OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
    161 research outputs found

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA

    No full text
    Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Lamala dengan tujuan untuk Mendeskripsikan kualitas keterlaksanaan metode pembelajaran kooperatif model STAD dapat meningkatkan prestasi belajar IPA kelas VII SMP Negeri 1 Lamala. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu dengan menggunakan tindakan berupa penerapan pembelajaran IPA model Students Team Achievement Divisons (STAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana paparannya berisi tentang keterlaksanaan penerapan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran IPA Model STAD, dan prestasi belajar siswa. Pelaksanaan pembelajaran IPA dengan model STAD yang terdiri penyajian kelas dan belajar tim, analisis dan pengerjaan tugas LKS, mempresentasikan tugas, penghargaan, dan tes yang diorientasikan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penerapan pembelajaran dengan model STAD dapat terlaksana dengan baik, dengan presentase keterlaksanaan yang semakin meningkat selama siklus I dan siklus II. Prestasi belajar siswa selama penerapan pembelajaran dengan model STAD pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan pada semua aspek prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPA dengan menggunakan metode kooperatif  model STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 1 Lamala

    Analisis Pengaruh Tenaga Kerja Produktif Dan Investasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Banggai Tahun 2015-2020

    No full text
    Pertumbuhan ekonomi adalah sebagian dari perkembangan kesejahteraan masyarakat yang diukur dengan besarnya pertumbuhan PDRB ditunjang dari berbagai sektor. Permasalahan dari penelitian ini untuk melihat pengaruh tenaga kerja produktif dan Investasi terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banggai tahun 2015-2020 secara signifikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh Tenaga Kerja Produktif dan investasi  terhadap pertumbuhan ekonomi dikabupaten banggai. Berdasarkan Koefisien Korelasi ditunjukan oleh Hasil Persamaan Ln Y = -22.241 + 3.085 X1 + 0,053 X2. Besar koefisien Korelasi  R = 0,809 berarti hubungan Tenaga Kerja Produktif  dan Investasi berkorelasi positif dan sangat kuat terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Analisis nilai koefisien Determinasi  (R2) sebesar 0,654% hal ini menunjukan  bahwa Tenaga Kerja Produktif dan investasi memiliki pengaruh 65,4%  terhadap pertumbuhan ekonomi, dan lebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Secara parsial, hasil yang diperoleh Tenaga Kerja Produktif berpengaruh positif dan berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten banggai, nilai dari hasil  uji t diperoleh  Nilai thitung 2.380 > ttabel 2.35336. Investasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten banggai  dilihat dari hasil uji tdiperoleh Nilai thitung 0,035 < ttabel 2.35336. Secara simultan, diperoleh nilai Fhitung 2.833< Ftabel 6,94 menunjukkanTenaga Kerja Produktif dan Investasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi  di Kabupaten banggai

    Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Efektivitas Kinerja Pegawai Di Kantor Camat Kintom Kabupaten Banggai

    No full text
    Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata ruang kantor terhadap efektivitas kinerja pegawai. Yang menjadi subjek penelitian adalah pegawai Kantor Camat Kintom sedangkan yang menjadi objeknya pengaruh tata ruang kantor dan efektifitas kinerja pegawai. Populasi penelitian yaitu seluruh pegawai Kantor Camat Kintom yang berjumlah 32 orang, dengan menggunakan teknik sampling jenuh atau studi sensus. Sumber data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan korelasi pearson product momen. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara tata ruang kantor terhadap efektifitas kinerja pegawai berdasarkan uji nilai koefisien korelasi (r) adalah 0,683%, apabila koefisien korelasi (r) tersebut diintervasikan dengan kategori yang telah ditentukan, maka r = termasuk pada kategori pengaruh yang kuat atau tinggi. Nilai r² adalah 46,64% yang memberikan arti bahwa tata ruang kantor berpengaruh sebesar 46,64% terhadap efektifitas kinerja pegawai Kantor Camat Kintom Kabupaten Banggai, sedangkan 53,36% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini. This study aims to determine the effect of office layout on the effectiveness of employee performance. The subjects of the research are the employees of the Kintom sub-district office, while those who become the objects are the influence of office layout and the effectiveness of employee performance. The study population was all employees of the Kintom sub-district office, totaling 32 people, using saturated sampling techniques or census studies. The data source used a questionnaire. Data analysis using Pearson product moment correlation. The results showed that there was an influence between office layout on the effectiveness of employee performance based on the test value of the correlation coefficient (r) was 0.683%, if the correlation coefficient (r) was interpreted with a predetermined category, then r = included in the category of strong or high influence. . The value of r² is 46.64% which means that the office layout has an effect of 46.64% on the effectiveness of the performance of the employees of the Office of the Head of Kintom, Banggai Regency, while 53.36% is influenced by other factors not included in this study

