Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Leadership and Institutional Management in Education
The objective of this study is to ascertain the management of leadership and institutions in education, specifically the Ministry of Religion, the Directorate of Islamic Religious Higher Education, and the Ministry of Education and Culture. The research methodology employed is library research. Primary data are sources that provide data directly from the first hand or are original sources. Secondary data are in the form of other books related to the problems that are the subject of discussion in this article. The steps of library research include: determining and formulating the problem or topic to be studied, collecting various written sources relevant to the research topic, and evaluating the relevance and credibility of each source after a significant literature review. The researcher then analyzes the content of the selected literature to identify patterns, themes, and trends relevant to the research topic. Finally, literature synthesis is achieved by combining information from various sources to form a more comprehensive understanding of the research topic. The results indicate that leadership management in educational institutions under the Ministry of Religious Affairs is a crucial element in the pursuit of educational excellence. Leadership management in the Directorate of Islamic Religious Higher Education (Diktis) is defined as the process of managing and organizing activities and resources in an effort to achieve the institution's strategic goals related to Islamic religious higher education in Indonesia. Leadership management at the Ministry of Education and Culture (Kemdikbud) is a process that involves the planning, organization, direction, and control of human and material resources in order to achieve national education goals
Pemberian Literasi dan Motivasi Terhadap Santri Layar Dakwah Dalam Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi
Tujuan pengabdian ini untuk memberikan sumbangsi pengetahuan dan motivasi terhadap santri Layar Dakwah yang ada dikota Medan. Mengingat akan pentingnya perhatian khusus bagi para siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan empat tahapan kegiatan (1) Pengenalan, (2) Pengenalan Universitas dan Prgram Studi, (3) Memberikan Literasi dan motivasi terhadap santri, (4) Tanya Jawab dan Diskusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri yang ada di Layar Dakwah antusias untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Santri layar dakwah termotivasi dikarenakan kesadaran yang muncul dari diskusi-diskusi yang telah dilakukan. Selain itu para santri juga termotivasi dikarenakan cita-cita dan karir mereka yang menginginkan kehidupan yang baik dimasa yang akan datang
Hubungan Kompetensi Pedagogik Dengan Profesional Guru Di Sekolah Inklusif Banda Aceh
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik dengan professional guru di sekolah inklusif di Banda Aceh. Berdasarkan berbagai landasan teoritis maka hipotesis yang ada dalam penelitian adalah ada hubungan positif antara kompetensi pedagogik dengan profesional guru. Dengan asumsi semakin positif kompetensi pedagogik maka semakin baik pula profesional guru. Penelitian ini menggunakan skala kompetensi pedagogik dengan koefisien reliabilitas sebesar 0.851, dan skala profesional dengan koefisien reliabilitas sebesar = 0.892, dapat dikatakan reliabel. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis regresi. hubungan yang signifikan antara kompetensi pedagogik dengan profesional guru di sekolah inklusif, hal ini ditunjukkan oleh koefisien rx2y = 0.839 dengan p = 0.000 < 0.05
Penerapan Media Pembelajaran E-Comic Dalam Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
The aim of this research is to determine the development of e-comic learning media to improve the mathematics problem solving abilities of 4th grade elementary school students. The type of research carried out uses descriptive qualitative with field research methods. The type of research used is Research and Development with a 4-D design which includes a modification of the Thiagarajan model (1974:36). The stages carried out in 4-D design are the definition stage, design stage, development stage by carrying out validation tests on material, media and learning experts. After the results of the e-comics media development material test, media expert test and learning expert test were categorized as valid and feasible. Then the final stage is carried out, namely the distribution stage which aims to promote e-comic media to teachers and students. So it can be concluded that the development of e-comics media is suitable for application in mathematics learning to improve students' mathematical problem solving abilities
Partisipasi Orang Tua Dalam Pendidikan Anak Usia Dini
