Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Bimbingan dan Pengenalan Dakwah pada Kelompok Sekolah Taman Kanak - Kanak
Masalah pokok penelitian ini adalah manajemen pembelajaran siswa Taman Kanak-kanak. Artikel ini dibangun dengan sub masalah sebagai berikut, Bagaimana program dakwah pada kelompok Usia Sekolah Taman Kanak-kanak tentang Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kelompok Usia Sekolah Taman Kanak-kanak, Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan teori manajemen. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer dengan lima informan (kepala sekolah, guru dan orang tua) dan sumber data sekunder. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumen. Teknik pengolahan analisis data adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan Bimbingan dan Pengenalan Dakwah pada Kelompok Usia Sekolah Taman Kanak-kanak harus dikelola secara optimal, inovasi baru dalam program kerja tidak hanya berfokus pada kajian Al-Qur'an. Dan pengenalan Dakwah pada Kelompok Usia Sekolah Taman Kanak-kanak harus dilakukan dan disosialisasikan secara maksimal. Berikan motivasi, berikan nasihat, jika ada waktu luang
Edukasi Anti-Bullying Melalui Kegiatan Outbound dan Pramuka di MA Laboratorium UIN SU Medan Tahun 2025
Fenomena bullying masih menjadi tantangan serius di lingkungan sekolah, termasuk di MA Laboratorium UIN Sumatera Utara Medan, yang dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial dan emosional siswa. Penelitian pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan karakter sosial siswa melalui edukasi anti-bullying berbasis kegiatan outbound dan pramuka. Populasi penelitian terdiri dari 100 siswa, yakni 50 siswa putra dan 50 siswi putri, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner untuk mengukur pemahaman dan sikap siswa, serta observasi dan wawancara mendalam untuk menggali pengalaman dan interaksi sosial selama kegiatan. Prosedur kegiatan meliputi sosialisasi, pelaksanaan outbound dan pramuka yang mengintegrasikan materi anti-bullying, serta evaluasi pasca-kegiatan. Mitra STOK Bina Guna berperan signifikan sebagai fasilitator, membimbing siswa melalui aktivitas yang menyenangkan dan mendidik, sekaligus menciptakan suasana humanis dan suportif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai dampak bullying dari 65% menjadi 88%, perbaikan sikap sosial, serta kemampuan kolaborasi dan empati yang lebih baik. Program ini juga menekankan tindakan berkelanjutan melalui pendampingan rutin, kelompok peer support, dan refleksi mingguan, sehingga nilai-nilai anti-bullying dapat diinternalisasi dalam interaksi sehari-hari. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi pengalaman langsung melalui outbound dan pramuka, dengan dukungan mitra profesional, efektif dalam membentuk karakter siswa yang tangguh, empatik, dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan inklusif
Edukasi Kesehatan Melalui Media Bermain Ular Tangga dan Sikat Gigi Massal pada Siswa/i SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang
Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang dapat dilakukan dengan tindakan pencegahan penyakit gigi, pengobatan gigi serta pemulihan kesehatan gigi yang dilaksanakan oleh Pemerintah setempat dan dapat juga dilakukan melalui pelayanan kesehatan gigi perseorangan, dan masyarakat. Upaya pencegahan penyakit gigi dan mulut dapat dilakukan melalui UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) dan Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM) dengan melakukan promotif dan preventif. Perilaku dapat dirubah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan gigi dengan berbagai metode dan media bermain yang menyenangkan, sehingga dapat mempermudah pemahaman anak. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan media bermain ular tangga Kesehatan gigi dan mulut siswa – siswi SD Negeri 105298 Dusun V Patumbak Kampung Kab. Deli Serdang. Media bermain ular tangga kesehatan dapat menyampaikan pesan dimana siswa dapat bermain dan membaca pesan dalam gambar, memberikan peran aktif. Edukasi media bermain ular tangga Kesehatan gigi dan sikat gigi massal telah terlaksana, pengetahuan cara menyikat gigi yang baik dan benar meningkat dilihat dari evaluasi yang dilakukan dari hasil kuesioner. Pengetahuan siswa meningkat. Kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi kepada masyarakat terlaksana dengan baik dan sesuai yang direncanakan
Change Management in the Implementation of the Independent Curriculum in Sekadau District Secondary Schools
The implementation of the Merdeka Curriculum in secondary schools in Sekadau Regency, represents advancement in addressing globalization and technological progress, with the objective of fostering a more flexible, student-centered education that enhances student competency and engagement. This study seeks to examine change management during the introduction of the Independent Curriculum in secondary schools within Sekadau Regency. This study employs qualitative methodologies, using data gathering via semi-structured interviews and direct observation. Interviews were performed with school principals, educators, and administrative personnel to understand the problems and tactics employed in the curriculum modification process. Field observations were conducted to assess the implementation of the curriculum in classroom activities. The findings identify five principal barriers: the necessity for teacher retraining, technological and infrastructure constraints, cultural resistance, teacher fatigue during the shift, and insufficient training. This study underscores the significance of ongoing training, enhancement of technology infrastructure, and systematic change management within context. Proactive support from government and educational leadership is crucial for the effective implementation of the Independent Curriculum and the enhancement of educational quality in Sekadau Regency.The implementation of the Independent Learning Curriculum in secondary schools in Sekadau Regency is an advancement in facing globalization and technological advances, with the aim of developing more flexible and student-centered education so as to increase student competence and engagement. This study examines change management during the implementation of the Independent Learning Curriculum in secondary schools in Sekadau Regency. The research methodology used is qualitative with data collection through semi-structured interviews and direct observation. Interviews were conducted with school principals, educators, and education personnel to understand the problems and techniques used in the curriculum modification process. Field observations were conducted to directly evaluate the implementation of the curriculum. The results showed five main challenges: the need for teacher retraining, technological constraints, cultural resistance, teacher fatigue during shifts, and inadequate training. These findings underscore the need for ongoing training, improved technology infrastructure, and systematic and contextual change management. Government assistance and educational leadership are important elements in addressing these issue
