OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
Analisis Pendapatan Pemasaran Usaha Ternak Ayam Petelur UD.Unggas Karya Mandiri Di Kecamatan Banggai
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha ternak ayam petelur, saluran pemasaran dan margin pemasaran usaha ternak ayam petelur UD.Unggas Karya Mandiri di Kecamatan Banggai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2020. Penentuan responden dilakukan dengan metode sensus dimana jumlah populasi peternak 1 Orang, Pedagang Besar, pengecer dan karyawan sebanyak, 14 Orang, sampel penelitian diambil keseluruhan dari populasi yaitu 15 responden. Analisis yang digunakan adalah Analisis Pendapatan, Saluran Pemasaran, dan Margin Pemasaran.Hasil analisis menunjukan bahwa pendapatan usaha ternak ayam petelur di kecamatan banggai kabupaten banggai laut sebesar Rp 841.942.000 yang diperoleh dari TR-TC yakni (TR) Rp.1.215.000.000 dikurangi (TC) Rp. 373.058.000. penelitian menunjukan bahwa Saluran Pemasaran usaha peternak ayam petelur terdapat dua Saluran Pemasaran yaitu dari Peternak→Pengecer→Konsumen dan Saluran Pemasaran yang Kedua yaitu dari Peternak→Pedagang Besar→ Pengecer→Konsumen. Margin Pemasaran usaha peternak ayam petelur yaitu dari Peternak→Pengecer Margin Pemasarannya sebesar Rp.10.000kemudian dari Peternak→Pedagang Besar Margin Pemasarannya sebesar Rp.5.000 dan dari Pedagang Besar→Pengecer Margin Pemasaran yang di peroleh sebesar Rp. 5.000
EFEKTIFITAS BERBAGAI JENIS ATRAKTAN TERHADAP POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN LALAT BUAH (Bactrocera spp) PADA TANAMAN TOMAT
Serangan lalat buah dapat dikendalikan dengan penyemprotan insektisida, pembungkusan buah sebelum buah matang, dan menggunakan perangkap lalat buah. Perangkap yang digunakan untuk mengendalikan populasi lalat buah umumnya menggunakan atraktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan berbagai jenis atraktan terhadap jumlah populasi lalat buah yang terperangkap dan intensitas serangannya pada pertanaman tomat. Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Lompoknyo Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 A0 = Botol kuning tanpa atraktan (kontrol), A1 = Botol kuning + atraktan petrogenol, A2 = Botol kuning + atraktan minyak sereh A3 = Botol kuning + atraktan minyak cengkeh. Dari hasil penelitian yang didapatkan di lokasi. terdapat hama lalat buah yang terperangkap lebih banyak pada perlakuan A1 dengan jumlah individu 20 ekor pada hari ke 9, namun terjadi penurunan jumlah individu hama lalat buah yang terperangkap pada hari ke 12 sampai dengan hari ke 1
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK DI MTS AL – IKHLAS TONTOUAN LUWUK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching dengan kemampuan berpikir kritis matematika peserta didik yang diajarkan menggunakan metode pembelajaran langsung pada kelas VII semester ganjil tahun pelajaran 2016-2017 di MTs Al–Ikhlas Tontouan Luwuk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan desain pre-tes pos-tes control group design. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian treatmen (perlakuan) terhadapmasing-masing kelompok sampel untuk mengukur tingkat kemampuan berpikir kritis matematika yang merupakan variabel terikat. Data penelitian diperoleh melalui pre-tes dalam bentuk tes awal kemampuan berpikir kritis matematika, serta post-tes dalam bentuk tes akhir kemampuan berpikir kritis matematika setelah pemberian perlakuan pada masing-masing kelompok sampel. Data yang akan dianalisis untuk uji hipotesis merupakan data pre-tes dan post-tes dari kedua kelompok sampel dengan menggunakan analisis ANACOVA satu jalan setelah dilakukan uji prasyrat yaitu uji Normalits Data, Uji Linearitas Data dan Uji Homogenitas Data. Hasil penelitian diperoleh Fhitung = 63,06 lebih dari Ftabel = 4,13 pada taraf signifikansi 5% ( ) dengan derajat bebas pembilang = 1 dan derajat bebas penyebut = 33 yang menyatakan bahwa berpikir kritis matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching lebih tinggi dari kemampuan Berpikir Kritis matematika yang diajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Reciprocal Teaching lebih cocok digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematika pada materi lingkaran
PERLINDUNGAN HUKUM DESAIN INDUSTRI KERAJINAN GERABAH KASONGAN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA BERDASARKAN KETENTUAN UNDANG-UNDANG DESAIN INDUSTRI NOMOR 31 TAHUN 2000
