IRPI Publisher Journals (Institute of Research and Publication Indonesia)
Not a member yet
1012 research outputs found
Sort by
Tekno Ekonomi Vapour Recovery Unit (VRU) di SPBU Tanggerang: Techno Economics Vapor Recovery Unit (VRU) at SPBU of Tanggerang
Salah satu fasilitas yang digunakan untuk mendistribusikan bahan bakar minyak kepada masyarakat adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kegiatan operasional di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum mempunyai potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja, seperti uap bahan bakar yang dapat menimbulkan kebakaran dan ledakan (rentang ledakan pada konsentrasi 1,4% s/d 7,6% v/v), dan senyawa organik yang mudah menguap yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. masalah bagi pekerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui emisi dan uap yang terdeteksi di lingkungan SPBU serta mengetahui kelayakan ekonomi pemasangan vapor recovery unit. Penelitian ini dilakukan terhadap 2 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, yaitu: 1) pengukuran emisi dan konsentrasi uap menggunakan gas tester di lokasi, 2) analisis kelayakan ekonomi dengan menggunakan data yang diperoleh. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ditemukan uap dan emisi lainnya pada saat vapor recovery unit beroperasi serta analisis keekonomian vapor recovery unit yang terpasang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Swasta di Karang Tengah, Tangerang berkapasitas desain penjualan 3.000 kiloliter per tahun mempunyai break even point pada saat tahun ke-8 dan dibandingkan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Badan usaha Milik Negara dengan kapasitas desain penjualan yaitu 8.000 kiloliter per tahun akan mendapat break even point pada tahun ke-3
Geographic Information System for Mapping Poverty Levels In East Sumba District
Poverty issues in East Sumba Regency, East Nusa Tenggara Province, which is faced with a high poverty rate. The obstacle of mapping areas with poor people that are difficult to identify is the main focus. Through qualitative and quantitative approaches, this research applied the Extreme Programming (XP) method to develop a web-based Geographic Information System (GIS), aimed at mapping poverty areas. XP was applied to ensure flexibility, adaptability, and active stakeholder participation in the application development. The main objectives were to produce an effective GIS application, provide accurate information for the government and stakeholders, and improve the effectiveness of poverty reduction programs. This research is expected to contribute to the design of programs that are more targeted, effective, and can improve community welfare in East Sumba Regency
Information System Analysis of the Process of Opening a Savings Account at Bank "XYZ" Using the Cobit 4.1 Framework
Effective money storage and easy access system through the bank. The system used at Bank "XYZ" is still experiencing problems in the opening process. When customer service inputs prospective customer data, the input process exceeds the time specified by the system, the process will stop and return to the login display. Based on these problems, an information system audit is needed regarding the maturity level of Bank "XYZ"'s information system. The aim of this research is to determine the maturity level of the process of evaluating and maintaining ICT performance in information systems. This research uses the COBIT 4.1 framework which focuses on the Planning and Organization (PO), Deliver and Support (DS), and Monitor and Evaluate (ME) domains. The research results show that overall based on the maturity level in COBIT, the information system for the process of opening savings at Bank "XYZ" is at level 2 (repeatable but intuitive), which means the company has carried out a repetitive business process but there is no standard procedure for opening savings. To reach level 3 (define process) Bank "XYZ" needs to make process improvements by implementing the COBIT 4.1 Framework, namely PO, ME and DS which have a number of subdomains
