OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
Not a member yet
    161 research outputs found

    PERAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN NILAI ETIKA PESERTA DIDIK

    No full text
    Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru dalam mengembangkan nilai etika peserta didik di SMP Negeri 4 Batui. Jenis Penelitian menurut tingkat eksplanasi dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri tanpa bersifat menghubungkan atau membandingkan antar variabel penelitian, analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif melalui pemaparan tabel distribusi frekuensi, dengan skala pengukuran adalah skala likert. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas VIII SMP Negeri 4 Batui Kabupaten Banggai. yang menjadi responden penelitian sebanyak 30 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah: obeservasi dan angket. Hasil peneltian menunjukkan bahwa guru sangat berperan dalam pengembangan nilai etika peserta didik di SMP Negeri 4 Batui Kabupaten Banggai, hal ini dapat dilihat dari perolehan rata-rata skor yaitu 90%. Skor tersebut memberi makna bahwa 90% atau 27 dari 30 responden menyatakan bahwa guru sangat berperan dalam mengembangkan nilai etika peserta didik di SMP Negeri 4 Batui Kabupaten Banggai

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRING MINDS WANT TO KNOW

    No full text
    Penelitian ini dilakukan Kelas VIIA di SMP Negeri 2 Luwuk. Berdasarkan hasil tes tindakan, terjadi peningkatan Kemampuan Penalaran  Matematika Peserta Didik. Mulai dari tes awal sampai tes akhir tindakan siklus II. Peningkatannya dapat dilihat dari 69,60% pada siklus I menjadi 95,60% pada siklus II. Untuk hasil observasi peserta didik dan guru terjadi peningkatan dari siklus I sampai siklus II. Peningkatan hasil observasi peserta didik dapat diihat  dari 66,67% pada siklus I menjadi 96,36% pada siklus II, dan peningkatan hasil observasi guru dapat dilihat dari 72,92% dari siklus I menjadi 97,22% pada siklus II. Hal ini menunjukan bahwa penerapan Strategi pembelajaran inquiring minds want to know pada Materi Garis dan sudut dapat meningkatkan Kemampuan Penalaran  Matematika Peserta Didik Kelas VII A di SMP Negeri 2 Luwuk

    Pengaruh Kualitas Produk Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Di Kecamatan Toili)

    No full text
    Produk air minum dalam kemasan merek Aqua adalah salah satu produsen air minum terbesar dan pertama di Indonesia masih menjadi pemimpin pasar dalam bisnis air minum dalam kemasan. Akan tetapi meskipun demikian, Aqua tetap berupaya menambah pelanggannya dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Adanya fakta kekurangan pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan air minum, tidak mengherankan jika semakin banyak bermunculan perusahaan-perusahaan air minum dalam kemasan baru yang berusaha untuk memenuhi ketimpangan ini. Hal ini sudah tentu menyebabkan adanya persaingan diantara perusahaan-perusahaan penyedia air minum dalam kemasan dan ditambah lagi dengan munculnya air minum isi ulang tanpa merek yang menggunakan filtrasi yang lebih sederhana dengan haga jual rata-rata 33 persen dibawah harga rata-rata produk air minum dalam kemasan merek aqua menyebabkan persaingan semakin ketat. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Produk Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Di Kecamatan Toili). (2) Untuk mengetahui signifikansi Pengaruh Kualitas Produk Air Minum Dalam Kemasan Merek Aqua Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Di Kecamatan Toili). &nbsp

    Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Padi Sawah di Desa Tatakalai Kecamatan Tinangkung Utara

    No full text
    Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat pendapatan dan tingkat kelayakan usahatani padi sawah di Desa Tatakalai Kecamatan Tinangkung Utara Kabupaten Banggai Kepulauan. Adapun metode tingkat keberhasilan usahatani dilihat dari ukuran perbandingan antara penerimaan (Retum) dan biaya (cost), menggunakan Retum Cost Ratio (R/C). Hasil Analisis Total Produksi yang di peroleh petani responden sebesar 77.650 Kg/35 ha/musim tanam  atau rata – rata sebesar 2.588,33 Kg/1,16 ha/musim tanam . Tingkat harga yang diterima sebesar Rp 10.000/ Kg, sehingga penerimaan yang diterima petani responden sebesar Rp 25.883.333,33/ 1,16 ha/ musim tanam.  Total biaya yang dikeluarkan petani responden padi sawah di Desa Tatakalai sebesar 4.708.152,76 sehingga pendapatan yang diterima oleh petani responden pada usahatani padi sawah rata-rata sebesar Rp 21.175.180,56/1,16 ha/ musim tanam sehingga di peroleh Nilai R/C Ratio 5,49 menggambarkan bahwa setiap 1 rupiah pengeluaran dalam usahatani padi sawah tersebut akan menghasilkan 5,49 satuan penerimaan.  Hal ini menunjukkan hasil perhitungan R/C ratio > 1 yang di peroleh usahatani Padi Sawah maka dapat memungkinkan untuk dilakukan usahatani dan pengembangan padi sawah di Desa Tatakala

