Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
    12062 research outputs found

    Determinan pendapatan masyarakat nelayan di Kelurahan Sibuluan Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah

    Get PDF
    Nelayan di Desa Sibuluan Nauli Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah telah memanfaatkan rumpang sebagai alat bantu penangkapan ikan dengan menggunakan perahu dan jaring. perairan dangkal merupakan sarana utama bagi para nelayan sebagai obyek mata pencaharian untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis determinan pendapatan nelayan di Kelurahan Sibuluan Nauli, Kabupaten Tapanuli Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden yang merupakan sebagian dari nelayan di Kelurahan Sibuluan Nauli Tapanuli Tengah.Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dengan teknik pengumpulan data melalui survei, dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mencakup variabel biaya operasional dan pengalaman. Metode yang digunakan adalah regresi linier berganda dan diolah dengan alat bantu perangkat lunak SPSS 27. Variabel dependennya adalah pendapatan, untuk variabel independennya adalah biaya operasional dan pengalaman. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh secara parsial antara biaya operasional terhadap pendapatan nelayan. Secara simultan biaya operasional dan pengalaman berpengaruh terhadap pendapatan nelayan dan tidak terdapat pengaruh secara parsial antara pengalaman terhadap pendapatan nelayan

    Analisis faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di Lingkungan Mutiara Kabupaten Labuhanbatu

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan putus sekolah yang dialami remaja di Lingkungan Mutiara, Kabupaten Labuhanbatu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di lingkungan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi anak-anak yang putus sekolah, orang tua anak putus sekolah, serta Kepala Lingkungan Mutiara. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan anak-anak di Lingkungan Mutiara berhenti sekolah. Faktor-faktor tersebut meliputi kurangnya minat belajar atau bersekolah pada anak, kondisi ekonomi keluarga yang rendah, serta rendahnya tingkat pendidikan orang tua. Selain itu, pengaruh teman sebaya dan budaya setempat dapat berpengaruh terhadap putus sekolah, Temuan ini menunjukkan bahwa penyebab putus sekolah di Lingkungan Mutiara merupakan hasil interaksi kompleks dari berbagai faktor internal dan eksternal. Upaya penanggulangan perlu dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan peran keluarga, sekolah, dan pemerintah daerah

    تطبيق طريقة المباشرة في تعليم المحادثة بالصف الثامن بمعهد روضة الجنة بغارا باتو منطقة بادانج لاوس الشمالية

    No full text
    يتم تعريف الطريقة المباشرة من خلال الاستخدام المباشر للغة العربية كلغة تعليمية في تعلم اللغة ، ودون الانتكار باستخدام اللغة الأم. بمعنى آخر ، لا يمارس استخدام اللغة الأم في كل تعلم يتم إجراؤه. طريقة التعلم المباشر هي طريقة تؤكد على إتقان المفاهيم أو التغييرات السلوكية من خلال إعطاء الأولوية للنهج الاستنتاجي. أسئلة البحث هي: كيف يتم تطبيق طريقة المبسيارة في تعلم المحدثة؟ ما هو تحليل تطبيق طريقة مباشرة في تعليم المحادثة؟ الغرض من هذا البحث هو: معرفة كيفية تطبيق طريقة المباشرة في تعليم المحادثة، لمعرفة تحليل طريقة المباشرة في تعليم المحادثة. أظهرت نتائج البحث أن تطبيق طريقة المباشرة التي تم إجراؤها في معهد روضة الجنة بينترن كان أن المعلم شرح الدرس مباشرة مع الوسائط ذات الصلة، ونصح المعلم التلاميذ بحفظ وفهم المادة التي يتم تدريسها، وقام المعلم بتقييم التلاميذ بعدة أسئلة. وتحليل تطبيق طريقة المباشرة هو: تعريف الطريقة المباشرة، وخطوات الطريقة المباشرة، ومزايا وعيوب الطريقة المباشرة، وخصائص الطريقة المباشرة، وتطبيق الطريقة المباشر

    Implementasi model pembelajaran think pair share untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas II MIN 1 Padangsidimpuan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Think-Pair-Share dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia, khususnya pada materi Mengenal Perasaan, di kelas II MIN 1 Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 32 siswa kelas II yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, tes, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh informasi yang komprehensif mengenai penerapan model Think Pair Share dan dampaknya terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar siswa setelah penerapan model Think Pair Share. Pada tes awal Siklus I, rata-rata nilai kelas adalah 68,75, yang meningkat menjadi 79,06 pada tes akhir Siklus I. Selanjutnya, pada Siklus II, rata-rata nilai kelas kembali meningkat dari 79,37 pada tes awal menjadi 84,06 pada tes akhir. Peningkatan ini menunjukkan bahwa model Think Pair Share tidak hanya efektif dalam meningkatkan nilai akademik siswa, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan kemampuan berinteraksi secara aktif dalam kelompok. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan model Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia di kelas II MIN 1 Padangsidimpuan secara signifikan, baik dari segi nilai akademik maupun keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Model ini terbukti efektif dalam membantu siswa memahami materi dengan lebih baik dan meningkatkan ketuntasan belajar sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapka

    The effect of talking stick method to vocabulary mastery at Grade VIII Students of SMP N 8 Padangsidimpuan

    No full text
    This research discussed about the effect of talking stick method to vocabulary mastery at grade VIII students of SMP N 8 Padangsidimpuan. The problem of this research were the teacher only used books as a teaching tool, it can make students fell bored in learning, the students lack of the vocabulary especially nouns and the students are low in memorizing the vocabulary. This research uses quantitative research by using experimental research type with pre-test and pos-test control group design. The sample taken by random sampling. The participant of this research were students at grade VIII students of SMP N 8 Padangsidimpuan which consisted of 23 students in class VIII-3 and 23 students in class VIII-5. The data were collected 25 multiple choices test for pre-test and 25 multiple choices for post-test. In analyzing data, the researcher used t-test by using the Spss 29.0 application. The result of this research is the mean score of the experimental group was higher than the mean score of control group after using talking stick method. The mean score of experimental after using talking stick method was 87.65 and mean score of control group after doing the post-test was 61.74. After calculating the t-test, the researcher found the result of this research that was t11.617 ˃ t2.080. It means hypothesis was accepted. So,there is significant effect of talking stick method to vocabulary mastery at grade VIII Students of SMP N 8 Padangsidimpuan

    Strategi konselor dalam menangani remaja korban broken home melalui cyber counseling: studi kasus pada aplikasi Halodoc

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini berkaitan dengan fenomena broken home yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja, terutama bagi remaja yang berasal dari keluarga dengan tingkat perceraian tinggi di Indonesia. Angka perceraian yang tinggi di Indonesia menyebabkan gangguan psikologis pada remaja, seperti kecemasan, depresi, dan perilaku menyimpang. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan untuk mendukung kesehatan mental remaja adalah dengan menggunakan layanan konseling online, yang memungkinkan remaja mendapatkan bantuan psikologis secara lebih mudah dan fleksibel. Salah satu platform yang menyediakan layanan konseling online adalah aplikasi Halodoc, yang menawarkan layanan kesehatan mental untuk membantu remaja korban broken home mengatasi permasalahan psikologis mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi dan hambatan konselor dalam menangani remaja korban broken home melalui konseling online yang disediakan oleh aplikasi Halodoc. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian ini terdiri dari tiga konselor yaitu Bagus Teddy Hernowo, Widuri Nur Anggraeni, dan Angel Mikha Clara Sepang, yang berpengalaman dalam memberikan layanan konseling bagi remaja korban broken home melalui aplikasi Halodoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor menggunakan berbagai strategi, seperti reframing untuk membantu remaja melihat masalah dari perspektif positif, modelling untuk memberikan contoh perilaku sehat, relaksasi untuk meningkatkan keterampilan komunikasi remaja dalam menghadapi tantangan mereka, dan latihan asertif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi remaja dalam menghadapi tantangan mereka. Namun, dalam proses konseling online, konselor menghadapi beberapa hambatan, di antaranya kendala jaringan internet, durasi sesi yang terbatas, dan kesulitan dalam memahami isyarat nonverbal akibat keterbatasan interaksi tatap muka. Meskipun demikian, konselor tetap berusaha memberikan layanan konseling yang efektif dengan menyesuaikan strategi yang sesuai dengan kondisi remaja yang dihadapi. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan layanan konseling online, khususnya untuk remaja korban broken home, serta menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung kesehatan mental remaja secara lebih efektif dan efisien

    Konflik psychological well-being suami dari pernikahan usia dini di Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhan Batu

    No full text
    Pernikahan usia dini masih menjadi fenomena yang banyak terjadi di Indonesia termasuk di Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhan Batu. Pernikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang berusia dibawah usia 19 tahun dalam kasus ini pasangan yang menikah usia dini berada dikisaran 14 – 18 Tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor dan bentuk-bentuk konflik psychological well-being pada suami yang menikah di usia dini, dengan menggunakan teori Humanistik Maslow tentang lima tahapan kebutuhan dasar manusia yaitu self-actualization, esteem, love/belonging, safety, dan psychological. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 5 orang informan yang menikah usia dini yaitu RI(15) yang menikah dengan AI(14), GU(14) menikah dengan SR(13), YU(16) menikah dengan TK(15), AN(17) menikah dengan RE(17) dan PU(18) menikah dengan SR(13). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik disebabkan oleh beberapa faktor yakni usia yang belum matang, tekanan sosial budaya dari lingkungan sekitar seperti suami seorang mantan pengguna narkoba yang cenderung menarik diri dari sosial karena rasa malu, kondisi ekonomi yang belum stabil, serta pernikahan jarak jauh yang menghambat komunikasi dan menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Adapun bentuk-bentuk konflik psychological well-being pada suami yang menikah di usia dini meliputi kurangnya tanggung jawab akibat kematangan usia dan pengalaman yang minim, ketidakmampuan mengelola emosi, kesulitan beradaptasi dalam lingkungan sosial, konflik verbal akibat komunikasi yang buruk, serta perselingkuhan yang dipicu oleh kurangnya pemahaman emosional dan penyalahgunaan media sosial

