Cendekiawan (E-Journal)
Not a member yet
126 research outputs found
Sort by
Pengembangan Multimedia Moodle pada Pembelajaran Tematik Integratif berbasis Web Bagi Siswa Kelas IV SD
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran tematik integratif berbasis web pada Sub Tema Keanekaragaman Hewan dan Tumbuhan yang layak dan efektif bagi peserta didik kelas IV SDN 1 Pilangrejo Boyolali. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Tahap penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Alessi & Trollip yang dibagi menjadi empat tahap, yaitu: (1) perencanaan; (2) desain; (3) pengembangan produk dan (4) evaluasi. Penentuan tingkat kelayakan berdasarkan uji validasi ahli media dan materi serta uji coba kepada 6 siswa melalui angket. Penentuan tingkat keefektifan berdasarkan data Pre-test dan Post-test kepada 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata penilaian dalam prosentase oleh validator ahli media sebesar 82,5% dengan kategori “Sangat Baikâ€. Penilaian ahli materi sebesar 71%, dengan kategori “Sangat Baikâ€. Tanggapan 6 siswa mendapatkan rata-rata nilai akhir dalam prosentase sebesar 71,33% dengan kategori “Sangat Baikâ€.Berdasarkan rerata Pre-test dan Post-test terdapat peningkatan nilai rerata 14,9. Nilai rerata yang didapat kemudian dikonversi pada perhitungan nilai gain score untuk mengetahui tingkat keefektifan produk. Secara keseluruhan pada perhitungan nilai gain score diperoleh nilai rerata sebesar 0,62 pada 30 siswa, dengan kategori “Sedangâ€.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia pembelajaran tematik integratif berbasis web pada Sub Tema Keanekaragaman Hewan dan Tumbuhan yang layak dan efektif bagi peserta didik kelas IV SDN 1 Pilangrejo Boyolali. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Tahap penelitian pengembangan ini mengacu pada model pengembangan Alessi & Trollip yang dibagi menjadi empat tahap, yaitu: (1) perencanaan; (2) desain; (3) pengembangan produk dan (4) evaluasi. Penentuan tingkat kelayakan berdasarkan uji validasi ahli media dan materi serta uji coba kepada 6 siswa melalui angket. Penentuan tingkat keefektifan berdasarkan data Pre-test dan Post-test kepada 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelayakan rata-rata penilaian dalam prosentase oleh validator ahli media sebesar 82,5% dengan kategori “Sangat Baikâ€. Penilaian ahli materi sebesar 71%, dengan kategori “Sangat Baikâ€. Tanggapan 6 siswa mendapatkan rata-rata nilai akhir dalam prosentase sebesar 71,33% dengan kategori “Sangat Baikâ€.Berdasarkan rerata Pre-test dan Post-test terdapat peningkatan nilai rerata 14,9. Nilai rerata yang didapat kemudian dikonversi pada perhitungan nilai gain score untuk mengetahui tingkat keefektifan produk. Secara keseluruhan pada perhitungan nilai gain score diperoleh nilai rerata sebesar 0,62 pada 30 siswa, dengan kategori “Sedangâ€
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Penggunaan Metode Pameran/Pajangan
Pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPS dilakukan di kelas IV SD Negeri 10 Simpangkatis. Terletak di Kecamatan Simpangkatis Kabupaten Bangka Tengah. Dilaksanakan pada tahun ajaran 2015/2016 mulai tanggal 10 Februari sampai dengan tanggal 24 Februari 2016. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 10 Simpangkatis. Dalam prosesnya, pembelajaran IPS memuat materi yang banyak menuntut siswa untuk menghafal sehingga dapat membuat siswa menjadi bosan. Apalagi metode mengajar dan media pembelajaran yang digunakan guru tidak tepat dalam proses pembelajaran sehingga membuat hasil dan aktivitas belajar siswa menjadi tidak maksimal. Pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPS ini menggunakan metode pameran/pajangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini diasumsikan bahwa siswa mempunyai karakteristik belajar yang berbeda-beda dan unik. Dari hasil penelitian memperlihatkan terjadinya peningkatan penguasaan materi pembelajaran yang ditunjukkan dengan rata – rata hasil belajar yaitu siklus I 5,25 menjadi 7,13 pada siklus II, dan meningkat menjadi 9,39 pada siklus III
Pengaruh Metode Chain Writing terhadap Keterampilan Menulis Siswa Kelas V Sekolah Dasar
