Cendekiawan (E-Journal)
Not a member yet
    126 research outputs found

    Perancangan dan Implementasi Gerakan Senam Melalui Alat Musik Dambus Khas Bangka Belitung

    Get PDF
    The aim of this research is to recognize and foster a sense of love for local culture, the dambus musical instrument which is typical of Bangka Belitung combined with gymnastic movements to create harmonious gymnastic movements that fulfill cultural values. The research method in this study is descriptive qualitative, data collection techniques using observation, interviews and questionnaires, data analysis techniques using data triangulation, conclusions on research on the implementation of gymnastic movements using the dambus musical instrument are carried out in several stages including, The first stage is by recognizing the musical instrument dambus which is a Bangka Belitung culture, then the second stage is recognizing the basic movements of gymnastics, the third stage is introducing complex movements accompanied by the sound of the dambus musical instrument, the fourth stage is repetition of basic movements and movements complicated, and the final stage is strengthening the movements accompanied by the dambus musical instrument

    Eksplorasi Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Siswa Sekolah Dasar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan eksplorasi kemampuan berfikir kreatif siswa melalui projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) siswa sekolah dasar, berdasarkan pembelajaran berbasis projek dengan mengembangkan kemampuan berfikir kreatif siswa sekolah dasar, adalah strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan tiga teknik yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Subjek penelitian ini siswa kelas IV (empat) di SD Negeri 12 Lubuk Besar adalah 36 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini terlebih dahulu peneliti melakukan wawancara kepada kepala sekoalah dan guru di SD Negeri 12 Lubuk Besar, setelah itu peneliti melakukan observasi langsung pada kegaiatan market day hasil dari pembelajaran projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Hasil penelitian ini bedasarkan analisis data kualitatif deskriptif menunjukan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat secara signifikan setelah di berikan perlakuan pembelajaran berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Hasil menunjukkan bahwa projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) dapat memfasilitasi, peningkatan kemampuan berfikir kreatif siswa sekolah dasar, kolaborasi dan kerja sama, penguatan nilai-nilai panacasila dan pengembangan kreativitas siswa melalui aktivitas yang mendorong pemecahan masalah, kolaborasi, dan refleksi

    Pengembangan Virtual Lab Berbasis Alternative Solution Worksheet Materi Rangkaian Listrik Sederhana Sekolah Dasar

    Get PDF
    Practical difficulties often hinder students' understanding of simple electrical circuits. Confirmative practicums limit creativity as they do not provide opportunities for students to explore experiments independently. Furthermore, traditional practicums fail to accommodate diverse conceptual levels, including high and low electrical flow comprehension. To address these challenges, this study aimed to develop a virtual lab supplemented with an alternative solution worksheet for teaching simple electrical circuits to elementary school students. The research employed the Alessi & Trollip development model, encompassing three stages: planning, designing, and developing. Each stage involved continuous evaluations to ensure the quality of the developed product. Data collection methods included observations, interviews, and questionnaires, with validation performed by material and media experts. Data analysis utilized qualitative descriptive techniques to assess the product's effectiveness. The results indicated that the material validation test achieved an average score classified as "very good," with a percentage of 85.00%. Similarly, media validation results demonstrated an average percentage of 80.11%, also categorized as "very good." The implementation of the virtual lab showed significant improvements in students' understanding, as reflected in their test scores. The average pre-test score was 31.63, which increased substantially to an average post-test score of 70.51. These findings suggest that the virtual lab, combined with alternative solution worksheets, effectively enhances students' conceptual understanding and creativity in learning simple electrical circuits. This approach offers a promising alternative to traditional practicums for improving science education in elementary schools

    Pendekatan STEM vs STEAM: Mengembangkan Experimental Practice dan Hasil Belajar IPA SD