Penelitian ini dilatar belakangi akan pentingnya menjaga kehangatan dan keharmonisan antara suami dan istri, karena jika kasus tumbuh kembang anak yang mengalami gangguan psikologis secara pribadi akibat putusnya hubungan atau bahkan perceraian orang tua akan menimbulkan terhadap kebahagiaan dan stabilitas psikologis dan mental sang anak. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh orang tua dalam mendidik anak sebagai perwujudan dari rasa tanggung jawab kepada anak. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Kepribadian yang dimiliki setiap anak yang berbeda-beda harus terus dikelola dan dibentuk oleh orang tua. Potensi tersebut didasarkan pada pemikiran perkembangan anak, sehingga pendidikan anak usia dini harus didasarkan pada kebutuhan anak dan disesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut lingkungan. Dalam situasi ini, orang tua merupakan pengambil keputusan utama dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam bagaimana memaksimalkan potensi anak dengan menstimulasi dan memberikan berbagai fasilitas yang dibutuhkannya
Pengalaman Remaja dalam Menerapkan Nilai-Nilai Moral yang Dipelajari di Pondok Pesantren
Artikel ini membahas peran pondok pesantren dalam membentuk karakter dan moralitas remaja di Indonesia. Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, memiliki peran penting dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan agama kepada para santrinya. Nilai-nilai seperti ketaatan beragama, toleransi, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab ditekankan di pondok pesantren. Remaja yang belajar di pondok pesantren diharapkan dapat membawa nilai-nilai ini ke dalam kehidupan sehari-hari mereka, tetapi ada berbagai faktor yang mempengaruhi penerapan nilai-nilai tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melibatkan tiga orang remaja alumni pondok pesantren sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja alumni pondok pesantren mendapatkan penilaian baik dalam beberapa aspek nilai moral, tetapi masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Pembahasan meliputi pengaruh lingkungan internal dan eksternal, serta tantangan yang dihadapi dalam pembentukan moralitas remaja. Kurangnya pengaruh keluarga dan lingkungan sekolah yang mendukung, serta pengaruh negatif media dan teman sebaya, menjadi tantangan yang perlu diatasi. Diperlukan upaya holistik dan kolaborasi antarpihak untuk membantu remaja mengatasi hambatan tersebut dan tumbuh menjadi individu yang kokoh dalam moralitasnya. Kesimpulannya, pondok pesantren memiliki peran vital dalam pembentukan karakter dan moralitas remaja. Namun, tantangan dalam penerapan nilai-nilai moral menuntut upaya bersama dari berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi remaja dalam mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Microsoft Powerpoint Berbasis Power Director Terhadap Minat Belajar Matematika Pada Siswa Kelas II SD-IT Bustanul Ulum
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Microsoft Powerpoint berbasis Power Director terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran Matematika di Kelas II SD-IT Bustanul Ulum. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen yang memiliki sampel penelitian berjumlah 38 orang siswa kelas II SD-IT Bustanul Ulum. Data yang diproleh dianalisis dengan uji normalitas, homogenitas, kesamaan dua rata-rata, dan uji hipotesis menggunakan independent sample t Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media Microsoft Powerpoint berbasis Power Director berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada pembelajaran Matematika di kelas II SD-IT Bustanul Ulum. Terdapat perbedaan minat belajar siswa pada pembelajaran Matematika di kelas II SD-IT Bustanul Ulum antara kelas yang menggunakan media Microsoft Powerpoint berbasis Power Director dengan yang tidak menggunakan media Microsoft Powerpoint berbasis Power Director. Penggunaan media Microsoft Powerpoint berbasis Power Director mampu meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran Matematika di kelas II SD- IT Bustanul Ulum, karena melalui media Microsoft Powerpoint berbasis Power Director siswa mendapatkan pengalaman baru dalam pembelajaran yang terlihat menarik
Hukum Laut di Indonesia
Indonesian, as an archipelagic country with a large maritime area, has significant maritime legal interests in its national legal system. Despite its importance, Indonesia's maritime law is still fragmented and lacks a comprehensive and coherent framework. The study aims to analyze and review existing maritime laws and regulations in Indonesia, identify gaps and inconsistencies, and propose a new framework for Indonesian maritime law. This study uses a qualitative research approach, analyzing primary and secondary legal sources, as well as conducting interviews with experts in the field. The results of the study show that Indonesia's maritime law is filled with inconsistencies and lack of clarity, leading to confusion and uncertainty among stakeholders. The study proposes a new framework that integrates existing laws and regulations, provides clear definitions and procedures, and ensures the effective management of Indonesia's vast maritime territor
