Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
    12062 research outputs found

    Pengaruh financial tecnology dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di Kota Sibolga

    Get PDF
    Perkembangan UMKM di Kota Sibolga mengalami beberapa hambatan diantaranya terkait dengan penyediaan modal, pengelolaan keuangan dan pelaku UMKM masih rendah dalam melakukan transaksi non tunai. kurangnya modal atau adanya suatu permasalahan dimana pelaku UMKM terpaksa berhenti berjalan karena adanya kesalahan dalam pengelolaan keuangannya serta keterbatasan modal yang dimiliki para pelaku UMKM untuk membuka usaha atau untuk menambah modal usahanya dan sulitnya para UMKM untuk dapat mengakses sumber permodalan yang bisa juga disebabkan karena kurangnya informasi mengenai financial technology terutama pada pelaku UMKM yang beranggapan bahwa menggunakan financial technology dianggap terlalu rumit. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah financial technology dan literasi keuangan berpengaruh secara persial dan simultan terhadap kinerja UMKM di Kota Sibolga. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh financial technology dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di Kota Siboga. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, data yang digunakan yaitu data primer. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS 23. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan pada teknik nonprobality sampling dengan jumlah sampel 100 orang yang ditentukan dengan menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara persial variabel financial technology terdapat pengaruh negatif signifikan terhadap kinerja UMKM dan pada variabel Literasi Keuangan secara persial menunjukkan terdapat pengaruh terhadap kinerja UMKM. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa variabel financial technology dan literasi keuangan berpengaruh terhadap kinerja UMKM di Kota Sibolga

    Kausalitas granger kurs investasi, terhadap inflasi di Indonesia

    Get PDF
    Kausalitas Granger Kurs dan Investasi Terhadap Inflasi di Indonesia memberikan wawasan tentang bagaimana variabel-variabel tersebut saling terkait satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kausalitas granger kurs dan investasi terhadap inflasi di Indonesia priode tahun 1990-2023. Data yang digunakan berasal dari sumber yang terpercaya, seperti Badan Pusat Statisti (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Penelitian ini dilakukan di Indonesia, dengan jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif. Data yang digunakan adalah data skunder jenis time series, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 sampel. Alat analisis yang digunakan adalah uji normalitas, uji stasioner data, uji lag length, uji stabilitas var, uji kausalitas granger, uji kointegrasi, uji IRF, uji VD, uji VECM. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi dan kurs di Indonesia memiliki hubungan kausalitas searah, karena ketika inflasi meningkat mata uang suatu negara cenderung melemah karena harga barang dan jasa di dalam negeri menjadi lebih mahal dibandingkan dengan harga dinegara lain. Hal ini dapat mendorong peningkatan impor dan penurunak ekspor, yang pada akhirnya dapat memengaruhi nilai tukar mata uang. Selain itu penelitian ini juga menunjukkan bahwa baik investasi maupun kurs memiliki pengaruh yang signifikan terhadap inflasi, yaitu secara umum, investasi yang meningkat dapat membantu meredakan inflasi dengan mengurangi permintaan agregat yang mengendalikan pertumbuhan ekonomi yang berlebihan. Sementara itu, kurs yang fluktuatif, khusnya depresiasi mata uang, dapat meningkatkan harga impor dan berkontribusi pada inflasi domestik yang lebih tinggi

    Motivasi orang tua memilih Pondok Pesantren sebagai sarana pembinaan akhlak anak (Study Kasus Pada Wali Santri Pondok Pesantren Al-Hasyimiyah Kota Tebing Tinggi)