    Pengendalian Hayati Hama Penggerek Buah Kakao (Conopomorpha cramerella) Menggunakan Semut Hitam (Dolichoderus thoracicus): Biological Control of Cocoa pod borer (Conopomorpha cramerella) Using Black Ant (Dolichoderus thoracicus)

    No full text
    Salah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kakao yaitu serangan hama penggerek buah kakao. Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) diketahui sebagai agen hayati pengendali hama penggerek buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kemampuan memangsa semut hitam pada larva penggerek buah kakao, dan menghitung persentase larva penggerek buah kakao yang dimangsa serta mengukur potensi semut hitam sebagai agen hayati penggerek buah kakao. Penelitian ini di laksanakan di Desa Jaya Makmur Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, dengan masing-masing perlakuan sebagai berikut : P1 (20 larva:10 predator), P2 (20 larva:15 predator), P3 (20 larva:20 predator), P4 (20 larva:25 predator), P5 (20 larva:30 predator), P6 (20 larva:35 predator). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan semut hitam pada larva penggerek buah kakaoSalah satu faktor yang menyebabkan penurunan produksi kakao yaitu serangan hama penggerek buah kakao. Semut hitam (Dolichoderus thoracicus) diketahui sebagai agen hayati pengendali hama penggerek buah kakao. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kemampuan memangsa semut hitam pada larva penggerek buah kakao, dan menghitung persentase larva penggerek buah kakao yang dimangsa serta mengukur potensi semut hitam sebagai agen hayati penggerek buah kakao. Penelitian ini di laksanakan di Desa Jaya Makmur Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, dengan masing-masing perlakuan sebagai berikut : P1 (20 larva:10 predator), P2 (20 larva:15 predator), P3 (20 larva:20 predator), P4 (20 larva:25 predator), P5 (20 larva:30 predator), P6 (20 larva:35 predator). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan semut hitam pada larva penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella) berpengaruh sangat nyata terhadap larva penggerek buah kakao. Jumlah larva penggerek yang dimangsa tertinggi pada perlakuan P6 (20 larva:35 predator) dua minggu setelah aplikasi dengan nilai rata-rata 16,3 kemudian satu minggu setelah aplikasi dengan nilai rata-rata 14,3. Persentase jumlah larva penggerek yang dimangsa tertinggi pada perlakuan P6 yaitu 81% pada saat dua minggu setelah aplikasi dan 0,71% pada saat satu minggu setelah aplikasi. (Conopomorpha cramerella) berpengaruh sangat nyata terhadap larva penggerek buah kakao. Jumlah larva penggerek yang dimangsa tertinggi pada perlakuan P6 (20 larva:35 predator) dua minggu setelah aplikasi dengan nilai rata-rata 16,3 kemudian satu minggu setelah aplikasi dengan nilai rata-rata 14,3. Persentase jumlah larva penggerek yang dimangsa tertinggi pada perlakuan P6 yaitu 81% pada saat dua minggu setelah aplikasi dan 0,71% pada saat satu minggu setelah aplikasi. One of the factors that caused the decline in cocoa production was the attack of cocoa pod borer. Black ants (Dolichoderus thoracicus) are known to be biological agents to control cocoa pod borer. This study aims to calculated the ability to prey on black ants in the cocoa pod borer larvae, the percentage of cocoa pod borer larvae that are eaten and to measured the potential of black ants as biological agents of cocoa pod borer. This research was conducted in Jaya Makmur Village, Nuhon District, Banggai Regency. The research used a completely randomized design consisted of 6 treatments and 3 replications, with each treatment as follows : P1 (20 larvae: 10 predators), P2 (20 larvae: 15 predators), P3 (20 larvae: 20 predators), P4 (20 larvae: 25 predators), P5 (20 larvae: 30 predators), and P6 (20 larvae : 35 predators). The results showed that the treatment of black ants on cocoa pod borer larvae (Conopomorpha cramerella) had a very significant effected on the cocoa pod borer larvae. The highest number of dead borer larvae was in the P6 treatment (20 larvae: 35 predators) two weeks after application with an average value of 16.3 then one week after application with an average value of 14.3. The highest percentage of borer larvae preyed on the P6 treatment was 81% at two weeks after application and 0.71% at one week after application

