Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12062 research outputs found
Sort by
Penerapan metode kisah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di MTsN 4 Padang Lawas
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kegiatan belajar mengajar melalui metode kisah, seorang guru harus mampu menguasai materi- materi serta membimbing dan memfasilitasi siswa agar mereka dapat memahami kemampuan dan kekurangan yang mereka miliki. Kemudian guru juga harus dapat memberikan motivasi serta arahan terhadap siswa agar terdorong untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dengan metode kisah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode kisah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN 4 Padang Lawas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru,dan siswa di sekolah MTsN 4 Padang Lawas. Untuk memperoleh data, penelitian ini menggunakan instrumen pengumpulan data observasi, dan wawancara. Setelah dilakukan penelitian, diperoleh hasil bahwa penerapan metode kisah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di MTsN 4 Padang Lawas yaitu guru mempersiapkan silabus pembelajaran, Rencara Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), memberikan motivasi kepada siswa, mengatur posisis duduk siswa, mempersiapkan kisah, membawa kisah dengan alur cerita harus memperhatikan intonasi sehingga siswa mampu menghayati dalam bercerita. Pelaksanaan pembelajaran dengan metode kisah pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTsN4 Padang Lawas retdapat langkah-langkah pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islamyaitu: a. Guru memberikan pembukaan, b. guru melakukan kegiatan inti meliputi eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi, c. kegiatan penutup yang meliputi refleksi dan penyimpulan kegiata
Penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran pendidikan agama islam untuk meningkatkan hasil belajar pada siswa Kelas VI di SDN 112324 Pinang Lombang Kabupaten Labuhanbatu Utara
Metode demonstrasi adalah strategi pembelajaran yang memanfaatkan peragaan untuk membantu memperjelas pemahaman siswa terhadap suatu konsep atau menunjukkan langkah-langkah melakukan suatu kegiatan. Metode ini digunakan untuk menggambarkan proses, situasi, peristiwa, maupun urutan suatu aktivitas tertentu, baik melalui bentuk nyata maupun tiruan dengan bantuan berbagai media. Pendekatan ini sangat bermanfaat bagi guru dalam proses pembelajaran, karena memungkinkan siswa memahami secara langsung dan menirukan apa yang telah dicontohkan oleh guru. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya hasil belajar siswa yang disinyalir akibat kurang variatifnya metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Metode demonstrasi dipilih karena dinilai mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dan menarik bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode demonstrasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan pengaruhnya terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas VI di SDN 112324 Pinang Lombang, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode demonstrasi dipilih karena dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkrit dan interaktif, sehingga siswa lebih mudah memahami materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar dan observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi secara signifikan meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Data awal penelitian adalah terdapat 9,09% ketuntasan belajar siswa. Setelah dilakukan nuji pada siklus I, hasilnya meningkat menjadi 36,36%, tetapi persentase kelulusan pada siklus II mengalami kenaikan sebesar 46% yaitu menjadi 82,36%. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata siswa dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian, metode demonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
Dampak workaholic parents terhadap perilaku anak di Desa Panyabungan Jae Kabupaten Mandailing Natal
Fenomena workaholic parents, orang tua yang cenderung bekerja secara berlebihan dan terus menerus, sehingga melupakan perannya terhadap keluarganya. Mengakibatkan dampak buruk terhadap perilaku anak. Workaholic parents di Desa Panyabungan Jae Kabupaten Mandailing Natal selalu merasa tidak puas dengan hasil pekerjaannya. Merasa tidak nyaman saat berada di rumah. Hal ini menyebabkan kurangnya komunikasi dengan anak sehingga dapat menimbulkan perilaku-perilaku menyimpang ataupun negatif pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa saja jenis workaholic Parents terhadap orang tua di Desa Panyabungan Jae Kabupaten Mandailing Natal dan mengetahui apa saja dampak Workaholic parents terhadap perilaku anak di Desa Panyabungan Jae Kabupaten Mandailing Natal. Adapun metodologi penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif. Informan Penelitian ini sebanyak 13 orang. Sumber data penelitian adalah sumber data primer yaitu 6 orang tua (3 ayah 3 ibu) dan 3 anak dan sumber data skunder yaitu 3 tetangga dan 1 aparat desa. Untuk mendapatkan hasil maksimal penelitian menggunakan instrumen pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun beberapa hasil temuan peneliti terhadap penelitian ini ialah bahwa sebagian orang tua di Desa Panyabungan Jae Kabupaten Mandailing Natal dapat dikategorikan dalam dua jenis workaholic parents yaitu fungsional dan disfungsional. Fungsional orang tua yang bekerja seharian namun masih memiliki waktu untuk bertemu dengan keluarganya setiap hari. Seperti pegawai, pedagang, petani dan lain sebagainya. Sedangkan workaholic disfungsional orang tua yang sibuk bekerja dan sangat sedikit memiliki waktu dengan keluarga, bisa hitungan hari, minggu, bulan bahkan tahunan. Seperti tambang, angkatan dan lain sebagainya, adapun hasil lain yang ditemukan peneliti bahwa workaholic parents dapat berdampak terhadap perilaku anak di Desa Panyabungan Jae Kabupaten Mandailing Natal seperti egois (emosional), berkepribadian introvert dan adiksi gadget
Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam kurikulum merdeka pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Tapanuli Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan dalam implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Yang dimana pembelajaran berdiferensiasi pada aspek konten, proses, dan produk telah dilaksanakan, sedangkan aspek lingkungan belum terpenuhi. Hal ini mengindikasikan adanya potensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lebih lanjut, terutama dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang membahas sejarah kenabian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada aspek konten, proses dan produk di Madrasah Tsanawiyah Negeri 4 Tapanuli Selatan. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data adalah triangulasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada aspek konten, proses, dan produk di MTsN 4 Tapanuli Selatan telah memberikan dampak yang cukup baik bagi siswa. Dengan memberikan variasi dalam penyampaian materi, fleksibilitas dalam proses belajar, dan kebebasan dalam memilih bentuk produk akhir, pembelajaran berdiferensiasi telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang baik dan mendorong siswa untuk aktif membangun pengetahuannya. Meskipun terdapat beberapa kendala, secara keseluruhan, pendekatan ini telah berhasil meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa untuk menjadi siswa yang mandiri dan kreatif
Peranan organisasi Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Padangsidimpuan
Penelitian ini membahas peranan organisasi Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) 4 Padangsidimpuan. Masalah yang diangkat adalah pentingnya pembentukan akhlakul karimah siswa, mengingat keterbatasan waktu pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di kelas, serta adanya beberapa perilaku siswa yang menunjukkan penurunan moralitas. Rumusan masalah Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peranan organisasi Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Padangsidimpuan?. Serta apa saja faktor pendukung dan penghambat organisasi Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Padangsidimpuan?. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan organisasi Rohani Islam (Rohis) serta faktor pendukung dan faktor penghambat organisasi Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk akhlak karimah siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Padangsidimpuan . Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan organisasi Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk akhlakul karimah siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Padangsidimpuan adalah dengan membuat program-program kegiatan dan melaksanakan kegiatan keagamaan tersebut. Kegiatan Rohani Islam (Rohis) dapat dibagi menjadi dua yaitu: kegiatan umum dan kegiatan khusus. Kegiatan umum meliputi Peringatan Hari-hari Beasar Islam (PHBI), penyambutan kader baru, pesantren kilat, shalat Dzuhur berjamaah, dan mading. Kegiatan khusus meliputi kajian islami. Faktor pendukung dan fakor penghambat Organisasi Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk akhlakul Karimah Siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Padangsidimpuan, antara lain:Faktor pendukung dari dalam yaitu adanya dukungan dari sekolah, sarana dan prasarana, dukungan finansial dan logistik dan faktor pendukung dari luar yaitu kerjasama dengan pihak eksternal.Faktor penghambat dari dalam yaitu kurangnya kesadaran dan minat siswa, bedanya kesibukan individu. Faktor penghambat dari luar yaitu keterbatasan waktu
Tinjauan kompilasi hukum islam dan sosiologi hukum terhadap praktik perkawinan pasangan beda agama di Desa Aek Batu Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tinjauan Kompilasi Hukum Islam dan Sosiologi Hukum terhadap praktik perkawinan pasangan beda agama dan faktor penyebab masyarakat abai dengan ketentuan perkawinan. Dasar pemikirannya adalah bahwa praktik perkawinan pasangan beda agama di Desa Aek Batu menjadi fenomena sosial yang unik, Salah satu temuan utama adalah bahwa pasangan beda agama yang melangsungkan perkawinan terlebih dahulu pindah agama (mualaf), untuk memudahkan mereka dalam melangsungkan perkawinan, agar perkawinannya dapat diterima oleh orang tua maupun keluarga dan mendapatkan pengakuan hukum yang tercatat secara resmi di Kantor Urasan Agama (KUA). Namun setelah perkawinan berlangsung, salah satu pasangan yang tadinya sudah (mualaf) kembali lagi pada agamanya semula (Non-Muslim) dan tetap menjalani kehidupan rumah tangga dengan perbedaan agama.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris. Data dikumpulkan melalui Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Informan penelitian meliputi pasangan beda agama di Desa Aek Batu, pejabat Kantor Urusan Agama (KUA), dan alim ulama. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan berbagai langkah untuk kemudian disimpulkan.