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai perlindungan hukum Hak Kekayaan Intelektual dibidang desain industri kerajinan gerabah di Kasongan. Metode pendekatan yang digunakan dalam pendekatan ini adalah yuridis sosiologis. Dengan spesifikasi penelitian dalam penulisan hukumnya deskriptif dengan penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi perlindungan hukum Hak Kekayaan Intelektual desain industri gerabah Kasongan pelaksanaanya belum terlaksana dengan maksimal. Baik dari sisi perlindungan hukum menurut Undang- Undang Desain Industri itu sendiri, maupun dari sisi dampaknya belum berdampak positif dikalangan masyarakat pengrajin Kasongan pada umumnya. Diperlu upaya-upaya peningkatan dan tindakan nyata atas perlindungan baik berupa upaya perlindungan Preventif maupun perlindungan secara Refresif. Peningkatan budaya kepedulian masyarakat kerajin gerabah Kasongan untuk mendaftarkan hak desainnya agar mendapatkan kepastian hukum, dan manfaat secara ekonomis serta juga dari aspek keadilan dalam masyarakat.  
ANALISIS KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL GARIS DAN SUDUT PADA KELAS VIIF DI SMP NEGERI 1 LUWUK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik pada kelas VII F di SMP Negeri 1 Luwuk. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Prosedur pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang yang dikategorikan berdasarkan hasil tes yaitu peserta didik dengan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk menyelesaikan soal garis dan sudut; 1) peserta didik dengan kemampuan tinggi mampu menyatakan ulang sebuah konsep, mengklasifikasikan obyek-obyek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, memberikan contoh dan bukan contoh, dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecah masalah, 2) peserta didik dengan kemampuan sedang mampu menyatakan ulang sebuah konsep akan tetapi kurang tepat dalam mengklasifikasi obyek-obyek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, kurang tepat dalam memberikan contoh dan bukan contoh dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecah masalah, dan 3) peserta didik dengan kategori rendah kurang tepat dalam menyatakan ulang sebuah konsep, kurang tepat dalam mengklasifikasi obyek-obyek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, dan kurang tepat dalam memberikan contoh dan bukan contoh serta mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecah masalah
SLANG IN THE EFL CLASSROOM INTERACTION
Slang adalah salah satu variasi bahasa. Slang terdiri dari kata, frasa dan kalimat yang berhubungan dengan interaksi non-formal dan digunakan pada situasi yang non-formal. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan tipe-tipe slang yang digunakan oleh dosen dan mahasiswa, faktor-faktor yang menyebabkan penggunaan slang dan alasan mereka. Pada penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengumpulkan data dari dosen dan mahasiswa pada jurusan pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Luwuk. Dalam mengumpulkan data, peneliti mengamati dan merekam semua percakapan dosen dan mahasiswa di dalam kelas dan juga menggunakan wawancara untuk mendapatkan data dari mereka. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dosen dan mahasiswa menggunakan tipe fresh and creative, tipe compounding, tipe imitative, tipe clipping dalam berkomunikasi di dalam kelas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa status sosial, umur, familiar dan situasi adalah factor yang mempengaruhi penggunaan slang. Sebagai tambahan, partisipan juga mengungkapkan alasan penggunaan slang adalah untuk mengurangi keseriusan dalam berkomunikasi, terlihat berbeda, untuk kesenangan, meniru seseorang dan candaan
HIGHER STUDENTS’ ABILITY IN WRITING NARRATIVE TEXT ON THEIR BLOG
The aim of this study was describing higher students’ ability in writing narration text on their blog. This study method is descriptive quantitative. The data was collected from the 30 higher students in mathematic department of education faculty in Universitas Tompotika Luwuk by asking them to write narration text on their blog. The students were asked to write narration text on their blog that they had chosen. In analyzing the data, I focus on ideas, richness of content, rhetorical features, organization, language control, and mechanism. From the data analyzed, it found that the students’ ability is 399,31 or 66,55% which is classified as high category. From the data calculation, I found that the students’ writing components are as follow: ideas is 98 or 65,33%, richness of content is 86 or 57,33%, rhetorical features is 121 or 80,66%, organization is 90 or 60%, language control is 83 or 55,33%, and mechanism is 121 or 80,66%. This study result implicates as contribution for the lecture, teacher, and students in teaching and learning narration tex
