s behaviors, factors which caused the children’s behaviors, and the handling forms on cinldren of domestic violence victims which have been conducted to date. The study is a case study research by using qualitative approach. The data sources or the main informants were the children of domestic violence victims with the initials MF and NF. The data were collected through direct observation and interview as well as documentation technique. The data were analyzed by using data reduction, data presentation, aand verification conclusion analysis. Theresults of the research showed that: (1) the description of the behaviors of the children of domestic violence victims for the first subject based on the researcher’s observation was the subject did not experience disability, behavioural disorder, mental retardation, autism, the child was too innocent, weak temperament, and he has not too dependent on adult people. While the second subject based on the researcher’s observation was the child was too dependent to adult people, (2) the factors which caused the behaviors of the children of domestic violence victims for the first subject was the subject witnessed the parent’s quarrels to each other when he has five years old and the subject was traumatized because of it, the subject was very sad in remembering the incident, physically weak/easy to get sick, preferred to be alone, the anger was unleashed to the objects around the subyect. While for the second subject, he experienced physical and psychological abuse directly from his father, the subject could not control his emotion, the subject felt that he was the superior man in the family who had to defend his mother and younger siblings from his father’s behaviors, (3) Both subject had not experienced special treatment to date whether from the family, environment, or social

    PENGARUH KECEMASAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SMP NEGERI 6 LUWUK

    No full text
    Dalam penelitian ini, variabel yang akan diteliti terdiri dari 2 variabel yaitu variabel X dan variabel Y. Dimana kecemasan belajar ditempatkan pada variabel X dan hasil belajar matematika ditempatkan pada variabel Y. yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah 34 peserta didik  Di SMP Negeri 6 Luwuk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Analisis yang digunakan adalah korelasi product moment. Nilai koefisien korelasi (r)  =  atau 86,71% adalah angka positif. Hal ini menunjukkan pengaruh Kecemasan belajar terhadap hasil belajar matematika Di SMP Negeri 6 Luwuk, sebesar 74,17%. Sedangkan nilai thitung = 7,57, dengan derajat  kebebasan (db) = 34 – 2 = 32 dan taraf signifikansi  0,05 = 1,697 sehingga, thitung  lebih dari pada  ttabel atau  7,57> 1,697 maka korelasi yang terjadi adalah berarti atau signifikan sehingga korelasinya adalah adanya pengaruh Kecemasan belajar terhadap hasil belajar matematika Di SMP Negeri 6 Luwuk. Dengan demikian hipotesis diterima

    ANALISIS KESALAHAN KONSEPTUAL PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA YANG BERKAITAN DENGAN OPERASI MATRIKS

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis kesalahan konseptual yang dilakukan peserta didik dalam menyelesaikan soal matematika yang berkaitan dengan operasi matriks di SMK Negeri 1 Luwuk. Teknik pengumpulan data melalui pemberian tes diagnostik dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang, yang di bagi dalam tiga kategori yaitu, satu orang berkemampuan tinggi, satu orang berkemampuan sedang, dan satu orang berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan konseptual terjadi pada subjek berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah yaitu kurang tepat dalam mengklasifikasikan matriks dengan tepat, dan kurang tepat dalam menyelesaikan soal. Kesalahan konseptual yang lain juga terjadi pada subjek berkemampuan rendah yaitu tidak menuliskan syarat untuk menyelesaikan soal dan kurang tepat dalam memaparkan langkah penyelesaian secara sistematis. Penyebab terjadinya kesalahan konseptual antara lain adalah tidak mengerti dengan syarat-syarat untuk menyelesaikan soal, sulit memahami konsep matriks, peserta didik lebih cenderung mengingat daripada memahami, dan sering lupa pada materi pelajaran yang sudah lewat

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