OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
Soil fertility status and land suitability evaluation for rice crops on former shrimp ponds: Soil fertility status and land evaluation assessment
Undertaking suitable land, including former shrimp ponds for rice, is required to cope with future rice shortages. The purpose of this study was to identify the soil morphology and physicochemical properties, determine soil fertility status and assess irrigated rice suitability of ex-shrimp ponds. Soil morpho-physicochemical properties such as soil color, structure, texture, pH, organic-C, P2O5, K2O, base saturation, and cation exchange capacity were determined. The resulting data was then matched into the criteria for BSCR and SLAN/CCDS, five major soil fertility criteria, and ICALRRD land suitability. Soil physiographical, morphological, and physicochemical analysis suggested that the soil developed from the alluvial site of calcareous-marl parent material located at saturated backswamp, then permanently drained. ESP, SAR, and salinity values were detected relatively lower than saline, sodic, and saline-sodic soil. The entire cations fell below BCSR ideal ratios, whereas all exchangeable K were detected below the CCDS/SLAN thresholds. Actual suitability for land units of A, B, and C were S3-rc,na, S3-na and S3-rc,nr,na,eh, respectively. The improvement such as fertilization, amelioration, slope flattening/cut-filling, and irrigation management increases all land units to S1. This study pinpointed the importance of former shrimp pond soil to provide suitable land for rice crop cultivation. Also, encouraging further research to identify the origin of alluvial parent material from the soil at the study sit
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KOTORAN HEWAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L)
Jagung adalah salah satu komoditi tanaman pertanian di Indonesia yang banyak dibudidayakan dan membutuhkan hara yang mendukung untuk menghasilkan panen yang lebih baik dilakukan dengan pengaplikasian kompos kotoran hewan yakni kotoran sapi dengan dosis yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dalam pengaplikasian kompos kotoran sapi pada pertumbuhan dan produksi tanaman jagung (Zea mays L) dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan 4 ulangan yakni P0 = Kontrol perlakuan tanpa pemberian kompos kotoran sapi; P1 = 4 ton/ha kompos kotoran sapi atau 2,8 kg per petak; P2 = 6 ton/ha kompos kotoran sapi atau 4,2 kg per petak; P3 = 8 ton/ha kompos kotoran sapi atau 5,6 kg per petak; P4 = 10 ton/ha kompos kotoran sapi atau 7 kg per petak sehingga setiap perlakuan terdapat 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos kotoran sapi dengan dosis yang berbeda berpengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun umur 2, 3, 4, 5 dan 6 MST, panjang tongkol, berat tongkol, berat kering perpetak. Perlakuan terbaik P4 (dosis 10 ton/ha kompos kotoran sapi setara 7 Kg per petak)
ANALYSIS OF THE EFFECT OF CONVERSION OF RICE FIELDS ON AGRICULTURAL PRODUCTIVITY IN EAST NUSA TENGGARA
The centrality of agriculture as one of the large sectors that sustain Indonesia's GDP does not make this sector free from various problems. The transfer of the function or conversion of agricultural land to nonfarm is a serious problem that occurs in Indonesia, especially in East Nusa Tenggara. The explosion of population growth and the shift of the economy to the manufacturing sector are the strongest reasons for the narrowing of agricultural land. The productivity of agricultural products is something that needs to be considered. This study uses descriptive analysis techniques and supported data from BPS. The results of this study showed no relationship between the phenomenon of transfer of agricultural land functions and agricultural productivity in East Nusa Tenggara
HAK ISTRI ATAS NAFKAH SETELAH PERCERAIAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN
Pasal 1 Undang Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan adalah untuk membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Meskipun demikian kebahagian dan kekekalan yang diinginkan kadangkala tidak berlangsung lama dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perceraian. Dengan adanya perceraian, Pengadilan dapat mewajibkan kepada mantan suami untuk memberikan sesuatu kewajiban kepada mantan isteri dan anaknya. Kewajiban dari mantan suami yang berupa mut'ah, dan nafkah untuk anak-anak. apabila perkawinan tidak dapat dipertahankan lagi dan mengakibatkan perceraian, diharapkan para mejelis hakim memberikan pertimbangan yang seadil-adilnya agar pemberian mut'ah yang layak sesuai dengan kemampuan suami, sehingga isteri pun menerima haknya tersebut dengan kata lain sepakat. Dan bilamana seorang ayah tidak memberikan nafkah kepada anak sebagaimana telah diputus oleh pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, maka pihak yang dirugikan dapat mengajukan gugatan perdata ke pengadilan untuk menuntut hak-hak keperdataan anak yang di abaikan
KOMPARASI HASIL BELAJAR PPKN PADA MATERI HAM ANTARA PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS VII MTS AL-KHIRAAT LUWUK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PPKn pada materi HAM antara pendekatan pembelajaran CTL dan pembelajaran Langsung Kelas VII Di MTs Al-Khairat Luwuk, semantara untuk waktu pelaksanaan penelitiannya, dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2016. Dalam penelitian ini, variabel yang akan diteliti yaitu hasil belajar PPKn Materi HAM dengan menggunakan pendekatan CTL dan Langsung. yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII di MTs Al-Khairat Luwuk. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dan Tes. Analisis yang digunakan digunakan adalah Uji t rata-rata dua sampel.
Dari hasil penelitian diperoleh hasil belajar PPKn peserta didik yang dibelajarkan melalui pendekatan CTL lebih tinggi dari pada pendekatan pembelajaran langsung. hasil perhitungan diperoleh nilai t hitung = 2,647263 > t tabel = 2,00 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan derajat kebebasan (db) = n1 + n2 - 2 , maka diterimah Ha yang menyatakan terdapat perbedaan antara hasil belajar PPKn yang menggunakan pendekatan CTL dan Pendekatan Pembelajaran Langsung. serta diperoleh imformasi bahwa penggunaan pendekatan CTL lebih baik dari pada pendekatan Pembelajaran Langsung pada materi Hak Asasi Manusia (HAM
THE USE OF ERROR ANALYSIS ON GRAMMAR LEARNING: STUDENTS’ IMPROVEMENT IN USING SOME AND ANY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan error analysis dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menggunakan some dan any atau tidak. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko. Adapun sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik cluster sampling. Instrument utama yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah tes yang meliputi tes awal dan tes akhir. Berdasarkan hasil analisa data dari tes (tes awal 27.6, dan tes akhir 77.8), peneliti menemukan bahwa nilai t-hitung sebesar 18.208 dari penerapan tingkat signifikan sebesar 0.05 dan tingkat kebebasan 29 (29-1) lebih besar dari nilai t-tabel 1.701. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesa yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat diterima. Dengan kata lain, error analysis efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran grammar khususnya dalam menggunakan kata “some” dan “any”
ANALISIS PENGUASAAN MATERI PRASYARAT ALJABAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL
Aljabar merupakan materi prasyarat yang harus dikuasai oleh siswa untuk mempelajari materi SPLDV. Namun, sebagian besar siswa masih memperoleh nilai rendah pada materi SPLDV dikarenakan kurangnya penguasaan materi prasyarat aljabar. Olehnya itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan materi prasyarat aljabar dalam menyelesaikan soal SPLDV, dan faktor penyebab rendahnya penguasaan materi prasyarat aljabar. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4 subjek penelitian hanya 1 subjek yang mampu menguasai materi prasyarat aljabar dan 3 subjek lainnya belum mampu menguasainya. Hal ini didasarkan pada perolehan nilai tes diagnostik.Dari 4 subjek, hanya 1 subjek memperoleh nilai 88.89 dan telah memenuhi KKM. Sedangkan 3 subjek lainnya memperoleh nilai 66.67, 33,33, dan 38,89. Faktor penyebabnya yakni: tidak mengetahui makna symbol matematika, sulit menganalisis kalimat verbal untuk menyusun model matematika, dan sulit dalam perhitungan metode subtitusi terkait bilangan negatif dan positif. Sehingga, kemampuan penguasaan materi prasyarat aljabar kelas VIIIC SMP Negeri 1 Luwuk berada pada kategori kuran
