OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA MELALUI KEGIATAN PKK (PEMBERDAYAAN KESEJAHTERAAN KELUARGA) DESA BUNGAWON KABUPATEN BANGGAI
Penelitian bertujuan untuk mengetahui Penghayatan dan Pengamalan Pancasila melalui Kegiatan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di Desa Bungawon Kabupaten Banggai. Jenis Penelitian deskritif kualitatif, data diperoleh dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Desa, Ketuah PKK, Tokoh Agama, dan Masyarakat Desa Bungawon, data diolah dengan teknik reduksi, kategorisasi, verifikasi dan penyajian data. Hasil penelitian yaitu (1) Pembinaan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa belum terlaksana dengan baik, sebab aturan pemerintah Desa sebagian dilaksanakan sebagaian tidak dilaksanakan faktornya pekerjaan orang tua juga anak-anak menghabiskan waktu bermain. (2) Pembinaan Kesadaran Bela Negara terdapat faktor kenakalan remaja seperti mabuk-mabukan yang membuat masyarakat lainnya terganggu sehingga pemerintah desa kesulitan dalam menciptakan suasana rukun dan damai. (3) Pembinaan Kesadaran Hukum, terjadi pelanggaran hukum seperti pencurian, pemukulan, mabuk mengonsumsi alkohol karena kurang ketegasan pemerintah desa untuk menegur sehingga pelanggaran hukum terjadi pada masyarakat. (4) Penguatan Keluarga terhadap Pola Asuh Anak, orang tua memberikan nasehat yang baik tetapi anak selalu dipengaruhi oleh pergaulan bebas dan orang tua yang lebih banyak waktu bekerja. Maka pengurus PKK diharapkan lebih memahami tugas dan tanggung jawab diemban dan semua pihak saling bekerja sama demi terwujudnya kegiatan PKK yaitu kesejahteraan keluarga sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila
MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM SOLVING
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika melalui pendekatan Problem Solving pada siswa kelas X IPA 4 SMA negeri 1 Gowa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 1 Gowa pada semester ganjil pada tahun ajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 36 orang. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika dan observasi. Data hasil kemampuan menyelesaikan soal-soal yang terkumpul dibedakan menjadi data kualitatif dan data kuantitatif kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata siswa pada siklus I sebesar 53,72 ini berarti bahwa skor rata-rata siswa berada pada kategori sangat rendah dengan standar deviasi 14,47. Sedang pada Siklus II diperoleh skor rata-rata sebesar 73,71 ini berarti bahwa skor rata-rata siswa pada kategori sedang dengan standar deviasi 13,15. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pendekatan Problem Solving pada siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 1 Gowa dalam proses pembelajaran, maka kemampuan menyelesaikan soal-soal matematika siswa, kehadiran, kesiapan dan keaktifan siswa dapat meningkat
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS ALAT PERAGA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA
Tujuan penelitian untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa melalui pembelajaran kontekstual berbasis alat peraga pada materi lingkaran di kelas VIII SMP Negeri 7 Bunta Kabupaten Banggai.Sampel yaitu Kelas VIII dengan jumlah 31 orang. Jenis penelitian yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta tes kemampuan komunikasi matematika pada siklus I dan II melalui pembelajaran kontekstual berbasis alat peraga di peroleh pada siklus 1 hasil observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran sebesar 74,44% mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 96,67%. Hasil observasi aktivitas guru dalam penerapan pembelajaran pada siklus I mencapai 70% pada siklus II naik menjadi 98,33% dan nilai rata-rata tes kemampuan komunikasi matematika siklus I memperoleh 66,26 meningkat pada sikus II menjadi 89,04. Hasil analisis skor langkah-langkah hasil tes kemampuan Komunikasi Matematika siswa pada siklus I diperoleh 63,40% dan meningkat pada siklus II menjadi 84,59%. Dengan demikian penerapan pembelajaran kontekstual berbasis alat peraga dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa pada materi lingkaran kelas VIII SMP Negeri 7 Bunta Kabupaten Banggai
ANALISIS KAPASITAS PARKIR PADA PELABUHAN RAKYAT LUWUK