This study aimed to find out the effect of the implementation of the Chain Writing method on writing skills of grade V SDN Cisasah in learning to developing main ideas. This was a quantitative research with quasi experimental design. The basic consideration for using this design was that learning takes place naturally and the results obtained could be used to measure the effect of a treatment in the characteristics of the subject. The subject of this study were students grade V who came from two groups of students, namely the experimental group (implementing the Chain Writing method) and the control group. The data were collected through test technique divided two part, namely pretest and. The analysis technique this study was t-test. Based on this research showed that: (1) there are differences in the ability to writing skills to develop main ideas between students from experimental group with control group as evidence by the Sig. (2 tailed) is 0.00<0.05; and (2) there is an effect of implementing Chain Writing method for improving writing skills to developing the main ideas. Based on the mean value of the posttest results showed the experimental group is greater than the control group (83.70>57.90)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Chain Writing terhadap keterampilan menulis kelas V SD Negeri Cisasah dalam pembelajaran mengembangkan ide pokok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan quasi experimental design. Dasar pertimbangan menggunakan desain ini adalah pembelajaran berlangsung secara alami sehingga hasil yang diperoleh dapat digunakan untuk mengukur pengaruh suatu perlakuan terhadap karakteristik subjek yang diteliti. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang berasal dari dua kelompok siswa, yaitu kelompok eksperimen (mengimplementasikan metode Chain Writing) dan kontrol. Pengumpulan data menggunakan teknik tes yang terbagi ke dalam dua bagian, yaitu pretest dan posttest keterampilan menulis mengembangkan ide pokok. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan menulis mengembangkan ide pokok antara siswa dari kelas eksperimen dengan kelas kontrol yang dibuktikan dari nilai Sig. (2-tailed) adalah 0.00<0.05; dan (2) terdapat pengaruh penggunaan metode Chain Writing dalam meningkatkan kemampuan menulis mengembangkan ide pokok siswa kelas V di SDN Cisasah. Hasil ini dibuktikan dari nilai rata-rata hasil posttest kelompok eksperimen lebih besar dibandingkan hasil posttest kelompok kontrol (83.70 > 57.90)
MEMBANGUN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI LITERASI DIGITAL BERBASIS STEM PADA MASA PANDEMIK COVID 19
During the Covid 19 pandemic, learning allowed children to think critically and creatively through online learning based on STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). STEM is developed integrated with the implementation of 2013 curriculum learning that leads to the development of 21st-century learning. STEM-based digital literacy is learning that has a syntax to build students' skills in solving problems and critical thinking skills (Critical Thinking Skills) so that they can actively build knowledge through digital literacy STEM-based. STEM as a learning approach as a bridge in the development of science to improve students' critical thinking skills (Critical Thinking Skill). This research is a qualitative research which is library research using books and other literature as the main object. The expected results by improving STEM-based online critical thinking skills for teachers are to provide changes in the pattern of learning activities and increase the content of new STEM-based science, especially during the Covid 19 pandemic, which can provide more space for teachers to explore student skills from afar with STAM-based digital literacy. The result of science education from STEM-based digital literacy that is expected for students is that students can learn and be skilled to improve critical thinking skills through STEM-based Digital Literacy, which in turn can be skilled in solving problems in real life.Pada masa pandemik Covid 19, pembelajaran yang membuat anak tetap dapat berpikir kritis dan kreatif dengan melalui pembelajaran daring berbasis STEM (Sains, Tecnology, Engineering, Mathematics). STEM dikembangkan terintegrasi bersama pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 yang mengarah pada pengembangan pembelajaran abad 21. Literasi digital berbasis STEM adalah pembelajaran yang memiliki sintaks membangun keterampilan peserta didik dalam memecahkan masalah dan keterampilan berpikir kritis sehingga secara aktif dapat membangun pengetahuan melalui literasi digital berbasis STEM. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi pustaka yang menggunakan buku dan literatur lainnya sebagai objek yang utama. Hasil yang diharapkan dengan meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui daring berbasis STEM bagi guru adalah memberikan perubahan dalam pola kegiatan pembelajaran serta meningkatkan konten ilmu pengetahuan baru berbasis STEM terutama pada masa pandemic covid 19 ini dapat memberikan ruang yang lebih untuk guru dapat menggeksplor ketrampilan siswa dari jauh dengan literasi Digital berbasis STAM. Hasil pendidikan ilmu dari literasi digital berbasis STEM yang diharapkan bagi siswa adalah siswa mampu belajar dan terampil sehingga meningkatkan keterampilan berpikir kritis melalui Literasi Digital berbasis STEM, yang pada akhirnya mampu terampil dalam memecahkan masalah dalam kehidupan nyata
A Upaya Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV SD Negeri Seworan Materi Hubungan Antargaris melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) dengan Media Konkret
Tujuan Penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Seworan materi hubungan antargaris melalui pendekatan Realitic Mathematics Education (RME) dengan Media Konkret dua siklus. Langkah-langkah dalam setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Kegiatannya pengumpulan data dengan tes dan pengamatan aktivitas proses pembelajaran, Hasil Belajar aspek pengetahuan persentase ketuntasan belajar pra siklus 41.67% menjadi 58,33 % siklus I meningkat 16,66 point, dan menjadi 91,67 siklus II meningkat 33,34 point. Nilai rata-rata kelas pra siklus 58,08 menjadi 67,17 siklus I meningkat 9.09 point, dan menjadi 82,25 siklus II meningkat 15,08 point. Keaktifan belajar peserta didik dalam proses pembelajaran pra siklus 47,87 % kriteria cukup baik, mencapai rata-rata 70,13% kriteria baik siklus I, meningkat 34,87point dan meningkat menjadi 89,52 kriteria sangat baik siklus II meningkat 19,39 point. Ketuntasan hasil belajar aspek keterampilan pra siklus sebanyak 5 (41,66 %) menjadi 6 (50,00%) pada siklus I meningkat 8,34%, dan menjadi 12 (100%) siklus II meningkat 50%. Nilai rata-rata kelas aspek keterampilan pra siklus 71,00 siklus I menjadi 72,33 meningkat 1,33 point dan menjadi 77,66 siklus II meningkat 5,33 point. Simpulan Pendekatan Realithic Mathematics Education (RME) dengan Media Konkret dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SD Negeri Seworan Wonosegoro Boyolali materi hubungan antar garis.This research is motivated by the learning of the conventional approach which is to provide packaging of ready-made material, students just need to receive, memorize, tend to be passive, teacher-centered, teachers tell a lot. abstract and theoretical,, so that learning outcomes are low. Through the application of the Realistic Mathematics Education (RME) approach, this problem is attempted to be improved and improved. The purpose of this study is to improve the learning outcomes of grade IV students of SD Negeri Seworan inter-line relationship material through the Realistic Mathematics Education (RME) approach of two cycles. Steps in each cycle consists of four stages, namely planning, acting, observing, and reflecting. The activities are collecting data by observing activities in the learning process, interviewing to obtain more complete data. Reality Mathematics Education (RME) percentage of pre-cycle learning completeness 41.67% to 58.33% in the first cycle increased 16.66 points, and to 91.67 in the second cycle increased 33.34 points. The average value of pre-cycle classes 58, 08 to 67.17 in the first cycle increased 9.09 points, and to 82.25 in the second cycle increased by 15.08 points. Student learning activeness in the pre-cycle learning process 47.87% criteria Good Enough, reached an average of 70.13% good criteria in the first cycle, increased 34.87 points and increased to 89.52 very good criteria in the second cycle increased 19, 39 points. The Realistic Mathematics Education (RME) approach can improve the learning outcomes of fourth-grade students in Semester 2 Elementary School, Seworan Wonosegoro Boyolali, material between relationship
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 7 SUNGAILIAT MATA PELAJARAN MATEMATIKA TENTANG OPERASI HITUNG CAMPURAN MELALUI METODE DEMONSTRASI
