Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Peningkatan Pangsa Pasar UMKM di Desa Wisata Bojong Rangkas melalui AI Marketing
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional karena berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih menghadapi tantangan dalam aspek pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemasaran produk yang dihasilkan oleh 25 pelaku UMKM di Desa Wisata Bojong Rangkas melalui penerapan artificial intelligence (AI) marketing. Proses pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan menggunakan metode ekspositori dan inkuiri. Pelaksanaan kegiatan berlangsung di balai desa dengan penyampaian materi terkait AI marketing, serta kunjungan lapangan ke sentra pengrajin tas dan lokasi agrowisata. Untuk mengetahui kondisi eksisting terkait dimensi manajemen pada UMKM, digunakan instrumen kuesioner yang dianalisis secara deskriptif melalui perhitungan skor rata-rata Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada dimensi pemasaran, sekitar 80% responden telah aktif menggunakan media sosial dan marketplace, namun belum memanfaatkannya secara optimal untuk memasarkan produk. Pada dimensi keuangan, sebagian besar UMKM belum memiliki pencatatan keuangan yang profesional. Sementara pada dimensi sumber daya, hanya sedikit UMKM yang mengembangkan pengetahuan terkait pemasaran produk. Pada dimensi pengembangan produk, hanya 32% UMKM yang meluncurkan varian baru dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Setelah mengikuti penyampaian materi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini, para pelaku UMKM mulai mendapatkan pencerahan dan merasa lebih percaya diri bahwa peluang pasar UMKM dapat meningkat apabila mereka memasarkan produknya melalui strategi AI marketing
Karakteristik dan Nilai-Nilai Kewirausahaan Selaku Pelaku Ekonomi di Era Sekarang
Entrepreneurship is the process of identifying, developing, and bringing a vision to life. This vision can be an innovative idea, an opportunity, or a way to improve at something. At the end of this process, there is a result in the creation of a new business formed under conditions of risk or uncertainty. Simply put, entrepreneurship can be defined as someone who has the courage to take risks to open a business in various opportunities. This research method uses qualitative research, namely research that describes in depth what has been obtained from others, both in the form of written words and verbally. This study also attempts to understand the research object according to the facts in the field without engineering/manipulating data. In this study, an empirical research method is applied that there are several superior characteristics of Minang ethnic entrepreneurs. The prominent characters are self-confidence, hard work, careful/economical calculations, independence, tenacity, contribution to the family, consistency, ingenuity, flexibility, and courage to face business challenges. The formation of entrepreneurial characteristics is determined by environmental factors of the entrepreneur, namely the family, school and community environment. Entrepreneurship is a creative and innovative process that involves the courage to take risks, the ability to see opportunities, and the spirit to create added value for oneself and society. An entrepreneur is not just selling or trading, but has a leadership spirit, strong motivation, and the ability to adapt and innovate in facing challenges. Values such as self-confidence, hard work, courage to take risk
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek dan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team-Achievement Divisi Terhadap Kemampuan Penalaran dan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis proyek dan pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi matematis siswa di kelas VII MTsS. Nurul Amaliyah Tanjung Morawa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII MTsS. Nurul Amaliyah Tanjung Morawa yang berjumlah 60 siswa. Analisis data dilakukan dengan analisis varians (ANAVA). Hasil temuan ini menunjukkan: 1) Model pembelajaran berbasis proyek terhadap kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi lebih baik daripada model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi segi empat; 2) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran terhadap kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi matematika siswa. Kesimpulan penelitian ini menjelaskan bahwa model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) lebih berpengaruh terhadap kemampuan penalaran dan kemampuan komunikasi matematis siswa daripada model pembelajaran kooperatif tipe STAD
Problematika Nikah Misyar dan Solusinya di Tinjau dari Sosiologis dan Psikologis
