Electronic Theses of UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Not a member yet
12062 research outputs found
Sort by
Analisis pencegahan ekploitasi anak berdasarkan Pasal 76I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan
Penelitian ini berfokus pada Analisis Pencegahan Eksploitasi Anak Berdasarkan Pasal 76I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam pencegahan eksploitasi anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berdasarkan pasal 76I Undang- undang nomor 35 tahun 2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif metode studi kasus di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan, anak yang rentan terhadap eksploitasi anak, dan stakeholder yang terkait. Hasil diharapkan dapat memberikan gambaran jelas tentang tantangan dan masalah dalam Pencegahan Eksploitasi Anak Berdasarkan Pasal 76I Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2014 di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan.
Adapun Permasalahan nya adalah Peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Padangsidimpuan berdasarkan pasal 76I Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dalam mencegah eksploitasi anak. Menurut pasal 76I Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak “Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual terhadap anak”.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan dan program pencegahan eksploitasi ekonomi anak yang lebih efektif di Indonesia khususnya Kota Padangsidimpuan
Peran akuntansi terhadap efektivitas pengelolaan keuangan pada Pondok Pesantren Nurul Iman Desa Tebing Linggahara Kabupaten Labuhan Batu
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan Pedoman Akuntansi Pesantren sesuai SAK ETAP dalam penyusunan laporan keuangan Pondok Pesantren Nurul Iman, mengingat masih ditemukannya ketidaksesuaian dalam pencatatan, penyajian laporan arus kas, serta keterbatasan pemahaman SDM terhadap standar akuntansi yang berlaku. Sehingga tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk melihat peran dan kendala akuntansi di Pondok Pesantren Nurul Iman. Pembahasan penelitian ini berkaitan dengan ilmu akuntansi dan mengenai dan laporan keuangan, dimana peneliti dapat mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi fenomena pada peran akuntansi dan kendala pencatatan keuangan di Pesantren Nurul Iman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sampel penelitian ini sebanyak enam informan. Instrumen pengumpulan data menggunakan wawancara terbuka dengan panduan wawancara yang sudah peneliti siapkan sebelumnya. Analisis data menggunakan aplikasi Nvivo dengan cara mereduksi data, penyajian data dan membuat kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui penerapan akuntansi di Pondok Pesantren Nurul Iman, Desa Tebing Linggahara, Kab. Labuhan Batu, sudah mulai dilakukan melalui pencatatan manual oleh bendahara, namun belum mencakup laporan keuangan lengkap seperti neraca dan arus kas serta masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan pengetahuan akuntansi, minimnya pelatihan, dan belum digunakannya sistem digital. Sehingga, disarankan agar pesantren memberikan pelatihan akuntansi dasar bagi pengelola keuangan, beralih ke sistem pencatatan digital, menjaga transparansi laporan, menerapkan prosedur audit internal secara berkala, serta menyusun SOP keuangan yang baku sebagai panduan pengelolaan keuangan yang lebih efektif dan akuntabel
Kesadaran hukum pelaku usaha home industry Padangsidimpuan Tenggara terhadap pencantuman label dalam produk
Pelaku usaha diwajibkan memahami peraturan dalam menjalankan kegiatan usahanya. Pelaku usaha wajib menjamin keamanan produk yang diperjualbelikannya dengan berpedoman pada Undang-undang No. 31 Tahun 2018 pada Pasal 5 Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tentang Label Pangan Olahan yang menyatakan: “Setiap orang yang memproduksi pangan olahan wajib menjamin keamanan produk yang dipasarkannya paling sedikit memuat keterangan sebagai berikut: nama produk, daftar bahan yang digunakan, berat bersih, nomor izin edar, nama dengan alamat produsen, tanggal dan kode produksi, informasi tanggal kadaluwars, dan asal bahan makanan tertentu yang menjamin mutu dan kualitas produknya. Kemudian fokus penelitian skripsi ini adalah 1). Bagaimana tingkat kesadaran hukum Pelaku Usaha home industry di Padangsidimpuan Tenggara terhadap pencantuman label dalam produknya? 2). Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran Pelaku Usaha home industry di Padangsidimpuan Tenggara terhadap pencantuman label dalam produknya?.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif lapangan. Jenis penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian lapangan (field research) bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah 1). Kesadaran hukum Pelaku Usaha home industry di Padangsidimpuan Tenggara masih rendah, terlihat dari data yang diperoleh hanya 3 dari 10 pelaku usaha yang mencantumkan label sesuai regulasi. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran hukum pelaku usaha antara lain kurangnya pemahaman hukum, prosedur perizinan yaang dianggab rumit, minimnya edukasi dan sosialisasi dari pihak pemerintah serta beranggapan bahwa produk mereka aman tanpa label
