Cendekiawan (E-Journal)
Not a member yet
126 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Musik untuk Siswa Kelas IV pada Materi IPS Subtema Keberagaman Suku
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang menggunakan metode konvensional; yaitu guru hanya menggunakan gambar sebagai media pembelajaran yang menyebabkan siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis musik. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pembelajaran media pembelajaran berbasis musik bagi siswa kelas IV yang valid dan praktis pada materi IPS subtema keberagaman suku. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model ADDIE yang terdiri dari tahapan Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV SD Negeri 25 Pangkalpinang. Subjek uji coba media pembelajaran berbasis musik skala kecil pada penelitian ini berjumlah 10 siswa, sedangkan pada uji coba skala besar berjumlah 20 siswa. Hasil penelitian diperoleh dari ahli materi, media, dan responden siswa. Hasil yang diperoleh dari validator materi pertama adalah 100% (sangat valid) dan validator materi kedua adalah 97,5% (sangat valid). Hasil validator media pertama 97,5% (sangat valid), dan validator media kedua 92,5% (sangat valid). Hasil uji coba produk media pembelajaran berbasis musik diperoleh 95% (sangat praktis). Hasil penelitian terhadap media pembelajaran berbasis musik menunjukkan bahwa media pembelajaran tersebut dikategorikan valid dan praktis untuk digunakan sebagai media pembelajaran
Analisis Pelaksanaan ANBK Ditinjau Dari Hasil Literasi Membaca Dan Literasi Numerasi Pada Siswa Sekolah Dasar
Program yang baru pertama kali akan dilaksanakan di seluruh sekolah baik dasar maupun menengah membuat pihak sekolah dan juga guru mengalami kebingungan mengenai persiapan hingga pelaksanaan ANBK. Kendala utama yang dialami yaitu ada pada aspek teknologi dan sarana prasarana yang mengakibatkan kendala pada ANBK seringkali terjadi dan perlu adanya upaya yang tepat untuk menanggulanginya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis pelaksanaan ANBK yang ditinjau dari literasi membaca dan literasi numerasi. Metode penelitian ini ialah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian deskriptif ialah metode yang melibatkan proses konseptual dan menghasilkan pembentukan skema-skema klarifikasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan menggunakan uji data triangulasi yaitu membandingkan data wawancara dan observasi dengan data pendukung lainnya agar data lebih kredibel. Hasil dari penelitian ini adalah pelaksanaan ANBK di sekolah dasar satu gugus ahmad dahlan kecamatan kalirejo kabupaten lampung tengah ialah kelima sekolah dasar masih mencakupi level perlu adanya intervensi khusus dan dasar pada literasi membaca dan numerasi yang disebabkan oleh dua faktor yaitu internal ada pada guru dan siswa sedangkan faktor eksternal ada pada sekolah dan teknolog
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Melalui Pemberian Apresiasi Secara Sinkronus
Motivasi belajar siswa adalah salah satu faktor fundamental di dalam kegiatan belajar dan mengajar. Kendala yang ditemukan selama pembelajaran sinkronus, yang dapat menjadi faktor berkurangnya motivasi belajar siswa antara lain siswa tidak konsentrasi pada pembelajaran, dan memutuskan melakukan kegiatan lain. Adapun tujuan penulisan makalah penelitian ini (1) Untuk mengetahui alasan peran guru sebagai motivator sangat penting dalam meningkatkan motivasi siswa melalui apresiasi; (2) Untuk mengetahui cara peran guru sebagai motivator dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pemberian apresiasi. Penelitian makalah ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Guru harus memberikan motivasi siswa dengan dilandaskan oleh antropologi pendidikan yaitu memandang siswa sebagai setiap pribadi yang unik (memiliki kekuatan dan kelemahan masing-masing). Guru tidak boleh pandang bulu dalam memberikan apresiasi kepada siswa. Pendekatan yang dilakukan berupa pemberian apresiasi terhadap siswa yang sudah menjawab pertanyaan, disertakan mengucapkan nama siswa dan gerakan tubuh, intonasi serta ekspresi wajah guru. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Oleh karena itu, guru harus selalu rendah hati untuk mau terus belajar agar tujuan pemberian apresiasi dapat tercapai dengan maksimal