Kegagalan dalam mengatasi masalah perparkiran dapat mengakibatkan kemacetan, kenyamanan lingkungan terganggu dan juga mengundang dampak kerawanan yaitu berupa kecelakaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik dan kapasitas parkir pada pelabuhan rakyat Luwuk. Berdasarkan kinerja parkir tersebut dapat dikemukakan suatu alternatif penanganan sehingga diharapkan akan terwujud area parkir yang lebih nyaman dan teratur. Pada hasil analisis data petak parkir pada kendaraan roda 2 (dua) sebesar 130 petak parkir luas lahan yang dibutuhkan sebesar 195 m² dan pada kendaraan Ringan/ mobil penumpang sebesar 91 petak parkir sebesar 1.137,5 m ² sedangkan pada kendaraan berat/ Truck se besar 11 petak sebesar 467,5 m² dengan total luas lahan yang disediakan untuk keseluruhan petak parkir kendaraan sebesar 1.586 m². Sementara luas lahan parkir yang tersedia di Pelabuhan Rakyat Luwuk sebesar 4.009 m², dengan kata lain luas lahan dipelabuhan rakyat masih dapat menampung jumlah volume kendaraan yang akan menggunakan lahan parki
TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGUASAAN DAN PEMANFAATAN TANAH BERKAITAN DENGAN PENATAAN RUANG BERDASARKAN UNDANG – UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2007
Penguasaan dan pemanfaatan tanah tidak terbatas pada penguasaan tanah semata akan tetapi Pemanfaatan tanah berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Dikaitkan Dengan Hak Milik Atas Tanah yaitu dimana tanah yang terkena rencana kota atau rencana detail tata ruang yang sering dikenal sebagai fasilitas sosial dan fasilitas umum, maka penggantian yang dilakukan oleh pemerintah kepada msyarakat yang dirugikan selaku pemegang hak atas tanah hendaknya dilakukan dengan selayak mungkin dan disesuaikan dengan nilai perkembangan lahan sebagai akibat dari penataan ruang yang dilakukan oleh pemerintah daerah itu sendiri. Untuk mengoptimalisasikan ganti rugi dan tidak ada pihak yang masih dirugikan, maka ganti rugi hendaknya dilakukan pada saat lahan/tanah tersebut sudah ditetapkan terkena garis rencana kota rencana detail tata ruang
KEDUDUKAN KEJAKSAAN DALAM SISTEM KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA MENURUT UNDANG-UNDANG NO. 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA
Penelitian hukum (legal research) yang akan dilakukan merupakan penelitian doctrinal / normatif, dimana hal ini disebabkan karena karakter ilmu hukum itu sendiri. Dimana penelitian ini juga bertujuan untuk Untuk mengetahui kedudukan Kejaksaandalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia menurut Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.Pendekatan penelitian yang akan dipergunakan adalah pendekatan penelitian yang dikenal dalam metode penelitian normatif, yaitu pendekatan undang-undangan (statute approach), pendekatan historis (historical approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Pendekatan-pendekatan tersebut dipergunakan dalam penelitian ini, mengingat adanya karakteristik ilmu hukum sebagai ilmu sui generis, yang berarti ilmu hukum merupakan ilmu jenis tersendiri.Berdasarkan hasil penelitian hukum yang dilakukan oleh penulis, maka kedudukan Kejaksaan dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia menurut Undang-Undang No. 16 tahun 2014 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, masih kurang adanya pengaturan independensi, yang secara tegas belum memberikan independensi kepada Kejaksaan dalam menjalankan tugas dan fungsi kewenangan penuntutan, karena disebabkan oleh kedudukan jaksa agung yang diangkat dan diberhentikan oleh presiden dalam Pasal 19 ayat (2) jo Pasal 22
PENINGKATAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI STRATEGI GROUP RESUME PADA SISWA KELAS VII MTS N LUWUK PADA POKOK BAHASAN SEGI TIGA
Penelitian ini Bertujuan Untuk mengetahui peningkatan kreativitas matematika peserta didik pada materi segitiga melalui strategi group resume . Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Dalampelaksanaannya peneliti berkolaborasi dengan guru kelas untuk bersama-sama melakukan penelitian, dalam hal ini peneliti menyediakan semua perangkat yang digunakan untuk penelitian. Guru kelas tetap menjalankan perannya sebagai guru bidang studi, melakukan evaluasi dan mengobservasi kegiatan peserta didik di kelas selama PBM berlangsung. Ada dua siklus yang dilakukan dalam penelitian. Tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahap, meliputi: (1) persiapan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis pada kedua tahapan siklus yang telah dilaksanakan, terlihat adanya peningkatan angka presentase hasil evaluasi peserta didik dari sebelum pelaksanaan tindakan, baik siklus pertama maupun siklus kedua,Presentase nilai evaluasi peserta didik dari sebelum pelaksanaan tindakan sampai dengan akhir pelaksanaan tindakan secara keseluruhan terjadi peningkatan dengan ketuntasan belajar97.61 %.Dengan kata lain prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran matemática termasuk kategori sangat baik
ANALISIS METAKOGNISI SISWA SMP NEGERI I BUKO DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA
This research aimed to describe student’s metacognition in solving mathematics problem. The research subjects were two students of class VII of a junior high school in Buko. The two subject represented types of components metacognition i.e one student has cognition knowlwdge and another has cognition regulation. Research instruments were metacognitive awareness inventory, mathematics understanding test and interview protocol. Research data were collected by using student’s answer sheets and interviews. The data were analyzed by descriptive method. Based on the analysis, it can be concluded that: (1) NDM student performend her cognition knowledge in the problem solving stages, and it depends on her knowledge types (declarative, procedural, dan conditional knowledge); and (2) PSV student performend characteristics of cognition regulation and they depend on each stage in the problem solving
TINJAUAN NORMATIF TERHADAP SURAT KAPOLRI NOMOR: B/3022/XII/2009 PERIHAL PENANGANAN KASUS PIDANA MELALUI ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION (ADR) DALAM PENERAPAN ASAS PERADILAN SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN
Dalam bekerjanya sistem Peradilan Pidana Indonesia yang berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP), sistem peradilan pidana itu diawali pada Institusi Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman (Hakim) pada saat peradilan. Dalam proses sistem peradilan pidana, membutuhkan waktu yang agak lama dan panjang bahkan terkadang berbelit-belit, sehingga dibutuhkan sebuah terobosan hukum yakni dengan mengunakan mediasi penal. Mediasi penal merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan restorative justice. Mediasi penal merupakan sebuah langkah terobosan hukum dalam rangka pembaharuan hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana penanganan kasus pidana melalui Alternative Dispute Resolution (ADR) dalam rangka menerapkan azas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan menurut Surat Kepala Kepolisian Negara Repoblik Indonesia Nomor: B/3022/XII/2009. Untuk mengetahui tujuan dimaksud maka penelitian ini menggunakan pendekatan Yuridis Normatif dimana metode atau cara yang dipergunakan di dalam penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka yang ada. Kesimpulan yang dapat penulis ambil setelah membahas mengenai penanganan kasus pidana melalui Alternative Dispute Resolution (ADR) dalam rangka menerapkan azas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan menurut Surat Kepala Kepolisian Negara Repoblik Indonesia Nomor: B/3022/XII/2009 adalah dengan adanya Surat Kepolisian Negara Republik Indonesia dimaksud maka salah satu asas dalam hukum acara pidana yaitu “Asas Peradilan Sederhana, Cepat dan Biaya Ringan” dapat dimaksimalkan karena dapat mempersingkat waktu penanganan suatu perkara, namun penanganan perkara pidana dengan alternative dispute resolution ini hanya berlaku bagi perkara-perkara tindak pidana ringan maupun beberapa bentuk KDRT serta hanya dapat diterapkan apabila pihak-pihak yang berperkara (tersangka dan korban) menyetujui menggunakan penyelesaian melalui mediasi penal
MEMINIMALISASIKAN KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK MELALUI STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING
Tujuan Penelitian untuk meminimalkan kesulitan belajar yang ada pada siswa di MAN Luwuk, melalui Strategi Active Knowledge Sharing. Subjek penelitian adalah siswa kelas X KAG yang berjumlah 32. Jenis penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 2 siklus. Data yang diperoleh dari penelitian ini meliputi : hasil belajar siswa yang menunjukkan indikator kesulitan belajar yang diambil dari pemberian angket pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi guru, aktifitas siswa yang diambil dari lembar observasi siswa. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap aktivitas pembelajaran siswa dan guru serta kesulitan belajar terjadi penurunan secara signifikan pada siswa melalui Strategi Active Knowledge Sharing. Hal ini dapat di lihat dari rata-rata capaian aktivitas siswa pada siklus I mencapai 73,96% dan siklus II mencapai 92,45% sementara rata-rata capaian untuk aktivitas guru pada siklus I mencapai 74,17% dan siklus II mencapai 94,58%. Sedangkan berdasarkan hasil analisis kesulitan belajar didapatkan pada siklus I, dengan nilai rata-rata kesulitan pada siklus I diperoleh 26,37% dan siklus II diperoleh nilai rata-rata kelas 15%. Dengan perolehan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa melalui Strategi Active Knowledge Sharing, maka kesulitan belajar matematika siswa dapat diminimalisasikan