PENGEMBANGAN MODUL MATEMATIKA BERBASIS CTL (CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING) TERINTEGRASIKAN NILAI-NILAI KEISLAMAN PADA MATERI HIMPUNAN
Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul pembelajaran matematika pada materi himpunan yang berbasis kontekstual dan di integrasikan dengan nilai nilai keislaman sehingga layak digunakan sebagai modul matematika di MTs Al-Khairat Balantak. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah validasi ahli materi dan media, wawancara, angket respon dan test hasil belajar. Hasil penelitian dari validasi ahli materi tahap 1 diperoleh rata-rata dari 2.00 – 4.50, sedangkan validasi ahli materi tahap 2 diperoleh rata rata dari 4.00 -5.00.Pada validasi ahli media tahap 1 diperoleh rata – rata 3.00-5.00, sedangkan validasi ahli media tahap 2 diperoleh rata – rata 4.00-5.00. simpulan dari penelitian ini adalah modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan layak sebagai modul karena dinilai telah memenuhi aspek/indakator dari pengembangan modul pembelajaran
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO SPARKOL VIDEOSCRIBE PADA MATERI LINGKARAN DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran viedo berbasis Sparkol Videoscribe dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Balantak.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang difokuskan pada pengembangan media pembelajaran matematika. Hasil validasi oleh tim validator yang terdiri dari 3 ahli materi dan 3 ahli media, media pembelajaran video berbasis sparkol videoscribe memperoleh nilai rata-rata 3,77 dengan kriteria “valid” dari penilaian ahli materi dan memperoleh nilai rata-rata 3,97 dengan kriteria “valid” dari penilaian ahli media. Kemudian hasil uji kelayakan produk yang diujikan kepada peserta didik di kelas VIIIA SMP Negeri 2 Balantak yang dikelompokan dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang peserta didik diperoleh nilai rata-rata sebesar 3,6 kriteria “sangat menarik” dan hasil uji coba pada guru diperoleh hasil rata-rata 3,83 dengan kriteria “sangat menarik”
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BUNCIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik yang akan di rekomendasikan kepada petani dalam pengaplikasian pupuk organik cair bonggol pisang dalam upaya peningkatan hasil produksi tanaman buncis.Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan bulan Maret 2020 di lahan pertanian masyarakat tepatnya di Desa Manyula Kecamatan Kintom Kabupaten Banggai, dengan metode percobaan faktorial dalam rancangan acak kelompok (RAK). Penelitian ini terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu: P0 = Kontrol; P1 = Konsentrasi 20 ml POC bonggol pisang/ liter air; P2 = Konsentrasi 40 ml POC bonggol pisang/ liter air; P3 = Konsentrasi 60 ml POC bonggol pisang/ liter air; P4 = Konsentrasi 80 ml POC bonggol pisang/ liter air. Setiap perlakuan diulang sebanyak lima kali sehingga terdapat dua puluh lima unit percobaan. Hasil penelitian bahwa pengaruh pupuk organik cair bonggol pisang memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan panjang tanaman akan tetapi tidak berbeda nyata untuk perlakuan P1, P2, P3 dan P4 akan tetapi keempat perlakuan tersebut berbeda nyata dengan P0. Untuk produksi tidak berpengaruh nyata dan tidak berbeda nyata untuk semua perlakuan terhadap jumlah daun, jumlah polong, panjang polong dan berat polong. Perlakuan terbaik terdapat pada P2 ( konsentrasi 40 ml POC bonggol pisang/ liter air)