Penelitian ini dilatar belakangi oleh keggiatan pembelajaran yang dilakukan masih kurang baik dan hanya mengedepankan ceramah dalam proses pengetahuan sosial di SD, sehingga hasil pembelajaran yang dilakukan kurang baik. dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 7 Sungailiat pada mata pelajaran maatematika materi operasional hitung campuran. Jenis penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 2 kali siklus perbaikan dalam pembelajaran. subjek yang digunakan yakni pelaku pembelajaran atau guru mata pelajaran matematika kemudian subjeknya adalah siswa kelas IV SD Negeri 7 Sungailiat semester 1. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Dari penelitian didapatkan hasil sebagai berikut: Nilai rata-rata pada tahap prasiklus 55, Pada siklus I 65, dan pada siklus II 80. Ketuntasan belajar siswa siswa pada tahap prasiklus 8 orang siswa ( 38%), pada siklus I 16 orang siswa ( 76 % ) dan pada siklus II 21 orang siswa ( 100% ). Keaktifan siswa pada prasiklus 8 orang siswa ( 38% ), siklus II 16 orang ( 76%) dan pada siklus II 20 orang siswa ( 95% ). Kualaitas proses pembelajaran meningkat, seiring meningkatnya ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran.Dari hasil pelaksanaan Penelitian Tindalan Kelas, Siklus Pertama dan Kedua, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode demontrasi dapat meningkatkan prestasi prestasi belajar Siswa Kelas IV SD Negeri 7 Sungailat Mata Pelajaran Matematika Tentang operasi Hitung Campura
Penggunaan Media Wayang Daun dalam Mengembangkan Interaksi Siswa Terhadap Lingkungan Belajar Di SD Negeri 10 Pangkalapinang
Pendidikan dapat diperoleh di mana saja. Lingkungan sekitar merupakan pendidikan konkret yang memudahkan siswa untuk mengenal dan mempelajarinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi siswa kelas IV SD Negeri 10 Pangkalpinang terhadap lingkungan belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 10 Pangkalpinangsemester genap, bulan Mei 2018, tahun ajaran 2017/2018 dan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara serta tenik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian didapatkan: a. lingkungan sosial, di kelas, lingkungan sosial yang paling dekat dengan siswa adalah guru dan siswa lain. Intetaksi sosial tejalin dari metode seperti example non example yaitu guru membagi siswa menjadi 3 kelompok yaitu ada kelompok produksi, kelompok distribusi, dan kelompok konsumsi, b. lingkungan alam, bahan-bahan pembuatan media memanfaatkan alam sekitar, seperti daun kering yang diubah menjadi wayang daun, c. lingkungan buatan berupa taman sekolah yang terdapat pohon-pohon yang ditanam secara teratur, dan tanaman bunga.Education can be obtained anywhere. The surrounding environment is a concrete education that makes it easy for students to get to know and learn it. This study aims to study the fourth grade students of SD 10 Pangkalpinang on learning environments. The method used in this research is descriptive qualitative. This research was conducted at SD Negeri 10 Even Pangkalpinangsester, in May 2018, academic year 2017/2018 and used data collection techniques namely observation and interviews and data analysis namely data reduction, data presentation and conclusion or verification. Research results obtained: a. Social environment, in the classroom, the social environment that is closest to students is the teacher and other students. The social interaction is intertwined from methods such as examples not examples ie the teacher divides students into 3 groups namely production groups, distribution groups and consumption groups, b. Natural environment, media making materials utilize nature, such as dried leaves that are converted into shadow puppets, c. The artificial environment consists of a school garden which is provided with regularly planted trees and flowering plants
Efektivitas Teknik Permainan Kooperatif untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Sd Negeri 2 Curugbarang Pandeglang