Implementasi peraturan daerah Sumatera Utara nomor 3 tahun 2024 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan :studi kasus di Desa Sumuran
Pemenuhan hak pekerjaan bagi penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja sektor formal masih sulit dilaksanakan. Faktanya hingga saat ini penyandang disabilitas yang dapat bekerja di sektor formal khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan masih belum bisa memenuhi kuota yang telah ditetapkan dalam Perda Sumatera Utara Nomor 3 Tahun 2024 Tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Maka dari itu Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis implementasi Peraturan Daerah Sumatera Utara Nomor 3 Tahun 2024 khususnya terkait dalam pemenuhan hak pekerjaan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tapanuli Selatan.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Menggunakan teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara dengan pihak Dinas Sosial, Aparatur Desa Sumuran dan penyandang disabilitas Desa Sumuran. Hasil dari wawancara tersebut untuk memperoleh keabsahan data dalam penelitian ini akan menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu analisis data deskriptif dengan reduksi data, sajian data, penarikan simpulan atau verifikasi untuk memperoleh gambaran secara mendalam.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam Implementasi peraturan daerah Sumatera Utara nomor 3 tahun 2024 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan di Kabupaten Tapanuli Selatan dapat dikatakan belum maksimal, walaupun ada upaya serius pemerintah seperti pelatihan melalui Disnaker dan pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD), namun masih belum ada perlindungan yang jelas bagi penyandang disabilitas sebagai warga negara untuk menjalani kehidupan yang terintegrasi, bukti kurangnya penilaian kinerja yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan disabilitas dan permasalahan kepatuhan kuota tenaga kerja, lambatnya respons ketika ada pengaduan terkait penyelenggaraan lapangan kerja bagi penyandang disabilitas, penyandang disabilitas karena kendala birokrasi. Adapun hambatan dan dampak implementasi peraturan daerah Sumatera Utara nomor 3 tahun 2024 tentang perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam memperoleh pekerjaan yaitu: fasilitas kerja, bidang pekerjaan, diskriminsi dan pelatiha
Dampak sosial hukum dari pelaksanaan sanksi cambuk maisir terhadap masyarakat Blangpidie Aceh Barat Daya
Aceh mempunyai keistimewaan yang diberikan oleh pemerintah yaitu hak dan peluang untuk membentuk Mahkamah Syar’iyah sebagai Peradilan Syari’at Islam. Keberadaan Syari’at Islam secara kaffah sebagai landasan yuridis di Aceh, memberikan warna yang khas dan berbeda bagi rakyatnya dalam menjalani hidup secara pribadi maupun bersosialisasi. Pelaksanaan sanksi cambuk sebagai bentuk hukuman bagi pelaku jarimah, termasuk jarimah Maisir (perjudian) yang di atur dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Skripsi ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari pelaksanaan sanksi cambuk Maisir terhadap masyarakat, khususnya di daerah yang menerapkan hukum syar’iyah jinayat termasuk wilayah Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan wawancara mendalam dengan berbagai pihak, termasuk pelanggar, penegak hukum, dan masyarakat sekitar. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan sanksi cambuk Maisir tidak hanya berdampak pada pelaku yang dihukum, tetapi juga mempengaruhi dinamika sosial di masyarakat. Disatu sisi, sanksi ini dianggap sebagai bentuk penegakan hukum yang tegas dan efektif dalam menekan angka perjudian. Namun di sisi lain, praktik cambuk sering kali menimbulkan stigma sosial dan ketakutan di kalangan masyarakat, yang dapat mengakibatkan isolasi sosial bagi pelanggar. Selain itu, terdapat pula dampak psikologis yang dirasakan oleh pelanggar dan keluarganya, yang sering kali mengalami diskriminasi dan penolakan dari lingkungan sosial. Berdasarkan hasil penelitian terdapat beberapa dampak sosial dari pelaksanaan sanksi cambuk Maisir di aceh terkhusus di Kecamatan Blangpidie yaitu penghukuman pelaku Maisir melalui ‘uqubat ta’zir dampak bagi keluarga pelaku adalah menanggung rasa malu dan mendapatkan pandangan yang berbeda dari masyarakat seperti dikucilkan dan dijauhi serta bisa berdampak buruk pada anak dari pelaku tindak pidana Maisir, misalnya terkena gangguan mental karena dijauhi oleh teman-temannya dan masyarakat sekitar. Kemudian dampak bagi masyarakat adalah menimbulkan rasa takut, bahwa hukuman cambuk lebih bersifat mendidik dan menjadi pengingat bagi orang lain untuk tidak terlibat dalam perilaku negatif. Sehingga membuat masyarakat lebih berhati-hati untuk melakukan hal yang sama
