OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
161 research outputs found
Sort by
TANGGUNG JAWAB BIDAN SEBAGAI TENAGA KESEHATAN TERHADAP KERUGIAN PASIEN
Pembangunan kesehatan merupakan bagian terpadu dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) dalam mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri serta sejahtera lahir dan batin. Pembangunan kesehatan ditujukan untuk mewujudkan manusia yang sehat, cerdas, dan produktif. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan utama terhadap kajian kepustakaan terutama mengkaji dengan pendekatan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Masalah utama penelitian ini adalah: Pertama, Kedudukan Hukum Bidan Terhadap Kerugian Pasien. Kedua, Penyelesaian Hukum Terhadap Kerugian Pasien Akibat Kesalahan Bidan Dihubungkan Dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama, Kedudukan hukum bidan sebagai tenaga kesehatan profesional menurut hukum perlindungan konsumen di Indonesia adalah mengganti kerugian berupa harga barang atau perawatan kesehatan yang diderita oleh pasien selaku konsumen akibat kesalahan yang ditimbulkan oleh bidan sebagai pelaku usaha. Kedua, Penyelesaian hukum terhadap kerugian pasien akibat kelalaian dan kesalahan bidan dihubungkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen adalah meminta ganti kerugian kepada bidan dengan cara menggugat ke pengadilan dengan dasar gugatan wanprestasi (jika ada hubungan dengan kontraktual) atau perbuatan melawan hukum (jika tidak ada hubungan kontraktual).
Health development is an integrated part of the development of human resources (HR) in realizing a nation that is advanced and independent as well as physically and mentally prosperous. Health development is aimed at realizing healthy, intelligent and productive people. This study uses a normative juridical method with the main approach to literature review, especially assessing the approach of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The main problems of this research are: First, the Legal Position of Midwives Against Patient Losses. Second, Legal Settlement for Patient Losses Due to Midwife Mistakes Connected with Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection. The results showed that, First, the legal position of midwives as health professionals according to consumer protection law in Indonesia is to compensate for losses in the form of prices for goods or health care suffered by patients as consumers due to errors caused by midwives as business actors. Second, the legal settlement of patient losses due to negligence and mistakes of midwives related to Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection is to ask for compensation from the midwife by suing the court on the basis of a suit of default (if there is a contractual relationship) or illegal actions (if there is no contractual relationship)
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU BIMBINGAN KONSELING DI SLB NEGERI LUWUK KECAMATAN LUWUK UTARA KABUPATEN BANGGAI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Kompetensi Profesional Guru Bk Dalam Membimbing Anak Berkebutuhan Khusus Di SLB Negeri Luwuk Kecamatan Luwuk Utara Kabupaten Banggai dengan teknik pengumpulan data yaitu dengan metode Wawancara, dan dokumentasi di gunakan sebagai data pelengkap. Hasil penelitian menunjukan bahwa Upaya meningkatkan kompetensi guru BK, khususnya di SLB Negeri Luwuk untuk membimbing anak berkebutuhan khusus telah dilaksanakan pula oleh Guru Bimbingan dan Konseling di sekolah tersebut dan dari hasil Observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa Proses pelaksanaan kegiatan Bimbingan Kelompok dalam meningkat kompetensi guru bimbingan konseling berjalan dengan baik dan efektif. Hal ini terwujud karena proses pelaksanaan Bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kompetensinya yang dilaksanakan sudah dijalankan dengan memperhatikan indikator kompetensi guru BK dalam memberikan bimbingan khususnya kepada anak berkebuthan khusus, sehingga kegiatan tersbut berhasil dan dapat meningkatkan kompetensi guru BK, khususnya di SLB Negeri Luwuk.. Hal ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya kompetensi guru BK tentang arti pentingnya kebutuhan yang harus diberikan kepada anak berkebutuhan khusus, dan telah mampu menginplementasikan dan menerapkan bimbingan yang terbaik kepada anak yang berkebutuhan khusus, khususnya di SLB Negeri Luwuk
ANALISIS COGNITIVE CONFLICT TERHADAP CONCEPTUAL CHANGE PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 LUWUK PADA MATERI DINAMIKA PARTIKEL
Telah dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif bertujuan untuk menganalisis konflik kognitif dan perubahan konseptual yang terjadi pada peserta didik. Sebagaimana pertanyaan penelitian ini yaitu, Apakah pembelajaran yang melibatkan strategi Cognitive Conflict (konflik kognitif) dapat menghadirkan Conceptual Change (Perubahan Konseptual) bagi peserta didik?, Bagaimana konflik kognitif tersebut berperan dalam mempengaruhi munculnya Conceptual Change (Perubahan Konseptual) peserta didik?. Sebagaimana hasil dalam penelitian ini bahwa Perubahan konseptual terjadi setelah menggunakan Strategi Konflik Kognitif, yakni ketika Subjek mampu menegosiasi konsep baru yang mereka peroleh lewat kegiatan eksperimen berupa percobaan bidang miring Galileo sebagai sebuah fakta ilmiah. Lewat pembelajaran strategi konflik kognitif, berdasarkan kegiatan percobaan bidang miring Galileo yang melibatkan fakta-fakta ilmiah tersebut subjek dapat memaknai munculnya konstruksi skema asimilasi yang baru dan akhirnya terakomodasi. Syarat munculnya perubahan konseptual yaitu intelligible (dimengerti), plausible (masuk akal), dan fruitful (bermanfaat), subjek dapat memahami bahwa percobaan bidang miring yang dilakukan tersebut memberikan suatu pengalaman dan pemahaman baru dalam epistemologis mereka