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi tentang orang tua yang memiliki motivasi dalam memilih pondok pesantren sebagai sarana pembinaan ahklak anak, di tengah maraknya kenakalan remaja, seperti pergaulan yang menyimpang, merokok, penyalagunaan narkotika dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi orang tua memilih pondok pesantren Al-Hasyimiyah Kota Tebing Tinggi sebagai pembinaan akhlak anak, bagaimana akhlak anak setelah menempuh pendidikan di pondok pesantren Al-Hasyimiyah dan untuk mengetahui apa kendala orang tua dalam menyekolahkan anak di pondok pesantren Al-Hasyimiyah Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriftip, yaitu memperoleh data sesuai gambaran, keadaan, realita dan penomena yang diselidiki. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi kepada informan yang terdiri dari 8 orang, antara lain orang tua/wali satri 7 orang dan guru pondok pesantren Al-Hasyimiyah 1 orang guna memperoleh data yang sebenarnya. Hasil dari penelitian ini adalah motivasi orang tua terbagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik, motivasi intrinsic merupakan motivasi yang timbul dari dalam diri seseorang, dalam motivasi intrinsic orang tua menginginkan anak memiliki akhlak yang baik dan anak jauh dari pergaulan bebas, sedangkan motivasi ekstrinsik merupakan motivasi yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang. Akhlak anak lebih baik setelah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Kendala orang tua dalam menyekolahkan anak di pondok pesantren Al-Hasyimiyah yaitu di karenakan faktor ekonomi. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwasanya pembinaan ahklak anak di pondok pesantren Al-Hasyimiyah berjalan sesuai dengan harapan orang tua wali satri yang ingin anaknya lebih baik, dan himbauan dari pihak pondok pesantren bahwasanya orang tua harus ikut serta memperhatikan anaknya agar terhidar dari kenakalan remaja pada saat libu

    Motivasi belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Negeri 2 Rantau Selatan Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu

    Get PDF
    Penelitian ini diangkat dari persoalan motivasi pembelajaran PAI terhadap siswa SMA Negeri 2 Rantau Selatan dalam membangkitkan motivasi belajar yang perlu diperhatikan setiap masuk pelajaran PAI. Sekolah yang merupakan lembaga pendidikan formal diharapkan mampu membuat siswa SMA Negeri 2 Rantau Selatan lebih tertarik lagi terhadap pembelajaran PAI. Adapun rumusan masalah dalam skripsi ini bagaimana motivasi belajar siswa pada pelajaran PAI di SMA Negeri 2 Rantau Selatan, apa faktor pendukung dan penghambat motivasi belajar siswa pada pelajaran PAI di SMA Negeri 2 Rantau Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan tentang bagaimana motivasi belajar siswa pada pelajaran PAI di SMA Negeri 2 Rantau Selatan, menyatakan bahwa terdapat 16 orang siswa dari kelas XI yang kurang motivasi belajar PAI. Dalam belajar PAI, pada saat guru menjelaskan pelajaran mereka tidak memperhatikannya, tidak mau bertanya apabila tidak mengerti, keluar masuk kelas saat guru ada di dalam, bahkan di antara mereka ada yang mengantuk ketika guru sedang menerangkan pelajaran, dan kebanyakan dari siswa mengatakan tidak suka dengan hafalan, mereka juga mengatakan letak kesulitan ketika mempelajari PAI adalah pada saat disuruh menghafal. Dan ada 14 orang siswa yang termotivasi dalam belajar PAI karena gurunya sangat menyenangkan mereka suka dengan metode yang diaplikasikan guru PAI yaitu ceramah karena dengan ceramah mereka tahu bahwa pentingnya belajar PAI tersebut untuk kebaikan dunia dan akhirat. Kemudian tentang apa faktor pendukung dan penghambat motivasi belajar PAI di SMA Negeri 2 Rantau Selatan, guru melakukan pendekatan terhadap pemahaman materi melalui tugas serta penelitian lapangan/ pendekatan. Pendekatan pembelajaran yang dilakukan guru melalui tugas dan penelitian bertujuan untuk membantu siswa memahami materi dengan lebih baik

    Pengaruh kualitas layanan dan ketersediaan fitur BSI Mobile terhadap efisiensi pembayaran ZISWAF

