Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Representasi Pengambilan Keputusan Oleh Tokoh Minke di Tengah Penindasan Kolonial pada Film Bumi Manusia
Decision-making is crucial for both individuals and organizations because the quality of decisions made today will determine the direction and sustainability of the future. In educational and social contexts, sound decisions play a crucial role in realizing justice, equality, and progress at the institutional and societal levels. This article focuses on the analytical decision-making style demonstrated by Minke in the film Bumi Manusia (2019), examining the main character's thought processes and actions when facing complex situations. This research uses a qualitative descriptive method through film observation, by closely observing scenes, dialogues, and interactions between characters, then analyzing them based on analytical decision-making theory. The results reveal that Minke consistently demonstrates an analytical decision-making style in several key events, such as choosing an intellectual path through writing, supporting Nyai Ontosoroh's struggle, continuing his education despite facing discrimination, rejecting offers from colonial officials, and maintaining loyalty to Annelies. These decisions reflect a structured mindset, a long-term orientation, moral courage, and integrity grounded in humanitarian values. These findings suggest that an analytical style is an effective strategy in facing social and political challenges because it combines analytical acumen with a moral foundation. Thus, this research contributes to enriching insight into the dynamics of decision-making and opens up opportunities for further studies on other decision-making styles in the representation of film as a popular medium
Penerapan Nilai-Nilai Anti Korupsi dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar: Sebuah Telaah Reflektif
Penelitian ini didasarkan atas kekhawatiran terhadap data yang menunjukkan adanya tren kasus korupsi yang terus meningkat dari tahun ketahun yang dihimpun oleh Transparency International Global Coalition Against Corruption dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Sehingga diperlukan upaya pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini sebagai langkah awal untuk menumbuhkan kesadaran diri dengan menerapkan nilai-nilai anti korupsi yang dapat diajarkan dalam pembelajaran pendidikan Pancasila mulai pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan tujuan agar mampu mendapatkan, memahami, dan mendeksripsikan berbagai pandangan yang terkait dengan subjek yang dibahas. Dengan demikian dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif dari hasil penelitian terdahulu terkait penerapan nilai-nilai anti korupsi dalam pembelajaran pendidikan pancasila di sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari berbagai faktor yang dapat menjadi penyebab perbuatan korupsi itu bisa terjadi, ada beberapa bentuk upaya penerapan nilai-nilai anti korupsi yang mendasar yang bisa diajarkan dalam pembelajaran Pancasila di sekolah dasar seperti mengutamakan perilkau jujur, disiplin, tanggung jawab, adil, berani, peduli, kerja keras, sederhana, mandiri. Namun perlu diketahui bahwa nilai-nilai tersebut tidak hanya sekedar dipahami secara kognitif, tetapi juga diinternalisasikan dalam sikap dan tindakan konkrit. Selain itu, penerapan nilai-nilai anti korupsi dalam pembelajaran pendidikan Pancasila di jenjang sekolah dasar membutuhkan keteladanan baik itu guru maupun siswa, diperlukan kerja sama serta komitmen untuk menjamin agar penerapan nilai-nilai antikorupsi dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan
Analisis Paradoks Pembelajaran IPA dan Desain Solusi Hybrid Blended Learning di Sekolah Menengah
Abstrak. Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut transformasi pembelajaran IPA yang berpusat pada siswa dan berorientasi pada keterampilan abad 21. Namun, cita-cita ini sering berbenturan dengan realitas keterbatasan sarana prasarana di banyak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam problematika proses pembelajaran IPA di sebuah Sekolah Menengah Pertama dan merancang solusi berbasis teknologi yang kontekstual. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap proses pembelajaran satu kelas (32 siswa kelas IX) dan wawancara mendalam dengan seorang guru IPA senior. Hasil penelitian mengungkap sebuah paradoks: di satu sisi, terdapat modalitas pembelajaran kuat berupa interaksi verbal guru yang unggul dan antusiasme siswa yang tinggi; di sisi lain, potensi ini terhambat oleh kendala struktural seperti ketiadaan laboratorium IPA, dominasi metode ceramah meskipun teknologi tersedia, serta hambatan birokrasi dalam adopsi kurikulum baru. Sebagai solusi strategis, penelitian ini merekomendasikan penerapan model Hybrid Blended Learning yang terintegrasi. Model ini dirancang untuk memadukan keunggulan interaksi sinkronous (tatap muka) yang sudah baik dengan pemanfaatan sumber daya digital asinkronous (laboratorium virtual, simulasi PhET, video pembelajaran, dan proyek berbasis digital). Solusi ini diyakini tidak hanya menjembatani kesenjangan sarana, tetapi juga mengoptimalkan potensi pedagogis guru, meningkatkan partisipasi aktif siswa, dan mengakselerasi pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication) secara sistematis
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Terhadap Pengunaan AI dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris terhadap penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran bahasa Inggris serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 90 responden melalui kuesioner dan 13 informan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap penggunaan AI karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi belajar, terutama dalam keterampilan menulis seperti pemeriksaan tata bahasa, struktur kalimat, dan pengayaan kosakata. Namun, mahasiswa tetap menempatkan AI sebagai alat bantu pelengkap, bukan pengganti peran dosen. Faktor internal, seperti pengalaman dan motivasi belajar, lebih dominan dibandingkan faktor eksternal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital dan bimbingan dosen untuk penggunaan AI yang optimal
Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Video Kartun Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Hak dan Kewajiban Murid Kelas III SD Negeri Mranggen 3
Pembelajaran Pendidikan Pancasila pada jenjang sekolah dasar menuntut penerapan media yang relevan dengan karakteristik perkembangan murid, khususnya pada materi Hak dan Kewajiban di Rumah yang membutuhkan pemahaman konseptual dan kontekstual. Namun, pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah menyebabkan murid kurang aktif, kurang fokus, dan mengalami kesulitan memahami materi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media pembelajaran berbasis video kartun interaktif dalam meningkatkan hasil belajar murid kelas III. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan 22 murid kelas III SD Negeri Wonoplembon 2 sebagai kelas kontrol dan 22 murid kelas III SD Negeri Mranggen 3 sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang diberikan pada tahap pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelas eksperimen, dengan nilai N-gain sebesar 0,72 kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol memperoleh nilai 0,52 kategori sedang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media video kartun interaktif efektif meningkatkan hasil belajar murid pada materi Hak dan Kewajiban di Rumah. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi media pembelajaran digital interaktif sebagai strategi pedagogis yang relevan dan adaptif pada pembelajaran abad ke-21 di sekolah dasar
Tantangan Implementasi Kurikulum PAI dalam Penguatan Karakter
Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai ajaran Islam sekaligus prinsip moral bangsa. Akan tetapi, pelaksanaan kurikulum PAI dalam konteks penguatan karakter masih menghadapi berbagai hambatan. Dari aspek internal, keterbatasan kompetensi pedagogik dan profesional guru, metode pembelajaran yang cenderung monoton, serta kurangnya pemanfaatan media dan inovasi pendidikan sering menjadi penghalang. Sementara itu, faktor eksternal seperti arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, lingkungan sosial yang kurang mendukung, dan lemahnya peran keluarga turut memperumit proses pembinaan karakter. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis berupa peningkatan kapasitas guru, penyusunan kurikulum yang adaptif, penggunaan teknologi secara bijak, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, implementasi kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan generasi berakhlak, beriman, dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan modern
Ilmu Tauhid Dasar Prophetic Intelligence