Efektivitas Media Maket KINSE AIRANG terhadap Pemahaman Konsep Sumber Energi Bagi Siswa Kelas IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas media maket KINSE AIRANG terhadap pemahaman konsep sumber energi bagi siswa kelas IV SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuasi Eksperimen, dengan menggunakan desain penelitian Non-Equivalent (Pretest Dan Posttest) Control-Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas IV di SD Negeri 4 Tanjung Jaya. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal pilihan ganda pretest dan postest serta angket respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perhitungan uji paired sampel t-test didapatkan nilai sig (2-tailed) 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima. Nilai rata-rata N-gain score kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol yaitu sebesar 56,5% dan 39,8%, sehingga dapat dikatakan media maket KINSE AIRANG cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa. Hal ini dapat diartikan bahwa ada perbedaan penggunaan media maket KINSE AIRANG terhadap pemahaman konsep sumber energi bagi siswa kelas IV SD
Pengaruh Model Dialogic Reading Berbantuan Media Gambar terhadap Penguasaan Kosakata dan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SD Segugus 6 Center Kecamatan Polongbangkeng Kabupaten Takalar
Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Dialogic Reading berbantuan media gambar terhadap penguasaan kosakata dan membaca pemahaman siswa kelas IV SD segugus 6 center Kabupaten Takalar. Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimental dengan desain penelitian Pretest Posttest Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN No. 39 Center Palleko yan berjumlah 27 siswa dan SDN No. 167 Inp. Malewang yang berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes tertulis. Hasil analisis data menggunakan uji independent sampel t test. Menunjukkan nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model Dialogic Reading berbantuan media gambar untuk penguasaan kosakata yaitu 76.85, sedangkan pada kelas control dengan pembelajaran konvensional yaitu 71.04. Sama halnya nilai rata-rata siswa untuk membaca pemahaman, pada kelas eksperimen yaitu 8-.19, sedangkan pada kelas control yaiutu 66.48, dari hasil tersebut dapat dilihat adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen yang menerapkan model Dialogic Reading berbantuan media gambar dengan kelas control yang menggunakan pembelajaran konvensional. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Dialogic Reading berbantuan media gamar terhadap penguasaan kosakata dan membaca pemahaman siswa kelas IV segugus 6 center kabupaten Takalar. Penelitian ini diharapkan model Dialogic Reading dapat menjadi salah satu alternative model pembelajaran di sekolah
Hambatan Pembelajaran Tematik Secara Daring di SDN 05 Beji Pemalang
Pembelajaran tematik secara daring dalam pelaksanaannya terdapat kendala atau hambatan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pelaksanaan, hambatan dan peran guru dalam mengatasi hambatan pelaksanaan pembelajaran tematik secara daring. Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pelaksanaan pembelajaran tematik secara daring dilakukan menggunakan aplikasi penunjang kegiatan belajar mengajar yang sudah disepakati guru dan orang tua peserta didik yaitu WhatsApp Grup dan dilaksanakan sesuai dengan jenjang kelas, materi pembelajaran, serta kesiapan peserta didik, 2) Hambatan pelaksanaan pembelajaran tematik secara daring dialami oleh guru dan peserta didik. Hambatan pada guru dibagi menjadi 2 yaitu faktor internal meliputi ketidaksiapan guru, faktor usia dan pengetahuan IPTEK yang rendah, sedangkan faktor eksternal meliputi pendampingan orang tua, orang tua yang kurang melek IPTEK, tidak mempunyai smartphone, anak kurang mempelajari dan memahami materi, kuota internet yang mahal serta jaringan internet yang kurang stabil. Kemudian hambatan pada peserta didik anatar lain smartphone masih bersama dengan orang tua, kurangnya perhatian oran tua, hanya mengerjakan soal sehingga membuat mereka bosan, harus ada pendampingan atau penjelasan dari guru atau tutor, 3) Peran guru dalam mengatasi hambatan pelaksanaan pembelajaran tematik secara daring yaitu melalui peran guru sebagai pengelola kelas, sumber informasi, fasilitator, pendidik, motivator dan evaluator
Penerapan Bimbingan Belajar Mendisplinkan Siswa Sekolah Dasar
Disiplin sangat penting dimiliki oleh manusia untuk memunculkan nilai-nilai karakter yang baik lainnya. Penguatan nilai disiplin berdasarkan fakta banyak terjadinya perilaku menyimpang yang bertentangan dengan norma kedisiplinan. Sebagai upaya pencegahan terjadinya perilaku menyimpang perlunya untuk penanaman nilai disiplin sejak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan Bimbingan Belajar dalam upaya pendisiplinan siswa khususnya siswa sekolah dasar, bagaimana teknik pelaksanaan bimbingan belajar dalam upaya pendisiplinan siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitif. Teknik analisis data dengan penyajian data dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Persepsi guru terhadap bagaimana pentingnya penerapan Bimbingan Belajar dalam upaya pendisiplinan siswa sekolah dasar setiap kelasnya serta pembiasaan yang dijadwalkan secara rutin 2) Teknik Pelaksanaan Bimbingan Belajar dalam upaya pendisiplinan siswa sekolah dasar dengan menggunakan teknik bimbingan belajar kelompok dan individu untuk mengurangi intensitas kejenuhan pada siswa dalam pelaksanaan bimbingan belajar