Implementation of Local Content of Banten Javanese Language in the Independent Curriculum in Elementary Schools
This study aims to analyze the implementation of local content of Banten Javanese Language in the Independent Curriculum at SDN Kewunen, Serang, Banten. The selection of Banten Javanese as a local content at SDN Kewunen is based on efforts to preserve the Banten Javanese language. The research method used is a case study with a qualitative approach Data collection techniques are carried out through in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the implementation research are still faced with various obstacles, the limitation of teaching materials, the lack of interactive learning media and the majority of teachers feel that further training is needed to improve the quality of teaching. Students tend to show a positive attitude towards this learning, but limited learning methods lead to less than optimal their understanding and engagement. The development of adequate teaching materials, a variety of learning methods, and more diverse evaluations are needed to increase the effectiveness of Banten Javanese language learning in elementary schools.
 
Factor Analysis of Female Leadership on Quality of Public Madrasah Ibtidaiyah
The study aims to determine the significant influence of leadership policies, innovation and communication skills on the quality of madrasah; The study used quantitative research methods using path analysis techniques. The study population amounted to 158 teachers from 8 public madrasah ibtidaiyah in Pidie Jaya district. Sample determination using purposive sampling with the Slovin formula. The results showed that: The innovation of the madrasah principal does not have a significant effect on the quality of madrasah with a P-Value of 0.075 > 0.05, while the leadership policy obtained a P-Value of 0.050 ? 0.05 and communication skills P-Value of 0.036 < 0.05, where there is a significant effect on the quality of madrasah. Identification of other factors that are thought to have an impact on the quality of madrasah include madrasah culture, professionalism, facilities and infrastructure. These variables are recommended to be researched. The social implications of the research results explain that there is no gender dichotomy in the concept of quality madrasah
Strategy for Successful Use of E-learning at the Islamic University of Nusantara Bandung
The use of e-learning in higher education has become a basic need, especially since the drastic changes in learning methods due to the pandemic. Islamic University of Nusantara Bandung faces challenges in optimizing the implementation of e-learning to maintain the quality of learning. This study aims to analyze the strategy for the success of implementing e-learning by considering aspects of digital infrastructure readiness, lecturer competence, and student adaptability. Using a qualitative-descriptive approach, the study was conducted through in-depth interviews with 25 lecturers and 150 students, direct observation of the online learning process, and documentation analysis for two academic semesters. The results of the study indicate that the success of e-learning at Islamic University of Nusantara Bandung is supported by three main pillars: continuous training for lecturers in the use of digital learning technology, development of interactive learning content tailored to student characteristics, and responsive technical support. Another interesting finding was the significant increase in student participation through online discussion forums which reached 85%, compared to conventional methods which were only 60%. This study also revealed that the integration of Islamic values ??in e-learning content has a positive impact on student learning motivation. These strategies have proven effective in increasing learning satisfaction by up to 78% based on student feedback surveys.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi keberhasilan penggunaan E-learning di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung, mengingat pentingnya teknologi dalam mendukung proses pembelajaran di era digital. Latar belakang penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan dalam penerapan E-learning, serta bagaimana strategi yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang nantinya akan menggambarkan strategi keberhasilan penggunaan E-Learning, dengan pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam program E-learning. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan E-learning di UNINUS dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Peningkatan kualitas platform dan infrastruktur, pengembangan kapasitas sumber daya manusia dengan keterlibatan dan motivasi dosen, hal ini dilakukan agar dosen dapat memaksimalkan pemanfaatan e-Learning (Litera) di UNINUS Bandung, mengembangkan budaya inovasi digital positif berkelanjutan, dukungan teknis yang konsisten, dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran. Dan pengembangan ekosistem pedagogi digital adaptif, pengembangan sistem manajemen pengetahuan digital, dan terakhir pengembangan model penilaian digital berkelanjutan dengan evaluasi berkala melakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas penggunaan e-learning, baik dari sudut pandang dosen. , siswa, dan hasil belajar. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan pengembangan strategi E-learning yang lebih efektif di masa depan khususnya di setiap universitas.