Pernikahan misyar yaitu seorang lelaki menikahi perempuan dan mensyaratkan untuk tidak menafkahinya. Nikah misyar juga menimbulkan perdebatan di antara para ulama kontemporer karena model nikah seperti ini baru dikenal pada masa kini. Selain masih diperdebatkan oleh ulama tentang kebolehannya, nikah misyar sebagai salah satu bentuk pernikahan dalam Islam dengan syarat-syarat tertentu, menghadirkan problematika yang kompleks dari perspektif sosiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosiologis dan psikologis praktik nikah misyar lalu slanjutnya dijelaskan implikasinya terhadap konsep keluarga dalam pandangan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilaksanakan dengan menggunakan literatur (kepustakaan), membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian baik berupa buku, catatan, jurnal, dan internet. Analisis data yang bersifat deskriptif yaitu menggambarkan, mengemukakan atau menguraikan berbagai data/teori yang telah ada terkait dampak sosiologis dan psikologis dari praktik nikah misyar. Hasil penelitian menjelaskan Praktik nikah misyar menghasilkan dampak sosiologis dan psikologis yang signifikan terhadap individu dan keluarga, terutama dalam pandangan Islam. Secara sosiologis, pernikahan ini mengurangi kehadiran suami secara fisik dan emosional, yang bertentangan dengan prinsip Islam tentang keutuhan keluarga dan komunikasi antar anggota keluarga. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan peran dan tanggung jawab, serta mengganggu pola komunikasi dan fungsi sosialisasi keluarga. Secara psikologis, anggota keluarga, terutama istri dan anak-anak, mengalami gangguan emosional seperti ketidakamanan, kesepian, dan kebingungan identitas yang berpotensi memengaruhi perkembangan kepribadian dan kesehatan mental mereka. Implikasi tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menegaskan pentingnya keutuhan keluarga, integritas, dan tanggung jawab bersama dalam membangun keluarga yang harmonis dan stabil
Komunikasi Edukasi Tentang Penyalahgunaan Narkoba dan Miras di Kab. Asahan
Penyalahgunaan narkoba dan minuman keras (miras) merupakan masalah serius yang mengancam generasi muda dan tatanan sosial masyarakat. Dimana saat ini di wilayah kota Asahan masih ada kurang nya dalam komunikasi edukadi tentang penyalahgunaan narkoba dan miras. Maka Hukum UU Negara Republik indonesia ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan, manfaat serta menciptakan keadilan bagi masyarakat. Hukum terdiri dari ikatan-ikatan antara individu-individu, atau antara individu dengan masyarakat dan ikatan-ikatan itu tercermin pada timbulnya hak dan kewajiban,masalah ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental individu, tetapi juga berdampak luas pada aspek sosial, ekonomi, dan keamanan.Di sinilah peran komunikasi edukasi menjadi sangat penting dan Komunikasi yang efektif, terutama yang berbasis pendekatan partisipatif dan menggunakan media yang sesuai dengan karakteristik audiens muda, dapat meningkatkan kesadaran, membangun sikap penolakan terhadap narkoba dan miras, serta mendorong perubahan perilaku terhadap masyarakat
Kedudukan Penuntut Ilmu Sebagai Penggerak Bangsa Menurut Islam
Islam menekankan pentingnya mencari pengetahuan, menganggapnya sebagai upaya mulia yang berkontribusi secara signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa mencari ilmu adalah wajib bagi setiap Muslim, dan gagasan ini diperkuat oleh Imam Al-Ghazali, yang menyoroti bahwa seorang pencari ilmu diharapkan untuk memanfaatkan pengetahuan mereka untuk kepentingan orang lain, yang bertujuan untuk kesuksesan duniawi dan peningkatan spiritual. Referensi historis dari para sahabat Nabi menggambarkan bahwa pengetahuan tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai kekuatan pemandu untuk kehidupan yang lebih bermakna. Al-Qur'an dan Hadis menggarisbawahi peningkatan status para pencari ilmu, dengan ayat-ayat yang menunjukkan bahwa Allah mengangkat derajat orang-orang yang berilmu lebih tinggi dari mereka yang tidak berilmu. Sebagai contoh, Surat Al-Mujadalah (58:11) menekankan kehormatan yang diberikan kepada orang-orang yang beriman dan berilmu. Tindakan mencari ilmu digambarkan sebagai upaya yang serius, yang membutuhkan komitmen dan tekad yang kuat. Komitmen ini digaungkan dalam ajaran tokoh-tokoh sejarah seperti Khalifah Harun Ar-Rasyid selama Dinasti Abbasiyah, yang menjadi mercusuar kemakmuran intelektual. Para cendekiawan pada masa itu, seperti Al-Khawarizmi dan Ibnu Sina, mencontohkan bagaimana pengetahuan menjangkau ranah agama dan sekuler, yang mencerminkan sifatnya yang komprehensif. Implikasi dari pengejaran ini meluas ke masa kini, di mana para pencari pengetahuan saat ini tidak boleh mengabaikan tanggung jawab sosial mereka
Analisis Terhadap Kesalahan Berbahasa Indonesia Dalam Artikel Yang Membahas Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Melalui Strategi Pikir Plus Dengan Memanfaatkan Media Gambar Peristiwa
