Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12062 research outputs found
Sort by
Peran orang tua dalam membimbing anak untuk berbusana muslimah di Lingkungan Sungai Dua Kelurahan Langga Payung Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan
Penelitian ini dilatar belakang oleh kurangnya kesadaran dan minat anak dalam berbusana muslimah. Dengan itu dorongan orang tua sangat berpengaruh untuk membimbing anaknya agar terbiasa selalu berbusana muslimah. Adapun rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana model busana muslimah anak di Lingkungan Sungai Dua Kelurahan Langga Payung Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan?, bagaimana peran orang tua dalam membimbing anak untuk berbusana musliimah di Lingkungan Sungai Dua Kelurahan Langga Payung Kecamatan Sungai Kanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif karena sifatnya analisis deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber datanya adalah orang tua dan anak (pr) teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, dan wawancara. Sedangkan pengolahan data dan analisis data dengan mereduksi data, menyajikan data, kemudian menyimpulkan data. Selanjutnya analisis data, pengecekan keabsaan data dengan metode triangulasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model berbusana muslimah anak (pr) di Lingkungan Sungai Dua sudah memenuhi dengan syari’at islam, namun perlu selalu mengontrol anaknya agar selalu memakai busana muslimah hingga dewasa. baik dalam kegiatan di sekitar rumah maupun kegiatan di luar rumah. Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh Peneliti bahwa etika berpakain busana muslimah amak di Lingkungan Sungai Dua sudah memenuhi. seperti etika menutupi seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan serta etika berpakaian longgar. Peran orangtua dalam membimbing berbusana muslimah pada anak diwujudkan dengan pendidikan dan bimbingan orang tua yang dilakukan dirumah seperti memberikan nasehat tentang cara berbusana muslimah yang benar. Beberapa orang tua juga sudah berperan dengan baik dalam memberikan pendidikan pada diri anak perempuan dimasa anak-anak tidak melakukan hal-hal yang menyimpang namun ada beberapa orang tua masih kurang berperan, anak perempuannya masih melakukan hal-hal yang menyimpang
Penerapan Media Pembelajaran Interktif Canva untuk meningkatkan Apresiasi Seni Musik Budaya Lokal Siswa Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran Seni Budaya di Kelas IV SDN 200 Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal
Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini yaitu rendahnya minat siswa kelas IV dalam pembelajaran Seni Budaya materi seni musik khususnya budaya lokal Mandailing Natal. Hal ini terjadi karena siswa menganggap budaya lokal sangatlah kuno dan ketinggalan zaman. Upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan penerapan media interaktif Canva pada mata pelajaran Seni Budaya materi seni musik khususnya budaya lokal di Mandailing Natal. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan media pembelajaran interaktif Canva pada mata pelajaran Seni Budaya materi seni musik budaya lokal di Kelas IV dalam meningkatkan apresiasi siswa. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas. Pada dasarnya terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. PTK dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Tehnik pengumpulan data penelitian ini yaitu menggunakan tes angket afektif, dan lembar observasi dengan tehnik analisis data deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan minat belajar siswa melalui penggunaan media pembelajaran interaktif Canva pada mata pelajaran Seni Budaya materi Seni musik budaya lokal di kelas IV. Hasil belajar apresiasi siswa sebelum diberikan tindakan mendapat nilai rata-rata 60% dengan persentase ketuntasan 25%. Setelah guru menggunakan media pembelajaran interaktif Canva apresiasi siswa meningkat setiap siklusnya. Pada siklus I pertemuan ke-1 hasil belajar siswa memiliki nilai rata-rata 66% dengan persentase 43,75%, pada siklus I pertemuan ke-2 apresiasi siswa meningkat dengan nilai rata-rata 70,5% dengan persentase 56,25%. Pada siklus II pertemuan ke-1 hasil belajar siswa meningkat dengan nilai rata-rata 78,25% dengan persentase 75%, dan pada siklus II pertemuan ke-2 apresiasi siswa semakin meningkat dengan nilai rata-rata 83% dengan persentase 93,75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif Canva dapat meningkatkan apresiasi siswa pada materi seni musik budaya lokal di kelas IV SD Negeri 200 Kotanopan