    Implementasi Kebijakan Disiplin Aparatur Sipil Negara Pada Dinas Pemuda Dan Olah Raga Kabupaten Banggai

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Disiplin Apartur Sipil Negara pada Dinas Pemudah Dan Olah Raga di Kabupaten Banggai. Informan dalam penelitian ini yaitu para Aparatur Sipil Negara yang berada di Dinas. Jenis penelitian yang digunakan kualitatif dengan pengambilan informan secara purposive sampling dan jumlah informan terpilih Jenis yang akan dipilih pada penelitian ini terdiri dari Kepala Dinas. Sekretaris Dinas, Kepala Sub bagian Kepegawaian dan Umum, staf Dina Pemuda dan Olah raga Kabupaten Banggai. Metode pengambilan dan pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu teori implementasi kebijakan dari Edward III yang meliputi Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan struktur Birokrasi. Hasil penelitian mengenai Implementasi Kebijakan Disiplin Apartus Sipil Negara pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Banggai menunjukkan bahwa dalam tahap sumber daya belum berjalan dengan Baik karena pelaksana kebijakan yaitu Kepala Dinas transparan dalam sumber daya finansial cukup Baik Sedangkan dalam tahap komunikasi, disposisi dan struktur birokrasi Cukup Baik. The purpose of this study was to determine the implementation of the Discipline Policy for State Civil Apparatus at the Office of Youth and Sports in Banggai Regency. The informants in this study were the State Civil Servants who were in the Service. The type of research used is qualitative by taking informants by purposive sampling and the number of selected informants. The type to be selected in this study consists of the Head of the Service. Secretary of Service, Head of Sub Division of Civil Service and General Affairs, staff of Dina Youth and Sports of Banggai Regency. Methods of data collection and collection include observation, interviews and documentation. The theory used is the theory of policy implementation from Edward III which includes Communication, Resources, Disposition, and Bureaucratic structures. The results of research on the implementation of the Discipline Policy for the State Civil Apart at the Youth and Sports Service of Banggai Regency show that in the resource stage it has not been going well because the policy implementer, namely the Head of the Service, is transparent in financial resources, is quite good. Well

    Fungsi Partai Politik Golongan Karya (GOLKAR) Sebagai Sarana Rekruitmen Politik Di Kabupaten Banggai

    No full text
    Rekruitmen Politik merupakan salah satu fungsi elementer dalam menentukan kualitas sebuah partai politik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana rekruitmen partai politik yang ada dalam suatu masa kampanye menentukan calon legislatif. Metode  dalam ini penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang dilakukan di kabupaten Banggai. Populasi dalam penelitian berjumlah 95 orang dengan jumlah sampel 32 orang dengan tehnik purposive sampling. Data diperoleh dari hasil observasi , wawancara, kuisioner, dan Dokumentasi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh partai politik yang dilakukan secara kumulatif berada dalam kategori 74, 51% dengan kategori baik yang dapat dilihat dari pola rekruitmen calon anggota legislative yang dilakukan dengan berdasarkan pada latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi (compartmentalization), dan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang (civil service reform), serta kemampuan seseorang berdasarkan loyalitas pada partai (Partisan). Political recruitment is one of the elementary functions in determining the quality of a political party. The research objective was to determine how the recruitment of political parties during a campaign period determines the legislative candidates. The method in this research is using a qualitative descriptive study conducted in Banggai district. The population in the study amounted to 95 people with a sample size of 32 people with purposive sampling technique. Data obtained from observations, interviews, questionnaires, and documentation. The results of research conducted by political parties which were carried out cumulatively were in the category of 74.51% with a good category which can be seen from the pattern of recruitment of legislative candidates based on educational background and organizational experience (compartmentalization), and the abilities possessed by someone (civil service reform), as well as one's abilities based on loyalty to the party (Partisans)

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Jambu Mete (Anacardium occidentale L) di Desa Malik Makmur: Factors Affecting the Farming Production of Cashew (Anacardium occidentale L) in Malik Makmur Village

