Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
    2217 research outputs found

    Pendidikan Antikorupsi dalam Pembentukan Integritas Generasi Muda

    Full text link
    Korupsi merupakan permasalahan serius yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan moral bangsa. Upaya pemberantasan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan penindakan hukum, tetapi memerlukan langkah preventif yang berkelanjutan melalui pendidikan. Pendidikan antikorupsi menjadi strategi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki kesadaran moral yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan antikorupsi sebagai upaya membangun generasi berintegritas melalui telaah terhadap berbagai penelitian terdahulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis sembilan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik pendidikan antikorupsi dan integritas. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan antikorupsi efektif dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial apabila diintegrasikan secara sistematis dalam kurikulum, budaya sekolah, serta keteladanan pendidik. Pendidikan antikorupsi juga berperan sebagai langkah preventif yang mampu membentuk sikap kritis dan keberanian peserta didik dalam menolak perilaku koruptif. Dengan demikian, pendidikan antikorupsi memiliki peran strategis dalam membangun generasi berintegritas dan menciptakan budaya antikorupsi yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan

    Analisis Hubungan Jarak Titik Gantung Terhadap Periode Ayunan pada Bandul Fisis Menggunakan Simulasi VS Code untuk Menentukan Percepatan Gravitasi

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jarak titik gantung terhadap periode ayunan pada bandul fisis serta menentukan nilai percepatan gravitasi menggunakan simulasi berbasis pemrograman di Visual Studio Code (VS Code). Simulasi dirancang untuk menghitung periode ayunan berdasarkan persamaan dinamika rotasi pada bandul fisis melalui pendekatan pemodelan numerik. Dalam penelitian ini, variabel yang divariasikan adalah jarak titik gantung terhadap pusat massa benda (L), sedangkan variabel terikatnya adalah periode ayunan (T). Melalui sistem pemrograman, model bandul fisis dijalankan untuk menampilkan perilaku osilasi secara virtual tanpa keterbatasan laboratorium fisik. Data periode ayunan diperoleh dari hasil perhitungan komputer untuk setiap variasi jarak titik gantung, kemudian dianalisis untuk menemukan pola hubungan matematis antara L dan T. Hasil simulasi menunjukkan adanya kecenderungan yang konsisten bahwa semakin besar jarak titik gantung dari pusat massa, semakin besar pula periode ayunan yang dihasilkan. Dengan memasukkan data periode ke dalam persamaan penentuan percepatan gravitasi, diperoleh nilai percepatan gravitasi rata-rata sebesar 9,76 m/s². Nilai tersebut sangat dekat dengan nilai standar gravitasi bumi 9,8 m/s², sehingga menunjukkan tingkat kesesuaian yang tinggi antara simulasi dan teori fisika yang berlaku. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemanfaatan simulasi berbasis VS Code dapat menjadi alternatif efektif untuk mempelajari dinamika bandul fisis, terutama dalam kondisi keterbatasan alat eksperimen di laboratorium. Selain meningkatkan akurasi pengamatan, metode simulasi ini juga memberikan kemudahan dalam pengolahan data, visualisasi gerak, dan analisis hubungan variabel secara matematis. Dengan demikian, penggunaan teknologi pemrograman dapat mendukung pembelajaran dan penelitian fisika modern secara lebih interaktif dan efisien

    Implementasi Model Pembelajaran Team Games Tournament (TGT) Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Terhadap Murid Slow-Learner Kelas II di Sekolah Dasar Negeri Banyu Urip VI/367 Surabaya

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi kata hubung terhadap murid slow-learner kelas II di SDN Banyu Urip VI/367 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian 22 murid kelas II-A S. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti meliputi observasi, wawancara, tes kognitif pretest dan posttest, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) pada mata pelajaran Bahasa Indonesia mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan berpusat kepada murid, sehingga mendorong partisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil belajar posttest setelah diberikan model pembelajaran Team Games Tournament didapatkan nilai maksimal 96 dan sebanyak 68% murid mencapai kategori tuntas dengan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Selain meningkatkan hasil belajar, model Team Games Tournament (TGT) juga berkontribusi pada perkembangan sosial dan kepercayaan diri murid melalui kerja sama kelompok dan kompetisi bermain bersifat edukatif. Dengan demikian, model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) dapat dijadikan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif, inovatif dan mendukung pembelajaran inklusif di sekolah dasar

    Exploring Students' Obstacle in English Speaking (Research Conducted at English Language Educational Study Programme)

