Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12062 research outputs found
Sort by
Pengembangan modul ajar mata pelajaran Al-Quran Hadis di kelas VII MTS Raudlatul Uluum Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhan Batu
Pembelajaran yang efektif bergantung pada modul ajar inovatif yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Namun, pengembangannya masih minim, menyebabkan pembelajaran monoton. Rendahnya kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi menjadi salah satu penyebab, sehingga modul ajar kurang interaktif. Dalam pembelajaran Al-Quran dan Hadis di kelas VII MTs Raudlatul Uluum Aek Nabara, modul ajar berperan penting dalam membentuk karakter siswa, tetapi masih banyak kendala. Metode pengajaran yang kurang interaktif dan keterbatasan sumber belajar menyulitkan siswa memahami materi. Oleh karena itu, diperlukan modul ajar yang sistematis dan sesuai dengan konteks sosial budaya di Kecamatan Bilah Hulu agar pembelajaran lebih efektif dan bermakna.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul ajar berbentuk E-Book yang dapat memberikan suasana belajar yang baru bagi peserta didik sehingga proses pembelajaran tidak membosankan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode R&D (Research and Development). Penelitian yang berupaya untuk memperbaiki Modul Ajar.
Hasil penelitian yang di uji oleh validasi ahli materi yaitu 94% dengan kategori sangat valid. Kemudian hasil validasi ahli praktisi pembelajaran yaitu 94% dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas dengan melihat respon peserta didik menunjukkan hasil 94,33% dengan kategori sangat praktis.
Hal ini menunjukkan bahwa modul ajar yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik. Modul ajar ini dapat dijadikan sebagai prangkat pembelajaran bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran Al-Quran Hadis di kelas VII. Adapun produk yang dihasilkan dari penelitian ini dapat diakses pada link berikut ini: https://heyzine.com/flip-book/bef5af0f52.htm
Upaya guru pesantren dalam mengatasi kenakalan siswa di MTs Darul Hikmah Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah
Kenakalan siswa merupakan fenomena perilaku menyimpang yang sering terjadi di kalangan pelajar pada berbagai tingkatan pendidikan seperti melanggar aturan sekolah yang menimbulkan keresahan dan mengganggu proses pembelajaran di sekolah. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana kenakalan siswa kelas IX MTs Darul Hikmah Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah? Apa upaya yang dilakukan guru pesantren dalam mengatasi kenakalan siswa kelas IX MTs Darul Hikmah Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah? Dan apa saja kendala yang dihadapi guru pesantren dalam mengatasi kenakalan siswa kelas IX MTs Darul Hikmah Kecamatan Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah?. Tujuan penelitian ini mengetahui keadaan kenakalan siswa kelas IX MTs Darul hikmah, upaya apa saja yang dilakukan guru pesantren dalam mengatasi kenakalan siswa kelas IX MTs Darul Hikmah dan untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi guru pesantren dalam mengatasi siswa kelas IX MTs Darul Hikmah Sirandorung. Peneliti ini menggunakan metode penelitian kualitatif instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi sumber data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah guru kepala sekolah, guru bimbingan konseling, guru umum, guru pendidikan agama islam dan 5 orang siswa MTs Darul Hikmah Sirandorung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadaan kenakalan siswa dapat diklasifikasikan menjadi 5 bentuk, ribut di kelas, berpakaian tidak rapi, alpa dan bolos di sekolah, membawa HP dan tidak sholat berjamaah. Dalam menangani kenakalan siswa kelas IX guru memberikan peringatan, memberikan nasehat dan tindakan represif. Adapun kendala yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah faktor dari diri sendiri, faktor keluarga, faktor lingkungan
Faktor–faktor yang mempengaruhi minat nasabah bertransaksi menggunakan mobile banking BSI KCP Panyabungan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi teknologi informasi terhadap minat nasabah bertransaksi menggunakan mobile banking BSI KCP Panyabungan, untuk mengetahui pengaruh kemudahan terhadap minat nasabah bertransaksi menggunakan mobile banking BSI KCP Panyabungan, untuk mengetahui pengaruh risiko terhadap minat nasabah bertransaksi menggunakan mobile banking BSI KCP Panyabungan, untuk mengetahui pengaruh fitur layanan terhadap minat nasabah bertransaksi menggunakan mobile banking BSI KCP Panyabungan dan untuk mengetahui pengaruh persepsi teknologi informasi, kemudahan, risiko, dan fitur layanan secara simultan terhadap minat nasabah bertransaksi menggunakan mobile banking BSI KCP Panyabungan. Untuk pengumpulan data dengan cara menyebarkan angket dengan jumlah responden sebanyak 93 responden, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus slovin dan pengolahan data menggunakan aplikasi software SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi teknologi informasi dan risiko berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah, kemudahan dan fitur layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah dan persepsi teknologi informasi, kemudahan, risiko, dan fitur layanan berpengaruh secara simultan terhadap minat nasabah bertransaksi menggunakan mobile banking BSI KCP Panyabungan