    No full text
    Jambu mete merupakan kualitas unggulan di Desa Malik Makmur. Sebagian besar usahatani jambu mete adalah perkebunan rakyat. Total luas areal perkebunan jambu mete di Desa Malik Makmur pada bulan Mei tahun 2018 adalah sebesar 152 Ha dengan jumlah produksi 98 ton. Penelitian yang dilakukan di Desa Malik Makmur, Penentuan responden dilakukan dengan menggunakan metode sensus dengan total 86 orang petani. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa: Koefisien X1 (Luas Lahan) = 1,782 artinya luas lahan mengalami peningkatan sebesar 1%, sementara Bibit, tenaga kerja dan sanitasi dianggap tetap maka akan menyebabkan kenaikan produksi Mete di Desa Malik Makmur Kecamatan Bualemo sebesar 1,782%.  Koefisien X2 (Bibit) = -0,255 artinya Jika penggunaan bibit ditambahkan sebesar 1%, sementara Luas Lahan, tenaga kerja dan sanitasi dianggap tetap maka akan menyebabkan penurunan produksi Mete di Desa Malik Makmur Kecamatan Bualemo sebesar -0,255%.  Koefisien X3 (Tenaga Kerja) = 0,157, artinya Jika Tenaga Kerja mengalami peningkatan sebesar 1%, akan menyebabkan kenaikan produksi Mete di Desa malik Makmur Kecamatan Bualemo sebesar 0,157%. Koefisien X4 (Sanitasi) = -0,026 artinya Jika Sanitasimengalami peningkatan sebesar 1%, sementara Bibit, tenaga kerja dan lahan dianggap tetap maka akan menyebabkan Penurunan produksi Mete di Desa malik Makmur Kecamatan Bualemo sebesar -0,026%. Cashew nuts are of prime quality in Malik Makmur Village. Most of the cashew farming is smallholder plantation. The total area of ​​the cashew plantation in Malik Makmur Village in May 2018 was 152 Ha with a total production of 98 tons. The research was conducted in the village of Malik Makmur. The respondents were determined using the census method with a total of 86 farmers. Based on the results of the study it can be concluded that: Coefficient X1 (land area) = 1.782 means that the land area has increased by 1%, while seeds, labor and sanitation are considered constant, it will cause an increase in cashew production in Malik Makmur Village, Bualemo District by 1.782%. The coefficient of X2 (seeds) = -0.255 means that if the use of seeds is added by 1%, while the land area, labor and sanitation are considered constant, it will cause a decrease in cashew production in Malik Makmur Village, Bualemo District by -0.255%. The coefficient of X3 (labor) = 0.157, meaning that if the workforce has increased by 1%, it will cause an increase in cashew production in Malik Makmur Village, Bualemo District by 0.157%. The coefficient of X4 (Sanitation) = -0.026 means that if sanitation has increased by 1%, while seeds, labor and land are considered constant, it will cause a decrease in cashew production in Malik Makmur Village, Bualemo District by -0.026%.

    Pelaksanaan Tugas Pendamping Desa Di Desa Sumondung Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Pelaksanaan Tugas Pendamping Desa di Desa Sumondung Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan. Adapun jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan Subjek penelitian Kepala Desa dan masyarakat yang ada di Desa Sumondung Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan. Sedangkan Objek penelitian adalah Pelaksanaan Tugas Pendamping Desa. Populasi adalah Pemerintah Desa dan BPD yang berjumlah 12 orang, pendamping desa yang berjumlah 6 orang serta masyarakat desa sumondung sebanyak 491 orang, Sedangkan Sampel dalam penelitian ini sebanyak 59 responden yang diambil dengan tehnik Purposive Sampling, data diambil dengan menggunakan observasi, wawancara dan kuisioner. Sedangkan analisis data digunakan analisis data secara deskriptif persentase. Sehingga apabila diakumulasikan dari keseluruhan Sub Variabel dan indikator mengenai Pelaksanaan Tugas Pendamping Desa di Desa Sumondung Kecamatan Bulagi Kabupaten Banggai Kepulauan bahwa hasil penelitiannya berada pada level 3 yaitu Tidak Baik dengan persentase 48,80%. This study aims to determine the implementation of village assistant duties in Sumondung Village, Bulagi District, Banggai Islands Regency. The type of this research is descriptive qualitative research with the subject of the head of the village and the community in Sumondung Village, Bulagi District, Banggai Islands Regency. While the object of research is the Implementation of Village Assistant Duties. The population is the village government and BPD, amounting to 12 people, 6 village assistants and 491 people from Sumondung village, while the sample in this study was 59 respondents who were taken using purposive sampling technique, the data were taken using observation, interviews and questionnaires. While the data analysis used data analysis by using percentage descriptive. So that when it is accumulated from all Sub Variables and indicators regarding the Implementation of Village Assistance Duties in Sumondung Village, Bulagi District, Banggai Islands Regency, the research results are at level 3, namely Not Good with a percentage of 48.80%

