Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Strategi Desain Pembelajaran yang Efektif Untuk Siswa Sekolah Dasar: Sebuah Analisis Literatur Tentang Pendekatan dan Metode
Strategi pembelajaran berperan penting dalam meningkatkan prestasi akademik siswa melalui pendekatan yang relevan dan terencana. Pembelajaran yang berpusat pada siswa memberikan peran aktif kepada peserta didik dalam proses belajar, sehingga meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka. Pendekatan pembelajaran aktif dan kontekstual menjadi metode yang efektif dalam pendidikan dasar karena mengintegrasikan interaksi, eksplorasi, dan refleksi yang bermakna, serta mengaitkan materi dengan situasi nyata siswa. model pembelajaran berfungsi sebagai kerangka konseptual sistematis yang membantu guru dalam merancang dan mengelola proses pembelajaran secara terstruktur, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai optimal. Studi ini mengkaji berbagai model dan strategi pembelajaran, termasuk discovery, problem based learning, kontekstual, kooperatif, dan berbasis proyek, yang bertujuan mendukung keberhasilan belajar siswa dan pengembangan keterampilan berpikir kritis serta kemandirian. Hasil kajian diharapkan memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum dan kebutuhan siswa
Model Pembentukan Karakter Islami Melalui Internalisasi pada Anak Usia Dini : Perspektif Psikologi Positif Islami
Pembentukan karakter pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan sosial-emosional. Usia dini dikenal sebagai masa keemasan perkembangan, sehingga internalisasi nilai-nilai Islami menjadi strategi efektif untuk menanamkan karakter mulia sejak awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model pembentukan karakter Islami melalui pendekatan internalisasi berbasis psikologi positif Islami, dengan ruang lingkup pada pendidikan anak usia dini dalam konteks keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka, dengan menganalisis literatur akademik, sumber keislaman (Al-Qur’an dan hadits), serta hasil penelitian sebelumnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi internalisasi nilai Islami secara efektif dapat dilakukan melalui empat pendekatan utama: keteladanan, pembiasaan, cerita dan permainan edukatif, serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga. Selain itu, budaya sekolah Islami dan peran keluarga sebagai madrasah pertama menjadi faktor penunjang keberhasilan proses internalisasi. Perspektif psikologi positif Islami memperkuat proses ini melalui penguatan nilai seperti iman, syukur, tawakal, sabar, optimisme, dan empati. Internalisasi nilai bukan hanya proses transfer pengetahuan, tetapi pengalaman yang menyentuh aspek afektif dan spiritual anak secara langsung, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari kepribadian yang utuh. Dengan demikian, model pembentukan karakter Islami berbasis psikologi positif tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga aplikatif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter anak secara holistik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan strategi pendidikan karakter Islami yang kontekstual dan berkelanjutan di era modern
Implementation of the Problem Based Learning Method to Enhance Students Learning Activities and Outcomes at SD Negeri 077786 Tuhembaruzo
This study aims to improve students’ learning activities and outcomes through the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in Grade IV students of SD Negeri 077786 Tuhembaruzo. The research subjects consisted of 18 students, including 8 boys and 10 girls. The study employed a Classroom Action Research (CAR) design using the Kemmis and McTaggart model, carried out in two cycles, each consisting of planning, action implementation, observation, and reflection. Data were collected through observations of learning activities, learning outcome tests, short interviews, and documentation, and were analyzed using both qualitative descriptive and quantitative approaches. The results show that the application of PBL significantly improved students’ learning activity. The average activity score increased from 53% in Cycle I to 83% in Cycle II, with notable improvement in problem reading, group discussion, questioning, expressing opinions, and presenting group work. Students’ learning outcomes also increased substantially. The average score rose from 58.3 in the pre-action stage to 71.1 in Cycle I, and further to 83.8 in Cycle II. Learning mastery improved from 22% to 50% in Cycle I, and reached 83% in Cycle II. These findings align with previous studies indicating that PBL is effective in enhancing student engagement, conceptual understanding, and critical thinking skills. Therefore, the PBL model can be recommended as a relevant and effective learning innovation for improving both the process and outcomes of learning in elementary school settings
Pengembangan Pendekatan Kolaboratif dengan Model Pembelajaran Berbasis Digital untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Sekolah Dasar