Berdasarkan hasil observasi pra penelitian, ditemukan keadaan masih terdapat siswa yang memiliki keterampilan sosial rendah di kelas V SD Negeri 2 Curugbarang Kabupaten Pandeglang tahun akademik 2019/2020. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik permainan kooperatif untuk meningkatkan keterampilan sosial. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Pra eksperimental dengan One Group Pre-Test-Post Test Design. Subjek penelitian terdiri dari 8 siswa dengan kategori keterampilan sosial rendah. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pada pre test 9,25 dengan persentase 28% sedangkan pada post test 22,375 dengan persentase 68%. Berdasarkan hasil pre test dan post test mendapatkan rata-rata gain 13,12 dengan persentase 40% yang mendefinisikan permainan kooperatif efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas V SD Negeri 2 Curugbarang kabupaten Pandeglang tahun akademik 2019/2020.Pre experimental design research with One Group Pre-Test-Post Test Design. The Research subject consisted of 8 student with low Social skills categories. Data collection methods used in The Research of using The questionnaire. The results showed the Average on a pre-test of 9,25 with percentage 28% while on With post-test of 22,375 with percentage 68% defined an increase in Social skill. Based on the pre-test and post-test results get an average gain of 13.12 with percentage of 40% which defines an effective cooperative game to improve social skills V grade students in public elementary school 2 Curugbarang, Pandeglang distric academic years of 2019/2020
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II MATA PELAJARAN PPKN MATERI KEBERAGAMAN ANGGOTA KELUARGA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF
Penelitian ini ditulis berdasarkan hasil studi lapangan bahwa proses pembelajaran yang kurang efektif sehingga perlunya pembelajaran yang dapat menunjang tingkat keberhasilan siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa, dan aktivitas siswa dalam mata pelajaran PPKn, meningkatkan profesionalisme guru dengan menambah pengalaman dan pengetahuan dalam menerapkan model dan metode mengajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas melalui 2 Siklus perbaikan pembelajaran, subjek pelaku pembelajaran guru PPKn kelas II, dan subjek penerima tindakan siswa kelas II semester I tahun pelajaran 2018 /2019 SD Negeri 7 Sungailiat. Data yang dikumpulkan melalui hasil evaluasi dan catatan observasi. Hasil dari penelitian ini diantaranya: 1) hasil belajar bahwa nilai rata-rata siswa selama proses perbaikan dari Siklus 1 sampai Siklus 2 mengalami peningkatan hingga mencapai 92 Ketuntasan belajar siswa meningkat hingga 100 %; 2) Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran interaktif meningkat dengan kriteria sekurang-kurangnya baik dengan skor maksimal 25; 3) Profesionalitas dan kemampuan guru dalam pembelajaran juga meningkat. Dari hasil pelaksanaan PTK, Siklus pertama dan kedua, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Interaktif dapat meningkatkan hasil belajar Siswa Kelas II SD Negeri 7 Sungailiat pada materi Keberagaman Anggota Keluarg
Analisis Penilaian Materi Ahli Berdasarkan Pembelajaran Berbasis Proyek
Bahan ajar adalah salah satu faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran. Guru dan siswa membutuhkan bahan pembelajaran yang membantu mereka untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pengaturan materi pembelajaran berdasarkan model pembelajaran perlu dinilai oleh para ahli. Makalah ini seharusnya menyajikan dan menganalisis penilaian para ahli terhadap materi pembelajaran berbasis tema berdasarkan pembelajaran berbasis proyek. Instrumen penelitian ini adalah instrumen validasi para ahli. Sementara itu, subjek penelitian adalah 9 ahli. Hasil penelitian menunjukkan 86% dari ahli materi, 88% dari ahli bahasa, dan 89,6% dari ahli media. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran berbasis tema berdasarkan pembelajaran berbasis proyek sudah cukup layak untuk digunakan tetapi masih perlu beberapa revisi di masa depan.Teaching materials is one of the important factor in supporting on learning process. The teacher and student need learning materials which help them to acquire the learning objectives. The arrangement of learning material based on learning model is needed to be judged by the experts. This paper is supposed to present and to analyze the experts’ judgments towards theme based learning material based on project based learning. The instrument of this research was the experts’ validation instrument. Meanwhile, the subjects of the research were 9 experts. The result of the research showed 86% from material experts, 88% from language experts, and 89,6% from media experts. Based on the result, it can be concluded that theme based learning material based on project based learning was proper enough to be used but still need some revision in the future