    Full text link
    This research aims to identify and describe the specific obstacles encountered by English Language Education students at Gorontalo State University (UNG) in developing their speaking proficiency. The study employed a qualitative approach, utilizing questionnaires (Likert scale) and semi-structured interviews with 4th-semester students. The findings revealed that students face multi-faceted challenges categorized into Linguistic, Personal, Environmental, and Social problems. The dominant obstacles were Linguistic Problems (81% agreement), driven primarily by Mother Tongue Interference and difficulties in choosing appropriate words and maintaining fluency. Personal Problems (70.4%), particularly anxiety and hesitation, were also highly significant, hindering active participation due to the fear of negative evaluation. Environmental Problems (77.4%) highlighted issues with the Teaching Method and limited opportunities for spontaneous speaking practice. Social Problems (67.9%) centered on the fear of committing mistakes and criticism from peers. The research concludes that speaking challenges in this context stem from a strong interplay between linguistic deficits and affective factors. Therefore, effective intervention must address both vocabulary/grammar mastery and psychological support by creating a highly communicative and anxiety-reducing learning environment

    Peran Teknologi Digital dalam Pembelajaran Bahasa Arab

    Full text link
    Perkembangan teknologi digital dalam dua puluh tahun terakhir telah memberikan pengaruh besar terhadap pembelajaran bahasa Arab, baik dari segi metode, media, maupun capaian belajar. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tren terbaru penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa Arab melalui tinjauan literatur sistematis (SLR) terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital seperti aplikasi ponsel, video interaktif, platform pembelajaran daring, dan media sosial berkontribusi meningkatkan motivasi, minat, serta efisiensi belajar dengan menghadirkan materi yang lebih variatif, kontekstual, dan mudah disesuaikan. Selain itu, teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI)termasuk chatbot, pengenalan ucapan, pemeriksa tata bahasa, dan model bahasa seperti ChatGPT—terbukti mendukung penguasaan keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis melalui pembelajaran yang dipersonalisasi dan umpan balik otomatis. Namun, kajian juga menemukan tantangan seperti ketidakmerataan infrastruktur digital, rendahnya literasi digital di kalangan pengajar, serta kompleksitas bahasa Arab yang masih menjadi hambatan bagi banyak pelajar. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa teknologi digital memiliki potensi besar sebagai pendorong perubahan pedagogis menuju pembelajaran bahasa Arab yang lebih responsif, inklusif, dan berbasis data, sekaligus menekankan perlunya peningkatan kompetensi digital guru agar integrasi teknologi dapat diterapkan secara optimal

    Dinamika Tajdid dan Ijtihad dalam Transformasi Pemikiran Hukum Islam Kontemporer

    Full text link
    Perkembangan zaman dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan perubahan sosial-ekonomi telah membawa dampak signifikan terhadap dinamika hukum Islam. Kondisi ini menuntut adanya pembaruan (tajdid) dan penggalian hukum (ijtihad) agar fiqh tetap relevan dalam menghadapi problematika modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tajdid dan ijtihad dalam membentuk transformasi pemikiran hukum Islam kontemporer dengan meninjau perspektif ulama klasik dan modern seperti Yusuf al-Qaradawi, Wahbah al-Zuhayli, Jasser Auda, dan Abdullah bin Bayyah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) terhadap sumber primer dan sekunder, baik buku maupun jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tajdid berfungsi sebagai upaya revitalisasi prinsip-prinsip dasar syariat agar tetap aplikatif di era modern tanpa mengubah substansi hukum Islam, sedangkan ijtihad merupakan instrumen metodologis untuk menggali hukum baru melalui pendekatan maqasid al-syariah dan ijtihad kolektif. Integrasi keduanya menghasilkan fiqh yang adaptif, solutif, dan kontekstual terhadap isu-isu kontemporer seperti transaksi digital, bioetika, dan pluralisme hukum. Kesimpulannya, tajdid dan ijtihad merupakan dua pilar utama yang memastikan keberlanjutan dan relevansi hukum Islam dalam menghadapi tantangan zaman modern secara ilmiah dan berkeadaban