This study aims to determine the increase in student learning interest using the development of a collaborative approach with a digital-based learning model. The collaborative approach is a procedure in which students learn together in groups directed towards achieving collective goals so that they are accustomed to thinking critically and analytically in order to avoid conceptual errors and confusion of understanding. Then in addition to the collaborative approach, the digital learning model also plays a role to deliver learning materials, provide learning media, and also facilitate two-way interaction between teachers and students by utilizing e-learning (digital technology) such as computers, the internet, software, and applications to support and modify learning to make it look more innovative. Therefore, e-learning can be an effective tool in digital learning especially in increasing students' interest in learning. Collaborative approach with digital-based learning model has an important role as an important and effective method for learning because it allows exploration of the subject through social interaction among peers as well as between students and teachers. In her research, the researcher used a qualitative method with a literature study approach in the form of data collection from various research sources of experts. The results showed that a collaborative approach with a digital-based learning model was able to increase elementary school students' interest in learning.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa menggunakan pengembangan pendekatan kolaboratif dengan model pembelajaran berbasis digital. Pendekatan kolaboratif adalah prosedur di mana peserta didik belajar bersama secara berkelompok dengan diarahkan menuju pencapaian tujuan kolektif sehingga mereka terbiasa berpikir kritis dan analitis agar terhindar dari kesalahan konsep serta kebingungan pemahaman. Kemudian selain pendekatan kolaboratif, model pembelajaran digital juga berperan untuk menyampaikan materi pembelajaran, memberikan media pembelajaran, juga memfasilitasi interaksi dua arah antara guru dengan siswa dengan memanfaatkan e-learning (teknologi digital) seperti komputer, internet, perangkat lunak, dan aplikasi untuk mendukung serta memodifikasi pembelajaran agar lebih terlihat inovatif. Sehingga e-learning dapat menjadi sarana yang efektif dalam pembelajaran digital terutama dalam meningkatkan minat belajar siswa. Pendekatan kolaboratif dengan model pembelajaran berbasis digital mempunyai peran penting sebagai metode penting dan efektif untuk belajar karena memungkinkan eksplorasi subjek melalui interaksi sosial di antara teman sebaya serta antara siswa dan guru. Pada penelitiannya, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur berupa pengumpulan data dari berbagai sumber penelitian para ahli. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendekatan kolaboratif dengan model pembelajaran berbasis digital mampu meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar
Pengembangan Media Puzzle Mata Pelajaran IPAS dengan Materi Penawaran dalam Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Antar Siswa pada Kelas V SDN 89 Palembang
This study aims to develop puzzle media in science learning for fifth grade students of SDN 89 Palembang, with the hope of improving the ability of cooperation between students. By using the Research and Development (R&D) approach and the ADDIE method, this learning media is desaigned to be more interesting and effective. The evaluation results show that the use of puzzle media not only improves student’ understanding of the material presented, but also encourages active participation of stident in the learning process
Pengaruh Media Konkret Terhadap Hasil Belajar IPA Pada Materi Wujud Benda Kelas V di Sekolah Dasar
Concrete media is media in the form of real objects that are around that are used to intermediaries to convey material to students. This study aims to determine the effect of science learning media on the material of changes in the form of objects in class V in elementary school. This research uses experimental research, the method used is Quasi experimental design with the type of posttest only control design. The sample used is cluster sampling in class V.A totaling 24 students and class V.C totaling 26 students. This study conducted a hypothesis test using the t test, namely the independent sample t-test in the experimental class and control class, namely the 2-tailed sig value obtained a value of 0.000 < 0.05, meaning that there is a significant value. Then for the value of tcount = 3.770 > ttable = 1.677 based on the hypothesis testing criteria if tcount > ttable then Ho is rejected and Ha is accepted. It can be Concluded that there is a significant effect of concrete media on science learning outcomes on the material of changes in the form of objects in class V in elementary schools
Mekanisme Neuroplastisitas dalam Pembelajaran dan Pemulihan Fungsi Setelah Cedera Sistem Saraf Pusat: Tinjauan Literatur Komprehensif