Pengaruh non performing financing financing to deposit ratio dan capital adequacy ratio terhadap likuiditas Bank Umum Syariah Tahun 2015-2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang tidak sesuai dengan teori, dimana apabila NPF meningkat maka Likuditas menurun, dan apabila FDR semakin turun FDR maka Likuiditas turun, kemudian apabila CAR meningkat Likuditas meningkat dan begitu pula sebalikya apabila Likuiditas meningkat maka CAR harus meningkat. Namun berbeda dengan laporan keuangan Bank Umum Syariah Likuiditas mengalami menuru periode 2015-2024.akan tetapi NPF meningkat akan tetapi FDR berhasil diturunkan tetapi peningkatan CAR tidak terjadi secara konsisten selama periode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non Performing Financing, Financing to Deposit Ratio, dan Capital Adequacy Ratio pada Bank Umum Syariah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan data time sieries menggunakan data treiwulan sebanyak 40 sampel yang diperoleh laporan keuangan yang di publikasikan Bank Umum Syariah. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji Normalitas, Uji linearitas, Uji Autokolerasi, Uji Hipotesis (Uji T dan Uji F) dan Uji Koefesien Determinasi R2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPF memeliki pengaruh negative dan signifikan terhadap Likuiditas, secara parsial, semantara itu NPF tidak berpengaruh terhadap likuiditas. Sedangkan secara simultan NPF berpengaruh signifikan terhadap Likuiditas pada Bank Umum Syariah. Berdasarkan Uji Koefesien Determinasi 41,3 % dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini
Peningkatan kreativitas siswa menggunakan model project based learning dalam pembelajaran seni budaya dan prakarya Kelas IV MI Padangsidimpuan Angkola Julu
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya kreativitas siswa di kelas IV MI Padangsidimpuan Angkola Julu yang masih rendah. Hal ini disebabkan siswa yang kurang berani dan kurang percaya diri terhadap dirinya, kurang memiliki rasa ingin tahu, dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari siswa cenderung pasif, siswa malu bertanya, siswa lebih banyak diam dan ragu-ragu. Sehingga perlu dilakukan perubahan dengan menggunakan model project based learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan model project based learning yang dapat meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya di kelas IV MI Padangsidimpuan Angkola Julu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). penelitian ini dilaksanakan di MI Padangsidimpuan Angkola Julu yang berjumlah 18 siswa. Instrumen pengumpulan data adalah tes dan observasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kreativitas siswa meningkat. Hal ini dapat dilihat dari persentase hasil observasi pra-siklus persentase ketuntasan sebesar 28% dengan nilai rata-rata kelas 53,6, kemudian meningkat pada siklus I pada pertemuan I persentase ketuntasan sebesar 44% dengan nilai rata-rata 59,2 dan pertemuan II persentase ketuntasan sebesar 56% dengan nilai rata- rata siswa sebesar 64,7. Pada siklus I telah terjadi peningkatan dengan menggunakan model project based learning. Kemudian dilanjutkan pada siklus II pertemuan I persentase meningkat menjadi persentase ketuntasan sebesar 72% dengan nilai rata-rata 71,8 dan mengalami peningkatan pada siklus II pertemuan II persentase ketuntasan sebesar 83% dengan nilai rata-rata 76,1. Dengan demikian kreativitas siswa yang dinilai oleh beberapa indikator yang telah ditentukan peneliti, dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan kreativitas siswa dengan mengunakan model project based learning
Penggunaan media counting box (kotak berhitung) untuk meningkatkan hasil belajar matematika Siswa Kelas I SD Negeri 103090 Gunung Baringin Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara
