Jurnal Pusdikra Publishing (E-Journals)
Not a member yet
2217 research outputs found
Sort by
Implementasi Nilai Pancasila dalam Praktik Non-Publik
Pancasila merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai ideologi dan pandangan hidup, Pancasila berfungsi sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam tataran pemerintahan maupun masyarakat. Makalah ini menitikberatkan pada implementasi nilai-nilai Pancasila di luar sektor publik, meliputi bidang sosial, pendidikan non-formal, ekonomi, dan kehidupan beragama. Nilai-nilai dasar seperti kemanusiaan, keadilan, persatuan, dan ketuhanan memiliki relevansi yang besar dalam menciptakan harmoni sosial. Dalam dunia pendidikan non-formal, misalnya, nilai disiplin dan gotong royong menjadi fondasi pembentukan karakter bangsa. Pada sektor ekonomi, prinsip keadilan sosial diwujudkan melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pengembangan usaha kecil menengah. Di bidang keagamaan, nilai toleransi dan persaudaraan antarumat beragama memperkuat persatuan bangsa. Makalah ini juga menguraikan tantangan implementasi nilai Pancasila di era globalisasi dan digitalisasi, seperti arus budaya asing, kapitalisme digital, serta menurunnya semangat nasionalisme di kalangan masyarakat modern. Dengan menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat Indonesia mampu menghadapi tantangan global dengan tetap mempertahankan identitas dan jati diri bangsa
TINJAUAN SOSIOLOGI DAN TINJAUAN HUKUM TERHADAP ANAK-ANAK YANG BEKERJA SEBAGAI BADUT DIKOTA RANTAUPRAPAT KABUPATEN LABUHANBATU
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tinjauan sosiologi dan tinjauan hukum terhadap anak-anak yang bekerja sebagai badut dikota rantauprapat kabupaten labuhanbatu. Anak-anak yang bekerja sebagai badut dikota rantauprapat adalah anak yang masih berusia sekolah atau dibawah umur yang dipekerjakan oleh seseorang yang memanfaatkan suatu keuntungan dari anak yang bekerja sebagai badut. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah mengguakan metode kualitatif deskriftif dan adapaun tempat penelitian ini dilaksanakan di wilayah Kota Rantauprapat. Tempat penelitian ini dilaksanakan di instansi pemerintahan dalam peninjauan langsung terhadap ke empat informan pemberi informasi yaitu kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Labuhanbatu (DP3A), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA) Polres Labuhanbatu, Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA), dan juga anak yang bekerja sebagai badut yang bernama Indro. Adapun hasil wawancara kepada ke empat sumber informasi yaitu bahwa terjadinya suatu pelanggaran terhadapa hak-hak anak yang seharusnya menjadi suatu perhatian kepada pemerintah untuk anak-anak yang bekerja sebagai badut anak yang ada dia Kabupaten Labuhanbatu. Dan juga anak-anak mendapatkan suatu perlindungan agar anak dapat tumbuh hidup dan berkembang sesuai dengan Undang- undang Nomor 35 Tahun 2014 yakni bahwa anak dan hak anak agar dapat hidup tumbuh dan berkembang sesuai harkat dan martabat kemanusian serta mendapatkan perlindungan dan kekerasan dan diskriminasi”. Hal ini dituangkan pada Peraturan Daerah tentang perlindungan anak kabupaten labyhanbatu nomor 5 tahun 2015 yaitu pasal 1 ayat 8: Hak anak adalah bagian dari hak asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, wali, masyarakat, pemerintah dan negara
Pemberdayaan Masyarakat Desa Mekar Laras Melalui Program Kesehatan dan Pendidikan
Pembangunan masyarakat desa tidak hanya menekankan aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan dan pendidikan sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Desa Mekar Laras, wilayah pesisir, masih menghadapi tantangan pada kedua bidang tersebut, terutama kesehatan orang tua dan pendidikan anak- anak SD. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan mahasiswa bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan orang tua melalui pemeriksaan kesehatan, senam bersama, dan penyuluhan hipertensi serta diabetes, sekaligus mendukung pendidikan anak melalui belajar sore di posko KKN dan mengaji malam di musholla desa. Program kesehatan diikuti oleh 32 warga pada pemeriksaan awal dan 27 pada penyuluhan, dengan tingkat antusiasme mencapai 84,38%. Data menunjukkan hipertensi dan diabetes merupakan penyakit paling banyak ditemui, sebagian warga bahkan mengalami keduanya sekaligus. Program pendidikan dilakukan 15 kali pertemuan dengan rata-rata kehadiran 14,5 siswa untuk belajar sore dan 13,5 siswa untuk mengaji malam, menunjukkan antusiasme yang positif meski terjadi fluktuasi kehadiran. Hasil kegiatan menunjukkan sinergi antara peningkatan kualitas kesehatan orang tua dan pendampingan pendidikan anak dapat menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan mendukung perkembangan akademik serta karakter anak. Keberhasilan program ini menekankan pentingnya keterlibatan puskesmas, pemerintah desa, orang tua, dan tokoh masyarakat untuk keberlanjutan upaya pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter di Desa Mekar Laras
