Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12062 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Padangsidimpuan
Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran di sekolah yang semakin maju dan sudah memasuki ranah penggunaan teknologi pendidikan dalam tahap pembelajaran untuk menambah wawasan peserta didik. Guru sebagai tenaga pendidik di sekolah berperan aktif dalam memberikan proses pembelajaran yang efektif, efesien dan menyenangkan. Guru pendidikan agama Islam harus memanfaatkan alat teknologi pembelajaran yang tersedia dengan tujuan untuk mudah dipahami peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, untuk mengetahui apa sja jenis-jenis teknologi pendidikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam, dan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Padangsidimpuan. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan manfaat dan meningkatkan akses ke sumber pembelajaran yang bervariasi dan membantu guru mengelola kelas lebih efesien. Pemanfaatan teknologi pendidikan membuktikan bahwa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Padangsidimpuan telah mengikuti ranah arus perkembangan pendidikan dalam bidang teknologi. Jenis teknologi pendidikan yang digunakan dalam pembelajaran yaitu Laptop/Komputer, Infokus, Handphone, dan Buku Cetak yang dipadukan dengan desain pembelajaran yang didesain guru melalui power point. Pemanfaatan teknologi dihubungkan melalui infokus agar menghindari rasa bosan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pemanfaatan teknologi pendidikan ini meningkatkan minat belajar siswa dan mempermudah pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas, dan menjelaskan materi dengan memanfaatkan alat-alat yang ada di sekolah dengan desain pembelajaran yang sudah dipersiapkan untuk menjelaskan materi sampai selesai. Selain itu, guru pendidikan agama Islam menyampaikan materi melalui video yang mengandung cerita yang berkaitan dengan materi pembelajaran
Manajemen dakwah Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Labuhan Batu Selatan
Penelitian ini mengangkat masalah pengawasan salat berjamaah santriah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Dar’al Ma’arif Basilam Baru. Masalah pertama yang diidentifikasi adalah kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh pembina asrama, yang berdampak pada rendahnya partisipasi santriah Tsanawiyah dalam melaksanakan salat berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh pembina asrama dalam meningkatkan kehadiran santriah Tsanawiyah dalam salat berjamaah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi bagi pengelola pesantren dalam meningkatkan manajemen pengawasan dibidang ibadah. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi, yang mencakup observasi, wawancara, dan perbandingan fakta lapangan. Informan dalam penelitian ini untuk data primer terdiri dari 4 orang dan data skunder terdiri dari 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh pembina asrama, seperti melakukan pengawasan secara langsung kepada santriah Tsanawiyah bertujuan untuk mengetahui santriah Tsanawiyah yang hadir untuk melaksanakan salat berjamaah, untuk salat subuh yang hadir 70%, salat zuhur 70% , salat ashar 70%, salat maghrib 60% dan salat isya 75% yang terlambat untuk salat subuh 20%, salat zuhur 15%, salat ashar 15%, salat maghrib 10%, dan salat isya 5%. dan untuk santriah Tsanawiyah yang tidak hadir, untuk salat subuh 25%, salat zuhur 20%, salat ashar 20%, untuk salat maghrib dan isya tidak ada. Adapun alasan tidak ikut melaksanakan salat berjamaah dikarenakan haid, ketiduran, dan malas, membangunkan santriah sebelum waktu subuh dan melakukan pengecekan secara door to door, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kehadiran santriah Tsanawiyah dalam salat berjamaah. Pembina asrama juga berperan dalam memberikan keteladanan dan disiplin kepada santriah Tsanawiyah, yang tercermin dari peningkatan kesadaran santriah Tsanawiyah akan pentingnya ibadah. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen pengawasan yang baik di pesantren dapat meningkatkan partisipasi santriah Tsanawiyah dalam kegiatan ibadah, serta memberikan rekomendasi bagi pengelola pesantren untuk memperkuat pengawasan dalam bidang ibadah khususnya pada salat berjamaah
Dampak kecanduan berbelanja online terhadap self adjustment remaja di Desa Damuli Pekan Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara
Kecanduan belanja online merupakan fenomena yang semakin marak di era digital, termasuk di kalangan remaja di Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Perkembangan teknologi yang pesat membawa berbagai kemudahan dalam kehidupan manusia, salah satunya dalam aktivitas berbelanja online.
Meskipun memberi kemudahan dan akses yang luas, kebiasaan berbelanja online yang dilakukan secara berlebihan berpotensi menimbulkan perilaku adiktif atau kecanduan.