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI TRIGONOMETRI UNTUK KELAS X MIPA 3 DI SMA NEGERI 1 LUWUK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas X MIPA 3 SMA Negeri 1 Luwuk melalui Model NHT (Numbered Head Together) pada materi Trigonometri. Penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Penelitian ini merupakan penelitian yang sifatnya kolaboratif karena adanya kerjasama antara peneliti dengan pendidik mata pelajaran matematika kelas X MIPA 3 di SMA Negeri 1 Luwuk. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis, maka hasil dari penelitian ini adalah Kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik pada materi Trigonometri dikelas X MIPA 3 SMA N 1 Luwuk setelah diajar dengan model pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) terjadi peningkatan dan berada pada kategori baik. Dalam observasi siklus II menunjukan bahwa kemampuan peserta didik dalam menemukan konsep baru dan menyelesaikan soal yang diberikan semakin meningkat. Dimana Hasil observasi aktifitas peserta didik pada siklus II mencapai 91,67% meningkat 18,06% dari siklus I. Hasil observasi aktifitas Guru pada siklus II mencapai 90,00% meningkat 14,17% dari siklus I. Hasil dari analisis tes kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik pada siklus II dengan rata – rata mencapai 86,09%, mengalami peningkatan sebesar 17,17% dari siklus I
PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN POWER POINT DENGAN ANIMASI MELALUI SISTEM BLENDED LEARNING TERHADAP MOTIVASI DAN PEMAHAMAN KONSEP GERAK SISWA SMP NEGERI 7 PALU
Penelitian tentang Pengaruh pembelajaran menggunakan power point dengan animasi melalui sistem blended learning terhadap motivasi dan pemahaman konsep gerak di SMP Negeri 7 Palu telah dilaksanakan dari bulan April 2015 sampai Mei 2015. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menguji pengaruh menggunakan power pointdengananimasi melalui sistem blended learning terhadap motivasi dan pemahaman konsep gerak di SMP Negeri 7 Palu, dan 2) Menguji pengaruh model menggunakan powerpointdengananimasi melalui sistem blended learning terhadap motivasi dan pemahaman konsep gerak di SMP Negeri 7 Palu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasy experiment dengan rancangan nonequivalent control group design.Teknik analisis data menggunakan metode statistikt-tes dan deskriptif.Sampel penelitian adalah kelas VII A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII B sebagai kelompok kontrol, yang ditentukan dengan teknik random. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan menggunakan power PointdenganAnimasi Melalui Sistem Blended Learning sedangkan variabel terikat adalahmotivasidanpemahamankonsepfisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan menggunakan powerpointdengananimasi melalui sistem blended learningterhadap motivasi di SMP Negeri 7 Palu dengan thitposttest = 3,587> ttabel(58;0.05) = 2.083) danpemahamankonsepfisika belajar fisika, diperoleh thitposttest = 3.841 > ttabel(58;0.05) = 2.002). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaanpower pointdengananimasi melalui sistem blended learning berpengaruh terhadap peningkatan motivasidanpemahamankonsepfisikapada siswa kelas VII SMP 7 Palu
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL DI KELAS VIII A SMP NEGERI 1 LUWUK
Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Peserta Didik Kelas VIIIA di SMP Negeri 1 Luwuk Kabupaten Banggai pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua variabel. Ada beberapa hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diantaranya pada dasarnya Peserta Didik kurang perhatian pada proses pembelajaran, malu bertanya pada guru serta kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal sehingga peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Materi Sistem Persamaan Linear Dua variabel. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas ini mengacu pada model pembelajaran Spiral Kemmis dan Taggrat menurut Arikunto yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan Kelas VIIIA di SMP Negeri 1 Luwuk Kabupaten Banggai pada Tahun Ajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil tes tindakan, terjadi peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Peserta Didik. Mulai dari tes awal sampai tes akhir tindakan siklus II. Peningkatannya dapat dilihat dari 64,78% pada siklus I menjadi 86,52% pada siklus II. Untuk hasil observasi peserta didik dan guru terjadi peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Peningkatan hasil observasi peserta didik dapat diihat dari 78,33% pada siklus I menjadi 92,78% pada siklus II, dan peningkatan hasil observasi guru dapat dilihat dari 75% dari siklus I menjadi 94,21% pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Sistem Persamaan Linear Dua variabel dapat meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Peserta Didik Kelas VIII A di SMP Negeri 1 Luwuk Kabupaten Banggai
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS PESERTA DIDIK MELAUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH MATERI GARIS DAN SUDUT DI KELAS VIII D SMP NEGERI 6 LUWUK KABUPATEN BANGGAI
