OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
PERANAN GURU PPKn DALAM MENGEMBANGKAN SIKAP TANGGUNGJAWAB SOSIAL SISWA
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran guru PPKn di SMP Negeri 4 Taliabu Utara dalam mengembangkan sikap tanggungjawab sosial siswa dalam pembelajaran. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus, yang ditunjang dengan penelitian lapangan dan referensi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dan analisisnya yaitu: 1) reduksi data, 2) Penyajian data, dan 3) Penarikan kesimpulan. Teknik pmetiksaan keabsahan data dalam penelitian ini antara lain: 1) derajat kepercayaan (creadibility), 2) keteralihan (transferability), 3) kebergantungan (dependability), dan 4) kepastian (confirmability). Selain itu juga, pihak sekolah (Guru dan Kepala sekolah) dan peneliti bertujuan mengembangkan sikap bertanggungjawab sosial kepada siswa SMP Negeri 4 Taliabu adalah: 1) Jujur, 2) Mengakui kesalahan yang diperbuat, 3) tolong-menolong di lingkungan sosial (rumah, sekolah dan msyarakat), 4) Menghormati orang yang lebih tua (Guru, Orang tua, Kakak, Paman dan lain-lain), 5) Tidak membuat kegaduhan/keributan, 6) Menjaga kebersihan, ketentraman dan keamanan lingkungan sekitar, 7) Bergaul tanpa memandang suku, agama, ras ataupun golongan, dan 8) Bertanggungjawab. Hasil penelitian ini berguna untuk guru PPKn dalam menjalankan perannya sebagai demonstrator, pengelola kelas, mediator, fasilitator, komunikator, motivator, inspirator, pendidik dan evaluator pada proses pembelajaran
PEMANFAATAN FLY ASH BATU BARA SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN DALAM PEMBUATAN BETON MUTU TINGGI
Dalam pembuatan beton bermutu tinggi dapat memanfaatkan bahan-bahan tambahan (admixtures) untuk mensubtitusi pemakaian semen. Batu bara dalam proses kebutuhan industri menghasil residu berupa abu yang memiliki kandungan silika sebagai bahan baku subtitusi semen Portland. Penelitian bertujuan untuk menganalisis perhitungan campuran (mix design) beton mutu tinggi menggunakan abu terbang (fly ash) sebagai bahan tambahan (admixtures). Eksperimen dilakukan di Laboratorium Beton Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Banggai. Proses pembuatan beton mutu tinggi mengacu pada SNI 7656:2012 dan SNI 03-6468-2000. Hasil eksperimen menunjukan penggunaan fly ash batu bara menghasilkan kuat tekan beton rata-rata 79,38 MPa. Hasil ini berdasarkan SNI 03-6468-2000 masuk dalam kategori beton bermutu tinggi yakni beton yang memiliki kuat tekan antara 40 – 80 MPa
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK NPK CAIR DAN JUMLAH RUAS STEK PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth)
The good quality patchouli plants, it takes patchouli cuttings that have good initial vegetative growth. The initial vegetative growth in plants is an important phase that supports the further growth of patchouli until the productive phase. To produce patchouli plants with good initial vegetative growth, fertilization is necessary to ensure the availability of nutrients needed in the metabolic process of patchouli plants. Patchouli plants require adequate amounts of nutrients, especially macro nutrients such as nitrogen and others which can be done by administering NPK with the right dose and frequency of administration. The results showed that (1) the treatment of patchouli cuttings (treatment B) had a very significant effect on the growth of patchouli at week 2,4,6,8,10 and 12 WAP. Meanwhile, the concentration of liquid NPK fertilizer (treatment A) had a very significant effect only at the age of 10 and 12 WAP for the number of leaves. (2) The treatment of the number of patchouli cuttings (treatment B) had a significant effect on the growth of patchouli at week 4 WAP, had a very significant effect at week 2,6,8 and 12 WAP. As for the treatment, the concentration of liquid NPK fertilizer (treatment A) had a significant effect on week 8 MST and had a very significant effect at week 10 and 12 MST for the number of shoots (3) There was an interaction between the two treatments, namely at the age of 10 and 12 MST while on the number of shoots only occurred at the age of 12 MS
Assessing soil fertility status and land suitability for patchouli plants (Pogostemon cablin Benth.) in Lamala District, Banggai Regency