Kecanduan berbelanja online pada remaja tidak hanya berdampak pada aspek finansial, tetapi juga dapat mengganggu fungsi psikososial mereka, termasuk dalam melakukan penyesuaian diri (self adjustment). Self adjustment merupakan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan, tekanan sosial, serta perubahan internal dan eksternal.Dan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori psikososial Erik Erikson Adapun tujuan penelitian ini yaitu yang pertama untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan remaja kecanduan berbelanja online di Desa Damuli Pekan, kedua untuk mengetahui dampak remaja yang mengalami kecanduan berbelanja online terhadap penyesuaian diri (self adjustment) remaja di Desa Damuli Pekan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deksriptif. Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara observasi non-partisipan, wawancara terstruktur dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, maka data tersebut dianalisis dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Informan pada penelitian ini yaitu sebanyak 16 informan, yang terdiri dari 5 remaja yang kecanduan berbelanja online, 5 orangtua dari remaja yang kecanduan berbelanja online, 3 teman sebaya remaja yang kecanduan berbelanja online dan 3 masyarakat tempat tinggal remaja yang kecanduan berbelanja online. Hasil penelitian yang telah diteliti oleh peneliti menunjukkan bahwa faktor sosial, faktor teknologi, faktor keluarga, dan faktor psikologis menjadi penyebab utama dari remaja yang mengalami kecanduan berbelanja online. Adapun dampak dari kecanduan berbelanja online terhadap self adjustment remaja meliputi isolasi sosial, gangguan regulasi emosional, kesulitan dalam mengatur keuangan, peningkatan impulsivitas dan penurunan harga diri, dan tidak dapat menjaga kesehatan fisik. Temuan ini menunjukkan bahwa kecanduan belanja online berpengaruh negatif terhadap kemampuan remaja dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan emosionalnya
Analisis determinan ekspor udang di Indonesia
Masalah dalam penelitian ini adalah apakah nilai tukar rupiah (kurs) dan harga ekspor berpengaruh terhadap ekspor udang di Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor ada tidaknya pengaruh nilai tukar rupiah (kurs) dan harga ekspor terhadap ekspor udang di Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan yaitu Explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder yang bersifat time series pada rentang waktu antara tahun 2019-2024 yang bersumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Pusat Statisti (BPS). Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah Studi kepustakaan dan Dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda,uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Analisis penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah (kurs) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ekspor udang di Indonesia dan harga ekspor berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ekspor udang di Indonesia. Hal ini berarti variabel nilai tukar rupiah (kurs) dan harga ekspor mampu menjelaskan variasi ekspor udang di Indonesia sebesar 73,9 % dan sisanya 26,1 % dijelaskan oleh variabel lain
Peranan dinas perdangangan dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Dinas Pasar dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi Dinas Pasar dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan Kabupaten Tapanuli Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan keadaan subjek dan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagai mana adanya. Data yang digunakan adalah data primer sebagai data awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan data sekunder atau data lapangan. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah Dinas Pasar memiliki peran yang signifikan dalam pemberdayaan pelaku usaha di Pasar Pargarutan. Melalui berbagai program yang dilaksanakan, seperti pelatihan manajemen usaha, akses permodalan, dan promosi produk lokal. Program-program ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola usaha, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing mereka di pasar yang semakin kompetitif. Meskipun peran Dinas Pasar sangat penting, terdapat berbagai hambatan yang menghalangi efektivitas program-program pemberdayaan. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu hambatan utama yang mengakibatkan beberapa program tidak dapat dilaksanakan secara optimal. Selain itu, kurangnya partisipasi aktif dari pelaku usaha juga menjadi tantangan yang signifikan, di mana banyak pelaku usaha yang tidak mengetahui manfaat dari program-program yang ditawarkan. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan komunikasi dan sosialisasi dari Dinas Pasar untuk mengedukasi pelaku usaha tentang pentingnya keterlibatan mereka dalam program-program tersebut
