Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
    2217 research outputs found

    PKM Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Alat Peraga Matematika SD

    Full text link
    Pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan alat peraga bilbul untuk Sekolah Dasar (SD) pada Lembaga Tutor Belajar (LTB)  merupakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan di Desa Lubuk Palas, Kecamatan Silo Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, berfungsi sebagai sarana bimbingan belajar bagi siswa SD yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran, terutama matematika. Dengan adanya tantangan dalam pemahaman konsep matematika, LTB berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pelatihan dan pendampingan pembuatan alat peraga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kreativitas siswa dan ketersediaan alat peraga yang dapat membantu mereka memahami konsep matematika dengan lebih baik. Metode penelitian yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, dan pelaksanaan pelatihan pembuatan alat peraga, yang melibatkan mentor LTB dan siswa. Kegiatan ini dilaksanakan secara offline dari tanggal 4 hingga 31 Agustus 2024, dengan melibatkan 25 siswa dan 5 mentor. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa aktif terlibat dalam pembuatan alat peraga, seperti bangun ruang, pecahan, dan bilangan bulat, yang membantu mereka memahami konsep-konsep matematika secara lebih konkret. Evaluasi menunjukkan peningkatan kreativitas siswa dalam mempersiapkan alat peraga sebagai media pembelajaran. Kesimpulannya, pelatihan dan pendampingan ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa dan mentor di LTB, mendorong mereka untuk lebih aktif dan inovatif dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar siswa, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mentor dalam penggunaan alat peraga yang efektif

    Pelatihan English Communication Skills untuk Situasi Pelayanan Kesehatan pada Siswa Kelas 11 SMK Kesehatan

    Full text link
    Kemampuan komunikasi bahasa Inggris merupakan kompetensi penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan, terutama dalam menghadapi dunia kerja yang semakin global dan multikultural. Tenaga kesehatan dituntut mampu berkomunikasi secara efektif dengan pasien, tenaga medis asing, serta memahami istilah dan situasi pelayanan kesehatan dalam bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan English Communication Skills siswa kelas XI SMK Kesehatan dalam konteks pelayanan kesehatan melalui pelatihan yang terstruktur dan aplikatif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan berbasis praktik, role play, diskusi, simulasi kasus, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan berbicara, pemahaman kosakata medis dasar, serta kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris pada situasi pelayanan kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesiapan kerja siswa SMK Kesehatan serta menjadi model pelatihan serupa di institusi pendidikan vokasi lainnya

    Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Menjawab Tantangan Kehidupan Berbangsa di Era Modern

    Full text link
    Internalisasi nilai-nilai Pancasila merupakan proses strategis dalam membentuk karakter bangsa dan menjaga keutuhan kehidupan berbangsa di tengah dinamika era modern. Perkembangan teknologi informasi, globalisasi, serta perubahan sosial yang cepat telah membawa berbagai tantangan kompleks, mulai dari lunturnya nilai kebersamaan, meningkatnya individualisme, hingga munculnya paham-paham yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil internalisasi nilai-nilai Pancasila, tantangan kehidupan berbangsa di era modern, serta peran internalisasi nilai Pancasila dalam menjawab tantangan tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai Pancasila memberikan dampak positif pada pembentukan karakter individu yang religius, humanis, demokratis, dan berkeadilan. Pada aspek individu, nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mendorong tumbuhnya sikap toleran, empati, serta perilaku bermoral. Pada aspek sosial, nilai Persatuan Indonesia memperkuat solidaritas dan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat. Sementara itu, pada aspek politik dan kenegaraan, nilai Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan berperan dalam membangun demokrasi yang beretika dan bertanggung jawab. Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia menjadi orientasi utama dalam menghadapi tantangan ketimpangan sosial dan ekonomi. Dengan demikian, internalisasi nilai-nilai Pancasila terbukti relevan dan esensial sebagai landasan normatif dalam menjaga jati diri bangsa serta menjawab tantangan kehidupan berbangsa di era modern secara berkelanjutan

    Konsep Kepemimpinan Pendidikan Menurut Ibn Khaldun: Relevansi Bagi Pengembangan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam

    Full text link
    This study aims to analyze the concept of educational leadership according to Ibn Khaldun and explore its relevance to the development of contemporary Islamic educational institution management. This study uses a qualitative method with a library research approach, through a review of Ibn Khaldun's al-Muqaddimah and the latest scientific literature from 2019–2025 related to Islamic education management, transformative leadership, and spiritual values in education. The results show that Ibn Khaldun places leadership as a major factor in the formation of civilization ('umran) and emphasizes that education is the main means of shaping civilized human beings. This study concludes that the application of Ibn Khaldun's leadership values can strengthen Islamic education management towards an adaptive, ethical, and sustainable system. The practical implication is that Islamic educational institutions need to develop a value-based management system and a collaborative organizational culture to face the challenges of the digital era without losing their spiritual identity