Central nervous system (CNS) injuries such as stroke are a leading cause of global disability (51 million DALYs), with a prevalence in Indonesia reaching 10.9% (GBD, 2019; Riskesdas, 2018). Neuroplasticity through BDNF-dependent synaptic plasticity mechanisms (Kowianski et al., 2018) and tDCS-mediated cortical reorganization (Lefaucheur et al., 2022) offers rehabilitation solutions, but their implementation faces challenges due to genetic variability (BDNF Val66Met) and technological access disparities (Siregar et al., 2023). This article aims to: Analyze BDNF-tDCS interactions at molecular and clinical levels.Evaluate the effectiveness of tDCS based on recent evidence (2019–2024).Formulate low-cost implementation strategies for Indonesia.The methodology involves a systematic PRISMA review of 45 studies from PubMed, Scopus, and ScienceDirect. The analysis includes: Meta-analysis of tDCS effects on motor recovery (RevMan 5.4). Policy analysis using the WHO framework for essential health technologies. Key findings indicate: BDNF levels >35 ng/mL enhance motor recovery by 2.3x (95% CI: 1.8–3.1; p<0.001). tDCS significantly improves motor function (23.5%, p<0.01), but only in BDNF Val/Val genotypes.Implementation cost: Portable tDCS protocols (Rp500,000/unit) are 90% cheaper than TMS.Integration of BDNF genotype screening, standardized tDCS protocols, and policy advocacy can optimize CNS rehabilitation in Indonesia. This study provides the first evidence-based guide combining neuroscience and health policy
Pengaruh Media Pembelajaran Aplikasi Canva Terhadap Minat Belajar Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas XI di MAN 2 Kota Bogor
Students' interest in learning Akidah Akhlak is often low due to uninteresting learning approaches. Canva application as an interactive visual learning media is considered capable of presenting material in an interesting way and encouraging student involvement. This study aims to determine the effect of Canva learning media on the learning interest of grade XI students at MAN 2 Bogor City. The method used is quantitative with a quasi experimental design of nonequivalent control group design. The research sample consisted of class XI-5 as the control class and XI-6 as the experimental class, each totaling 30 students. The data collection technique was carried out using a learning interest questionnaire which was analyzed by the Paired Sample t-Test and Independent Sample t-Test tests using SPSS version 27. The results of the Paired Sample t-Test test showed a significant increase in student interest in learning after the use of Canva media with a significance value of 0.001 <0.05. While the Independent Sample t-Test results also showed a significant difference between the experimental class and the control class with a significance value of 0.000 <0.05. So the conclusion that can be obtained from the canva application learning media on student learning interest in class XI moral creed subjects at MAN 2 Bogor City is proven to be effective in increasing student learning interest
Teori Belajar Humanistik
Teori belajar humanistik berfokus pada pengembangan individu secara utuh, menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Pendekatan ini berakar dari psikologi humanistik yang dipelopori oleh Abraham Maslow dan Carl Rogers, menekankan pentingnya kebutuhan dasar, hubungan interpersonal, dan pengalaman belajar yang bermakna. Melalui metode seperti Confluent Education dan Cooperative Learning, teori ini mendorong siswa untuk aktif, reflektif, dan terlibat dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengeksplorasi penerapan teori humanistik dalam pendidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan humanistik dapat meningkatkan kepercayaan diri, partisipasi aktif, dan hubungan interpersonal yang positif antara guru dan siswa. Namun, tantangan dalam penerapannya mencakup pemahaman guru, sistem evaluasi, dan beban kurikulum yang padat. Diharapkan kajian ini memberikan inspirasi bagi pendidik untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih humanis dan relevan dengan kebutuhan siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan pribadi dan karakter
Manajemen Konflik di Lingkungan Sekolah untuk Jaminan Keberhasilan Mutu Lulusan
Konflik dalam dunia pendidikan adalah fenomena yang tidak dapat dihindari dan dapat berdampak signifikan pada keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu, manajemen konflik merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan efektif. Penelitian ini membahas sumber-sumber konflik serta konsep dasar manajemen konflik dan menerapkannya dalam konteks pendidikan. Dalam penulisan ini, pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian, ditemukan solusi yang cukup efisien untuk meningkatkan mutu di lembaga pendidikan adalah dengan mengelola konflik. Kemampuan pemimpin lembaga pendidikan untuk menangani konflik dengan baik tergantung pada kemampuan mereka untuk menggabungkan berbagai pendekatan yang ada, seperti memvalidasi berita yang masuk, diskusi, negosiasi, mencari mediator (hakim), mengadakan pertemuan damai, dan lainnya. Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa upaya perbaikan kualitas kerja terus dilaksanakan secara optimal, pemimpin lembaga pendidikan harus selalu berusaha