Interaksi guru dan siswa dalam meningkatkan motivasi belajar pendidikan agama islam Kelas VI di Sekolah Dasar Negeri 200407 Padangsidimpuan
Guru sebagai pengelola kelas mengajar dengan sukses berarti harus ada keterlibatan siswa secara aktif untuk belajar. Keduanya berjalan seiring, tidak ada yang mendahului antara mengajar dan belajar karena masing-masing memiliki peran yang memberikan pengaruh satu dengan yang lainnya. Perlunya interaksi antara guru dan siswa sehingga guru dapat memberikan motivasi kepada siswa agar mampu dalam mengikuti pembelajaran khususnya pendidikan agama Islam. Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa. Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong motivasi. Saat ini, banyak siwa yang kurang termotivasi untuk belajar. Motivasi belajar pada siswa dapat menjadi lemah, lemahnya motivasi atau tiadanya motivasi belajar akan melemahkan kegiatan, sehingga mutu hasil belajar akan menjadi rendah. Oleh karena itu, motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus. Dengan tujuan agar siswa memiliki motivasi belajar yang kuat, sehingga hasil belajar yang diraihnyapun dapat optimal. Siswa yang berkomunikasi baik dengan gurunya sangat berbeda dengan siswa yang tidak memiliki komunikasi yang baik dengan gurunya saat proses pembelajaran berlangsung. Proses komunikasi melibatkan penyampaian pesan atau interaksi dari pengirim kepada penerima. Komunikasi melibatkan dua orang atau lebih untuk saling bertukar informasi. Oleh karena itu, ada kebutuhan akan tanggapan (feedback) yang timbal balik antara komunikator dan komunikan. Hal serupa berlaku dalam bidang pendidikan, di mana komunikasi yang efektif diperlukan agar materi pelajaran yang disampaikan oleh komunikator (guru) kepada komunikan (siswa) dapat dipahami secara optimal, memungkinkan tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan. Guru PAI Sekolah Dasar Negeri 200407 Padangsidimpuan melakukan beberapa interaksi yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI A. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru PAI serta siswa kelas VI A terdapat lima interaksi yang diterapkan guru PAI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa yaitu menceritakan pengalaman, menceritakan kisah Nabi, perduli terhadap masalah siswa, guru sebagai teladan dan contoh serta pemberian reward atau hadiah kepada siswa. Interaksi tersebut berdasarkan hasil wawancara dengan siswa bahwa siswa senang dengan interaksi yang dilakukan oleh guru PAI kepada para siswa
Konsep diri remaja pecandu narkoba di Desa Mekar Sari Kabupaten Deli Serdang
Penelitian ini dilatar belakangi bahwa remaja adalah masa pencarian jati diri, di mana terbentuk konsep diri melalui pengalaman hidup dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini juga dialami oleh remaja di Desa Mekar Sari Kabupaten Deli Serdang yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang berdampak pada menurunnya kualitas hidup, terganggunya kondisi keluarga, serta mengancam masa depan remaja, baik dari segi pendidikan, ekonomi, maupun kesejahteraan. Tujuan penelitian yang diajukan, yaitu faktor penyebab remaja pecandu narkoba serta bagaimana konsep diri remaja narkoba di Desa Mekar Sari Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Total informan dalam penelitian, yaitu 15 orang, secara terperinci dari data primer, yaitu 3 orang remaja, dan dari data sekunder, yaitu 5 orangtua, 3 orang teman sebaya, 3 orang tetangga terdekat dan Kepala Desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab remaja pecandu narkoba terdiri menjadi dua yaitu faktor internal yang berasal dalam diri mencakup rasa ingin tahu, pelarian, tidak mempunyai pendirian. Sedangkan faktor ekternal berasal dari luar adalah faktor lingkungan keluarga yaitu kurangnya kepedulian dan merasa tidak di hargai, faktor lingkungan masyarakat dan faktor lingkungan teman sebaya. Konsep diri remaja pecandu narkoba adalah konsep diri positif, yaitu 2 orang terdiri dari percaya diri bahwa setelah komsumsi narkoba, remaja yang awalnya pemalu dan kurang percaya diri merasa lebih berani bersosialisasi, lebih tenang saat bekerja dan seolah mampu mengontrol keadaan, tidak terbebani oleh kondisi pikiran bahwa merasa tidak peduli terhadap penilaian negatif dari lingkungan karena merasa selama tidak merugikan orang lain hidup mereka dianggap baik dan keinginan untuk berubah dari kedua remaja menyadari hidup mereka tidak sehat dan memiliki keinginan untuk berhenti, meskipun prosesnya terasa sulit. Sedangkan konsep diri negatif yaitu 3 orang terdiri dari perasaan labil bahwa remaja sering bingung tentang arah hidup, ragu mengambil keputusan, dan tidak punya gambaran jelas tentang masa depan dan kecewa terhadap dirinya dari ketiga remaja merasa gagal dalam kekecewa hidupnya dengan sadar bahwa narkoba itu salah membuat remaja sulit untuk berhenti