Latar belakang masalah penelitian ini adalah kurangnya antusias dan rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal ini disebabkan karena media pembelajaran yang diterapkan belum optimal dan kurang bervariasi. Maka, perlu adanya perubahan pelaksanaan pembelajaran di kelas melalui penggunaan media Counting Box dalam proses pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan Counting Box dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan 1-20 di kelas I SD Negeri 103090 Gunung Baringin padang lawas utara. Jenis penelitian ini ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan pada tahap perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi di SD Negeri 103090 Gunung Baringin subjek penelitian ini adalah 8 Siswa kelas I, 6 siswa perempuan dan 2 siswa laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas belajar siswa dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas belajar mencapai 70%, meningkat menjadi 72,5% pada pertemuan 2. Pada siklus II pertemuan 1, aktivitas belajar siswa 77,5% dan meningkat signifikan menjadi 92,5% pada pertemuan 2. Peningkatan ini juga tercermin dalam hasil belajar siswa. Pada kondisi awal, rata-rata nilai siswa adalah 52,5% dengan ketuntasan belajar sebesar 37,5% (3 dari 8 siswa). Pada siklus II, rata-rata nilai mencapai 92,5% dengan ketuntasan 100% (8 dari 8 siswa). Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan media Counting Box efektif dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa, serta telah memenuhi indicator keberhasilan yang diterapkan
The effect of hyponymy game on students vocabulary mastery at The Seventh Grade of SMP N 1 Angkola Barat
This study concerned about the influence of hyponymy game on vocabulary mastery in the seventh grade of SMP N 1 West Angkola. The problems faced by students in mastering vocabulary are: 1) limited vocabulary, 2) lack in understanding the meaning of English vocabulary, 3) low motivation of students in learning English, 4) vocabulary scores are still low. The objectives of this study are: 1) to describe how students' vocabulary mastery before learning vocabulary using hyponymy game, 2) to describe how students' vocabulary mastery after learning vocabulary using hyponymy game, 3) to examine how to describe the significant impact of hyponymy game on vocabulary mastery in seventh grade students of SMP N 1 West Angkola. Quantitative research is experimental using pre-test and post-test control group design as the research method. The population of this study is all students of grade VII of SMP N 1 West Angkola. The sample was class VII D as an experimental group of 30 students and class VII B as a control class with 28 students. Data collection was carried out by pre-test and post-test in the form of multiple choice and analyzed using an independent T-test test. The results showed that the average score of the experimental class after using the hyponymy game was 80.40 and the average score of the control group was 64.79. In addition, the tcount>ttable (7.929>1.685) so that Ha was accepted and Ho was rejected, meaning that the hyponymy game had a significant effect on the vocabulary mastery of seventh-grade students of SMP N 1 West Angkola
Metode pembinaan akhlakul karimah pada siswa SMA Negeri 1 Sosa Kabupaten Padang Lawas
Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya Metode Pembinaan Akhlakul Karimah pada Siswa SMA Negeri 1 Sosa Kabupaten Padang Lawas. Hal ini dapat dilihat dari sikap atau perilaku siswa yang mencerminkan kepribadian beretika dan berakhlakul karimah, sebagai contoh menyapa dengan ramah kepada orang yang lebih tua. Bentuk dari penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang tujuannya untuk mencari, menganalisis dan dan membuat interpretasi data yang ditemukan melalui interview dan observasi. Data yang telah dikumpulkan akan diperikasa keabsahannya melauli standar keabsahan data.teknik analisis data yang dilakukan adalah dengan mereduksi, menyajikan dan membuat kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Metode pembinaan akhlakul karimah yakni menggunakan metode pembelajran,keteladanan, pembiasaan,metode kisah (cerita), dengan adanya kultum di setiap hari jumat diantaranya menampilkan pembacaan ayat suci Al-qur’an, memberikan kata-kata motivasi, membacakan pidato dan membacakan do’a di akhir kultum. Menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan melaksanakan sholat duha dan zuhur berjamaah dan Faktor pendukung pada pembinaan akhlakul karimah ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal, dan adanya support dari guru Pendidikan Agama Islam dan bahkan guru-guru yang lain juga mendukung dalam pembinaan akhlakul karimah seperti melaksanakan kultum guru ikut serta pada kegiatan kultum tersebut, memberikan nasehat amanah kepada seluruh siswa