Pengaruh Model Pembelajaran Generatif Berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Terhadap Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar IPA Materi Kalor Siswa Kelas V Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Tamalate
Penelitian kuantitaif Quasi-Experimental Design ini dilakukan dan bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran generatif berbantuan lembar kerja peserta didik (LKPD) terhadap keterampilan proses sains dan hasil belajar pada materi kalor siswa kelas V di SD Inpres Malengkeri. Dilakukan sejak 6 April hingga 27 Juni atau lebih kurang 3 bulan. Seluruh Data dianalisis menggunakan teknik statistik deksriptif dan statistik inferensial dengan analisis Manova (Multivariate Analysis of variance) untuk melihat pengaruh model generatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 orang siswa yang dibagi dua kelas dengan masing-masing 30 orang pada kelas VA dan VB. Hasil yang diperoleh menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan proses dan hasil belajar siswa setelah menerapkan model generatif, di mana nilai rata-rata hasil belajar post-test kelas eksperimen setelah menggunakan model pembelajaran generatif sebesar 85,40 dan kelas kontrol sebesar 75,60. Nilai rata-rata leterampilan proses berdasrkan indikator pada kelas eksperimen sebesar 96,00 sedangkan kelas kontrol sebesar 77,83
PENGARUH MODEL GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN PRAKTIKUM SEDERHANA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS V SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Group Investigation berbantuan praktikum sederhana terhadap prestasi belajar siswa materi suhu dan kalor di kelas V SDN 3 Cibalong. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental Design dengan desain penelitian yang digunakan yaitu Nonequivalent Control Group Design. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 3 Cibalong dengan populasi siswa kelas V SDN 3 Cibalong yang berjumlah 28 orang. Sampel yang digunakan adalah total sampling dengan pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pretest dan posttest kemudian data dianalisis dengan menggunakan aplikasi SPSS 25. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS 25, diperoleh sig. (2-tailed) 0,004, sehingga sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,004 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dan H_0 ditolak. Untuk t hitung yang diperoleh yaitu 3,203 yang berada pada wilayah yang positif. Dengan demikian 3,203 > 2,05553 sehingga H_0 ditolak. Nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 88,29 dan nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 81,43. Sehingga 88,29 > 81,43. Maka model pembelajaran Group Investigation berbantuan praktikum sederhana berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas V SDN 3 Cibalong pada materi suhu dan kalor mata pelajaran IPA
BAGAIMANA NUMBERED HEADS TOGETHER DAPAT MEMOTIVASI DAN MEMENUHI KEMAMPUAN MINIMUM LITERASI MEMBACA
Data menunjukkan bahwa kemampuan literasi membaca Indonesia tidak jauh berbeda dengan PISA. Secara keseluruhan, di antara 61 negara peserta survei, literasi membaca Indonesia menempati urutan ke-60 dalam hal literasi membaca. Menurut hasil Program Evaluasi Nasional Indonesia 2016 yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, data menunjukkan bahwa rata-rata nasional sebaran literasi membaca siswa Indonesia adalah 46,83%. Hanya 6 0,06% termasuk kategori baik dan 47,11 termasuk kategori cukup. Hal ini mendorong peneliti dan pendidik untuk menggali metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi membaca minimal. Penelitian ini akan fokus pada bagaimana metode numbering dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan membaca peserta didik. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian mendalam terhadap literatur-literatur terkait dengan numbered heads together yang diterbitkan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Temuan utama dari penelitian ini adalah berkumpulnya sejumlah orang secara bersama-sama dapat merangsang semangat peserta didik, karena dapat meningkatkan kerjasama dan memberikan kesempatan untuk berbagi ide dan mempertimbangkan jawaban yang benar