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TANI BUAH SALAK DI KECAMATAN SIMPANG RAYA KABUPATEN BANGGAI

    No full text
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (a) Faktor strategi internal dan eksternal dalam pengembangan usahatani buah salak pondoh yang ada di Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai, (b) Menentukan strategi pengembangan usahatani buah salak pondoh yang ada di Kecamatan Simpang Raya Kabupaten Banggai. Berdasarkan hasil analisis SWOT bahwa hasil skoring faktor internal dan faktor eksternal, perolehan nilai tertinggi terdapat pada strategi SO (Strengths-Opportunities) sebesar 4,50, strategi ST (Sterngths-Treats) sebesar 3,30, Strategi WO (Weaknesses-Opportunities) sebesar 2,67, sedangkan yang terendah terdapat pada strategi WT (Weaknesses- Threats) sebesar 1,41, sehingga strategi yang di sarankan adalah strategi SO dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang yang  ada antara lain : faktor kekuatan (Strenghts) memilikii pengaruh atau tingkat kepentingan relatif tertinggi dalam pengembangan usahatani salak dengan  nilai sebesar 2,56 yang terdiri dari : (1) Pengalaman berusahatani sebesar 0,51 (2) Tahan terhadap iklim sebesar 0,51 (3) Menggunakan pupuk organik sebesar 0,5 (4) Ketersediaan lahan sebesar 0,51 (5) Ketersediaan Tenaga Kerja 0,51 sedangkan Peluang (Opportunities) memilikii pengaruh atau tingkat kepentingan relatif tertinggi dalam pengembangan usahatani salak dengan  nilai sebesar1,94 yang terdiri dari : (1) Harga jual relatif tinggi sebesar 0,34 (2) Adanya permintaan pasar sebesar 0,57 (3) Adanya peluang agribisnis sebesar 0,34 (4) Budidaya salak masih kurang sebesar 0,34 (5) Adanya pembeli dari luar Kecamatan sebesar 0,34

    IDENTIFIKASI SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH TERHADAP TANAMAN UBI BANGGAI DI KECAMATAN BANGGAI SELATAN

    No full text
    Ubi Banggai merupakan salah satu jenis pangan lokal umbi-umbian yang sangat digemari di Kabupaten Banggai laut karena menjadi pangan populer di Masyarakat selain jenis tanaman umbi lainnya yang menjadi alternatif beras. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil analisis sifat fisik dan kimia tanah sampai menentukan status kesuburan tanah untuk tanaman Ubi Banggai Desa Matanga dan Bentean Kecamatan Banggai Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan September Tahun 2020 dengan metode Survei deskriptif-eksploratif. Hasil penelitian sifat fisik tanah tanaman ubi banggai di Kecamantan Banggai Selatan yaitu Desa Matanga bertekstur lempung berliat dan Desa Bentean bertekstur lempung berdebu, hasil analisis sifat kimia tanah memiliki kriteria yaitu pH rendah, C-organik tinggi, P2O5 srendah, K2O rendah, KTK sedang dan KB sedang, dengan status kesuburan tanah tergolong rendah walaupun status rendah tetapi lahan di lokasi penelitian cukup sesuai untu tanaman Ubi Bangga

    PENGARUH JARAK TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK CAIR SUPRATAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (Pogostemon cablin Benth)

    No full text
    Tanaman nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman perkebunan penghasil minyak atsiri, dan memiliki fungsi utama sebagai bahan baku pengikat (fiksasif). Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman nilam adalah kurangnya unsur hara dan jarak tanam saat penanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pupuk cair supratan terhadap pertumbuhan tanaman nilam. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan September 2021 di Desa Kabua-Bua, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama konsentrasi pupuk cair supratan (A) yang terdiri dari 3 taraf dan faktor kedua adalah jarak tanam (B) yang juga terdiri dari 3 taraf. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga seluruhnya terdapat 27 percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan interaksi jarak tanam 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air +  Jarak tanam 40cm x 50cm (A3B1) merupakan perlakuan terbaik terhadap parameter jumlah tunas pada umur tanaman 6, 8 dan 10 MST dan perlakuan 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air (A3) merupakan perlakuan terbaik terhadap variabel jumlah tunas pada umur tanaman 12, 14, 16, 18, dan 20 MST. Pada pengamatan variabel jumlah daun, perlakuan interaksi jarak tanam 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air +  Jarak tanam 40cm x 60cm (A3B2) merupakan perlakuan terbaik pada umur tanaman 8 MST, dan perlakuan jarak tanam 40cm x 70cm (B3) merupakan perlakuan terbaik pada umur tanaman 10 dan 12 MST. Selain itu, perlakuan 5 mL pupuk Cair Supratan /Liter air (A3) merupakan perlakuan terbaik pada umur tanaman 16, 18 dan 20 MS

    PENGARUH BIOURIN SAPI DAN PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L)