Praktik perkawinan pasangan beda agama di Desa Aek Batu menurut Kompilasi Hukum Islam tidak sah. Dalam Pasal 75 huruf (a) disebutkan bahwa perkawinan batal karena salah satu suami atau istri murtad. Kemudian dalam Pasal 40 huruf (c) dan Pasal 44 KHI secara tegas melarang perkawinan antara pria Muslim dengan wanita non-Muslim, dan begitu juga sebaliknya. Namun demikian, fasakh harus ada putusan pengadilan Agama, untuk memberikan kepastian hukum. Praktik perkawinan beda agama dalam tinjauan Sosiologi Hukum mencerminkan konflik antara norma hukum negara, norma agama, dan realitas sosial masyarakat yang pluralistik. Perkawinan beda agama ini menjadi cerminan dari tantangan Sosiologi Hukum dimana masyarakat berupaya menyeimbangkan antara aturan hukum, keyakinan agama, tuntutan kebebasan individu, dan dinamika sosial yang terus berubah. Faktor yang mempengaruhi masyarakat abai terhadap ketentuan perkawinan adalah rendahnya kesadaran hukum pasangan perkawinan beda agama. Pasangan perkawinan ini menggunakan hukum hanya sebagai formalitas administratif saja, tanpa benar-benar menginternalisasikan aturan agama atau negara
Efektivitas manajemen bimbingan manasik haji di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas manajemen bimbingan manasik haji yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya bimbingan manasik haji sebagai bentuk edukasi bagi calon jamaah haji agar memahami tata cara ibadah haji secara menyeluruh, baik dari segi teori maupun praktik. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal dipilih karena merupakan lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan bimbingan tersebut dan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan jamaah haji secara fisik, mental dan spiritual. Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi bimbingan manasik haji, serta mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi dan solusi yang diterapkan dalam pelaksanaan program tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menggali secara mendalam pandangan dan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan bimbingan dilakukan secara sistematis, melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA) di 23 Kecamatan. Pelaksanaan bimbingan dilakukan sebanyak 10 kali pertemuan, namun terbatasnya alokasi anggaran menyebabkan beberapa kegiatan belum berjalan optimal, terutama bagi jamaah lanjut usia.Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk peningkatan kualitas pelatihan, penambahan sesi bimbingan, dan penguatan sinergi antara Kantor Kementerian Agama dan KUA Kecamatan. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan kebijakan manajemen penyelengaraan ibadah haji di tingkat daerah manapun nasiona
Pengaruh brand image, influencer, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian produk MS Glow di Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu
MS Glow sudah memiliki sertifikasi BPOM label halal oleh majelis Ulama Indonesia (MUI). Produk MS Glow sudah terkenal tetapi penjualan semakin menurun dari tahun 2022 sampai 2024 di Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhan Batu, dikarenakan penjualan produk skincare semangkin marak dan konsumen beralih keproduk yang lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh brand image, influencer dan kualitas produk terhadap Keputusan pembelian produk MS Glow. Teori yang digunakan dalam penelitian ini pendapat Kotler yang menyatakan bahwa brand image, influencer dan kualitas produk mempengaruhi keputusan pembelian. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan data primer yang bentuknya angket jumlah data penelitian sampel 77 pengguna produk MS Glow kemudian hasil dari kuesioner tersebut dianalisis menggunkan SPSS versi. Hasil penelitian menyatakan bahwa brand image berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk MS Glow. Influencer berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk MS. Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk MS Glow. Brand image, influencer dan kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada produk MS Glow
