Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
    12062 research outputs found

    Pengaruh model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SD Negeri 25 Pangkatan

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi majas, hal ini disebabkan kurangnya variasi penerapan model pembelajaran dan membuat siswa kurang tertarik dalam proses pembelajaran, sehingga memerlukan penggunaan model pembelajaran yang lebih variatif. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V Sekolah Dasar Negeri 25 Pangkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V Sekolah Dasar Negeri 25 Pangkatan materi majas. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas V SD negeri 25 Pangkatan yang terdiri dari 2 kelas, yaitu kelas VA sebagai kelas eksperimen dan kelas VB sebagai kelas kontrol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran team games tournament lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran team games tournament terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V SD negeri 25 Pangkatan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan hasil uji hipotesis yang menerangkan bahwa Thitung > Ttabel yaitu Thitung = 2,542 > Ttabel =2,021. Dari hasil perhitungan tersebut terbukti bahwa Ho Ditolak dan Ha Diterima. Dengan demikian terdapat pengaruh model pembelajaran team games tournament terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi majas di kelas V SD negeri 25 Pangkatan

    Penerapan model pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization, Intelectualy (SAVI) untuk meningkatkan minat belajar siswa mempelajari mata pelaran IPA di Kelas V SD Negeri 200405 Hutaimbaru

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang diterapkan belum optimal dan siswa kurang tertarik dengan proses pembelajaran. Maka, perlu adanya perubahan pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran SAVI dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran SAVI akan dapat meningkatkan minat belajar IPA pada siswa kelas V. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pada tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi di SDN 200405 Hutaimbaru. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 200405 Hutaimbaru. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajan SAVI dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dan diperoleh hasil angket minat belajar siswa menunjukkan bahwa minat belajar di kelas V dalam mata pelajaran IPA mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai rata-rata pada perolehan nlaii angket siswa di setiap siklusnya, yaitu pada prasiklus rata-rata 55% dan ketuntasan sebesar 11% (2 dari 22 siswa). Pada siklus I pertemuan I menjadi skor rata-rata siswa 70% dan ketuntasan sebesar 50% (11 dari 22 siswa). Pada siklus I pertemuan II skor rata-rata siswa 75% dan ketuntasan sebesar 54% (12 dari 22 siswa). Pada siklus II pertemuan I skor rata-rata siswa 90% dan ketuntasan siswa 86% (19 dari 22 siswa). Dapat disimpulkan bahwa, penerapan model pembelajaran SAVI dapat meningkatkan hasil belajar IPA di kelas V SDN 200405 Padangsidimpuan. Untuk penelitian selanjutnya peneliti berharap agar proses pembelajaran lebih di tingkatkan agar tercapainya tujuan pembelajaran, serta waktunya diperpanjang dalam penerapan model pembelajaran SAV

    Keterampilan Pengelolaan Kelas pada Mata Pelajaran PAI Kelas VII di SMP Negeri 1 Kecamatan Sihapas Barumun Kabupaten Padang Lawas