Strategi Pengelolaan Koleksi dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Perpustakaan di Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan (IAIDU)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan koleksi dalam meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di Institut Agama Islam Daar Al Uluum Asahan (IAIDU). Pengelolaan koleksi merupakan aspek fundamental dalam penyelenggaraan perpustakaan karena berkaitan langsung dengan ketersediaan, relevansi, dan kemutakhiran informasi yang dibutuhkan pemustaka. Melalui pengelolaan yang baik, perpustakaan tidak hanya memenuhi fungsi penyimpanan informasi, tetapi juga mampu menyediakan sumber belajar yang mendukung kegiatan akademik civitas akademika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik pengelolaan koleksi di perpustakaan IAIDU Asahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan IAIDU Asahan telah menerapkan beberapa strategi kunci, di antaranya seleksi koleksi berbasis kebutuhan pengguna yang dilakukan melalui analisis minat dan kurikulum program studi. Proses akuisisi disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pembelajaran, sementara kegiatan inventarisasi serta klasifikasi mengikuti standar perpustakaan nasional sehingga mempermudah temu kembali informasi. Selain itu, penyiangan koleksi (weeding) dilakukan secara berkala untuk menjaga relevansi dan kualitas bahan pustaka. Penerapan strategi tersebut berdampak pada meningkatnya kualitas layanan, yang terlihat dari peningkatan kepuasan pemustaka, kemudahan akses informasi, serta efisiensi layanan sirkulasi dan referensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan koleksi yang terencana, sistematis, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna mampu meningkatkan mutu layanan perpustakaan secara signifikan, serta menjadi acuan bagi pengembangan manajemen perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi Islam
Kontribusi Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam IAIDU Asahan dalam Optimalisasi Layanan Administrasi Sekolah pada Kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan di SMU Muhammadiyah 8 Kisaran
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dalam mengoptimalkan layanan administrasi sekolah selama kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMU Muhammadiyah 8 Kisaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa MPI memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan administrasi, seperti penyusunan surat-menyurat, rekap data peserta didik, pengarsipan dokumen, dan pembuatan jadwal kegiatan sekolah. Selain itu, mahasiswa juga membantu mengimplementasikan sistem pengarsipan digital sederhana yang mempermudah proses pencarian data. Kehadiran mahasiswa MPI tidak hanya membantu tugas administrasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalitas tenaga kependidikan. Dengan demikian, kegiatan PPL menjadi wadah strategis bagi mahasiswa MPI untuk mengaplikasikan teori manajemen pendidikan Islam dalam konteks nyata di sekolah
ANALISIS PEMIKIRAN EKONOMI ABU YUSUF
Perkembangan ekonomi Islam tidak terlepas dari sejarah pemikiran ekonomi Islam masa lalu. Pemikir muslim berupaya memberikan solusi bagi masalah masyarakat dengan perspektif yang holistik. Abu Yusuf, ulama Islam, menekankan tanggung jawab penguasa dan mengembangkan prinsip-prinsip dasar perpajakan. Metode penelitian menggunakan studi literatur, dan pemikiran Abu Yusuf memiliki relevansi dengan ekonomi modern, khususnya dalam mekanisme pasar dan kebijakan perpajakan. Abu Yusuf menentang intervensi pemerintah dalam penetapan harga, mendorong produksi tanah yang produktif, dan mengadvokasi distribusi pendapatan yang adil. Kesimpulannya, pemikiran Abu Yusuf tentang perpajakan menunjukkan relevansi dan kebijaksanaan dalam menghadapi tantangan ekonomi modern
bahasa Inggris
Teachers’ beliefs facilitate students’ learning and shape their future professional endeavors. Although many studies have investigated teacher's beliefs in teaching, how pre-service teachers' beliefs were reflected in their teaching practicum still needs to be explored. This study aims to describe how pre-service teachers implement their teaching beliefs during their teaching practicum in a vocational high school. One female pre-service teacher, aged 22 years old, participated in this study. Data were collected from a semi-structured interview. Data were analyzed inductively following Braun and Clark’s thematic analysis. This study has four findings. First, the pre-service teachers believe that students are responsible for educating students, encompassing professional, social, and personal aspects. Teachers must deliver curriculum-appropriate material and ensure the content is relevant to students' interests and future career aspirations, especially in vocational schools. Secondly, the pre-service teachers believe that teachers can assess students' performance through rewards to enhance students’ talent and integrate the assessment into their learning experience. Thirdly, pre-service teachers believe that teachers play roles in the classroom as mentors and authority figures who create a supportive and engaging learning environment while maintaining control and discipline. Fourth, the linearity of learning assessments and activities can evolve to suit learning assessments and activities to the developmental needs of students who may struggle with them. Pre-service teachers’ beliefs can help create a more meaningful learning and engaging educational environment that promotes students’ academic success
Prinsip dan Faktor yang Mempengaruhi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan merumuskan rekomendasi pengembangan kurikulum PAI yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang melibatkan 30 guru PAI di berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 50 pernyataan dengan skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh prinsip pengembangan kurikulum PAI (relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, efisiensi & efektivitas, berorientasi tujuan, integrasi, dan kesesuaian perkembangan) dipersepsikan sangat tinggi oleh responden dengan persentase berkisar 85,3%-90,0%. Prinsip berorientasi tujuan memperoleh persentase tertinggi (90,0%), diikuti prinsip integrasi (89,6%) dan relevansi (88,4%). Demikian pula, kedelapan faktor yang mempengaruhi pengembangan kurikulum PAI (filosofis, psikologis, sosial-budaya, IPTEK, kebijakan pendidikan, ekonomi, globalisasi, dan keagamaan) juga dipersepsikan sangat tinggi dengan persentase berkisar 85,3%-89,2%. Faktor kebijakan pendidikan menempati urutan tertinggi (89,2%), diikuti faktor IPTEK (88,9%) dan filosofis (88,4%). Penelitian ini mengungkap adanya keterkaitan erat antara prinsip-prinsip dan faktor-faktor pengembangan kurikulum PAI, yang menunjukkan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan kurikulum PAI yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis pendidikan, tetapi juga dimensi filosofis, psikologis, sosial-budaya, dan keagamaan
Penerapan Film Pendek Edukasi dalam Meningkatkan EMC2 (Empathy, Compassion, Mindfulness, and Critical Inquiry) di SDN 105327
This study aims to examine the effectiveness of using educational short films in enhancing EMC² competencies (Empathy, Compassion, Mindfulness, and Critical Inquiry) among fifth-grade students at SDN 105327 Pedamean. The research employed a Classroom Action Research (CAR) approach carried out in three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data collection instruments included observation sheets, interview guidelines, and student reflection sheets. The results indicated a gradual improvement in EMC² competencies across the cycles. In the first cycle, students showed basic emotional responses but struggled to express meaningful reflections. The second cycle demonstrated increased empathy and compassion through group discussions and roleplay, while the third cycle showed significant growth in mindfulness and critical inquiry through mini debates and reflective journaling. Despite some challenges, such as varied individual responses and verbal participation barriers, educational short films proved effective in fostering students' social-emotional skills. This study recommends integrating short films as a creative and contextual strategy for character education in elementary schools
Penerapan Teori Humanistik dalam Pengembangan Karakter Siswa di SD Negeri Gondoriyo
Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek esesnsial dalam pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga matang secara emosional dan sosial, namun fenomena degradasi moral pada peserta didik usia sekolah dasar semakin menjadi perhatian dalam dunia pendidikan yang ditandai dengan kurangnya empati, rendahnya tanggung jawab sosial, serta menurunnya kesadaran siswa dalam membina relasi positif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dari pendekatan teori humanistik dalam pengembangan karakter siswa di Sekolah Dasar Negeri Gondoriyo sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru dan siswa kelas IV sebagai subjek utama, dimana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri Gondoriyo telah menerapkan pendekatan pembelajaran humanistik secara menyeluruh dalam pengembangan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman dan inklusif, penerapan metode student-centered learning seperti diskusi kelompok dan Problem-Based Learning, serta pendekatan yang fleksibel untuk siswa berkebutuhan khusus. Keberhasilan implementasi ini didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dalam menerapkan prinsip memanusiakan manusia dan keterlibatan aktif orang tua dalam proses pendidikan, sehingga berhasil membentuk siswa yang tidak hanya memiliki kecerdasan kognitif (pengetahuan) tetapi juga karakter yang kuat dengan nilai-nilai empati, tanggung jawab, dan integritas