    Integrasi Nilai Tauhid dan Akhlak Karimah dalam Pengembangan Model Project-Based Learning (PjBL) Adaptif Digital pada Pembelajaran Aqidah Akhlak

    Full text link
    Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya pada mata pelajaran Aqidah Akhlak, secara historis menghadapi tantangan krusial dalam mentransformasi pemahaman dogmatis (kognitif) menjadi internalisasi nilai yang termanifestasi sebagai perilaku luhur (akhlak karimah). Persoalan ini semakin diperparah oleh disrupsi masif di era digital, yang menuntut adanya respons pedagogis yang tidak hanya mengembangkan kompetensi abad ke-21 (4C) tetapi juga memastikan fondasi karakter spiritual yang kokoh. Penelitian pengembangan (Research and Development – R&D) ini bertujuan untuk (1) mengkaji secara mendalam landasan filosofis kausalitas Tauhid terhadap Akhlak Karimah, (2) menganalisis relevansi Model Project-Based Learning (PjBL) sebagai pendekatan pedagogis yang ideal, dan (3) merumuskan desain konseptual Model PjBL Integratif Tauhid-Akhlak Adaptif Digital. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian literatur sistematis di fase awal, diikuti dengan perancangan dan validasi konseptual model yang mengadaptasi prosedur Borg & Gall, hasil penelitian menunjukkan bahwa Tauhid—khususnya dalam kerangka Islamization of Knowledge Al-Faruqi—merupakan basis epistemologis tunggal bagi etika Islami. Model PjBL yang dirancang mengintegrasikan Spiritual Checkpoints pada setiap sintaksnya, memastikan bahwa pengembangan kompetensi 4C diikat secara kuat pada nilai-nilai ketauhidan (Ihsan, Amanah, Wahdatul Ummah). Selain itu, model ini memanfaatkan teknologi deep learning dan sistem pembelajaran adaptif untuk memitigasi risiko konten irrelevan dan mendukung peran guru sebagai murabbi (coach moral). Desain model ini terbukti sangat layak secara teoretis dan aplikatif, menjanjikan kerangka kerja pedagogis yang mampu menghasilkan generasi yang berilmu, berkarakter rabbani, dan adaptif terhadap kompleksitas tantangan global

    Fiqih Pendidikan dan Pengembangan Kurikulum Islam dalam Kajian Fikih Kontemporer

    Full text link
    Pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk kepribadian manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum Islam harus berlandaskan fiqih pendidikan agar tetap berada dalam koridor syariat serta mampu menjawab tantangan zaman. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengkaji konsep fiqih pendidikan, landasan epistemologisnya, integrasi nilai maqasid al-syari‘ah dalam pendidikan, etika akademik Islam, pembelajaran adaptif, serta relevansinya dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang bertumpu pada telaah literatur terkait, termasuk buku, artikel ilmiah, dan publikasi akademik yang relevan. Data dikumpulkan melalui inventarisasi literatur dan identifikasi konten yang berkaitan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis, historis, dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa fiqih pendidikan merupakan cabang ilmu fiqih yang mengkaji secara sistematis prinsip-prinsip hukum Islam dalam praktik pendidikan, berfungsi sebagai kerangka hukum yang mengarahkan tujuan, metode, materi, dan evaluasi pendidikan Islam. Pengembangan kurikulum Islam harus didasarkan pada Al-Qur'an, Hadis, ijtihad, dan maqasid al-syari‘ah untuk membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Maqasid al-syari‘ah berfungsi sebagai landasan nilai strategis dalam membangun sistem pendidikan Islam yang relevan dan setia pada prinsip-prinsip ajaran Islam. Etika akademik Islam menjadi fondasi penting untuk budaya akademik yang jujur dan bermartabat, sementara pembelajaran adaptif merupakan strategi yang selaras dengan prinsip keadilan, humanisme, dan kemaslahatan dalam pendidikan. Secara keseluruhan, fiqih pendidikan adalah landasan normatif yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang komprehensif, responsif, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan peserta didik dan masyarakat di tengah tantangan globalisasi dan teknologi digital

    Transforming Anti Corruption Education to Strengthen Integrity Values among University Students in the Digital Era: A Literature Review

    Full text link
    Anti-corruption education has become a strategic instrument in strengthening integrity values among university students, particularly in the digital era characterized by rapid information flows, data transparency, and technology-based social interactions. However, existing studies indicate that the implementation of anti-corruption education in higher education institutions still faces several challenges, including the dominance of cognitive-oriented approaches, limited pedagogical innovation, and inconsistencies between taught values and social realities experienced by students. This article aims to comprehensively examine the transformation of anti-corruption education in strengthening students’ integrity values in the digital era through a literature review approach. The scope of this study focuses on anti-corruption learning strategies, the utilization of digital media, the integration of local cultural values, and the influence of social environments on integrity internalization. The method employed is a literature review by identifying, reviewing, and critically analyzing selected articles from relevant national and international journals published within the last ten years. The findings indicate that effective transformation of anti-corruption education requires an integrated approach that combines digital technology utilization, character education, and contextually grounded socio-cultural values. Anti-corruption education should not merely function as knowledge transmission but as a continuous process of shaping ethical attitudes and behaviors. Therefore, strengthening literature-based anti-corruption education is expected to foster students’ critical awareness, moral commitment, and strong integrity in addressing global challenges in the digital era