Program tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah Huta Holbung Kecamatan Angkola Muara Tais Kabupaten Tapanuli Selatan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah Huta Holbung. Penelitian ini membahas tentang program tahfidz Al-Qur’an yang terdapat di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah Huta Holbung Kecamatan Angkola Muara Tais Kabupaten Tapanuli Selatan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program tahfidz Al-Qur’an yang terdapat di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah, untuk mengetahui metode yang digunakan dalam program tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam menghafal Al-Qur’an serta solusi untuk faktor tersebut dalam program tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah Huta Holbung Kecamtan Angkola Muara Tais Kabupaten Tapanuli Selatan. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (Field Research) yang menggunakan pendekatan kualitatif dan menghasilkan data deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan fenomena tentang program tahfidz Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah Huta Holbung Kecamatan Angkola Muara Tais Kabupaten Tapanuli Selatan. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer 25 santriah dan 1 orang guru (pembimbing) program tahfidz Al-Qur’an. Sedangkan data sekundernya adalah 1 orang ummi kesiswaan. Teknik analisis data dengan cara deskripsi data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian skripsi ini adalah program tahfidz Al-Qur’an dibagi menjadi tiga yaitu Perencanaan, yang berartisantriah menyiapkan hafalan mereka di asrama sebelum program di mulai. Pelaksanaan, Program tahfidz Al-Qur'an dilakukan setiap pagi di ruangan tahfidz mulai dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB. Santriah dapat menyetorkan hafalan minimal satu halaman setiap hari kepada pengasuh atau pembimbing tahfidz. Evaluasi dilakukan secara lisan dengan sambung ayat antara guru pembimbing dan murid. Metode tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah adalah metode Wahdah, metode Kitabah, metode Sima’i, metode Gabungan dan metode Jama’.Program tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah didukung oleh faktor-faktor yaitu Adanya niat dan kemauan, Fasilitas yang memadai, Aadanya piagam penghargaan, Guru (pembimbing) merupakan hafidz Qur’an, Dukungan dari orang tua, Kesehatan. Program tahfidz Al-Qur'an di Pondok Pesantren Al-Yusufiyah War Ridwaniyah menghadapi faktor penghambat yaitu Tidak menguasai makharijul huruf dan tajwid, Kemampuan menghafal santrian yang berbeda- beda, Malas dan tidak bersungguh- sungguh, Adanya masalah lingkungan, Padatnya kegiatan di asrama
Implementasi Kurikulum Merdeka pada pembelajaran matematika di SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan
Era gobalisasi memungkinkan kita untuk memperoleh banyak informasi dengan cepat dan mudah. Untuk menghadapi tantangan era globalisasi diperlukan manusia yang mampu berkompetisi secara global, sehingga diperlukan keterampilan yang tinggi yang melibatkan pemikiran kritis, sistematis, logis, analitis, kreatif dan berkemauan tinggi. Kurikulum merdeka memberikan pengalaman belajar yang menekankan pada pengembangan kompetensi, karakter, dan kemampuan berpikir siswa sebagai pelajar sepanjang hayat yang berkarakter Pancasila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran matematika di SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan dan menjelaskan dampak penerapan kurikulum merdeka pada pembelajaran matematika di SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan. Penelitiaan ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan berlokasi di sekolah SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, yang mana informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan salah satu guru matematika di SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Strategi implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran matematika di SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan diantaranya guru mengikuti pelatihan dan bimbingan seperti workshop mengenai kurikulum merdeka yang diagendakan rutin setiap tahun ajaran baru untuk membuat perencanaan pembelajaran yang variatif dan berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Guru telah mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek dan metode diferensiasi untuk menyesuaikan kebutuhan siswa. 2) Dampak implementasi kurikulum merdeka pada pembelajaran matematika di SMA Swasta Nurul Ilmi Padangsidimpuan terlihat pada peningkatan kualitas belajar dan berpikir kritis peserta didik. Pembelajaran yang berpusat pada siswa dan tidak berfokus pada nilai ujian membuat siswa lebih aktif serta dapat berkreasi dan bereksplorasi sesuai dengan keahlian dan keunikan peserta didik. Namun tidak adanya tekanan untuk mencapai nilai kelulusan pada siswa membuat siswa enggan untuk berkompetisi