Kedudukan Doi’ Menre’ Dalam Perkawinan Adat Bugis Perspektif Fikih Syafi’i : (Studi Kasus di Desa Mombi Kecamatan Tutallu Kabupaten Polewali Mandar)
Perkawinan sebagai salah satu sendi kehidupan masyarakat tidak lepas dari tradisi yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan ajaran agama yang mereka anut, baik sebelum atau sesudah upacara perkawinan dilaksanakan. Perkawinan merupakan sumbu kehidupan masyarakat. Perkawinan pada suatu masyarakat biasanya diikuti oleh berbagai rangkaian acara adat dan upacara adat. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti bahwa perkawinan masyarakat Mandar di Desa Mombi, Kecamatan Tutallu, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, tradisi Doi? Menre? merupakan suatu tradisi yang mengharuskan calon mempelai laki-laki untuk memberikan mahar kepada calon mempelai wanita, Doi? Menre? tersebut merupakan ketentuan tradisi dari suku Mandar- Makassar yang harus ditentukan bahwa calon suami harus memberikan suatu pemberian kepada seorang mempelai wanita yang jumlahnya sesuai dengan kesepakatan antara pihak laki-laki dan pihak perempuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Doi? Menre? merupakan uang hantaran yang diberikan oleh pihak laki- laki kepada pihak perempuan yang besar nominal pemberiannya sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Doi? Menre' dan mahar (sompa) adalah dua hal yang berbeda dalam segi penerapan hukumnya tetapi dalam perkawinan adat bugis sudah mempunyai kedudukan yang sama yaitu sama-sama menjadi syarat sebelum melangsungkan perkawinan. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan Doi? Menre? yaitu pertama tujuan Doi? Menre?, adapun tujuan Doi? Menre? adalah sebagai hadiah untuk pihak perempuan dan nantinya akan digunakan untuk keperluannya. Kedua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi besarnya nominal pemberian Doi? Menre? dalam adat Bugis. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut : (a) Status sosial masyarakat adat Bugis menjadi hal yang paling utama dan mendasar penyebab tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Ketika orang tua dan keluarga besarnya dari pihak perempuan dianggap orang yang terpandang, maka pasti berbeda halnya dengan seseorang yang status pendidikan, ekonomi, jabatan dan masih dari garis keturunan yang terpandang pula. Maka Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki harus tinggi pula. (b) Pendidikan, Tingkat pendidikan dari pihak perempuan juga mempengaruhi tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan. Tetapi lain halnya dengan status sosial, tingkat pendidikan yang tinggi belum tentu ia berasal dari keluarga yang terpandang dan ekonominya tinggi pula, hanya saja dalam tingkat pendidikan merupakan suatu nilai tambah tersendiri bagi pihak laki-laki. (c) Kondisi fisik calon istri, Kondisi fisik calon istri juga dapat mempengaruhi tingginya jumlah Doi? Menre? yang harus diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Karena calon laki-laki beranggapan apabila wanita yang cantik mestinya akan mempengaruhi keturunannya kelak. (2) Dalam Hukum Islam, tidak disyari?atkan mengenai pemberian Doi? Menre?. Hanya saja pemberian Doi? Menre? menurut hukum Islam hukumnya adalah mubah (boleh) karena kedudukannya sebagai hibah (hadiah) untuk pihak perempuan
Pengaruh Berbicara Kasar dalam Konteks Sosial terhadap Perkembangan Akhlak Anak Usia Prasekolah
Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh bahasa kasar terhadap perkembangan sosial anak usia prasekolah dan pentingnya aktivitas bermain peran dalam mendukung perkembangan sosial mereka. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, penelitian ini mengamati perilaku tiga anak berusia 6-12 tahun. Hasil menunjukkan bahwa anak-anak prasekolah yang terpapar bahasa kasar menganggapnya sebagai hal yang biasa, mempengaruhi perkembangan kognitif dan sosial mereka, serta kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Sebaliknya, bermain peran meningkatkan kemampuan komunikasi, empati, dan interaksi sosial anak-anak. Diperlukan intervensi dari orang tua, pendidik, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penggunaan bahasa positif. Strategi pendidikan yang mempromosikan komunikasi positif dan keterampilan sosial harus diterapkan di rumah dan sekolah. Kerja sama antara orang tua, pendidik, dan komunitas sangat penting untuk membantu anak-anak mengembangkan kebiasaan berkomunikasi yang baik, membentuk dasar kuat bagi perkembangan moral dan sosial mereka