    Model Konsumsi Yang Bertanggungjawab Perspektif Alquran dan Hadis

    Full text link
    The current consumption model of Muslim society has transformed from mere regulatory compliance to a complex ethical lifestyle, marked by the phenomenon of "Patriotic Consumption" post-geopolitical issues that strengthen preferences for local products and the dominance of Gen-Z who rely more on digital visual validation and sustainability values. This type of research is a literature review, namely data collection with materials available in the library. The approach taken by researchers to analyze the meaning of responsible consumption in the Qur'an and hadith is a thematic interpretation approach. And this research uses Content Analysis which is used as a validation instrument to prove that the concept of responsible consumption according to the Qur'an and Hadith that after we as economic actors optimize all the resources around us (in the verses explained in the contents of the writings of livestock, mountains, plantation land, oceans with their riches, remember again the view of the Qur'an about property which is called Fadlum minallah) as a medium for life in this world, then we are directed to do good to our brothers, the poor, relatives in a good way without being stingy and wasteful. With the principles of consumption, the consumption pattern of a person and also society, is directed to the needs and obligations that are commensurate with the simplest possible life pattern according to the word of Allah SWT and Hadith

    Akidah Sebagai Pilar Utama Pendidikan Karakter (Kajian Tafsir Surat al-Ikhlas ayat 1-4)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, memahami dan menjelaskan peranan akidah dalam membentuk karakter seseorang dengan melakukan kajian teoritis dan analitis literatur yang tersedia. Fokus utama penelitian adalah surat al-Ikhlas yang sarat dengan nilai-nilai akidah, serta urgensinya dalam membentuk karakter seseorang. Studi ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan kajian pustaka. Data primer diperoleh dari al-Quran, hadis dan kitab-kitab tafsir. Sumber lainnya adalah kitab-kitab para ulama klasik dan kontemporer serta makalah-makalah/jurnal yang relevan dengan topik kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah adalah unsur terpenting dalam membentuk kepribadian seseorang. Akidah yang benar akan melahirkan sikap dan prilaku terpuji, sebab ia sadar bahwa sikap dan tingkah lakunya selalu diawasi oleh Allah. Meyakini Allah sebagai satu-satunya pengatur alam semesta akan melahirkan pribadi yang berintegritas dan penuh tanggung jawab serta berani berbuat dan berkarya tanpa rasa takut dan khawatir. Selama perintah Allah mereka laksanakan tidak ada yang perlu ditakuti. Syirik dan menjadikan makhluk sebagai tandingan bagi Allah adalah sumber utama kerusakan moral manusia. Orang lebih takut manusia daripada Allah, akibatnya kemaksiatan dan perbuatan jahat mudah dilakukan, yang penting selamat dari aparat dan penegak hukum. Mereka lupa bahwa setiap perbuatan yang dilakukan selalu dipantau oleh Allah dan akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat

    Peran Sanggar Belajar dan Keluarga dalam Pembentukan Akhlak Anak Pekerja Migran Malaysia

    Full text link
    Pendidikan akhlak merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak, terutama dalam perspektif pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan spiritual. Namun, pendidikan akhlak anak-anak pekerja migran di Malaysia menghadapi tantangan serius akibat keterbatasan akses pendidikan formal, minimnya tenaga pendidik tetap, serta rendahnya keterlibatan orang tua yang sibuk bekerja di perkebunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sekolah melalui sanggar belajar serta peran orang tua dalam pendidikan akhlak anak pekerja migran, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang dilakukan di sanggar belajar Ladang Kosma, Malaysia. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanggar belajar memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan akhlak bagi anak migran, terutama melalui keteladanan, pembiasaan, dan pendekatan afektif guru. Namun, keterbatasan guru tetap menyebabkan pendidikan akhlak belum berjalan secara berkesinambungan. Anak-anak kelas rendah menunjukkan perkembangan emosional yang lebih baik, sementara anak-anak kelas sedang menghadapi masalah kedisiplinan dan sikap moral akibat minimnya pembinaan yang konsisten. Peran orang tua dalam pendidikan akhlak cenderung lemah karena faktor ekonomi dan lingkungan kerja. Penelitian ini menegaskan urgensi keberadaan guru tetap serta sinergi antara sekolah dan orang tua untuk memperkuat pendidikan akhlak anak pekerja migran agar selaras dengan nilai-nilai akhlakul karimah

    2,193

    full texts

    2,217

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