Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Mencerahkan Makna Tawakal dengan Keong Sawah di Musim Kemarau Panjang : Studi Petani di Kebumen dan Cilacap
Tujuan dari penelitian ini untuk mencerahkan makna tawakal dengan keong sawah di musim kemarau panjang dan menganalisis mekanisme pertahanan hidupnya guna melihat implikasi teologi Islam. Penelitian lapangan ini menggunakan deskriptif kualitatif untuk menganalisis data dari 24 informan di Kabupaten Kebumen dan Cilacap, dalam kurun waktu satu tahun. Temuan menunjukkan bahwa keong sawah di saat kemarau panjang mengajarkan sebuah nilai tawakal yang sangat luar biasa, dimana mereka akan menyesuaikan diri saat hendak memasuki musim kemarau guna bertahan hidup dalam jangka panjang. Implikasi penelitian ini, seseorang mestinya memiliki sikap tawakal kepada Allah atas segala realitas hidup yang dihadapinya. Sebagaimana keong sawah yang tidak memiliki akal, hanya berbekal isnting saja, dapat melewati kesulitan hidup selama musim kemarau di sawah kering berkat tawakalnya yang kuat kepada Allah. Jika manusia mau berpikir jernih, hal ini merupakan pelajaran dahsyat, maka tidak sepantasnya manusia yang merupakan ciptaan termulia, dikaruniai anugerah akal yang luar biasa, terjerumus pada jurang takabur, dan putus asa, dikalahkan oleh keong sawah yang hanya dianugerahi insting saja. Penelitian di masa depan dapat mempertimbangkan tawakal kepada Allah sebagai prediktor dan intervensi yang efektif untuk ketahanan hidup seseorang
Pendekatan Tekstual dan Kontekstual Dalam Kajian Islam
Kajian terhadap teks-teks keagamaan dalam Islam, seperti Al-Qur'an dan hadis, melibatkan dua pendekatan utama, yaitu pendekatan tekstual dan kontekstual. Pendekatan tekstual berfokus pada pemahaman literal terhadap teks untuk menjaga orisinalitas dan kemurnian ajaran Islam. Sebaliknya, pendekatan kontekstual mempertimbangkan latar belakang historis, sosial, dan budaya teks untuk menjawab tantangan modern, seperti isu kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk menggambarkan kelebihan, kelemahan, dan relevansi kedua pendekatan tersebut dalam kajian Islam kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tekstual memiliki keunggulan dalam menjaga integritas pesan agama, tetapi kurang adaptif terhadap dinamika sosial. Sementara itu, pendekatan kontekstual lebih relevan dengan kebutuhan zaman, namun berisiko mengaburkan makna asli teks. Kombinasi kedua pendekatan ini menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif, menjaga orisinalitas teks sekaligus memastikan relevansinya dengan perkembangan masyarakat. Secara akademik, sinergi ini menciptakan model kajian Islam yang holistik, sedangkan secara praktis, integrasi ini membantu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar Islam. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi kedua pendekatan, pengembangan kerangka interdisipliner, dan penerapan teknologi untuk meningkatkan relevansi dan efektivitas kajian Islam
Model Penelitian dalam Studi Islam : Psikologi, Pendidikan dan Politik
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi model metodologi dalam studi Islam dengan fokus pada psikologi, pendidikan, dan politik. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis integrasi nilai-nilai Islam ke dalam metodologi ilmiah modern. Dalam bidang psikologi, penelitian ini menunjukkan bahwa konsep-konsep Islam seperti fitrah dan nafs menjadi landasan penting untuk memahami perilaku manusia secara holistik, mencakup aspek spiritual, emosional, dan fisik. Di bidang pendidikan, nilai-nilai tauhid menjadi inti dalam membangun kurikulum yang tidak hanya bertujuan untuk mentransfer ilmu, tetapi juga untuk membentuk karakter dan moralitas Islami yang adaptif terhadap tantangan zaman. Dalam politik, prinsip keadilan dan kesejahteraan umat dalam Islam memberikan panduan etis untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat global. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metodologi penelitian berbasis Islam, yang mampu menjawab tantangan kontemporer dengan mengintegrasikan tradisi keilmuan klasik dan pendekatan modern. Dengan kontribusi ini, penelitian ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi studi-studi Islam di masa depan yang lebih inovatif, relevan, dan aplikatif
Implementasi Pendidikan Anak-Anak di Desa Lenggang pada Film Laskar Pelangi