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KARAKTERISTIK CARA BERPIKIR SISWA
Penelitian ini, bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari karakteristik cara berpikir siswa pada pokok bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Penelitian ini dikategorikan ke dalam jenis penelitian deskriptif-eksporatif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika yang dimiliki siswa berbeda-beda. Siswa dengan karakteristik cara berpikir Acak Abstrak (AA) memiliki kemampuan pemecahan masalah berkategori sangat baik dan mendapatkan hasil tes 95.06. Siswa dengan karakteristik cara berpikir Sekuensial Konkret (SK) memiliki kemampuan pemecahan masalah berkategori baik dan mendapatkan hasil tes 84.72. Siswa dengan karakteristik cara berpikir Sekuensial Abstrak (SA) memiliki kemampuan pemecahan masalah berkategori sangat kurang dan mendapatkan hasil tes 35.55. Siswa dengan karakteristik cara berpikir Acak Konkret (AK) memiliki kemampuan pemecahan masalah berkategori cukup dan mendapatkan hasil tes 56.94. Olehnya itu, dapat disimpulkan bahwa siswa dengan karakteristik cara berpikir Acak Abstrak (AA) dan Sekuensial Konkret (SK) lebih baik kemampuan pemecahan masalahnya dibandingkan dengan siswa yang berkarakteristik cara berpikir Sekuensial Abstrak (SK) dan Acak Konkret
KOLABORASI GURU BK DENGAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS SISWA DI SMPN 3 LAMALA: -
Penelitian ini membahas masalah siswa yang terlibat dalam pergaulan bebas sehingga membutuhkan kolaborasi Guru BK dan Orang tua dalam menangani atau mencegah hal tersebut agar tidak terjadi lagi baik buat yang sudah berdampak maupun pencegahan buat yang belum berdampak. Sasaran yang ingin dicapai kolaborasi antara guru Guru BK dan Orang Tua dalam pencegahan agar siswa tidak terlibat dalam pergaulan bebas. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi langsung dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran pergaulan bebas siswa, sekolah selalu mengadakan kegiatan ekstrakulikuler sehingga siswa punya kesempatan untuk bertemu dengan pemuda yang berkunjung, 2) Kolaborasi Guru BK dan Orang Tua belum adanya kerja sama yang baik anatara guru BK dan orang tua maupun stake holder dalam berkolaborassi menangani siswa yang berdampak pergaulan bebas. 3) kendalanya managemen sekolah yang kurang bagus dan kurangnya perhatian orang tua pada anak
Pengaruh Pendapatan Perkapita Terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan Di Kabupaten Banggai Periode Tahun 2015-2019
Pendapatan perkapita menjadi tolak ukur kesejahteraan penduduk maupun pertumbuhan ekonomi disuatu daerah, karena ketika rata-rata pendapatan penduduk terpenuhi diharapkan mampu meningkatkan penerimaan pajak penghasilan (PPh) yaitu salah satu sumber penerimaan negara yang berasal dari pendapatan rakyat (wajib pajak) yang berkenaan dengan penghasilan yang diperoleh dalam tahun pajak. Permasalahan dari penelitian ini adalah menganalisis Pendapatan Perkapita terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Kabupaten Banggai periode tahun 2015- 2019 secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pendapatan Perkapita terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Kabupaten Banggai periode tahun 2015-2019 secara signifikan. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan koefisisen regresi yang ditunjukan oleh hasil penelitian diperoleh persamaan Y = 504.077.792.980,4 – 5.582,427 X. Besar koefisien korelasi sebesar R = -0,805 berarti hubungan variabel Pendapatan Perkapita terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan memiliki korelasi negatif yang sangat kuat serta terjadi hubungan yang berlawanan. Dari analisis diperoleh kesimpulan nilai Koefisisen Determinasi (R2) sebesar 64,8% menunjukkan bahwa variabel Pendapatan Perkapita memiliki pengaruh kontribusi 64,8% terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Hasil uji t dari variabel Pendapatan Perkapita didapatkan nilai thitung -2,351 < ttabel 2,353 artinya variabel Pendapatan Perkapita berpengaruh namun tidak signifikan terhadap Penerimaan Pajak Penghasilan di Kabupaten Bangga