    Analisis tingkat literasi keuangan syariah: studi pada pedagang ikan di Pasar Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah

    Get PDF
    OJK mengadakan Survei Nasional Literasi Inkulsi dan Keuangan di tahun 2022 pada indeks literasi keuangan syariah mencapai 9,14% dan di tahun 2024 menjadi 39,11% angka tersebut meningkat sebesar 29,97% dari tahun 2022. Namun dari meningkatnya literasi keuangan syariah di Indonesia masih terdapat beberapa masyarakat yang kurang maupun tidak memahami mengenai literasi keuangan syariah, khususnya pedagang ikan di pasar pandan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat literasi keuangan syariah pada pedgaang ikan di pasar Pandan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Menggunakan 55 sampel dengan menggunakan sampling jenuh merupakan teknik penentuan sampel apabila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Sumber data menggunakan data primer dan data sekunder. Instrument pengumpulan data dengan menyebar kuesioner, dan dokumentasi. Uji instrumennya menggunakan uji validitas, reliabilitas dan menggunakan analisis data deskriptif dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan syariah pada pedagang ikan di pasar pandan kabupaten tapanuli tengah secara keseluruhan diperoleh nilai dalam kategori rendah (<60%). Indikator Pengetahuan memiliki kategori (Rendah), indikator Keterampilan memiliki kategori (Rendah), indikator Keyakinan memiliki kategori (Rendah), indikator Sikap memiliki kategori (Rendah), dan indikator Perilaku memiliki kategori (Rendah)

    Kontribusi grandparenting dalam membentuk karakter anak di Desa Pudun Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi bahwa anak adalah tanggung jawab kedua orang tua, namun karena beberapa faktor seperti bekerja, tanggung jawab tersebut dialihkan kepada kakek dan nenek. Tujuan penelitian yang diajukan yaitu apa saja karakter anak yang sebelum dan sesudah bersama grandparenting serta apa saja kontribusi grandparenting dan dalam membentuk karakter anak di Desa Pudun Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non partisipan yaitu peneliti mengamati partisipan tanpa berinteraksi langsung dengannya,wawancara tidak terstruktur yaitu lebih bersifat luas dan terbuka karna di dalam pelaksanaannya lebih bebas dan menggunakan pedomann, seperti wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu 12 (Duabelas) informan yang terdiri dari 7 orang anak, kakek 3 orang dan nenek 2 orang yang mengasuh cucunya serta 3 orang tetangga, 1 kepala desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter anak sebelum dibentuk granparaneting yaitu suka melawan orang tua dan suka berbicara kasar. Hal ini dikarenakan orang tua lebih cenderung menerapkan pola asuh yang lebih permisif dan penuh kasih sayang tanpa banyak memberikan batasan atau disiplin yang ketat. Sedangkan karakter anak setelah dibentuk grandparenting yaitu anak terlihat penurut, damai/aman. Selain itu, grandparenting juga membentuk karakter positif lainnya seperti tanggung jawab, disiplin, jujur, bisa menghargai temannya, hemat dan bisa berinteraksi dengan baik ketika sedang bermain. Hal ini menunjukkan bahwa karakter yang terbentuk setelah melakukan kontribusi grandparenting adalah perilaku yang positif. Kontribusi grandparenting dalam membentuk karakter anak yaitu anak lebih bertanggung jawab, jujur, disiplin,serta hemat. Pada kasus ini, kakek dan nenek berupaya mengasuh dengan cara lembut, mengasuh dengan memberikan nasihat, pujian, contoh yang baik, hukuman sehingga bisa berkontribusi untuk membentuk karakter anak yang baik dan positif. Kontribusi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu memberikan bantuan ikut mendidik dan mengasuh anak serta memberikan bantuan cara pikir dalam mendidik dan mengasuh anak

    Implementasi kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN 04 Rantau Utara Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu

    Get PDF
    Latar belakang penelitian ini adalah kajian tentang kurikulum merdeka belajar. Kurikulum merdeka belajar dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi menetapkan bahwa guru perlu mempersiapkan modul ajar sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis kesiapan guru dalam penerapan kurikulum merdeka belajar di Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Rantau Utara Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah menggunakan metode kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan peneliti ialah perpanjangan keikutsertaan dan triangulasi teori dan teknik. Peneliti menemukan bahwa kesiapan guru terkhusus guru mata pelajaran agama Islam dalam penerapan kurikulum merdeka belajar sudah cukup baik walau masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya waktu untuk pelaksanaan asesmen atau evaluasi pembelajaran pada jam pelajaran pendidikan agama Islam. Pelaksanaan asesmen dalam kurikulum merdeka terdiri dari asesmen formatif, asesmen sumatif dan asesmen diagnostik. Sehingga, akibatnya guru masih kesulitan dalam mengatur waktu pelaksanaan asesmen agar efektif dan efisien. Oleh karena itu, dalam pengimplementasian kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar (SD) Negeri 04 Rantau Utara Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, sudah tercapai tetapi belum sempurn

    10,258

    full texts

    12,062

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