Strategi guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang digunakan pada proses pembelajaran di SMP Negeri 5 Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan dengan strategi pembelajaran langsung dengan model pembelajaran kooperatif yang mengharuskan keterlibatan, kerja sama, dan kolaborasi untuk memecahkan masalah, menyusun proyek, atau menjalankan tugas tertentu dan metode yang digunakan adalah metode ceramah, tanya jawab dan praktik yang diberikan oleh guru yang belum menunjang motivasi siswa dalam belajar, hal ini dapat diketahui pada saat pembelajaran siswa cenderung pasif dan kurang memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru.Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi,wawancara dan dokumentasi. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekumder. Untuk menjamin keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang digunakan guru pada proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 5 sipirok adalah a)Strategi Discovery Learning, b)Strategi Inkuiri Learning, c)Strategi Problem Based Learning (PBL), dan faktor yang mempengaruhinya adalah faktor internal dan eksternal
Implementasi manajemen Masjid Taqwa Ranting Muhamadiyah di Desa Ujung Batu I Kecamatan Huta Raja Tinggi Kabupaten Padang Lawas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan masjid yang tidak hanya difokuskan pada aspek ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat. Masjid Taqwa Ranting Muhammadiyah Desa Ujung Batu I merupakan salah satu masjid yang memiliki peran strategis, namun dalam implementasi manajemennya masih ditemukan beberapa keterbatasan, baik dari segidokumentasi, partisipasi generasi muda, maupun inovasi program. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi fungsi-fungsi manajemen masjid yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian, dalam kerangka tiga pilar manajemen masjid yaitu, idarah, imarah, dan riayah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis yang dibantu oleh perangkat lunak NVivo 12 Plus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen di Masjid Taqwa Ranting Muhammadiyah telah berjalan meskipun masih bersifat informal. Aspek idarah menunjukkan adanya struktur organisasi. Namun pelaporan dan dokumentasi belum tertib. Aspek imarah cukup aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi partisipasi pemuda masih rendah. Sementara aspek riayah berjalan baik melalui gotong-royong dan peran marbot. Kesimpulannya, implementasi manajemen masjid telah terlaksana namun belum optimal dan memerlukan peningkatan dari segi dokumentasi, inovasi kegiatan, serta pelibatan generasi muda agar masjid benar- benar berfungsi sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan masyarakat
Perbandingan efektivitas emas dan instrumen keuangan lainnya sebagai lindung nilai inflasi
Inflasi merupakan salah satu risiko ekonomi yang dapat menggerus nilai kekayaan masyarakat. Dalam konteks ekonomi syariah, kebutuhan akan instrumen lindung nilai yang sesuai dengan prinsip syariah menjadi semakin penting, dimana emas, sukuk, dan REITs Syariah muncul sebagai alternatif investasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ketiga instrumen tersebut sebagai lindung nilai terhadap inflasi, dengan rumusan masalah yang berfokus pada perbedaan efektivitas antara emas dengan sukuk, emas dengan REITs syariah, sukuk dengan REITs syariah, serta pengaruh volatilitas harga masing-masing instrumen terhadap efektivitasnya sebagai lindung nilai.
Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan sumber data sekunder. Data emas Antam dari PT Aneka Tambang Tbk, sukuk dari Otoritas Jasa Keuangan, REITS Syariah dari Bursa Efek Indonesia, dan Inflasi dari Badan Pusat Statistik dengan 200 data points yang terdiri dari data triwulanan selama periode 10 tahun. Alat analisis yang digunakan adalah Uji Kausalitas Granger, One-way ANOVA, Paired sample t-test, serta pengukuran Koefisien Varian dan Standar Deviasi untuk menguji enam hipotesis penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sukuk lebih efektif dibandingkan emas sebagai instrumen lindung nilai , meskipun memiliki volatilitas yang lebih tinggi. Perbandingan antara emas dan REITs Syariah tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam efektivitasnya, dimana emas unggul dalam hal stabilitas. Sukuk dan REITs Syariah memiliki efektivitas yang hampir sama dalam melindungi nilai terhadap inflasi. Analisis volatilitas menunjukkan bahwa harga emas memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap inflasi , sementara sukuk memiliki pengaruh positif signifikan yang bertentangan dengan perannya sebagai instrumen lindung nilai. Volatilitas REITs Syariah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi.
Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi investor dalam memilih instrumen lindung nilai yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi mereka, serta memberikan kontribusi pada pengembangan strategi investasi berbasis syariah yang efektif untuk melindungi nilai terhadap inflasi
Analisis penerapan etika bisnis islam pada pedagang dodol di Desa Parsalakan Kecamatan Angkola Barat
Pada masa sekarang sebagian besar pedagang tidak memahami etika bisnis Islam karena para pedagang tersebut masih berpatokan terhadap teori bahwa kegiatan bisnis hanya semata-mata untuk mencari laba sebesar-besarnya tanpa mempertimbangkan etika terhadap kegiatan yang dilakukan. Manusia dalam kaitannya dengan menjalankan suatu etika bisnis perlu diterapkan dengan beberapa prinsip etika bisnis Islam seperti kesatuan, keadilan, tanggungjawab, kehendak bebas dan kebenaran. Dalam penelitian ini peneliti mewawancarai 5 pedagang dodol. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan etika bisnis Islam pada pedagang dodol di desa Parsalakan dan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mendorong dan menghambat penerapan etika bisnis Islam pada pedagang dodol di desa Parsalakan. Jenis penilitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu 5 pedagang dodol. Sumber data sekunder dalam penelitian ini yaitu buku, jurnal, artikel, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan Penerapan etika bisnis Islam pada pedagang dodol di desa Parsalakan ada yang sudah menerapkan etika bisnis Islam dan ada yang belum menerapkan etika bisnis Islam, para pedagagang dodol di desa Parsalakan terkadang menaikkan harga kepada pembeli dari luar desa Parsalakan. Faktor pendorong penerapan etika bisnis Islam pada pedagang dodol di desa Parsalakan yaitu sikap kekeluargaan, kesadaran para pelaku bisnis, peran pemerintah yang bersifat netral. Adapun factor penghambat penerapan etika bisnis Islam pada pedagang dodol di desa Parsalakan yaitu kenaikan dan kelangkaan bahan baku, standar moral, agama, pendidikan pedagang masih cukup rendah, terjadinya konflik kepentingan, situasi politik dan ekonomi yang belum stabil, lemahnya penegakan hukum
Pengaruh metode quantum learning terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan lingkaran di Kelas VIII MTs Nur Jannah Ujung Gading Labuhanbatu Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyak siswa yang menganggap bahwa pelajaran matematika merupakan pelajaran yang kompleks, membingungkan dan rumit untuk dipahami sehingga siswa merasa sulit untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya dalam menyelesaikan soal yang diberikan. Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah proses pembelajaran yang dilakukan guru dari keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan metode quantum learning terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan lingkaran di kelas VIII MTs Nur Jannah Ujung Gading Labuhanbatu Selatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode quantum learning terhadap kemampuan kognitif siswa pada pada pokok bahasan lingkaran di kelas VIII MTs Nur Jannah Ujung Gading Labuhanbatu Selatan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Kelas eksperimen berjumlah 26 siswa dan kelas kontrol berjumlah 25 siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes yang sudah divalidasi. Data dianalisis dengan uji t setelah terpenuhi normalitas dan homogenitas hasil penelitian tersebut. Berdasarkan analisis data, soal postest yang diberikan kepada siswa untuk mengukur kemampuan kognitif siswa diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen 77,84 dan kelas kontrol 65,65. Hasil pengujian hipotesis diperoleh t_{hitung\ }>t_{tabel\ }yaitu 5,967 > 2,012 dengan taraf signifikan 5% maka H_0 ditolak dan H_a diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari metode quantum learning terhadap kemampuan kognitif siswa pada pokok bahasan lingkaran di kelas VIII MTs Nur Jannah Ujung Gading Labuhanbatu Selatan
Pengaruh Penggunaan QRIS dan kepercayaan konsumen terhadap aksesibilitas usaha pada pelaku UMKM di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Padangsidimpuan
Aksesibilitas Usaha merupakan kemudahan dan kemampuan pelaku usaha khususnya UMKM dalam menjangkau pasar pelanggan dan berbagai layanan secara efektif dan efisien. Meningkatnya adopsi teknologi digital dalam transaksi keuangan, QRIS diharapkan dapat mempermudah pelaku usaha. Kepercayaan konsumen juga menjadi faktor utama yang mempengaruhi keputusan transaksi dan keberlangsungan usaha. Teori yang digunakan pada penelitian ini didasarkan pada konsep penggunaan QRIS sebagai inovasi teknologi dan kepercayaan konsumen sebagai faktor penentu adopsi teknologi sehingga kedua variabel ini diyakini dapat mendukung keberhasilan dan aksesibilitas usaha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari angket dan wawancara yang dikumpulkan secara langsung dengan proses pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan 90 responden pelaku UMKM di pasar Sangkumpal Bonang kota Padangsidimpuan yang telah menggunakan QRIS dalam usahanya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji instrumen: uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik: uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, serta uji hipotesis: uji regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan uji koefisien determinasi (uji R) dengan bantuan perangkat lunak SPSS Versi 26. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan QRIS berpengaruh terhadap aksesibilitas usaha pada pelaku UMKM dengan thitung > ttabel, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen berpengaruh terhadap aksesibilitas usaha pada pelaku UMKM dengan thitung > ttabel. Secara simultan penggunaan QRIS dan kepercayaan konsumen berpengaruh terhadap aksesibilitas usaha pada pelaku UMKM dengan nilai Fhitung > Ftabel. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel independen yaitu penggunaan QRIS dan kepercayaan konsumen berpengaruh terhadap variabel dependen yaitu aksesibilitas usaha. Penelitian ini meyarankan agar pelaku UMKM lebih aktif menggunakan QRIS dan meningkatkan kepercayaan konsumen melalui pelayanan yang transparan dan terpercaya dengan dukungan pemerintah dalam pengembangan sistem pembayaran digital seperti QRIS
Peran dinas pemuda, olahraga, dan pariwisata dalam pengembangan objek wisata Candi Sipamutung di Kabupaten Padang Lawas : Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata dalam pengembangan objek wisata Candi Sipamutung di Desa Siparau, ditinjau dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Candi Sipamutung merupakan salah satu situs sejarah yang memiliki potensi wisata budaya yang besar namun masih kurang optimal dalam pengelolaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata telah melaksanakan beberapa upaya pengembangan seperti promosi wisata, peningkatan infrastruktur dasar, serta kerja sama dengan masyarakat lokal. Namun, masih terdapat kendala dalam hal pendanaan, koordinasi lintas sektor, serta kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009, dinas terkait memiliki kewajiban untuk mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan, berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian warisan budaya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan dalam pengembangan objek wisata Candi Sipamutung.
Dalam perspektif fikih siyasah, peran Disporapar dalam pengembangan Candi Sipmutung dapat dikategorikan sebagai bagian dari siyasah syar‟iyyah, yaitu kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk kemaslahatan umum selama tidak bertentangan dengan syariat Islam. Dari sisi hukum positif, pengembangan wisata Candi Sipmutung oleh Disporapar sesuai dengan UU No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, karena mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian budaya
Penerapan konstruktivisme dalam pembentukan pengetahuan dan keterampilan berpikir pada pembelajaran sejarah kebudayaan islam di Kelas XI MAN 1 Mandailing Natal
Penerapan Konstruktivisme dalam Pembentukan Pengetahuan dan Keterampilan Berpikir pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam serta mengatasi hambatan dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas XI MAN 1 Mandailing Natal. Konstruktivisme digunakan sebagai penerapan yang menekankan pada keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, di mana siswa membangun pemahaman mereka melalui pengalaman dan interaksi sosial. Pembentukan pengetahuan merupakan proses yang mengintegrasikan aspek konigtif, afektif dan psikomotorik. Keterampilan berpikir pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam bukan hanya memahami sejarah secara konsepsual saja, tetapi supaya bisa mengaplikasikan pengetahuan tersebut secara terus menerus dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan konstruktivisme dapat meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi Sejarah Kebudayaan Islam serta mengatasi hambatan dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konstruktivisme dalam pembelajaran Sejarah Kebudayan Islam di kelas XI MAN 1 Mandailing Natal mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa secara signifikan. Siswa lebih aktif dalam berdiskusi, mampu merefleksikan materi yang dipelajari, serta berani mengemukakan pendapat. Penerapan ini juga terbukti meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang sering dianggap sulit dan abstrak.Pendekatan konstruktivisme dalam penggunaanya adalah perkembangan sosial, peran kepala sekolah dan juga kreativitas seorang guru. Namun, terdapat beberapa kendala dalam penggunaan model ini, seperti waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan aktif dan kesiapan siswa dalan mempengaruhi kreativitasnya. Kesimpulannya, penerapan konstruktivisme efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di kelas XI MAN 1 Mandailing Natal. Untuk optimalisasi penerapan ini, diperlukan dukungan berupa peningkatan fasilitas dan pelatihan berpikir bagi para guru