    Analisis Pendapatan Usahatani Kedelai (Glycine Max L) Di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai : Analysis of Soybean Farming Income (Glycine Max L) in Malik Village, Bualemo District, Banggai Regency

    No full text
    Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui tingkat pendapatan petani pada usahatani  kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai serta Untuk mengetahui Tingkat Kelayakan Usahatani Kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo Kabupaten Banggai. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah berupa data primer dan data sekunder. Data primer dapat dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan responden dengan bantuan daftar pertanyaan (quisioner) sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait yang ada hubungannya dengan penelitian. Penentuan responden dapat dilakukan dengan menggunakan metode sampel sensus, dimana jumlah populasi petani kedelai adalah 30 KK sehingga dalam pengambilan sampel (responden) penelitian mengambil keseluruhan dari populasi yaitu 30 KK. Model analisis data yang di gunakan dalam penelitian Ini adalah analisis pendapatan. Berdasarkan hasil penelitian usahatani Kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo selama satu musim tanam yaitu Besarnya pendapatan petani kedelai di Desa Malik Kecamatan Bualemo dari hasil pengurangan antara Total Penerimaan (TR) sebesar Rp 10.905.333,33 dengan Total Biaya (TC) sebesar Rp 4.980.448,22 adalah sebesar Rp. 5.924.885,11.  Besarnya Tingkat Kelayakan  Usahatani Kedelai  (R/C ratio)  2,19 Artinya usahatani Kedelai di Desa Malik layak untuk diusahakan dan ini berarti setiap penambahan pengeluaran sebesar 1,00 akan menyebabkan penambahan penerimaan sebesar  Rp 2,19. This study aims to determine the level of farmers' income in soybean farming in Malik Village, Bualemo District, Banggai Regency and to determine the Feasibility Level of Soybean Farming in Malik Village, Bualemo District, Banggai Regency. The data collected in this study are primary data and secondary data. Primary data can be done by direct interviews with respondents with the help of a questionnaire, while secondary data is obtained from related agencies that are related to the research. Determination of respondents can be done using the census sample method, where the population of soybean farmers is 30 households so that in taking the sample (respondents) the study took the entire population, namely 30 households. The data analysis model used in this research is income analysis. Based on the results of research on soybean farming in Malik Village, Bualemo District during one planting season, namely the amount of soybean farmers' income in Malik Village, Bualemo District, from the reduction between Total Revenue (TR) of IDR 10,905,333.33 with a Total Cost (TC) of IDR 4,980. 448.22 is Rp. 5,924,885.11. The amount of Soybean Farming Feasibility (R / C ratio) 2.19 This means that the Soybean farming in Malik Village is feasible to be cultivated and this means that each additional expenditure of 1.00 will cause an additional income of Rp 2.19.

    Respon Masyarakat Tentang Keterwakilan Perempuan Di DPRD Kab. Banggai: Studi Di Kelurahan Baru Kecamatan Luwuk

    No full text
    Anggota DPRD merupakan perwakilan masyarakat yang duduk di parlemen. Sebagai pihak yang diwakili tentunya masyarakat menginginkan dan mengharapkan wakil-wakil mereka yang duduk di DPRD dalam hal ini keterwakilan perempuan mampu menyuarakan dan membuat kebijakan yang pro bagi masyarakat terutama di kalangan perempuan. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon masyarakat tentan keterwakilan perempuan di DPRD Kab. Banggai. Studi di Kelurahan Baru Kec. Luwuk. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, pentuan sampel dengan mengguakan purposive sampling dengan pengukura variabel menggunakan skala likert. Sampel dalam peneltian ini berjumlah 60 orang. Data yang didapatkan dari hasil penelitian menunjukkan respon masyarakat berada pada kategoritidak baik. Tentunya kategori ini menunjukkan bahwa sebagian besar anggota masyarakat masih belum puas tentang keterwakilan perempuan di DPRD Kab. Banggai. DPRD members are community representatives who sit in parliament. As a party that is represented, of course the people want and expect their representatives who sit in the DPRD, in this case women's representation is able to voice and make pro-society policies, especially among women. Therefore, the purpose of this study is to determine the response of the community regarding women's representation in the District DPRD. Proud. Study in Kelurahan Baru Kec. Luwuk. The method used in this research is qualitative descriptive analysis, the sample is determined by using purposive sampling with variable measurement using a Likert scale. The sample in this research amounted to 60 people. The data obtained from the research results show that the community response is in the bad category. Of course, this category shows that most community members are still not satisfied about women's representation in the Kab. Prou

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