Faktor-faktor yang memengaruhi profesionalisme pekerja pada PT. Reihan Prada Nassindo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi profesionalisme kerja di PT. Reihan Nassindo. Terdapat tiga faktor yang hendak di uji, yaitu; keterampilan, loyalitas pekerja dan profesionalisme kerja itu sendiri. Ada tiga variabel dalam penelitian ini yaitu; variabel X1 ( keterampilan), X2 (Loyalitas pekerja), dan variabel Y (profesionalisme). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah keterampilan kerja mempengaruhi profesinalisme kerja di PT. Reihan Nassindo cabang Gunung Tua? (2) Apakah loyalitas pekerja mempengaruhi profesionalisme pekerja di PT. Reihan Nassindo? (3) Apakah ada hubungan antara keterampilan dan loyalitas pekerja mempengaruhi profesionalisme pekerja si cabang Gunung Tua? Apakah keterampilan dan loyalitas pekerja dapat mempengaruhi profesionalisme pekerja di PT. Reihan Nassindo cabang Gunung Tua? Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian kuantitatif dalam hal ini bertujuan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel keterampilan dan loyalitas pekerja terhadap variabel profesionalisme pekerja. Selanjutnya, dalam penelitian ini, tekhnik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dimana total sampling menggunakan semua populasi sebagai sampel. Dalam penelitian ini, sebanyak 97 populasi digunakan sebagai sampel di PT. Reihan Nassindo. Adapun untuk mengetahui hasil dari masing-masing variabel, peneliti menggunakan angket. Jenis angket yang digunakana adalah skala likert, dimana setiap jawaban positif hingga negatif memiliki nilai 5-4-3-2-1. Terdapat 18 item dari total keseluruhan pernyataan dari 3 variabel. Hasil yang diperoleh dari uji t, diperoeh hasil 0, 025 untuk keterampilan dan 0, 002 untuk variabel loyalitas pekerja. Sehingga variabel paling mempengaruhi profesionalisme pekerja adalah variabel keterampilan. Adapun kontribusi variabel X1 dan X2 sebesar 76, 7 %. Berdasarkan hasil pengujian dengan menggunakan SPSS, diperoleh hasil variabel keterampilan 0, 177 atau lebih besar dari r tabel 0, 177 >0, 166, artinya keterampilan berpengaruh secara simultan terhadap profesionalisme pekerja. Selanjutnya, variabel loyalitas pekerja memiliki nilai 0, 289 dan r tabel 0, 166, atau 0,289>0,166. Dengan demikian keterampilan dan loyalitas pekerja memiliki pengaruh secara simultan terhadap profesionalisme pekerja di PT. Reihan Nassindo cabang Gunung Tua
Efektivitas bimbingan keluarga oleh hatobangon sebagai upaya mngatasi perceraian di Desa Binabo Julu Kecamatan Barumun Baru Kabupaten Padang Lawas
Perceraian merupakan masalah sosial yang kerap muncul di masyarakat, termasuk di Desa Binabo Julu, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, desa ini merupakan desa yang masih loyal dengan adat istiadat, sehingga perceraian merupakan masalah penting yang perlu peran hatobangon sebagai tempat mengadu dan penengah jika terjadi perselisihan di desa tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui upaya yang dilakukan hatobangon dalam mengatasi perceraian dan untuk mengetahui tentang efektivitas bimbingan hatobangon sebagai upaya mengatasi perceraian diwilayah desa Desa Binabo Julu Kecamatan Barumun Baru Kabupaten Padang Lawas. Penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang, termasuk 4 orang hatobangon, 2 pasangan yang bercerai dan berhasil didamaikan hatobangon, 1 malim, kepala desa, dan 2 orang masyarakat. Data yang diperoleh kemudian dievaluasi menggunakan teknik analisis data sehingga dapat ditarik kesimpulan. Mengingat hasil penelitian yang menunjukkan, pertama, upaya yang dilakukan oleh Hatobangon dalam pengatasi perceraian yaitu pemberian bimbingan keluarga dengan mediasi, adanya laporan kepada hatobangon sehingga dilakukan musyawarah antara hatobangon selanjutnya mengumpulkan pasangan yang berselisih untuk dicari masalah sehingga mendapatkan solusi. Kedua; pemberian nasehat pentingnya menjaga keutuhan keluarga yang harmonis. Ketiga; melakukan halang batang/ perjanjian yang disebabkan terjadinya kesalahan berulang kali oleh salah satu pihak sehingga menibulkan ketidak percayaan pihak lain maka dibuat perjanjian. Kemudian efektivitas bimbingan keluarga yang dilakukan hatobangon sangat membantu terbukti dari tahun 2022-2024 angka perceraian di Desa Binabo Julu 11 pasangan yang berhasil di damaikan hatobangon 6 pasangan dan beberapa aspek lainnya pertama; meningkatnya kualitas hubungan keluarga, kedua; mengurangi angka perceraian, ketiga; meningkatnya kesadaran akan pentingnya keluarga yang utuh dan harmonis