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan experimental practice dan produk pembelajaran IPA SD melalui pendekatan STEM dan STEAM. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one shoot case study. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan lembar penilaian presentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deksriptif dan inferensial. Analisis inferensial dengan menggunakan analisis Kruskal Wallis. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 3 kelas B, C, dan D yang berjumlah 108 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan terhadap experimental practice (0,00<0,05) dan implementasi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan STEM memiliki rerata lebih tinggi dibandingkan pendekatan STEAM (76,15>68,35). Hal Ini disebabkan oleh belum tepatnya mahasiswa dalam menentukan unsur art dalam pendekatan STEAM, jarangnya impelmentasi pendekatan ini, dan beberapa faktor lain yang relevan. Hasil belajar ditinjau dari aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan antara kelas B, C, dan D memiliki perbedaan yang signifikan (0,00<0,05), dengan rerata kelas B lebih tinggi dibandingkan kelas C dan D

    Efektifitas Supervisi Akademik dengan Paradigma Coaching dalam Meningkatkan Kemampuan Guru Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi

    Get PDF
    Belajar merupakan usaha sadar yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan yang diharapkan terjadi pada dirinya. Guru sebagai fasilitator pembelajaran perlu memahami bahwa murid memiliki keunikan yang membuat mereka berbeda satu sama lain dalam hal belajar. Pembelajaran perlu didesign sedemikian rupa sehingga seluruh murid memperoleh haknya untuk mendapatkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhannya. Aspek kebutuhan belajar yang meliputi kesiapan, minat, dan profil belajar murid dapat dianalisis dan digunakan sebagai dasar fasilitasi pembelajaran oleh guru. Kepala sekolah perlu mendukung dan memastikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi dapat dilaksanakan oleh guru dengan baik melalui supervisi akademik. Rangkaian supervisi akademik seperti, pra observasi, observasi, dan pasca observasi dengan paradigma coaching menjadi kegiatan yang memberdayakan dan konstruktif bagi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana efektifitas supervisi akademik dengan paradigma coaching dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitan konseptual, yaitu peneliti melakukan studi literatur dari berbagai sumber ilmiah yang sesuai dengan variabel penelitan yang dilakukan peneliti untuk selanjutnya dianalisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keefektifan supervisi akademik dengan paradigma coaching dalam meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi

    Kontribusi Motivasi Kerja Guru Terhadap Kinerja Guru SD Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang

    Get PDF

    Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekola Dasar Negeri Tuntang 04 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang

    Get PDF
    The purpose of this study is to describe (1) the planning of the independent curriculum at Tuntang 04 State Elementary School, Tuntang District, Semarang Regency, (2) the implementation of the independent curriculum at Tuntang 04 State Elementary School, Tuntang District, Semarang Regency, and (3) the evaluation of the independent curriculum at Tuntang 04 State Elementary School, Tuntang District, Semarang Regency. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach, the subjects of this study are the principal, teachers, and the KSP development team. Data collection techniques are interviews, documentation and observation. The data analysis used is qualitative analysis including data collection, data reduction, data display and drawing conclusions. The results of the study showed that (1) Curriculum planning at SDN Tuntang 04 Semarang Regency began with coordination with the education office and a KSP preparation meeting involving all existing stakeholders, learning planning began with a diagnostic assessment of students, teachers designed learning programs, while P5 planning was carried out by the P5 facilitator team, (2) Curriculum implementation was marked by the implementation of differentiated learning but was still constrained by limited time, (3) Evaluation of the independent curriculum was marked by teachers conducting summative and formative assessments. The suggestion is that differentiated learning be improved in order to improve students' academic achievement and communication skills and make students more enthusiastic about learning

    Articulate Storyline 3 Untuk Mengembangkan Media Interaktif Cerita Rakyat Bangka Belitung Sebagai Penguatan Nilai Local Wisdom