استخدام الوسائل السمعية والبصرية “BISA”لترقية الإستعاب النحوي لدى التلاميذ في الصف الحادى عشر بمعهد روضة العلوم أيك نبارا لابوهان باتو
يُعتَبَرُ تعلُّم النحو أمرًا صعبًا ومملًا في نظر كثير من التلاميذ، بسبب طريقة عرضه النظرية والمملّة في الغالب. وقد أثّر ذلك سلبًا على مستوى الاستيعاب لدى التلاميذ لمادة النحو. وانطلاقًا من هذه المشكلة، يهدف هذا البحث إلى ترقية الاستيعاب النحوي لدى تلاميذ الصف الحادي عشر في معهد روضة العلوم أيك نبارا - لابوهان باتو، من خلال استخدام الوسائل السمعية والبصرية من منصة YouTube عبر قناة Yayasan BISA. وقد استخدم في هذا البحث منهج البحث الإجرائي الصفي (PTK)، وتم تنفيذه في دورتين. تشمل كل دورة مراحل: التخطيط، والتنفيذ، والملاحظة، والتقويم. وقد أظهرت نتائج البحث تحسّنًا ملحوظًا في الاستيعاب النحوي لدى التلاميذ. ففي الدورة الأولى، بلغ عدد التلاميذ الذين أتمّوا بنجاح 9 من أصل 17 بنسبة 52.94٪، بمتوسط درجات 64.70. أما في الدورة الثانية، فقد ارتفع عدد التلاميذ الناجحين إلى 15 من أصل 17 بنسبة 88.24٪، بمتوسط درجات 83.52. وبذلك، يبيّن أن الوسائل السمعية والبصرية من قناة Yayasan BISA أثبت فاعليته في ترقية الاستيعاب النحوي لدى التلاميذ
The effect of word wall method in writing procedure text at the ix grade students of Mtsn 2 Tapanuli Selatan
This research is focussed on the effect of word wall method in writing procedure text at the ninth grade students of MTsN 2 Tapanuli Selatan. The problems that faced by students in writing ability are: the students had difficulty to generate their ideas based on their imagination and experiences only when they wrote a procedure text, they could not arrange the procedure text in a good order, and some of students are not interested and do not pay attention to learn possibly due to the lack of variety in the teaching methods or medias used. The purpose of this research is to examine the word wall significantly affects on students’ writing ability at the ninth grade students of MTsN 2 Tapanuli Selatan. Quantitative research with experimental by using pretest-posttest control group design is the method of the research. The data were collected through pre-test and post-test in writing test and analyzed by using independent sample T-test. Next, the result of this research showed that mean score of experimental class is higher than mean score of control class after using word wall. Then, the mean score of experimental class in pre-test is lower than in post-test. It can be concluded that word wall affects students’ ability in writing procedure text. In addition, the result of the data analysis showed a significant difference between the two groups. So, Ha is accepted and Ho is rejected, which means word wall significantly affects students’ ability in writing procedure text at the ninth grade students of MTsN 2 Tapanuli Selata
Implementasi etika bisnis Islam dalam transaksi jual beli di Pasar Ucok Kodok dan Pajak Batu Padangsidimpuan
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah praktik jual beli serta implementasi transaksi jual beli yang terjadi di Pasar Ucok Kodok khususnya pedagang daging, dipandang dari sudut etika bisnis Islam karena menurut pengamatan sementara kita tidak dapat memungkiri bahwa banyak orang-orang yang tidak bertanggungjawab dalam praktik jual beli guna meraih keuntungan atau laba yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini adalah umtuk mengetahui apakah pedagang daging di pasar Ucok Kodok dan Pajak Batu sudah sesuai dengan ketentuan ekonomi islam. Landasan teori penelitian ini menggunakan teori etika bisnis dalam perspektif islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif lapangan atau field research. Subjek penelitian ini adalah pedagang daging di Pasar Ucok Kodok dan Pasar Pajak Batu Padangsidimpuan berjumlah 8 orang dengan sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta teknik penjamin keabsahan data dengan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik jual beli para pedagang daging di Pasar Ucok Kodok dan Pajak Batu Padangsidimpuan berjalan secara umum, seperti pedagang membeli kepada distributor untuk dijual kembali, mempromosikan barang secara langsung ataupun melalui sosial media, hingga proses ijab kabul yakni terjadinya proses kesepakatan antara penjual dan pembeli