Education is a crucial pillar in developing the quality of human resources and shaping a nation’s progress. Yet, the condition of education in Indonesia still encounters many challenges, ranging from macro-level issues such as curriculum complexity, unequal access, high costs, and teacher competence, to micro-level problems like weak morals, poor character, and frequent cases of moral deviation. This research applies a qualitative approach through literature review and film analysis, using Laskar Pelangi as the main source to explore the application of educational theories. Findings indicate that the film portrays the determination of children in Lenggang Village to pursue education despite severe limitations. The educational practices illustrated in the film align with various theories, including behaviorism, constructivism, humanism, character education, creativity, multiple intelligences, and motivation. Teachers are shown not only as knowledge transmitters but also as mentors, role models, and motivators who nurture moral values, character, and learning enthusiasm. A paradox emerges when, on one hand, facilities and infrastructure are deemed vital for quality education, but the film demonstrates that persistence, student eagerness, and teacher dedication can compensate for such shortcomings. This highlights that educational achievement is influenced more by the integration of values, character, and motivation than by infrastructure alone. Ultimately, education that emphasizes humanistic values, moral development, and the optimization of student potential can create a generation with integrity, creativity, and resilience in facing global challenges, even though gaps between theory and practice remain
Pengembangan Modul Ajar Berbasis STEM Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS Kelas V MIS Rantau Panjang
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) kelas V dengan materi Harmoni dalam Ekosistem di MIS Rantau Panjang serta untuk mengetahui validitas, kepraktisan, dan keefektifan modul tersebut dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Subjek penelitian ini adalah 31 siswa kelas V MIS Rantau Panjang. Instrumen pengumpulan data meliputi wawancara, angket validasi ahli, angket respon guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir kritis (pretest dan posttest). Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase kelayakan dan uji efektivitas menggunakan rumus N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis STEM yang dikembangkan memperoleh penilaian dengan kategori sangat valid dari ahli materi (skor 65,6%), ahli desain (skor 100%), dan ahli bahasa (skor 95,8%), serta sangat praktis berdasarkan respon guru (skor 87,5%) dan juga siswa (skor 100%). Hasil Uji efektivitas melalui melalui analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan skor 0,80 dan berkategori sedang hingga tinggi. Dengan demikian, modul ajar berbasis STEM dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning
Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Metode ini memanfaatkan literatur sebagai sumber data utama untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan kompetensi guru dari perspektif pembelajaran mendalam meliputi, pertama, pendampingan dalam pengembangan modul ajar berbasis pembelajaran mendalam. Kedua, pelatihan strategi berpikir kritis dan pembelajaran berbasis kreativitas. Ketiga, pembinaan integrasi teknologi dan AI melalui kerangka kerja TPACK. Keempat, penguatan sikap profesional dan reflektif guru. Kelima, pembentukan komunitas praktisi (Professional Learning Community – PLC)
Perbandingan Model Problem Based Learning dan Pembelajaran Konvensional terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XII SMA Methodist 7 Medan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Problem Based Learning (PBL) dan pembelajaran konvensional di kelas XII SMA Methodist 7 Medan. Metode penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sampel terdiri dari 32 siswa, masing-masing 16 siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen mengalami peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,003, sedangkan kelas kontrol menunjukkan peningkatan yang lebih rendah dengan nilai signifikansi 0,025. Perbandingan nilai posttest kedua kelompok menunjukkan perbedaan signifikan (Sig. < 0,05). Temuan ini membuktikan bahwa model PBL lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional
Pembinaan Kompetensi Guru dari Perspektif Pendekatan Deep Learning: Studi Kasus di SMA Negeri 1 Kandangan