Masalah utama pada penelitian ini adalah rendahnya Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Kelas VIID di SMP Negeri 6 Luwuk Kabupaten Banggai pada Materi Garis Dan Sudut . Ada beberapa hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diantaranya pada dasarnya Peserta Didik kurang perhatian pada proses pembelajaran, malu bertanya pada guru serta kurangnya latihan dalam menyelesaikan soal sehingga peserta didik kesulitan dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan Materi Garis Dan Sudut . Untuk menyelesaikan masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas ini mengacu pada model pembelajaran Spiral Kemmis dan Taggrat menurut Arikunto yang dilakukan dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan Kelas VIID di SMP Negeri 6 Luwuk Kabupaten Banggai pada Tahun Ajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil tes tindakan, terjadi peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik. Mulai dari tes awal sampai tes akhir tindakan siklus II. Peningkatannya dapat dilihat dari 67,55% pada siklus I menjadi 88,55% pada siklus II. Untuk hasil observasi peserta didik dan guru terjadi peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Peningkatan hasil observasi peserta didik dapat diihat dari 64,29% pada siklus I menjadi 85,71% pada siklus II, dan peningkatan hasil observasi guru dapat dilihat dari 67,86% dari siklus I menjadi 86,90% pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Materi Garis Dan Sudut dapat meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Kelas VII D di SMP Negeri 6 Luwuk Kabupaten Banggai. 
DIRECTIVE FUNCTIONS IN DRAMA “DEATH OF A SALESMAN” (A Discourse Analysis)
This research aimed at describing the language function especially the directive function used in drama “Death of a Salesman” which focused on act one. This was a descriptive research by using qualitative approach. Method used in this research was library research. The sample of this research was 47 utterances taken from nine scenes (scene 1-9. The writer collected data by using note taking technique. In analyzing data, the writer used descriptive method with following steps : reading the drama, choosing the sentences or utterances which had directive function in it and marked it, classifing the different kinds of directive function, identifying or analyzing the micro function of utterances and concluding the intention or message of drama. The result of this research indicates that there are three kinds of directive function; they are orders, requests, and pleas. Utterances which function as requests then can be subdivided into six groups; they are requests for action, requests for sympathy, requests for information, requests for confirmation, requests for clarification and requests for help. In the chosen utterances there are two utterances (4,3%) which function as order, 35 utterance (74,4%) which function as request and ten utterance (21,3%) which function as plea. The situation of speakers or hearer and the way they utter the utterances can affect the interpretation of utterances
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN PROSEDURAL MATEMATIS SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematis Project (MMP) dengan mengukur perbedaan kemampuan pemahaman prosedural matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematis Project (MMP) dan kemampuan pemahaman prosedural matematis siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental. Berdasarkan hasil penlitian didapatkan bahwa kemampuan pemahaman prosedural matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih tinggi dari siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Dari hasil perhitungan menggunakan uji F ANACOVA diperoleh = 14,06 lebih dari = 4,08 pada taraf signifikansi α = 0,05 dengan derajat bebas pembilang = 1 dan derajat bebas penyebut = 39. Dengan demikian hipotesis alternatif yang menyatakan bahwa kemampuan pemahaman prosedural matematis siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) lebih tinggi dari siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) diterima
MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PADA MATERI SEGITIGA DENGAN PENERAPAN METODE PENEMUAN TERBIMBING
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika pada pokok bahasan segitiga di kelas VII SMP Negeri 1 Luwuk dengan penerapan metode pembelajaran penemuan terbimbing. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif. Dimana subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII F SMP Negeri 1 Luwuk yang berjumlah 28 peserta didik. Tindakan ini dilaksanakan dalam dua siklus. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa lembar observasi pelaksanaan pembelajaran matematika dengan penerapan metode pembelajaran penemuan terbimbing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep matematika pada peserta didik yang terdiri tiga indikator, yaitu (1) menyatakan ulang sebuah konsep, (2) menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu, dan (3) mengaplikasikan konsep atau algoritma kedalam pemecahan masalah. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata kelas VII F melalui tes pemahaman konsep matematika. Pada siklus I terlihat bahwa nilai rata-rata kelas adalah sebesar 73,36 dan meningkat menjadi sebesar 90,42 pada siklus II. Dengan demikian, penerapan metode pembelajaran penemuan terbimbing dapat menjadi salah satu alternatif dalam proses pembelajaran matematika pada materi segitiga, karena dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik