Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12062 research outputs found
Sort by
The effect of Communicative Language Teaching (CLT) method on students’ speaking ability at Grade XI SMA N 5 Padangsidimpuan
This study applies the Communicative Language Teaching (CLT) method with the information transfer technique to enhance students' speaking ability. The aim of this study is to determine whether there is a significant effect of implementing the CLT method on students' speaking ability or not. This research was a quantitative research with a pre-test post-test control group design. The population consisted of all eleventh-grade students at SMA N 5 Padangsidimpuan, with a sample of 70 students divided into an experimental group (class XI-1, n = 35) and a control group (class XI-2, n = 35). Data collection was conducted using speaking tests and audio recordings to assess students' speaking ability before and after the implementation of the Communicative Language Teaching (CLT) method. Data analysis was performed using the paired sample t-test with the assistance of SPSS version 26 software. The result of this research shows that mean score of experimental group was higher than mean score of control group after implementing the CLT method. The mean score before using Communicative Language Teaching (CLT) Method was 68.80, the students’speaking ability was in enough category. While after using Communicative Language Teaching (CLT) Method increasing became better than before. It can be seen from the mean score of post-test in experimental class was 77.31, the category was very good. Moreover, After calculating the t-test, the researcher found the result tcount>ttable (10.945>1.995), which means that Ha is accepted and Ho is rejected. Thus, this study concludes that there is a significant effect of Communicative Language Teaching (CLT) method on students’ speaking ability at grade XI SMA N 5 Padangsidimpuan
Pengaruh jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi tahun 2017-2024 di Sumatera Utara
Pengaruh Jumlah Penduduk, Tingkat Pengangguran dan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Sumatera Utara memberikan wawasan tentang bagimana variabel-variabel tersebut saling terkait satu sama lain. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara masih tercatat diatas sejumlah provinsi lainnya yang ada di Sumatera. Sumatera Utara mulai menunjukkan pertumbuhan positif. Akan tetapi, lajunya belum menyentuh pertumbuhan di masa pra-pandemi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang berkaitan dengan laju pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan data panel. Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah penduduk, tingkat pengangguran terbuka dan laju pertumbuhan ekonomi dengan jumlah 32 sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan pengolahan data yang dilakukan menggunakan E-views 9 dan data diperoleh melalui situs www.bps.go.id. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel jumlah penduduk tidak memiliki pengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi dan tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi dengan nilai Fhitung > Ftabel (1.40233 > 2,93). Berdasarkan hasil pemilihan model estiminasi data panel ialah model common effect yaitu 0.2349 > 0.05 dan berdasarkan hasil perolehan R2 sebesar 0.212996, artinya 21 persen laju pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan tingkat pengangguran terbuka sedangkan 79 persen dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model regresi
Upaya guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMA Negeri 2 Padangsidimpuan
Pendidikan merupakan salah satu agenda penting nasional dalam rangka penciptaan dan peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas yang terus menerus dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan nasional perlu dilakukan pembenahan dalam unsur terkait dengan pendidikan diantaranya penyediaan buku-buku pelajaran, sarana dan prasarana, pembinaan tenaga guru yang profesional dan perbaikan kurikulum sekolah. Guru telah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa antara lain upaya aktif dan bersemangat dalam memberikan materi pelajaran, menjelaskan tujuan pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, memberikan tugas kepada siswa pada setiap selesai pelajaran, menggunakan berbagai macam metode mengajar dan alat peraga, menciptakan suasana kelas yang kondusif dan menyenangkan dan mengadakan evaluasi belajar setiap materi pelajaran selesai. Namun masih terdapat siswa yang nilainya belum mencapai KKM dikarenakan siswa kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran, tidak serius dalam proses pembelajaran, tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Jenis penelitiaan yang dilakukan oleh peneliti ialah jenis penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Wawancara dalam penelitian ini peneliti mewawancarai Guru Pendidikan Agama Islam dan Siswa kelas IX SMA N 2 Paddangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan hasil belajar siswa di SMA N 2 Padangsidimpuan telah berhasil. Hal ini dibuktikan dalam proses pembelajaran tentunya guru PAI memberikan pendidikan akademik sesuai dengan materi yang diajarkan, mendidik siswa dalam melakukan perilaku dan sopan santun yang baik dan membimbing siswa agar melakukan perilaku yang baik dan terhindar dari perilaku yang menyimpang. Ada beberapa faktor pendukung diantaranya: adanya interaksi antara guru dan siswa, pembelajaran dalam menyampaikan materi pembelajaran seperti poster gambar wudhu, LCD, gambar, patung, Al-Qur’an dan terkadang menggunakan media praktek di mushola sekolah. Namun terkadang ada beberapa siswa yang kurang memahami penjelasan-penjelasan yang telah disampaikan oleh guru disebabkan karena tidak cukupnya waktu dalam proses belajar mengajar