Pengembangan kompetensi guru merupakan proses sistematis dan berkelanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan potensi guru agar dapat mengimplementasikan pengetahuan, keterampilan, dan kepribadiannya secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelatihan kompetensi guru diselenggarakan dari perspektif pembelajaran mendalam di SMA Negeri 1 Kandangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan melakukan tanya jawab secara lisan dan langsung bertatap muka dengan pihak informan yaitu kepala sekolah untuk menggali informasi yang mendalam dan dibutuhkan mengenai pembinaan kompetensi guru dari perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembinaan kompetensi guru dalam perspektif pendekatan deep learning di SMA Negeri 1 Kandangan yaitu pertama dengan pengadaan pelatihan yang berkaiatan dengan deep learning. Kedua, pembentukan komunitas belajar. Ketiga, pelaksaan supervisi kepala sekolah. Keempat, penilaian kinerja guru oleh tim. Kelima, pendampingan pengawas. Keenam, memfasilitasi keikutsertaan guru dalam kegiatan MGMP. Terakhir mengikutsertakan perwakilan guru dalam kegiatan luar terkait deep learning
Filsafat Matematika dan Relevansinya Terhadap Topik Pembelajaran di Tingkat Prasekolah Hingga Menengah
Pemilihan topik matematika yang diajarkan pada jenjang prasekolah hingga menengah merupakan persoalan fundamental dalam pendidikan. Setiap materi yang diberikan kepada siswa tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan keterampilan berhitung, tetapi juga sebagai medium pembentukan pola pikir logis, kritis, dan sistematis. Filsafat matematika, sebagai kajian yang menelaah hakikat, asal-usul, serta tujuan ilmu matematika, memberikan landasan konseptual yang kuat untuk memahami apa yang seharusnya diajarkan dan bagaimana materi tersebut relevan dengan perkembangan kognitif anak. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi filsafat matematika dalam penyusunan kurikulum pada tingkat prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah pandangan para filsuf dan pakar pendidikan matematika terkait peran abstraksi, struktur pengetahuan, serta keterhubungan matematika dengan realitas kehidupan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika perlu diseimbangkan antara konsep konkret dan abstrak, disesuaikan dengan tahapan perkembangan peserta didik. Selain itu, kurikulum sebaiknya tidak hanya menekankan pada kemampuan prosedural, tetapi juga pada pemahaman konseptual dan penerapan praktis. Dengan demikian, filsafat matematika dapat membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan selaras dengan tujuan pendidikan jangka panjang
Pendampingan Pendidikan Umum, Al Qur’an dan Sosial untuk Pengembangan Anak di Rumah Asuh Yakesma Berbasis Al-Qur’an Medan
Kegiatan pengabdian masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri yang diselenggarakan oleh Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) khususnya Program Studi Pendidikan Agama Islam ini dilaksanakan di Rumah Asuh Berbasis Al Qur’an Yakesma Medan dengan tujuan memberikan pendampingan pendidikan umum, pendidikan Al Qur’an, dan pembinaan sosial berbasis nilai-nilai Islam. Program ini dirancang sebagai upaya terpadu untuk meningkatkan kemampuan akademik, spiritual, dan sosial anak-anak atau santri yatim dan dhuafa yang tinggal di rumah asuh tersebut. Bentuk kegiatan meliputi pembelajaran tahsin dan tahfidz Al Qur’an, bina pribadi islam, bimbingan belajar mata pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, serta pelatihan karakter melalui kegiatan sosial dan gotong royong. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah mentoring individual dan pembelajaran kelompok kecil yang memungkinkan pendekatan personal. Anak-anak mendapatkan bimbingan sesuai kemampuan dan karakteristiknya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kemampuan baca Al Qur’an, kedisiplinan belajar, serta sikap tanggung jawab sosial. Pendekatan berbasis Al Qur’an terbukti mampu menumbuhkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Program ini diharapkan dapat menjadi model pembinaan anak asuh berbasis nilai-nilai Qur’ani yang dapat diterapkan di berbagai lembaga sosial. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat peran mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pendidikan Islam secara nyata di masyarakat. Program ini diharapkan menjadi model pembinaan anak asuh yang terintegrasi antara aspek pendidikan umum dan keagamaan, serta mampu menginspirasi lembaga sosial lain dalam mengembangkan program serupa di Indonesia