    Get PDF
    Hasil dari wawancara dan analisis kebutuhan yang dilaksanakan kepada guru menunjukkan kurangnya variasi media dalam kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran cerita rakyat serta masih menggunakan metode konvensional, sehinggaa mengakibatkan pemahaman terhadap nilai kearifan lokal masih rendah. Jika melihat analisis kebutuhan, peserta didik cendrung menyenangi pembelajaran yang praktis dan interaktif dengan media bergambar, bersuara, dan memiliki tampilan menarik. Penelitian bertujuan mengembangkan media interaktif cerita rakyat Bangka Belitung menggunakan Articulate Storyline 3 untuk penguatan nilai local wisdom. Jenis Penelitian yakni R&D (Research and Development), dikembangkan mengacu pada model ADDIE dengan 5 langkah meliputi tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi dan tahap evaluasi. Teknik dan instrumen pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh dari validator materi dengan persentase 84% (sangat layak), validator media 1 dengan persentase 81% (sangat layak), validator media 2 dengan persentase 80% (sangat layak). Kepraktisan media dari respon siswa uji skala kecil dan uji skala besar diperoleh hasil 97% dan 94% (sangat praktis), dan penguatan local wisdom dari respon siswa uji skala kecil dan uji skala besar siswa diperoleh hasil 96% dan 93%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan media interaktif cerita rakyat Bangka Belitung menggunakan Articulate Storyline 3 untuk penguatan nilai local wisdom peserta didik sangat layak dan sangat praktis digunakan sebagai media pembelajaran

    Peningkatan Hasil Belajar IPAS pada Materi Bagian-Bagian Tumbuhan Dengan Model Pembelajaran Role Playing Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri 12 Lubuk Besar

    Get PDF
    The low student learning outcomes are due to the outdated teaching methods still employed by teachers, leading to a lack of interest in IPAS learning. A change in learning implementation using role-playing models is necessary. The research question is whether the role-playing method can improve the learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 12 Lubuk Besar. The purpose of this study is to determine the implementation of role-playing models in improving student learning outcomes. This study uses Classroom Action Research. Data analysis is conducted using quantitative descriptive methods. The results show that the role-playing method can improve student learning outcomes, as evidenced by the increase in mastery scores and average scores. In the first cycle, 10 students achieved mastery, and in the second cycle, it increased to 19 students. The average score also increased from 62.4 in the first cycle to 77 in the second cycle. Therefore, it can be concluded that implementing the role-playing method can improve the learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 12 Lubuk Besar. The researcher hopes that future studies can further enhance IPAS learning and optimize learning time in applying the role-playing model

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Penjumlahan Pecahan dengan Menggunakan Media Inovatif Origami Di Kelas V SD Negeri Salado

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi hasil tes akhir pada standar kompetensi menggunakan pecahan dalam mengenal pecahan dan menjumlah pecahan didapat hasil yang kurang memuaskan. Cara pemecahan masalah yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan media gambar luas daerah. Adapun bentuk penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model siklus yang tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan,tindakan,pengamatan dan refleksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan media inovatif origami dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menjumlah pecahan pada mata pelajaran matematika di kelas V SDN Salado. Subjek penelitian siswa kelas V SDN Salado yang berjumlah 22 orang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.  Aktivitas siswa pada pembelajaran matematika menggunakan media gambar luas daerah meningkat dari siklus I sampai siklus II berakhir. Ini terbukti dari hasil persentase observasi aktivitas siswa yaitu pada siklus I 55% dan pada siklus II 75%, yang terlihat adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dari minimum aktivitas belajar siswa berkategori baik. Berdasarkan hasil angket tanggapan siswa pada akhir kegiatan pembelajaran dapat disimpulkan bahwa tanggapan siswa positif terhadap penggunaan media gambar luas daerah pada materi penjumlahan pecahan, hal ini dapat dilihat dari hasil angket yaitu 4,34 yang termasuk kategori positif. Penggunaan media gambar luas daerah pada penjumlahan pecahan ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti pada nilai yang diperoleh siswa meningkat yaitu nilai rata-rata sikuls I adalah 77,5 dan siklus II 87

    118

    full texts

    126

    metadata records
    Updated in lastΒ 30Β days.
    Cendekiawan (E-Journal)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! πŸ‘‡