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ekonomi global yang pesat dengan tantangan berupa kesenjangan ekonomi, kemiskinan, ketidakmerataan distribusi kekayaan, pengangguran, dan permasalahan lainnya. Forum internasional seperti Word Zakat and Waqf Forum (WZWF) menyoroti potensi ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) sebagai solusi atas tantangan global tersebut. Indonesia, dengan populasi muslim yang besar, memiliki potensi besar dalam pengumpulan dan penyaluran dana ZISWAF melalui platform digital, termasuk layanan perbankan syariah seperti BSI Mobile. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan ketersediaan fitur BSI Mobile terhadap efisiensi pembayaran ZISWAF. Kualitas layanan adalah bentuk kemudahan, kecepatan, kemanansuatu aplikasi dalam menjalankan keinginan seseorang sehingga sesuai dengan keinginan dan kemauan pengguna. Ketersediaan fitur merupakan keberadaan atau kesiapan suatu fasilitas atau sarana yang ada pada aplikasi, fitur harus mengarah pada kemampuannya dalam menjalankan fungsinya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode statistik SPSS versi 23. Instrumen pengumpulan data menggunakan angket dengan jumlah sampel 53 orang. Data dikumpulkan dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Alat analisis yang digunakan adalah uji validitas, uji reabilitas, uji asumsi dasar, uji asumsi klasik, uji statistik deskriptif, uji normalitas, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F) dan uji koefisien determinasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: variabel Kualitas Layanan (X1) berpengaruh positif terhadap Efisiensi Pembayaran ZISWAF (Y). Variabel Ketersediaan Fitur (X2) tidak berpengaruh positif terhadap Efisiensi Pembayaran ZISWAF (Y). Sedangkan secara bersama-sama (simultan) variabel Kualitas Layanan (X1) dan variabel Ketersediaan Fitur (X2) berpengaruh terhadap Efisiensi Pembayaran ZISWAF (Y). Kualitas layanan menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi efisiensi pembayaran ZISWAF

    Upaya orang tua membiasakan anak melaksanakan shalat lima waktu di Desa Sianggunan Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan

    Get PDF
    Tanggung jawab dan upaya orang tua dalam mendidik dan memberikan bimbingan kepada anaknya dalam melaksanakan shalat fardu sangatlah penting, agar tercipta suasana agamais pada anak. Baik buruknya anak akan dapat ditentukan oleh orang tua melalui suasana pergaulan di lingkungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan shalat lima waktu anak di Desa Sianggunan Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk mengetahui upaya yang dilakukan orang tua dalam membiasakan anak melaksanakan shalat lima waktu di Desa Sianggunan Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, dan untuk mengetahui kendala orang tua dalam membiasakan anak melaksanakan shalat lima waktu di Desa Sianggunan Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan . Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya di lapangan secara murni dan apa adanya. Sumber datanya terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah data yang diperoleh dari orang tua sebanyak 8 Kepala Keluarga dan anak sebanyak 8 orang di Desa Sianggunan Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan. Sumber data sekunder yaitu data yang diproleh dari nadzir masjid sebanyak 2 orang di Desa tersebut. Dan alat pengumpulan data dalam penelitian ini observasi dan wawancara. Observasi adalah pengamatan langsung kepada objek penelitian dengan cara mencatat data mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penelitian. Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan penulis dan orang tua anak. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya orang tua membiasakan anak melaksanakan shalat lima waktu meliputi dengan memberikan nasehat kepada anak, memberikan contoh keteladanan pada anak, memberikan perhatian khusus pada anak, menerapkan metode pembiasaan kepada anak, memberikan penghargaan kepada anak, dan memberikan hukuman pada anak. Faktor pendukung dan penghambat dalam membiasakan anak melaksankan shalat lima waktu yaitu peran orang tua, pertemanan, dan lingkungan anak tinggal dan juga fasilitas yang memada