    The Great Gap dan Kontribusi Islam Terhadap Pemikiran Ekonomi Modern

    Full text link
    Currently, Indonesia has indeed built economicfacilities and infrastructure, but in fact these buildings are fragileand porous. Once the crisis wave hit the building, everything fellapart and it took a very long time to bring it back up. In fact, other Asial countries that have the same fate as Indonesia have already emerged from the economic crisis, such as Malaysia, Thailand, South Korea and others. In this context, the Islamic economic discourse is still very relevant to be discussed more seriously, and put forward as an alternative solution to overcoming the economic crisis in Indonesia, where the majorityof the population is Muslim. In fact, recently the banking worldhas adopted the Islamic economic system without a doubt. Conventional banks, for example, which have been based on theWestern economic system, are now starting to open banks basedon other money economy systems as well as developing anIslamic economic system. It seems that a fair system which formsthe basis of Islamic economics is the main reason why this systemis increasingly in demand and developed by the (Muslim) community today. Of course, the development of an Islamic economy will face many challenges today and in the future,and will serve as a test for whether the Islamic economy is able to overcome the economic crisis in Indonesia. Muslim economists are important pioneers who have successfully transformed the Islamic economic system into the modern world. Even to be honest, Western economists have actually learned from them. They appeared when the West was still in the dark ages. This includes their economy. Moreover, the emergence of this Muslimeconomy was in the post-Greek phase and pre-Western progress. However, the thoughts of these Muslim economists experiencedperiods of disconnection from generation to generation of Muslims recently. In fact, literature that discusses Islamic economics, especially the thoughts of Muslim economists, is stillvery rare and limited in the midst of the Indonesian Muslim community. The historical aspect is no exception. This study hasa very important meaning because it will trace the historical study of economic thought in Islam which is very unfavorable because, throughout Islamic history, Muslim thinkers and leaders have developed various economic ideas in such a way thatthey are not considered. The opposition comes from Schumpeter,great gap, by saying that the source of economics is from the west

    Penguatan Literasi Keagamaan dan Kesadaran Lingkungan Berbasis Masjid Melalui Program KKN di Desa Titi Payung, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara

    Full text link
    Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menekankan integrasi antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Desa Titi Payung, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batubara, memiliki potensi sosial-keagamaan yang kuat, namun masih menghadapi tantangan dalam aspek literasi Al-Qur’an di kalangan remaja serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis keberlanjutan. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keagamaan melalui program Tahsin Al-Qur’an berbasis masjid serta menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat melalui pengelolaan sampah berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang dilaksanakan selama 40 hari melalui tahapan pemetaan masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan program, serta refleksi dan evaluasi bersama masyarakat. Program Tahsin dilaksanakan secara rutin menggunakan metode talaqqi bagi remaja masjid, sedangkan program lingkungan difokuskan pada edukasi pengelolaan sampah berbasis konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) serta pembentukan bank sampah tingkat dusun yang melibatkan kelompok PKK. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan kualitas bacaan Al-Qur’an remaja masjid dengan tingkat keberhasilan mencapai 85% serta revitalisasi fungsi masjid sebagai pusat pendidikan nonformal. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan gotong royong lingkungan, terbentuknya unit bank sampah, serta meningkatnya kesadaran ekologis berbasis nilai keislaman. Pengabdian ini juga berkontribusi pada penguatan tata kelola administrasi desa, stabilitas sosial, toleransi antarumat beragama, dan literasi ekonomi syariah. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan integratif berbasis masjid dan partisipasi masyarakat efektif dalam mendorong transformasi sosial dan pembangunan desa berkelanjutan

    Learning Style, Self-Regulated Learning, and Academic Resilience: Determinants of Creative Thinking Ability in SMAN 1 Waru Students

    Full text link
    The ability to think creatively is one of the main competencies that are urgently needed in the 21st century education era, especially in facing global challenges and competition in the Industrial Revolution 4.0. The study identified the influence of three main factors, namely learning style, self-regulated learning, and academic resilience on the creative thinking ability of grade XII students of SMAN 1 Waru in economics. The research uses a quantitative approach with a survey method, involving 50 students who are selected through random sampling techniques. Data collection was carried out through questionnaires to measure learning styles, self-regulated learning, and academic resilience, and essay tests to evaluate students' creative thinking skills. The results of regression analysis showed that learning style and academic resilience had a positive influence on creative thinking ability, but self-regulated learning did not show statistical significance. These results indicate the importance of a holistic approach to learning as well as collaboration between teachers, students, and the environment to optimize creative thinking in facing global challenges.Kemampuan berpikir kreatif menjadi salah satu kompetensi utama yang sangat dibutuhkan di era pendidikan abad ke-21, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan persaingan Revolusi Industri 4.0. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh gaya belajar, self-regulated learning, dan resiliensi akademik terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XII SMAN 1 Waru pada mata pelajaran ekonomi. Dengan metode survei kuantitatif, penelitian melibatkan 50 siswa yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan tes esai. Hasil menunjukkan gaya belajar dan resiliensi akademik berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif, sedangkan self-regulated learning tidak signifikan. Temuan ini menyoroti pentingnya pendekatan holistik dalam pembelajaran untuk mengintegrasikan gaya belajar, meningkatkan refleksi, dan memperkuat resiliensi akademik siswa

    2,193

    full texts

    2,217

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