This research examines linguistic errors found in a scientific article titled Enhancing Poetry Writing Skills through the Pikir Plus Strategy with the Use of Event Image Media. The objective of this study is to identify the types of language errors that occur and propose corrective solutions. A qualitative descriptive method was employed, utilizing document analysis techniques to assess spelling, word choice, grammar, as well as sentence cohesion and coherence. The findings reveal various errors, including non-compliance with the General Guidelines for Indonesian Spelling (PUEBI), improper use of capital letters, punctuation mistakes, and ineffective sentence structures. These errors are caused by several factors, such as limited understanding of linguistic rules, the influence of regional and foreign languages, and minimal attention to academic writing conventions. Therefore, increasing awareness and improving learning regarding the proper use of standard Indonesian are essential to enhance the quality of academic writing
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SD Negeri 01 Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SD Negeri 01 Pekanbaru. Rendahnya motivasi belajar siswa dalam pelajaran PAI menjadi tantangan tersendiri yang memerlukan strategi pedagogis yang tepat dari guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan utama terdiri atas guru PAI, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan berbagai pendekatan strategis seperti penggunaan metode pembelajaran aktif, pemberian penguatan positif, integrasi nilai-nilai keagamaan dalam konteks kehidupan siswa, serta kolaborasi dengan orang tua dalam pembinaan karakter religius. Upaya tersebut secara signifikan berdampak pada peningkatan minat, perhatian, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran guru PAI yang inovatif, komunikatif, dan kontekstual sangat menentukan dalam membangun motivasi belajar siswa di tingkat sekolah dasar. Rekomendasi diarahkan pada perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru PAI dalam pengembangan strategi pembelajaran yang mampu menginternalisasi nilai agama secara menyenangkan dan bermakna
Urgensi Rekrutmen Tenaga Guru untuk Peningkatan Kualitas Mutu Sekolah
Penelitian ini membahas peran rekrutmen tenaga guru dalam meningkatkan kualitas mutu sekolah dan mutu pendidikan. Proses rekrutmen yang efektif memastikan bahwa tenaga guru yang berkualitas dapat terpilih, yang berpengaruh langsung terhadap mutu pendidikan. Seleksi yang ketat dan penempatan yang tepat tidak hanya meningkatkan kinerja guru tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Dalam penulisan ini, pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui rekrutmen dan seleksi memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan lembaga pendidikan. Rekrutmen dan seleksi tenaga guru memainkan peran krusial dalam menentukan kualitas lembaga pendidikan. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kuota tenaga pendidik, tetapi juga untuk memastikan bahwa individu yang direkrut memiliki kualifikasi, kompetensi, dan komitmen yang sesuai dengan visi dan misi lembaga. Dengan melakukan seleksi yang ketat, lembaga pendidikan dapat memperoleh tenaga pengajar yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan mendukung perkembangan siswa
The Implementation of Merdeka Curriculum in English Subject at the Seventh Grade Students of SMPN 1 Ampek Angkek
This research was conducted based on the problems which were found by the researcher at the seventh grade of SMPN 1 Ampek Angkek. First, teacher difficulties in understanding and creating syllabus. Second, teacher difficulties challenges in comprehending the content of the new textbooks merdeka curriculum. Third, the delayed arrival of books at school leads teacher to use the previous curriculum books, eventhough the merdeka curriculum has been implemented in the school. The study aims to determine how teacher the planning, implementation, and evaluation of the curriculum in class and to find the teacher’s problem during the implementationn of the merdeka curriculum in English subject at seventh grade of SMPN 1 Ampek Angkek.This research was Descriptive Qualitative research. The instruments of this research were observation checklists and interviews. The informant of this research was teacher who taught at the seventh grade in SMPN 1 Ampek Angkek. The data were obtained from two class observation in four meeting from seventh grade and interview with English teacher. To analyzed the data, researcher used the theory of Miles, Huberman, and Saldana. The results of the research show that the implementation of the merdeka curriculum learning includes planning learning by identifying the availability of effective weeks, analyzing allocated learning outcomes to effective weeks, determining learning objectives and learning objective flow, and formulating teaching modules. The problem faced by Planning include difficulties in creating teaching modules, implementation challenges involve applying teaching strategies, evaluation challenges students learning outcomes remain low even though the material has been studied repeatedly