Besides influenced by genotype, the quality and quantity of patchouli essential oil were controlled by soil as a growing medium. The development of patchouli plantation in Lamala District is still hampered by negative stigma from the community. It is believed, the strong absorption rate from patchouli could lead to soil nutrient deficiency. The purpose of this study was to determine soil fertility status and evaluate its suitability for patchouli plant in 3 land units (e.g., uncultivated, cultivated with fertilization, and cultivated without fertilization). The method used is an Exploratory-Descriptive Survey. The determination of soil properties was based on physical properties such as texture, and chemical properties such as pH, organic-C and nitrogen, P2O5 and K2O, base cations and cation exchange capacity/CEC, and Fe. The data then matched to Soil Fertility and Land Suitability Criteria for the patchouli plant. The result showed that the chemical properties in 3 land units had slightly acidic, high CEC, medium base saturation, moderate P2O5 content, and moderate organic-C content. Meanwhile, the K2O content of the land without patchouli was very low and the patchouli with and without fertilizer was low. Soil fertility status in 3 land units was classified as marginally suitable (S3-rc,na), this is due to the limiting factors; soil texture (rc) and P2O5 (na)
URGENSI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH YANG BAIK ATAS LINGKUNGAN HIDUP (GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE)
Pelaksanaan pembangunan daerah dengan keinginan mengejar ketertinggalan dengan daerah lain, mendorong pemerintah daerah membuka akses secara terbuka kebijakan yang eksploitatif, dan pada dasarnya pembangunan daerah tidak terlepas dari pemanfaatan segala potensi yang dimiliki oleh daerah yaitu ekpolitasi terhadap sumber daya alam, sehingga dengan keberadaan kebijakan yang bersifat menguras lingkungan hiduop akan berdampak bagi lkerusakan dan pencemaran lingkungan hidup. Untuk mencegah dan meminimalisir perusakan lingkungan dan/atau penurunan fungsi lingkungan hidup, maka penyelenggaraan pembangunan harus memperhatikan upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan prinsip good environmental governance yang memberikan makna bahwa pengelolaan urusan pemerintahan di bidang sumberdaya alam dan lingkungan diselenggaraan berdasarkan prinsip pemerintahan yang baik yang diwujudkan dalam setiap kebijakan sehingga pelaksanaan pembangunan berkelanjutan dapat tercapai
ANALISIS KEWENANGAN PEMERINTAHAN KECAMATAN DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN BANGGAI LAUT (STUDI KASUS DI KECAMATAN BANGGAI)
Studi ini bertujuan untuk menjelaskan kewenangan pemerintah kecamatan yang secara fungsional dapat memberikan konstribusi yang lebih baik terhadap penyelenggaraan otonomi daerah, yaitu pemerintah kecamatan yang dalam penyelenggaraannya mampu memeberikan pelayanan prima kepada masyarakat, dan kewenangan secara dinamik mampu menyesuaikan diri terhadap kebutuhan pembangunan. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif, dengan teknik wawancara dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai sumber data yang utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecamatan masih didominasi oleh usaha membangun hubungan yang bersifat vertikal terhadap desa, kontras dengan semangat UU No. 32 Tahun 2004 dan PP 8/2003 yang memiliki semangat untuk membangun hubungan yang bersifat horizontal (hubungan dengan perangkat daerah yang lain ada di kecamatan), sehingga cenderung tidak memperhatikan apa yang seharusnya dalam menciptakan pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat dimana organisasi itu berada. Beberapa diskusi dan beberapa dokumen formal pemerintah cenderung mengarah kepada keinginan yang kuat kepada penataan kecamatan ke arah fungsi hubungan horizontal, dan pertimbangan terhadap karakteristik yang ada di wilayah tersebut, dan hal ini berbeda dengan apa yang digariskan dalam dokumen formal pemda yang justru mengarah kepada penguatan fungsi hirarkis kecamatan terhadap desa. Penataan kewenangan pemerintah kecamatan dapat dilakukan melalui proses inventarisasi tehadap kewenangan yang dimiliki oleh kabupaten, dan pada saat dilimpahkan kepada kecamatan maka harus melewati proses identifikasi karakteristik kecamatan. Kewenangan kecamatan yang dihasilkan adalah : 1) Kewenangan yang secara kewilayahan beragam yang diwujudkan dalam ragam jumlah UPTD yang berbeda antara satu kecamatan dengan kecamatan yang lain, 2) Kewenangan kecamatan secara organisasi berbeda, kewenangan ini disesuaikan dengan fungsi-fungsi khusus yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan kepada masyaraka