Analisis kesulitan membaca permulaan Siswa Kelas I SD Negeri 013834 Aek Bamban Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik kelas I Sekolah Dasar (SD) Negeri 013834 Aek Bamban Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan yang mengala,I kesulitan membaca. Faktor penyebab kesulitan membaca yang dialami peserta didik yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa kelas I SD Negeri 013834 Aek Bamban. Membaca permulaan adalah hal dasar yang dilakukan dalam keterampilan membaca. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi hambatan-hambatan yang awal pembelajaran membaca, meliputi pengenalan huruf, menggabungkan huruf menjadi suku kata, dan menyusun kata secara utuh. Faktor-faktor yang menjadi penyebab siswa kesulitan dalam membaca yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor dari diri anak itu sendiri yang meliputi faktor fisik, intelektual, dan psikologis. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor dari luar diri anak itu sendiri yang mencakup lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Jumlah siswa di kelas I SD Negeri 013834 Aek Bamban Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan adalah 18 siswa, dari jumlah total tersebut 10 siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. subjek penelitian ini adalah siswa kelas I, guru kelas I, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat yaitu kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa kelas I SD. Sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam membedakan huruf yang memiliki bentuk serupa, kesalahan pelafalan terutama pada bunyi huruf tertentu (misalnya huruf “e”), serta keterlambatan dalam merangkai huruf menjadi kata yang bermakna
Strategi pemasaran cafe jejak rasa Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu
Pertumbuhan bisnis kafe di Indonesia, khususnya di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, semakin pesat dan kompetitif. Hal ini mendorong pelaku usaha seperti Cafe Jejak Rasa untuk merancang strategi pemasaran yang tepat demi meningkatkan daya saing dan keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran (7P), strategi segmentasi, targeting, dan positioning (STP), serta menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) yang dihadapi Cafe Jejak Rasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian mencakup pemilik, karyawan, serta pelanggan Cafe Jejak Rasa. Teori yang digunakan yaitu Teori Philip Kotler Segmenting-Targeting-Positioning. Analisis data dilakukan menggunakan metode SWOT, STP, dan bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cafe Jejak Rasa memiliki kekuatan pada pelayanan yang cepat dan ramah, variasi menu, dan reputasi baik di daerah. Namun, kelemahan yang dihadapi meliputi keterbatasan lahan parkir, ketidakkonsistenan rasa makanan, serta jam operasional yang singkat. Peluang mencakup tren kuliner kekinian dan target pasar usia produktif, sementara ancaman berasal dari pesaing dekat dan fluktuasi harga bahan baku. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlunya perbaikan strategi pemasaran dengan mengoptimalkan bauran 7P dan STP serta menghadirkan solusi untuk kelemahan internal melalui inovasi dan pemanfaatan kekuatan yang dimiliki. Strategi ini penting untuk menjaga eksistensi dan pertumbuhan Cafe Jejak Rasa di tengah persaingan yang semakin ketat
Pengembangan alat peraga pembelajarana biologi berbasis limbah pada materi sistem peredaran darah pada manusia di SMAN 1 Sipirok
Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya alat pembelajaran yang inovatif dan ramah lingkungan dalam proses pembelajaran biologi, khususnya dalam menjelaskan konsep abstrak seperti sistem peredaran darah manusia. Pengembangan alat peraga ini memanfaatkan limbah (B2) anorganik seperti botol plastik, kayu atau triplek, karton, dan selang bekas yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, sehingga mendukung prinsip pembelajaran berbasis lingkungan dan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat peraga pembelajaran biologi berbasis limbah yang digunakan dalam materi sistem peredaran darah pada manusia di SMA Negeri 1 Sipirok. Penelitian dan pengembangan atau dikenal dengan istilah Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis, design, devlopment, implementation and evaluation). yang dimodifikasi menjadi beberapa