    Peningkatan kreativitas siswa melalui penerapan media pembelajaran kolase pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas siswa. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), hal tersebut disebabkan guru kurang bervariasi dalam menggunakan media pembelajaran sehingga pembelajaran membosankan. Dan kreativitas siswa kurang dalam melaksanakan pembelajaran. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya kreativitas siswa pada pembelajaran seni budaya dan prakarya kelas IV SD Negeri 094 Gunung Tua Payabungan. Penyebabnya yaitu guru berperan sebagai sumber belajar dan jarang menggunakan media dalam proses pembelajaran sehingga siswa tidak paham bagaimana konsep dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggunakan media kolase. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang berkolaborasi dengan guru kelas IV, Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 094 Gunung Tua Payabungan yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara tes dan lembar observasi .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media kolase dapat meningkatkan kreativitas siswa kelas IV SD Negeri 094 GUNUNG Tua Payabungan . Hal ini dibuktikan hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas siswa pada pembelajaran Seni budaya dan prakarya di setiap siklus meningkat. Pada tes awal nilai rata-rata siswa yaitu 60 % dari 21 jumlah siswa, kemudian pada siklus I pertemuan I nilai ratarata siswa 64,05% dari 21 jumlah siswa, pada siklus I pertemuan II nilai rata rat siswa 76,19% dari 21 jumlah siswa, kemudian pada siklus II pertemuan I nilai rata rata siswa 79,28 % dari 21 jumlah siswa ,kemudian pada siklus II pertemuan II nilai rata siswa 86,67% dari 21 jumlah siswa . Adapun persentase siswa yang tuntas kreativitas pada tes awal yaitu 29% dari 21 jumlah siswa, kemudian meningkat pada siklus I dari 43% menjadi 57 % dari 21 jumlah siswa, pada siklus II persentase kreativitas siswa lebih meningkat dari 71% menjadi 90% dari 21 jumlah siswa. Kesimpulannya yaitu kreativitas siswa mengalami peningkatan setelah diterapkannya media kolase dalam pembelajaran Seni budaya dan prakarya kelas IV SD Negeri 094 Gunung Tua Payabunga

    Pengembangan perangkat pembelajaran modul ajar dan lembar kerja peserta didik untuk meningkatkan kemampuan bepikir kritis siswa melalui pembelajaran berbasis masalah materi eksponen Kelas X MAS Baburrohman tahun 2023/2024

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa Modul Ajar dan LKPD untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswadengan menggunakan model Pembelajaran Bebasis Masalah (PBM) Kelas X MAS BABURROHMAN Desa Terapung Raya materi Eksponen. Kualitas produk yang dikembangkan dinilai berdasarkan aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Prosedur pengembangan perangkat pembelajaran mengacu pada model pengembangan4-D, yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Karena keterbatasan peneliti, penelitian dilakukan hingga tahap develop. Subjek Penelitian ini adalah siswa kelas X MAS BABURROHMAN Desa Terapung Raya, berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah lembar penilaian Modul Ajar dan LKPD untuk mengukur kevalidan, angketrespon siswa dan lembar observasi keterlaksanaan kegiatan pembelajaran untuk mengukur kepraktisan, tes kemampuan berpikir kritis matematis siswa untukmengukur keefektifan.Kualitas kevalidan perangkat pembelajaran memenuhi kriteria valid berdasarkan skorrata-rata Modul Ajar yaitu 4,05 dari skor maksimal 5,00 dengan kriteria baik dan skor rata-rata LKPD

    Upaya guru meningkatkan kecerdasan spiritual siswa dalam pembelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri 1 Padangsidimpuan