Kombinasi Pupuk NPK dengan Kompos Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Tanaman bawang merah membutuhkan unsur hara dalam jumlah yang cukup, khususnya unsur hara makro seperti nitrogen dan lain-lain yang dapat dilakukan dengan pengaplikasian kompos kotoran ayam dan pupuk NPK dengan dosis dan frekuensi pemberian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlakuan terbaik kombinasi pupuk NPK dengan kompos kotoran ayam pada pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascolanicum L.) dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial. Masing-masing perlakuan di ulang 3 kali, sehingga semuanya ada 18 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan tinggi daun bawang merah (P6) berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah pada minggu ke 2 – 6 MST. Perlakuan jumlah daun tanaman bawang merah (P5) berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bawang merah pada minggu ke 5 MST, berpengaruh sangat nyata pada minggu ke 6 MST. Sedangkan untuk masing-masing perlakuan pada minggu 2, 3 dan 4 MST tidak berpengaruh nyata
Production analysis of corn farming (Zea mays L) in the Bumi Beringin Village, North Luwuk District, Banggai Regency
Corn is a food commodity that is widely cultivated in Bumi Beringin Village. To get high corn production, it is necessary to utilize optimal production factors. This study aims to determine the effect of land area, the number of seeds, amount of fertilizer, and number of workers on maize production (Zea mays L), and the correlation between maize farming in Bumi Beringin Village, North Luwuk District. This research was carried out from March to May 2021. The respondents' determination was carried out using a saturated sampling method or census where 22 farmers did corn farming. The analysis used is the Cobb-Douglas production function with variables of land area (X1), the number of seeds (X2), amount of fertilizer (X3), and number of workers (X4), and corn production (Y). The analysis results obtained multiple correlation coefficient values of 0.99%, indicating that corn production with production factors (land area, seeds, fertilizers and workers) has a very strong relationship with a relationship level of 99%
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TGT MELALUI DARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MTS NEGERI 1 LUWUK
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendesrikpsikan pengaruh model pembelajaran TGT melalui pembelajaran daring tarhadap hasil belajar siswa kelas VII materi IPA. Penelitian ini dilaksanakan di MTS Negeri 1 Luwuk, menggunakan metode quasy experiment dengan rancangan nonequivalent control group design. Teknik analisis data menggunakan tes ekperimen. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA 20 orang dan kelas VIIB 20 orang, dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran TGT melalui pembelajaran daring, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran TGT melalui pembelajaran daring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TGT melalui pembelajaran daring berpengaruh secara nyata terhadap hasil belajar diperoleh nilai thitung = 5,763 > nilai ttabel = 2,101. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TGT melalui pembelajaran daring berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VII MTS Negeri 1 Luwuk
IMPLEMENTATION OF WEBSITES AS MEDIA IN INCREASING STUDENTS’ INTEREST AND STUDY RESULT IN ENGLISH VOCABULARIES (Conducted At SD Lab. Kota Gorontalo In Fifth Grade)
In the learning process, students usually never pay attention to the teacher, and finally can influence their study result. It is happen because of the students feel bored and not interest to study English, especially English vocabularies. This research used website as a learning media. The objective of this research is to know whether website can increasing students’ interest in English vocabulary and can influence the students’ study result or not. In that case, the sample of this research is fifth grade of SD Lab Kota Gorontalo which consists of 17 students. The method of this research is quasi experimental method which used pretest and posttest design. The instrument which is used in collecting the data is the test, and it was analyzed by using t-test. The result of this research shows that the using of website can increase students’ interest and can influence students’ achievement. The criteria used to verify the hypothesis is the is accepted if is smaller than ( < ). Based on the analysis of this research, it is found that is smaller than (-4 < 2.037) with the level of significance α=0.05 and dk=(n1+n2-2). It means that the hypothesis is acceptable. In the other word, it found that website can increase students’ interest in English vocabulary and can influence students’ study result