tahapan, yaitu: potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, dan revisi akhir. Uji validitas dilakukan oleh ahli materi dan ahli media, sedangkan uji kelayakan dilakukan melalui observasi dan angket terhadap guru dan siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sipirok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat peraga berbasis limbah ini sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan presentase kelayakan oleh ahli materi sebesar 80% dan oleh ahli media sebesar 90%. Selain itu, tanggapan siswa dan guru terhadap penggunaan alat peraga ini tergolong sangat positif dengan rata-rata skor di atas 90,62%. Alat ini tidak hanya membantu siswa memahami konsep peredaran darah secara visual dan praktis, tetapi juga menanamkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan limbah dan kreativitas dalam menciptakan media belajar yang bermanfaat. Dengan demikian, pengembangan alat peraga pembelajaran biologi berbasis limbah ini dapat menjadi solusi inovatif dan edukatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran biologi di sekolah menenga
Strategi guru pendidikan agama islam dalam mengantisipasi kekerasan verbal melalui pendidikan anti bullying di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Sibabangun
Banyaknya permasalahan siswa yang sering kali terjadi sebagai faktor munculnya bullying, masalah tersebut muncul karena mereka ingin merasa dirinya dapat dihargai oleh sekitarnya atau ingin memiliki kelebihan yang dimiliki temannya. Apabila seorang peserta didik telah gagal dalam menemukan dan menempatkandirinya untuk memilih lingkungan pertemanannya sehingga dirinya tidak diterima oleh lingkungan tersebut, hal inilah yang akan menjadikan peserta didik tersebut membuat tingkah laku dengan maksud mencari perhatian orang lain dengan mengganggu temannya. Biasanya tingkah laku tersebut ditandai dengan sisswa yang suka pamer, mengejek temannya, nakal, hingga melawan dan terus menerus mengajukan pertanyaan baik yang dianggap tidak penting. Perilaku yang ditimbulkan oleh siswa diatas dapat diatasi dengan kerjasama yang dibangun baik oleh guru wali kelas, guru BK, guru pendidikan Agama Islam, serta orang tua dirumah. Tentu hal ini tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Oleh karena itu, perlunya sosialisasi yang dilakukan oleh sekolah kepada guru maupun orang tua. Dampak yang diakibatkan oleh tindakan ini pun sangat luas cakupannya. Remaja yang menjadi korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang lebih mungkin diderita anak-anak yang menjadi korban bullying, antara lain munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur yang mungkin akan terbawa hingga dewasa, keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot, rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah, dan penurunan semangat belajar dan prestasi akademis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode-metode untuk mengekplorasi dan memahami makna yang dianggap berasal dari masalah sosial dengan melibatkan upaya-upaya penting seperti mengajukan pertanyaan, dan prosedur mengumpulkan data yang spesifik dari partisipan. Hasil analisis penelitian ini adalah Kasus bullying yang terjadi dikalangan siswa sekolah menengah sangat sering terjadi apalagi sekolah di indonesia. Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengantisipasi bullying dikarenakan kurangnya perhatian orang tua kepada anaknya sehingga anak mencari perhatian dengan melakukan tindakan bullying. Begitu pula dengan pergaulan apabila anak tidak diapantau orang tua, biasanya anak akan berteman dengan teman-teman luar yang keras suka anarkis semisalnya, tentu saja anak tersebut akan terpengaruh dalam kehidupannya. Pentingnya mengantisipasi bullying, guru usenantiasa memberikan teguran atau nasehat kepada siswa siswi untuk tidak melakukan tindakan Bullying, Dan juga antusias Guru BK mengatasi prilaku siswa yang melakukan tindakan Bullying. Tindakan Bullying di sekolah tentu harus ditangani dengan baik dan perlu diperhatikan oleh pihak sekolah, agar para siswa tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, seperti rasa trauma yang membuatnya stres. Hal tersebut merupakan tanggung jawab pihak-pihak yang ada di lingkungan sekolah, karena guru-guru maupun staf lainnya merupakan orang tua murid saat masih berada di lingkungan sekola
Pengembangan media pembelajaran Al-Qur’an Hadits berbasis smartphone dalam meningkatkan minat belajar siswa di Madarasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Karya Setia (YPKS) Padangsidimpuan