    No full text
    Keterampilan pengelolaan kelas merupakan suata usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar tercapai kondisi yang optimal sehingga terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Pada penelitian ini terdapat rumusan masalah yaitu bagaimana pelaksanaan keterampilan pengelolaan kelas pada mata pelajaran Pai kelas VII di SMP Negeri 1 kecamatan sihapas barumun kabupaten padang lawas dan Apa saja hambatan guru Pai dalam mengelola kelas VII di SMP Negeri 1 kecamatan sihapas barumun kabupaten padang lawas. Dan tujuannya dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan keterampilan pengelolaan kelas pada mata pelajaran Pai kelas VII di SMP Negeri 1 kecamatan sihapas barumun kabupaten padang lawas dan hambatan guru Pai dalam mengelola kelas VII di SMP Negeri 1 kecamatan sihapas barumun kabupaten padang lawas. Selanjutnya metode penelitian yang dipakai yaitu metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Akan menjelaskan atau menggambarkan fenomena yang terjadi. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah 1 Guru Pendidikan Agama Islam kelas VII di SMP Negeri 1 kecamatan sihapas barumun kabupaten padang lawas dan 6 siswa kelas VII dan sebagai sumber pendukung dalam penelitian ini adalah buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengelolaan dan analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan keterampilan pengelolaan kelas pada mata pelajaran pai kelas VII di SMP Negeri 1 kecamatan sihapas barumun kabupaten padang lawas, guru sudah melakukan pengelolaan kelas sesuai dengan komponen, dapat dilihat dari cara guru menciptakan penataan fisik rungan kelas, pengaturan tempat duduk, mengenali nama setiap siswa, merencanakan kegiatan pembelajaran, memanfaatkan waktu, menggunakan media pembelajaran, memberikan tugas, pengelolaan bahan dan alat pembelajaran. Faktor penghambat guru pendidikan agama islam dalam keterampilan pengelolaan kelas terhadap siswa yaitu faktor guru, faktor siswa, faktor keluarga dan faktor fasilita

    Upaya Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Padangsidimpuan terhadap Pembinaan Narapidana Residivis

    No full text
    Lembaga Pemasyarakatan dibentuk untuk memberikan pembinaan kepada narapidana sehingga dapat kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik. Pembinaan narapidana terkhususnya yang berstatus residivis, dalam pembinaan seharusnya dilaksanakan dengan metode yang terarah, sistematis, dan efektif dalam membentuk pembinaan kepribadian dan kemandirian narapidana, namun pelaksanaan pembinaan di Lembaga pemasyarakatan kelas II B padangsidimpuan masih menghadapi hambatan-hambatan berbagai keterbatasan baik dari segi metode pembinaan maupun program efektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetauhi bagaimana metode pembinaan yang diterapkan oleh Lembaga pemasyarakatan kelas II B padangsidimpuan terhadap residivis, dan bagaimana efektivitas program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi narapidana residivis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Lembaga pemasyarakatan kelas II B padangsidimpuan menerapkan metode pembinaan berupa program kepribadian seperti pembinaan kerohanian narapidana dan program kemandirian melalui pelatiahan keterampilan narapidana. Namun efektivitas program pembinaan masih belum optimal dikarenakan keterbatasan sumber daya, kurangnya tenaga petugas lapas, dan kurangnya fasilitas, namun pelaksanaan pembinaan tetap memberikan kontribusi positif dalam mempersiapkan narapidana residivis untuk melakukan reintegrasi sosial dengan masyaraka

    Implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran pendidikan agama islam siswa kelas VIII di SMP Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan

    No full text
    Indonesia adalah negara dengan keanekaragaman agama, suku, dan budaya yang berbeda-beda. Keanekaragaman ini merupakan aset berharga yang harus dijaga sengan baik. Namun, disisi lain, keberagaman ini juga menimbulkan tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, penting menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan. Berdasarkan latar belakang yang diuraikan, maka peneliti merumuskan masalah: Bagaimana Nilai-Nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam? Bagaimanakah Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan?. Tujuan penelitian rumusan masalah sebagai berikut: Untuk mengetahui nilai-nilai moderasi Beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, untuk mengetahui implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan. Pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan dan verifikasi data Tujuan penelitian ini adalah mengkaji implementasi nilai-nilai moderasi bergama pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Batang Angkola. Hasil penelitian menunujukkan bahwa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Batang Angkola sebagian besar sudah telah terimplementasikan, namun masih belum optimal. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penerapan nilai-nilai moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 1 Batang Angkola tertuang pada Nilai: a) Keterbukaan, b) Kesederhanaan, c) Toleransi, d) Keadilan, e) Persatuan dan Persaudaraan

    Analisis miskonsepsi siswa menggunakan metode Certainty Of Response Index (CRI) pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan kelas XI SMAN 5 Padangsidimpuan