    Get PDF
    Rumusan masalah dalam penelitin ini adalah bagaimana upaya guru dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Padangsisimpuan, apa saja faktor pendukung guru PAI dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Padangsisimpuan. Penelitian ini adalah fokus bagaimana upaya guru meningkatkan kecerdasan spiritual siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Negeri Padangsidimpuan. Hal ini dilakukan berdasarkan observasi dan wawancara secara langsung oleh peneliti. Jenis penelitan yang digunakan dalam penenlitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah bentu penelitian yang mendeskripsikan atau menggambarkan suatu gejala-gejala yang ada, baik itu gejala yang bersifat alamiah ataupun yang bersifat non alamiah. Metode pengumpulan data dalam penenlitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru PAI dalam meningkatkan kecerdasan spiritual siswa kelas VIII di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Padangsidimpuan dilakukan dengan membiasakan siswa untuk shalat berjamaah, membiasakan siswa untuk selalu berdo’a. kecerdasan spiritual siswa kelas VIII sudah cukup baik, terlihat dari sikapnya dalam pelaksanaan ibadah, adanya kesadaran diri untuk beribadah tidak perlu untuk ditegur, serta memiliki rasa empati terhadap sesama, dan perubahan tingkah laku dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Adapun faktor pendukung dari upaya guru PAI dalam meningkatkan kecerdasan spiritual adalah adanya kerjasama yang baik antara guru PAI dengan kepala sekolah dan guru lain, serta terfasilitasinya sarana dan prasarana di sekolah. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya kesadaran diri siswa, kemudian faktor lingkungan pergaulan yang kurang mendukung yang dipicu oleh kurangnya kesadaran orang tua dalam memberikan pengawasa

    Dampak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh orang tua terhadap agresifitas anak di Desa Panyabungan Tonga Kabupaten Mandailing Natal

    Get PDF
    Penelitian mengenai peristiwa kekerasan dalam rumah tangga oleh orangtua terhadap agresifitas anak di Desa Panyabungan Tonga kabupaten Mandailing Natal, anak (Children) umur 8–12 tahun yang bersekolah SD (sekolah Dasar) yang mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga oleh orangtuanya. Orangtua yang dikatakan melakukan kekerasan dalam rumah tangga apabila melakukan kekerasan 3-4 kali dalam seminggu, sehingga dari perbuatan kdrt oleh orangtua tersebut menimbulkan dampak yang negatif terhadap seperti sikap agresif.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kekerassan dalam rumah tangga (KDRT) oleh orangtua di Desa Panyabungan Tonga kabupaten Mandailing Natal, dampak kekerasan dalam rumah tangga oleh orangtua terhadap agresifitas anak, faktor penyebab, dan bentuk agresifitas anak di Desa Panyabungan Tonga Kabupaten Mandailing Natal. Teori yang di gunakan peneliti dalam penlitian ini adalah teori Behavioristik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan informan 10 orangtua yang terdiri dari ayah dan ibu, sebagai sumber data sekunder, 5 anak sebagai sumber data primer, 2 tetangga dari keluarga yang mengalamai tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), 2 teman sebaya dari anak yang mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga oleh orangtuanya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi yang menggunakan observasi non partisipan, wawancara tidak terstuktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian bahwa bentuk agresifitas yang dilakukan oleh anak meliputi mencubit sebanyak 2 orang anak, peneybab anak melakukan hal tersebut terkadangg dikarenakan masalah sepele seperti berebutan mainan, menampar 2 orang anak, penyebab anak melakukan hal tersebut karna ingin mendapatkan perhatian dari teman sebayanya, menendang 1 anak, anak terseut melakauakn hal terbut bukan karena keinginan sendiri tetpai sanga anak melihat apa yang dilakukan oleh orangtuanya kepada dirinya. Bentuk kekerasan yang rumah tangga yang biasa dilakukan oleh di Desa Panyabungan Tonga Kabupaten Mandailing Natal seperti memukul, menendang, mancubit, bahkan menampar. Faktor penyebab orangtua melakukan kekerasan dalam ruamh tangga adalah faktor ekonomi, faktor emosional, faktor pendidika

    10,258

    full texts

    12,062

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