Kebutuhan revitalisasi nilai-nilai ketauhidan dalam proses pendidikan karakter dan pemberdayaan sosial yang saat ini cenderung tereduksi oleh orientasi materialistik dan pragmatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam hubungan antara ilmu tauhid sebagai dasar spiritual dan prophetic intelligence sebagai kerangka pengembangan kecerdasan profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang bersumber dari literatur keislaman klasik dan kontemporer, khususnya karya-karya yang menekankan hubungan antara tauhid, tasawuf, dan pengembangan kepribadian profetik. Analisis data dilakukan secara tematik untuk menemukan pola konseptual integrasi antara dimensi keimanan (dzat, sifat, asma’, dan af’al Allah) dengan praktik akhlak tasawuf (takhalli, tahalli, dan tajalli) dalam membentuk kecerdasan kenabian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan ilmu tauhid secara aplikatif berkontribusi signifikan terhadap pembentukan kesadaran spiritual, akhlak mulia, dan keteladanan sosial yang menjadi dasar pendidikan profetik. Simpulannya, ilmu tauhid berperan tidak hanya sebagai dasar teologis, tetapi juga sebagai model pendidikan transformatif yang menumbuhkan prophetic intelligence untuk memperkuat keimanan, moralitas, dan pengabdian masyarakat di era modern
Peran Inteligensi Spiritual dan Pemikiran Islam Moderat dalam Mencegah Radikalisme
Radikalisme keagamaan masih menjadi ancaman yang signifikan bagi keharmonisan sosial, khususnya di Indonesia sebagai negara dengan keberagaman agama dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran inteligensi spiritual dan pemikiran Islam moderat dalam mencegah radikalisme melalui pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola-pola tematik dari berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inteligensi spiritual memiliki kontribusi penting dalam memperkuat ketahanan psikologis individu melalui pengembangan kesadaran transendental, kemampuan pengendalian diri, empati, serta pemaknaan hidup yang positif. Pada saat yang sama, pemikiran Islam moderat berperan sebagai kerangka teologis yang menolak kekerasan, menjunjung nilai keadilan dan keseimbangan, serta menghargai keberagaman sebagai prinsip dalam beragama. Integrasi keduanya dalam praktik pendidikan menunjukkan efektivitas dalam membangun karakter peserta didik yang religius, inklusif, dan antiradikalisme, terutama melalui peran strategis lembaga pendidikan Islam. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kecerdasan spiritual dan pemikiran Islam moderat merupakan strategi preventif yang esensial dalam upaya deradikalisasi yang bersifat humanis dan berkelanjutan
Peran Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Pendidikan Berkualitas Di SMA Bintang Langkat Tahun Ajaran 2024-2025
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran kepala sekolah berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di SMA Bintang Langkat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah SMA Bintang Langkat telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan melalui kepemimpinan visioner, pengelolaan sumber daya yang efektif, dan peningkatan profesionalisme guru. Kepala sekolah juga terlibat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah dan mendukung pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kepala sekolah sangat penting dalam peningkatan mutu pendidikan di SMA Bintang Langkat
The Effect of the Round Robin Learning Model on Collaboration Skills Among Students in Grade IV of MIN 1 West Lampung
Collaborative skills are essential for learning. Teacher-centered learning often leads to students lack of active participation in learning activities, resulting in low collaborative skills. One way to improve students collaborative skills is by implementing a round-robin learning model. This model provides equal opportunities for all students to learn in groups, preventing any single student from dominating. This study aimed to determine the effect of the round-robin learning model on students' collaborative skills. This study was conducted at MIN 1 West Lampung. The research method used was a quasi-experimental design. Sampling was conducted using a purposive sampling technique, with 65 students each in the experimental and control classes. The instrument used was a collaboration skills questionnaire. This study shows the results of the post-test data hypothesis test using an independent sample t-test with a significance level of 5% (0.05) showing a Sig. (2-tailed) value of 0.038 which means that there is a rejection of H0 and acceptance of H1. Based on the results of the hypothesis test, it can be concluded that there is an influence of the round robin learning model on improving collaboration skills between students in class IV MIN 1 West Lampung