E-learning, strategi pembelajaran, UNINUS, pendidikan digital, sukses
Manajemen Peserta Didik dalam Meningkatkan Daya Saing di MAS Kasraatussaadah Tanjung Pura
Untuk meningkatkan kualitas peserta didik maka diperlukan manajemen peserta didik yang baik, dengan penerapan manajemen peserta didik tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan daya saya saing peserta didik, upaya meningkatkan daya saing dan manajemen peserta didik dalam meningkatkan daya saing di MAS Kasraatussaadah Tanjung Pura. Penelitian Ini Merupakan Penelitian Kualitatif Yang Bersifat Deskriptif Dengan Mengambil Latar Belakang Di MAS Kasraatussaadah Tanjung Pura. Pengumpulan Data Di Lakukan Dengan Mengadakan Pengamatan Secara Langsung Yaitu: Observasi, Wawancara, Dan Dokumentasi. Teknik Analisa Data Yang Diguanakan Yaitu Reduksi Data, Penyajian Data Kemudian Menarik Kesimpulan. Hasil Penelitian Menjelaskan Bahwa daya Saing Peserta Didik Di MAS Kasraatussaadah Tanjung Pura Adanyan Persaingan Dibidang Akademik Dan Dibidang Non Akademik. Persaingan Dibidang Akademik Meliputi Persaingan Mencapai Rangking Kelas, Lomba Cerdas Cermat Antar Kelas, Dan Persaingan Untuk Menjadi Anak Disiplin. Sedangkan Persaingan Dibidang Non Akademik MAS Kasraatussaadah Tanjung Pura Lebih Di Ekstrakulikuler. Upaya Meningkatkan Daya Saing Yang Dilakukan MAS Kasraatussaadah Tanjung Pura Strategi yaitu dengan bekerjasama dengan masyarakat luar (enterprise strategy), mengefektifkan misi utama lembaga dengan menciptakan program-program unggulan dan meningkatkan Sumnber Daya Manusia (corporate strategy), cara madrasah dalam menghadapi persaingan dengan madrasah lain (business strategy), dan menciptakan ciri khas dan nilai jual madrasah (functional strategy). Manajemen peserta didik dalam meningkatkan daya saing di MAS Kasraatussaadah Tanjung Pura dilakukan dimulai dari: penerimaan peserta didik baru, pengelompokkan peserta didik, penempatan peserta didik dan evaluasi peserta didik
Studi Literatur : Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis GAP Math dalam materi Grup Mata Kuliah Struktur Aljabar
Struktur Aljabar merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Matematika. Salah satu materi yang dipelajari dalam mata kuliah Struktur Aljabar adalah Grup. Objek dalam teori grup tampak lebih abstrak dibandingkan objek matematika pada umumnya sehingga sulit bagi mahasiswa untuk membayangkan secara riil. Sebagai alternatif untuk mengatasi hal ini maka diperkenalkan penggunaan Software GAP (Groups, Algorithms, and Programming). Software GAP sebagai perangkat pembelajaran untuk memperdalam pemahaman mahasiswa khususnya terhadap materi Grup. Penelitian ini bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam memahami konsep grup secara lebih interaktif dan aplikatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan atau biasa disebut dengan studi literatur (library research). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Software GAP bermanfaat dalam mempelajari dan memahami konsep grup dalam matematika. Dengan demikian, diharapkan dapat memberikan motivasi untuk belajar Struktur Aljabar dengan cara yang bervariasi dan tidak membosankan
Common Mistakes in Translating Indonesia-English
This study systematically investigates common mistakes in Indonesia-English translation, identifying specific linguistic and cultural pitfalls that compromise target text quality. Utilizing a qualitative, corpus-based approach, the research analyzes a diverse range of translated materials, including academic papers, journalistic articles, and official documents, to pinpoint recurring error patterns. The analysis focuses on four key areas: grammatical inaccuracies (subject-verb agreement, tense usage, article omission), lexical misinterpretations (semantic incongruity, false cognates, collocations), syntactic interference from the source language, and cultural misunderstandings leading to inappropriate pragmatic choices or mistranslation of idiomatic expressions. Findings reveal that while some errors stem from a direct, word-for-word translation approach, others are indicative of a deeper lack of target language competence and cross-cultural awareness. The prevalence of these errors highlights a critical gap in current translation practices, often resulting in texts that are not only grammatically flawed but also unnatural-sounding and potentially misleading to English native speakers. This paper argues that merely possessing bilingualism is insufficient for effective translation; rather, a profound understanding of both the source and target linguistic systems, coupled with a strong grasp of their respective cultural contexts, is imperative. The study concludes by offering pedagogical implications for translator training programs and proposes practical strategies to enhance translation quality, advocating for a more nuanced and context-sensitive approach to Indonesia-English translation