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini ialah adanya miskonsepsi yang dialami siswa pada materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan di SMAN 5 Padangsidimpuan. Materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan yang berisi ilmu yang kompleks dan abstrak sehingga sulit untuk dipahami oleh siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep materi yang sering mengalami miskonsepsi pada struktur dan fungsi jaringan tumbuhan, tingkat miskonsepsi yang dialami siswa dan upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi siswa kelas XI SMAN 5 padangsidimpuan terhadap materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Jenis penelitian yang dilakukan ialah deskriptif kualitatif yang dimulai dari observasi, tes diagnostik berbantuan CRI, wawancara. Sampel penelitain ialah siswa kelas XI 1 SMAN 5 Padangsidimpuan yang berjumlah 30 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami miskonsepsi pada 5 konsep materi yaitu : vaskuler kolateral terbuka tidak memiliki kambium dan terdapat pada tumbuhan monokotil sedangkan tipe vaskuler kolateral tertutup memiliki kambium dan terdapat pada tumbuhan dikotil, Jaringan palisade berbentuk padat dan memiliki stomata sedidkit hanya mampu bertahan hidup di air tidak dapat melakukan penyerapan cahaya matahari, jaringan penyokong terlibat dalam transportasi nutrisi membantu jaringan pengangkut xilem dan floem,fungsi jaringan xilem terhambat jaringan epidermis akan berkembang untuk menggantikan fungsi xilem, jaringan xilem sebagai pelindung tanaman dan penyimpan cadangan makanan. Persentase siswa yang mengalami miskonsepsi sebesar 26,64%. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi miskonsepsi siswa ialah dengan memberikan pembelajaran yang bervariasi yang menarik minat siswa pembelajaran yang interaktif dan berorientasi pada eksperimen, diskusi dan pembelajaran yang mampu menimbulkan rasa keingintahuan dan berpikir kritis siswa . Kesimpulan dalam penelitian ini menyatakan bahwa metode CRI dapat digunakan untuk mengetahui presentase miskonsepsi yang dialami oleh siswa

    Peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik Di MIN III Sipange Kecamatan Sayur Matinggi Kabupaten Tapanuli Selatan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter religius, disiplin, dan toleransi siswa di MIN III Sipange. Melalui wawancara dan observasi, ditemukan bahwa Guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai model, fasilitator, dan motivator dalam proses pembentukan karakter. Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah Bagaimana peran guru Pendidikan Agama Islam di MIN III Sipange dalam membentuk karakter peserta didik? Bagaimana karakter peserta didik di MIN III Sipange? Apa peluang dan tantangan Guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik MIN III Sipange? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara lebih mendalam: Peran nyata guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter siswa di MIN III Sipange. Profil karakter siswa yang telah terbentuk. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses pembentukan karakter. Saran-saran untuk meningkatkan efektivitas pembinaan karakter siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai peran Guru Pendidikan Agama Islam, profil karakter siswa, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan karakter di MIN III Sipang

    Peran guru sejarah kebudayaan islam dalam menumbuhkan karakter kepemimpinan pada siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Persiapan Negeri Bintang Sembilan Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah

    No full text
    Peran guru dalam pendidikan sangat penting dan mencakup beberapa tugas dan fungsi guru harus memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup luas seputar media dan metode dalam pendidikan karena saat ini media merupakan alat untuk menunjang proses belajar mengajar agar lebih efektif. Sikap dan karakter setiap orang sama dalam perkembangannya, tetapi berbeda dalam pembentukannya. Pada dasarnya, pembentukan sikap dan karakter tidak terjadi dengan sembarangan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui peran guru dalam Menumbuhkan Karakter kepemimpinan Pada Siswa dan Untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam Menumbuhkan Karakter kepemimpinan pada siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Persiapan Negeri Bintang Sembilan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini ialah guru sebagai pendidik dan murid sebagai peserta didik pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) Persiapan Negeri Bintang Sembilan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teknik yang digunakan untuk menjamin keabsahan data yang diperoleh adalah dengan triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran guru dalam menumbuhkan sikap kepemimpinan pada siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Persiapan Negeri Bintang Sembilan dilihat ada beberapa peran yaitu Peran Guru sebagai Pendidik dan Pengajar. Seperti keteladanan, pembiasaan, penguatan, integrasi Nilai Kepemimpinan dan pembelajaran berbasis proyek dan Guru sebagai Mediator dan Fasilitator seperti Mediator, Fasilitator, Model Perilaku, Pembimbing Karakter dan Integrasi Nilai Kepemimpinan. Guru sebagai Pembimbing dalam Pengawas seperti Pemantauan Personal, Pengembangan Keterampilan Kepemimpinan, Pengawasan Etika, Pembinaan Ekstrakurikuler dan Integrasi Nilai Islam

    Konsep pendidikan islam menurut Harun Nasution

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Islam menurut Harun Nasution sebagai tokoh pembaru pemikiran Islam di Indonesia. Harun Nasution dikenal dengan pendekatan rasional, kontekstual, dan historis dalam memahami ajaran Islam, termasuk dalam bidang pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap karya-karya Harun Nasution dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan Islam menurut Harun Nasution menekankan pentingnya pengembangan potensi intelektual, spiritual, dan moral peserta didik secara seimbang. Tujuan pendidikan Islam menurutnya tidak hanya mencetak manusia yang taat secara ritual, tetapi juga membentuk pribadi yang kritis, berakhlak, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Unsur-unsur penting dalam konsep ini meliputi tujuan pendidikan yang menyeluruh, materi yang integratif antara ilmu agama dan umum, metode rasional dan kontekstual, serta peran aktif pendidik dan peserta didik. Konsep ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam merancang pendidikan Islam yang lebih responsif terhadap tantangan modern

    Penerapan model pembelajaran problem based learning untuk meningkatkan pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA materi ruang angkasa dan tata surya di Kelas VI MIN 1 Padangsidimpuan

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya nilai pemahaman konsep peserta didik pada pembelajaran IPA materi ruang angkasa dan tata surya, karena materi tersebut merupakan materi yang kompleks dan bersifat absratk. Kemudian pada pelaksanaan pembelajaran guru lebih menggunakan model konvensional sehingga peserta didik kurang memahamai konsep abstrak pada materi. Tujuan penelitian ini sesuai dengan rumusan masalah yaitu dengan penerapan model pembelajaran problem based learnig dapat meningkatkan pemahaman konsep pada mata pelajaran IPA materi ruang angkasa dan tata surya di kelas VI MIN1 Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, sumber datanya merupakan 29 orang peserta didik dengan instrument pengumpulan data adalah dengan menggunakan tes dan observasi untuk mengukur nilai pemahaman konsep peserta didik. Penelitian ini dilakukan hanya dua siklus dimana masing-masing siklus diadakan dua kali pertemuan. Penelitian dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning ini dapat meningkatkan nilai pemahaman konsep peserta didik. Terlihat dari beberapa peningkatan pemahaman konsep peserta didik. Pada siklus I pertemuan I peserta didik yang tuntas ada 12 orang dengan presentase ketuntasan yaitu 41%. Pada siklus I pertemuan II jumlah peserta didik yang tuntas yaitu 16 orang dengan presentase ketuntasan yaitu 55%. Pada siklus II pertemuan I jumlah peserta didik yang tuntas adalah 21 orang dengan presentase ketuntasan yaitu 72%. Siklus II pertemuan II jumlah peserta didik yang tuntas adalah 24 orang dengan presentase ketuntasan 83%. Sehingga dapat disimpulkan dengan menggunakan model problem based learning pada materi ruang angkasa dan tata surya dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik di kelas VI MIN 1 Padangsidimpuan

    10,258

    full texts

    12,062

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