Analisis Implementasi Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Penerima Manfaat
Pada maret 2020 pandemi covid-19 resmi dinyatakan masuk ke Indonesia, pemerintah merancang beberapa program jaminan perlindungan sosial. Salah satunya adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD). Tujuan dari penelitian untuk mendeskripsikan implementasi program Bantuan Langsung Tunai yang telah dilakukan di Desa Tebingtinggi Kecamatan Sukabangun Kabupaten Tapanuli Tengah dan untuk mengetahui Apakah program Bantuan Langsung Tunai di Desa Tebingtinggi Kecamatan Sukabangun Kabupaten Tapanuli Tengah sudah berjalan dengan efektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teori yang digunakan teori implementasi kebijakan menurut Edward III (Agustino 2012: 149) memiliki 4 Indikator yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi BLT di Desa Tebingtinggi belum berjalan secara optimal. Meskipun komunikasi dan sumber daya dinilai cukup baik, aspek disposisi dan struktur birokrasi masih menghadapi berbagai kendala. Terdapat masalah pada ketepatan sasaran penerima, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, serta kecenderungan praktik dalam proses pendataan. BLT belum sepenuhnya memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat karena masih ditemukan penerima yang tidak sesuai kriteria, serta keterlambatan penyaluran yang mempersulit kebermanfaatan bantuan secara tepat waktu. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam sistem pendataan dan transparansi dalam distribusi untuk menciptakan keadilan sosial serta efektivitas program di masa mendatan
Peran guru pendidikan agama islam dalam mengatasi kenakalan siswa di Kelas VIII MTs.S Al-Washliyah Aek Kota Batu Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara
Latar belakang masalah penelitian ini adalah kenakalan siswa yang terlihat dilapangan sekolah, kenakalan siswa dapat di klarifikasıkan menjadi 3 bagian pertama, pelanggaran tata tertib yang ada di sekolah seperti terlambat datang ke sekolah, membawa HP, tidur dikelas, absen tanpa keterangan (bolos), berpakaian tidak rapi, dan ribut dikelas. Kedua, melanggar norma agama dan sosial, berpakaian ketat, berbicara kotor, tidak mengikuti sholat dzuhur berjamaah. Ketiga, pelanggaran hukum yaitu, perkalahian antar siswa dan merokok. Tujuan dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui peran guru pendidikan agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa dan Bentuk-bentuk kenakalan siswa Kelas VIII serta faktor penyebab terjadinya kenakalan siswa kelas VIII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang menggambarkan fenomena yang terjadi disekolah. Adapun instrument pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadaan kenakalan siswa di Sekolah MTs.S Al-Washliyah Aek Kota Batu masih cukup baik, akan tetapi masih ada siswa yang melanggar peraturan yang ditetapkan di sekolah dan masih memerlukan bimbingan yang lebih lanjut agar tercapainya tujuan yang diharapkan. Kenakalan siswa disebabkan beberapa faktor, seperti faktor lingkungan (masyarakat), faktor tempat tinggal (keluarga), faktor pertemanan dan lingkungan sekolah, sehingga guru di harapkan mampu mengatasi kenakalan siswa yang terjadi dengan cara mendekati siswa dan memberikan arahan yang positif. Kesimpulan penelitian ini yaitu Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa Seperti memberikan arahan kepada siswa sebelum memulai pelajaran, melakukan penguataan ibadah seperti solat berjamaah, melaksanakan sholat dhuha dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Guru memberikan nasehat dan motivası melalui pembelajaran yang di berikan agar siswa mau berbuat baik, guru merangkul dan mendekatkan diri kepada siswa agar siswa dapat menanamkan ajaran agama Islam dengan baik
Dampak penjualan pakaian bekas terhadap tingkat pendapatan pedagang di Pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan dalam presepektif ekonomi Islam
Adanya larangan pemerintah terhadap penjualan pakaian bekas impor berpotensi mempengaruhi pendapatan para pedagang pakaian bekas di Pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan. Bagi pedagang pakaian bekas, larangan ini dapat memberikan dampak yang signifikan, diantaranya adalah menurunnya pendapatan karena tidak dapat lagi menjual barang dagangan mereka secara bebas. Otomatis sumber penghasilan utama mereka hilang. Selain itu larangan ini juga dapat menyebabkan kesulitan ekonomi yang cukup serius, terutama bagi pedagang pakaian bekas yang bergantung penuh pada hasil penjualan pakaian bekas sebagai mata pencaharian utama. Larangan ini juga berdampak pada konsumen, khususnya masyarakat menengah ke bawah yang terbiasa membeli pakaian bekas karena harganya lebih terjangka ( alternatif murah). Permintaan pasar pun menjadi salah satu efek alnjutan yang turut menekan roda perputaran ekonomi para pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dampak penjualan pakaian bekas terhadap tingkat pendapatan pedagang di pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan serta untuk mengetahui bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap praktik penjualan pakaian bekas di pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data skunder yang diperoleh melalui wawancara dengan pedagang dan konsumen pakaian bekas di pasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan. Teknik pungumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan trigulasi sumber dan trigulasi metode. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penjualan pakaian bekas mengalami penurunan, yang mengakibatkan pendapatan pedagang menurun akibat adanya larangan pemerintah terhadap pakaian bekas impor serta perkembangan penjualan online. Dan pandangan ekonomi islam terhadap praktik penjualan bekas dipasar Sangkumpal Bonang Padangsidimpuan menunjukkan bahwa aktivitas sudah sesuai dengan prinsip-prinsip Islam seperti kejujuran dalam bertransaksi , keadilan, dan keterbukaan
Penerapan model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation (POE) untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi perubahan wujud benda di Kelas V SDN 14 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat
Latar belakang penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa kelas V di SDN 14 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini dilihat dari hasil rata-rata nilai ulangan siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh minimnya ketertarikan siswa dalam belajar sehingga hasil belajar siswa banyak yang belum mencapai KKM. Selain itu, model yang digunakan juga masih kurang menarik dan bervariasi sehingga mengakibatkan siswa mudah bosan saat proses pembelajaran berlangsung karena gaya belajar yang cenderung monoton, serta siswa kurang terlibat dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya peningkatan hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda dengan menggunakan Model Pembelajaran Prediction, Observation, Explanation (POE) di kelas V SDN 14 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berkolaborasi dengan guru wali kelas V SDN 14 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat, dengan subjek penelitian kelas V yang berjumlah 16 orang. Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa butir soal dan lembar observasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan II siklus dan setiap siklus terdapat dua kali pertemuan. Hasil penelitian dengan menerapkan Model Pembelajaran Prediction, Observation, Explanation (POE) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa di kelas V SDN 14 Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini dilihat dari hasil belajar siswa mulai dari pra siklus dengan nilai rata-rata siswa 61,875 dan persentase ketuntasan 25%. Pada siklus I pertemuan I nilai rata-rata siswa mencapai 65,625 dengan persentase ketuntasan 37,5%. Sedangkan pada siklus I pertemuan II diperoleh nilai rata-rata siswa 73,75 dengan persentase ketuntasan sebesar 50%. Kemudian pada siklus II pertemuan I diperoleh nilai rata-rata siswa adalah 78,75 dengan persentase ketuntasan 62,5%. Dan pada siklus II pertemuan II diperoleh nilai rata-rata siswa yaitu 81,875 dengan persentase ketuntasan mencapai 87,5%. Dengan demikian, hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan dengan menerapkan Model Pembelajaran Prediction, Observation, Explanation (POE). Dan penelitian ini dihentikan pada siklus II karena telah mencapai indikator keberhasilan yang telah peneliti targetkan
The effect of brainstorming technique in writing descriptive text at XI Grade Students of SMAN 2 Muara Batang Gadis
The objectives of this research are 1) to determine students’ ability in writing descriptive text before using brainstorming technique. 2) to determine students’ ability in writing descriptive text after using brainstorming technique. 3) to determine whether there is a significant effect of brainstorming technique in writing descriptive text. This research is quantitative research in experimental research with a pre-test and post-test design. The population of this research is students of XI grade SMA Negeri 2 Muara Batang Gadis. The sample of this research is 46 students. The instrument of this research is writing test. Based on the t-test result, it is known that the students writing text ability for students before using brainstorming technique for XI grade students of SMA Negeri 2 Muara Batang Gadis is low category. Then the students writing text ability t after using brainstorming technique is high category. The result of the t-test there is a significant effect of using brainstorming technique in writing text ability of XI grade students of SMA Negeri 2 Muara Batang Gadis