Media pembelajaran memiliki peran penting dalam peningkatan hasil belajar siswa khususnya pada bidang studi Al-Qur’an Hadits. Pengembangan media dalam proses pembelajaran merupakan salah satu upaya menumbuhkan motivasi minat belajar yang pada akhirnya hasil belajar siswa semakin meningkat. Hal ini menjadikan tanpa alasan untuk melaksanakan pembelajaran dengan berbaigai media dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi apapun. Pengembangan media pembelajaran Al-Qur’an Hadits berbasis smartphone dalam meningkatkan minat belajar siswa, merupakan langkah efektif yang dapat dilakukan agar pembelajaran lebih menarik dan bermakna. Dalam penelitian ini, masalah utama yang dibahas adalah bagaimana kondisi objektif media pembelajaran Al-Qur’an Hadits berbasi Smartphone di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Karya Setia (YPKS) Padangsidimpuan, bagaimana pengembangan media pembelajaran Al-Qur’an Hadits berbasis Smatrphone dalam meningkatkan minat belajar siswa serta, bagaimana validitas, dan efektifitas pengembangan media pembelajaran al-Qur’an Hadits berbasis Smartphone dalam meningkatkan minat belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Karya Setia (YPKS) Padangsidimpuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis, serta mengembangkan terkait media pembalajaran Al-Qur’an Hadits berbasis smarthphone dalam meningkatkan minat belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Karya Setia (YPKS) Padangsidimpuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research).Penelitian ini mengacu pada konsep metode penelitian dan pengembangan (research and development) atau yang sering dikenal dengan istilah penelitian R&D yaitu untuk menghasilkan produk. Data penelitian diperoleh melalui teknik wawancara, angket, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran Al-Qur’an Hadits berbasis smartphone dalam meningkatkan minat belajar belajar siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yayasan Pendidikan Karya Setia (YPKS) Padangsidimpuan, terdapat lima tahapan yaitu : Analisis, Desain, pengembangan, Implementasi, dan evaluasi. Berdasarkan tahapan tersebut, menghasilkan peningkatan minat belajar siswa dalam penggunaan media berbasis smartphone, sehingga produk yang dihasilkan layak digunakan
Pengaruh halal lifestyle marketing mix terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan Teh Poci
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena yaitu masih rendahnya pemahaman konsumen terhadap konsep halal lifestyle dan manfaat kesehatan Teh Poci, ditambah dengan strategi pemasaran dan promosi yang belum optimal serta tingginya persaingan di wilayah Gunung Tua, mengakibatkan kurangnya kepuasan dan loyalitas pelanggan terhadap produk tersebut. Tujuan penelitian ini adalah melihat pengaruh halal lifestyle marketing mix terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan Teh Poci di Gunung Tua, serta peran loyalitas sebagai variabel mediasi. Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan kepuasan konsumen dan perilaku konsumen. Sehingga pendekatan yang dilakukan adalah teori-teori yang berkaitan dengan kepuasan konsumen dan perilaku konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel penelitian ini sebanyak 97 sampel. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket tertutup terhadap konsumen the poci di Gunung Tua. Analisis data menggunakan inner model, outer model, dan pengujian hipotesis intervening. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa halal lifestyle marketing mix tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas maupun kepuasan pelanggan Teh Poci, yang berarti strategi pemasaran berbasis halal belum menjadi faktor utama dalam membentuk kepuasan atau kesetiaan konsumen. Sebaliknya, kepuasan pelanggan terbukti berpengaruh positif terhadap loyalitas, di mana pelanggan yang puas cenderung lebih mudah loyal terhadap produk. Tetapi, kepuasan tersebut tidak memediasi hubungan antara halal lifestyle marketing mix dan loyalitas pelanggan, sehingga aspek kehalalan belum menjadi penentu utama dalam menciptakan pengalaman konsumsi yang loyal
طريقة المباشرة في درس المحادثة لتلاميذ معهد دار الرسالة سيور محينجة بادنج لاوس
الطريقة المباشرة هي منهج تعليمي يركز على الاستخدام النشط ومباشرة اللغة في عملية التعلم، والغرض من هذا المنهج هو خلق بيئة تعليمية يستطيع فيها التلاميذ تطوير المهارات اللغوية بشكل أكثر فاعلية وطبيعية في تحسين مهارات اللغة العربية وخاصة مهارات الكلام، يهدف هذا البحث إلى معرفة الصعوبة التي يواجهها المعلمون في تحسين مهارات اللغة العربية بأساليب مباشرة في تحسين مهارات اللغة العربية، وبالتحديد قدرة التلاميذ على الكلام في مدرسة بوندوك بيزانترين داروريسالا ساور ماهينكات. هذا النوع من البحوث هو بحث نوعي يستخدم المنهج الوصفي. مصادر بيانات هذا البحث هي مصادر البيانات الأولية ومصادر البيانات الثانوية. واستخدم أسلوب جمع البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق، وكان موضوع هذه الدراسة يتألف من تلاميذ الصف الثامن متوسّط دار الرسالة. وقد أظهرت نتائج هذه الدراسة أنه أثناء عملية التعلم في حصة العلاقات، فإن المعلم وحده هو الذي ينشط في تلاوة المفردات المعطاة، بينما التلاميذ لا يقومون بالتقليد فقط، ولا يزال التلاميذ لا يطبقون المحادثة في حياتهم اليومية، وعندما يتم التعلم لا يزال التلاميذ يبدون سلبيين. كما يقوم المعلم أيضًا بتحفيز التلاميذ وإعطاء التقدير للتلاميذ الذين يتجرأون على التحدث باللغة العربية لتشجيع التلاميذ على الشجاعة. ثانيًا، يواجه المعلمون عقبات في تحسين مهارات التلاميذ مثل نقص وسائط التعلم، ويواجه التلاميذ صعوبة في قراءة النص العربي. وتتمثل الحلول التي يقوم بها المعلمون في استخدام المعلمين للهواتف الذكية كوسائط تعليمية، وإيلاء المعلمين اهتمامًا خاصًا للتلاميذ المتخلفين دراسيًا، وتهيئة بيئة تعليمية داعمة ومحادثات جماعية صغيرة