    No full text
    Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas holtikultura yang memiliki nilai ekonomi penting diindonesia karena memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Karbohidrat, Kalsium, Vitamin A B1 dan Vitamin C. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kurangnya unsur hara untuk pertumbuhan dan produksi tanaman tersebut. Hara yang terkandung dalam biourin sapi dan pupuk organik kotoran sapi diyakini mampu meningkatkan produktivitas tanaman cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit dengan pemberian Biourin sapi dan kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Padangon, Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai selama 4 bulan mulai bulan Juni 2021 sampai dengan September 2021. Penelitian menggunakan RAK faktorial yang terdiri atas 2 faktor dengan 3 ulangan dan terdiri dari sembilan perlakuan (9 x 3) untuk tiap perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biourin sapi dan pupuk organik kotoran sapi memberikan pengaruh sangat nyata pada tinggi tanaman 2,3,4,5,6,7 dan 8 MST, jumlah daun untuk perlakuan (P) pada umur 2,3,4,5,6,7 dan 8 MST, perlakuan (K) umur 2,3,4, 6 dan 8 MST, jumlah buah, hingga berat buah. Khusus untuk interaksi antara kedua perlakuan terdapat pada tinggi tanaman umur 3,5,6 dan 8 MST, jumlah daun umur 8 MST, serta  parameter jumlah buah dan berat bua

    KEDUDUKAN TERORISME DUNIA MAYA (CYBER TERRORISM) SEBAGAI PEMBUKTIAN PADA TINDAK PIDANA TERORISME

    No full text
    Dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, bahwa terorisme adalah perbuatan melawan hukum secara sistematis dengan maksud untuk menghancurkan kedaulatan bangsa dan Negara dengan membahayakan bagi badan, nyawa, moral, harta benda dan kemerdekaan orang atau menimbulkan kerusakan umum atau suasana teror secara meluas, sehingga terjadi kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, kebutuhan pokok rakyat, lingkungan hidup, moral, peradaban, rahasia Negara, kebudayaan, pendidikan, perekonomian, teknologi, perindustrian, fasilitas umum, atau fasilitas internasional. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 Pasal 6 dinyatakan bahwa pengertian tindak pidana terorisme yaitu: “ Setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan menimbulkan suasana teror atau rasa takut terhadap orang secara meluas atau menimbulkan korban yang bersifat massal, dengan cara merampas kemerdekaan atau hilangnya nyawa dan harta benda orang lain, atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis atau lingkungan hidup atau fasilitas publik atau fasilitas internasional, dipidana dengan pidana mati atau penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.”  Tindak pidana terorisme merupakan suatu tindak pidana yang luar biasa (extraordinary crime), sehingga membutuhkan penanganan yang luar biasa juga (extraordinary measures). Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 ini selain mengatur aspek materil juga mengatur aspek formil. Sehingga, undang-undang ini merupakan undang-undang khusus (lex specialis) dari Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana. Dalam sisitem pembuktian tindak pidana terorisme didasarkan pada pasal 184 ayat (1) KUHAP bahwa bukti permulaan untuk menduga adanya tindak pidana, dimana bukti tersebut memenuhi batas minimal pembuktian yakni apabila telah ditemukan sekurang-kurangya dua alat bukti yang sah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 184 ayat (1) KUHAP dan diperluas dalam Pasal 27 huruf b dan huruf c Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menyebutkan alat bukti elektronik. Sistem pembuktian yang dianut dalam hukum acara pidana Indonesia adalah sistem pembuktian berdasarkan Undang-undang secara negatif atau Negatief Wettelijke, sehingga hakim tidak boleh menggunakan alat bukti selain yang diatur dalam Undang-undang. Dengan demikian Cyber terrorism merupakan suatu tindakan terorisme yang menggunakan perangkan media elektronik dan informasi elektronik yang tentunya keberadaannya sebagai alat bukti yang dapat dijadikan bukti atas adanya tindak pidana terorisme

    Growth and yield of rice fields with posbidik compost and jajar legowo planting system

    No full text
    Posbidik compost is an innovative product that is expected to solve the scarcity of subsidized fertilizers for farmers. The principle of the jajar legowo planting system is to increase plant population and lowland rice production. This study aimed to determine the influence of posbidik compost and jajar legowo planting system on the growth and yield of Ciherang rice varieties. This study was conducted on irrigation paddy fields owned by farmers in West Toili District, Banggai Regency, in August-December 2020. This study used a factorial randomized block design consisting of 2 factors, namely posbidik compost consisting of 3 levels, namely: K1 = 5 tons/ha; K2 = 7.5 tons/ha; K3 = 10 tons / ha, and planting system legowo 2:1 line consisting of 3 levels, namely: L1 = 20 x 10 x 40 cm; L2 = 25 x 12.5 x 50 cm; L3 = 30 x 15 x 60 cm. The results showed that the interaction of posbidik compost and jajar legowo planting system does not affect the plant height; however, it affects the number of productive tillers, the weight of 1000 grains and productivity. The results showed that the best performance of the yield rice in the treatments of 7.5 tons/ha posbidik dose with planting space of 25 x 12.5 x 50 cm

    0

    full texts

    161

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    OJS Untika Luwuk (Universitas Tompotika)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