Analisis Potensi Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Produksi Biodiesel di Kota Pekanbaru : Analisis Potensi Minyak Jelantah Sebagai Bahan Baku Produksi Biodiesel di Kota Pekanbaru
Fuel Oil is a basic need for society, with a consumption rate of 42% in Indonesia. The high level of consumption, especially for diesel fuel, with supplies and availability of raw materials dwindling makes scarcity a common phenomenon in urban areas. Alternative innovations in the supply of raw materials need to be carried out, one of which is by using alternative raw materials in the form of Biodiesel derived from urban waste cooking oil. The aim of this research is to utilize the 40,000 Kg/month waste of used cooking oil in Pekanbaru City to be converted into Biodiesel with the Transesterification Method in the form of a chemical reaction Fat reacted with methanol and catalyst with the help of Superpro Design software is capable of producing a volume of biodiesel of 33,407 liters per month, a fuel density of 866/km3 with a production cost of IDR 6,000/liter and a selling price of IDR 11,000 per liter which has the potential to make biodiesel an alternative to diesel for the people of Pekanbaru City.Bahan Bakar Minyak merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, dengan tingkat konsumsi sebesar 42% di Indonesia. Tingginya tingkat konsumsi terutama jenis solar dengan persediaan dan ketersediaan bahan baku yang semakin menipis membuat kelangkaan menjadi fenomena yang biasa terjadi di perkotaan. Inovasi alternatif dalam penyediaan bahan baku perlu dilakukan salah satunya dengan menggunakan bahan baku alternatif berupa Biodiesel yang berasal dari limbah minyak jelantah perkotaan,Tujuan peneltian ini adalah memanfatkan limbah minyak jelantah 40.000 Kg/bulan yang terdapat Kota Pekanbaru dikonversi menjadi Biodiesel dengan Metode Transesterifikasi berupa reaksi kimia lemak yang direaksikan dengan methanol dan katalis dengan bantuan software Superpro Design mampu menghasilkan volume Biodiesel sebesar 33.407 liter per bulan, densitas bahan bakar 866/km3 dengan biaya produksi Rp 6.000/liter dan harga jual Rp 11.000 per liter berpotensi menjadikan Biodiesel sebagai alternatif pengganti solar bagi masyarakat kota Pekanbaru
Temperature Control System for Water Heater with Servo Valve using PID Method: Sistem Pengendalian Suhu Pada Pemanas Air Dengan Servo Valve Menggunankan Metode PID
In cold areas, hot water is an essential requirement. Generally warm or hot water is used for bathing, washing, or other household purposes. In general, there are various types of water heaters when viewed from the source of energy, some of which use solar, gas and electricity. In this study, a water heating system was created by adjusting the input water using a servo valve, so it is expected that the water heating will work faster and the resulting performance can be more stable. The smaller the servio angle, the faster the water heating occurs. The expected temperature is between 30 and 60 °C. This system uses the PID method to control the temperature. From the results of the PID control test on sample data, the set point value is 40?C with a Kp value = 0.02, a Ti value = 80 and a Td value = 20. The temperature that has been given by the PID control tries to maintain the set point temperature which has been set at 40 ?C . With values of Kp, Ti, and Td above the temperature can reach the setpoint within (±) 30 minutes.Di daerah dingin, air panas merupakan kebutuhan yang penting. Umumnya air hangat atau panas digunakan untuk mandi, mencuci, atau keperluan rumah tangga lainnya. Secara umum, ada berbagai jenis pemanas air jika dilihat pada sumber energinya, beberapa di antaranya menggunakan tenaga surya, gas, dan listrik. Pada penelitian ini dibuat sistem pemanas air dengan mengatur air masukan menggunkan servo valve, sehingga diharapkan pemanasan air bekerja lebih cepat dan performa yang dihasilkan bisa lebih stabil. Semakin kecil sudut servio, semakin cepat pemanasan air terjadi. Suhu yang diharapkan adalah antara 30 dan 60 °C. Sistem ini menggunakan metode PID untuk mengontrol suhu. Dari hasil pengujian kontrol PID terhadap sampel data, nilai set point sebesar 40?C dengan nilai Kp = 0.02, nilai Ki = 0.5 dan nilai Kd = 0.1. suhu yang telah diberikan kontrol PID berusaha mempertahankan suhu set point yang telah diatur yaitu 40 ?C . Dengan nilai Kp,Ki, dan Kd diatas suhu dapat mencapai setpoint dengan waktu (±) 30 menit
Perbandingan Algoritma K-Means Dan K-Medoids Untuk Clustering Daerah Rawan Banjir Di Kabupaten Rokan Hilir : Comparison Of K-Means And K-Medoid Algorithms For Clustering Of Flood-Prone Areas In Rokan Hilir District
Sejak tahun 2005 banjir menjadi permasalahan di Kabupaten Rokan Hilir hingga saat ini, banjir terparah pernah terjadi pada tanum 2011-2014 yang menyebabkan banyak daerah dan warga secara langsung terdampak akibat hal tersebut, sehingga masyarakat sangat membutuhkan bantuan dari beberapa pihak terutama pihak instansi pemerintahan seperti dinas sosial, untuk membantu mengurangi beban masyarakat dinas social memiliki salah satu program kerja yaitu memberikan bantuan secara langsung baik moral maupun logistic bagi para korban banjir dikabupaten rokan hilir. Agar dinas social dapat memberikan bantuan yang tepat waktu, lokasi, sasaran, kualitas, kuantitas, dan sesuai kebutuhan masyarakat, dibutuhkan klastering pada daerah rawan banjir. Pada penelitian ini dikelompokan wilayah yang rawan banjir di kabupaten Rokan Hilir. Untuk melakukan klastering pada penelitian ini akan digunakan algoritma K-Means dan K-Medoids. Setelah dilakukan percobaan menggunakan tools RapidMiner pada klaster K=2 sampai K=6 didapat metode K-Means lebih optimal dibandingkan dengan menggunakan metode K-Medoids pada data kejadian banjir di Rokan Hilir pada tahun 2019-2022 dengan jumlah k paling optimal adalah k = 3 dengan nilai validitas Davies-Bouldin Index (DBI) sebesar 0.218%, sedangkan algoritma K-Medoids klaster optimal terdapat pada K=4 dengan nilai validitas sebesar 0.525%
Implementasi Metode Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Rank (SMARTER) Untuk Pendukung Keputusan Pemberian Reward: Implementation of the Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Rank (SMARTER) Method for Supporting Reward Decisions
Salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pemasaran khususnya sebagai distributor suku cadang alat berat adalah PT. Traktor Nusantara. PT. Traktor Nusantara saat ini mengalami kendala dalam memilih reward yang akan diberikan kepada costumer karena masih melalui cara subjektif yang bukan merupakan cara terbaik. PT. Traktor Nusantara sering melakukan kesalahan saat membagikan reward kepada pelanggan. Membangun sistem pendukung keputusan pemilihan penerima reward pada costumer PT. Traktor Nusantara adalah tujuan dari penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam pemilihan ini yaitu mengunakan metode SMARTER, dan menggunakan lima kriteria yaitu transaksi pertahun, maksimum transaksi item pertahun, frekuensi kemunculan perusahaan pertahun, jumlah item yang sering di beli pertahun, jumlah item yang di order pertahun dan menggunakan Rank Order Centroid (ROC) untuk perhitungannya. Dengan total skor 0,411, PT. Salim Ivomas Pratama memiliki peringkat tertinggi di antara alternatif potensial pada hasil penelitian ini. Penelitian ini diharapkan dapat mempermudah PT. Traktor Nusantara pemberian penghargaan dan mengurangi kesalahan dalam pemilihan sebelumnya
Analisis Kualitas Website Mediacenter Menggunakan Metode Webqual 4.0 Dan IPA: Mediacenter Website Quality Analysis Using Webqual 4.0 And IPA Methods
Mediacenter adalah situs berita resmi dari Kabupaten Siak yang berfokus pada penyajian berita informasi seputar Kabupaten Siak, baik dalam bentuk portal berita, artikel, gambar maupun video. Mediacenter Kabupaten Siak berada dibawah naungan Diskominfo Siak. Oleh sebab itu dalam pemanfaatannya perlu dilakukan evaluasi untuk meningkatkan kualitas website. Terdapat beberapa permasalahan pada website Mediacenter seperti tampilan yang kurang menarik, terdapat informasi yang tidak akurat, terdapat ketidaksesuaian isi dan judul halaman dan kurang update. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur kualitas website berdasarkan kepuasan pengguna menggunakan metode Webqual 4.0, Importance Performance Analysis (IPA), dan Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian ini melibatkan 96 responden. Hasil analisis tingkat kesesuaian berada dibawah 100% dengan rata-rata keseluruhan sebesar 69% yang berarti website belum memenuhi harapan pengguna. Hasil analisis tingkat kesenjangan bernilai negatif dengan nilai -1,15 yang artinya website belum memenuhi keinginan pengguna. Hasil kuadran IPA menunjukkan bahwa atribut yang menjadi prioritas utama untuk dilakukan perbaikan adalah atribut nomor 3, 4, 5, 6, 11 dan 21. Hasil analisis CSI menunjukkan nilai sebesar 65,83% yang menunjukkan bahwa pengguna merasa cukup puas dengan kinerja website. Karena masih ada masalah dengan kegunaan, kualitas informasi, dan interaksi pengguna, dapat dikatakan bahwa pengguna tidak sepenuhnya puas dengan kinerja situs saat ini
Aplikasi Media Pembelajaran Berbasis Multimedia Menggunakan Multimedia Development Life Cycle Untuk Pengenalan Warna : Application Of Multimedia-Based Learning Media Using Multimedia Development Life Cycle For Color Recognition
Penggunaan media pembelajaran masih rendah yang disebabkan kurangnya sarana dan prasarana di sekolah serta keterbatasan anak dalam memahami materi pembelajaran abstrak terutama pada saat pembelajaran pengenalan warna anak yang menyebabkan guru kesulitan dalam menyampaikan materi. atau benda-benda yang dapat dilihat anak-anak. Oleh karena itu, perlu dikembangkan lingkungan belajar yang interaktif, khususnya pengenalan warna dasar untuk anak dengan konsep ini, yang akan memberikan pengalaman baru kepada siswa selama proses pembelajaran. Lingkungan belajar interaktif dapat menjelaskan visualisasi pembelajaran karena menggabungkan unsur-unsur multimedia seperti teks, gambar dan audio untuk membantu siswa lebih memahami pembelajaran dan meningkatkan kinerja siswa, tidak hanya itu peran orang tua juga diperlukan untuk mengawasi anaknya selama menggunakan gawai. Orang tua tidak hanya berpartisipasi atau memantau, tetapi juga mengajak anaknya untuk berinteraksi dan memilih aplikasi pendidikan contohnya dalam penerapan media pembelajaran pengenalan warna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan, melaksanakan dan mengetahui reaksi anak terhadap pengembangan lingkungan belajar konseptual interaktif pengenalan warna untuk anak usia 3-5 tahun menggunakan Metode pengembangan Multimedia Development Life Cycle yang terdiri dari 6 tahapan yaitu konsep, perancangan, pengumpulan bahan, pembuatan, pengujian, dan distribusi. dalam pembuatan aplikasi ini menggunakan adobe animate. Hasil dari aplikasi media pembelajaran pengenalan warna dapat dijadikan sarana atau wadah belajar bagi anak PAUD umur 3-5 tahun dan dapat memberikan nuansa berbeda pada anak dalam belajar serta memberikan inovasi baru dalam media pembelajaran siswa. Hasil menunjukan bahwa respon dari pengguna aplikasi mengatakan bahwa aplikasi bisa digunakan dengan baik, tanpa adanya kendala
Penerapan Algoritma K-Means dan K-Medoids dalam Pengelompokkan Data Inventaris Rig: Application Of K-Means And K-Medoid Algorithm In Rig Inventory Data Grouping
Perusahaan yang bergerak pada pengeboran minyak dan gas merupakan suatu instansi dengan berfokus pada kegiatan pengeboran sumur migas demi mendapatkan sumber daya dari bawah tanah. Dikarenakan pada perusahaan migas bumi merupakan industri yang memiliki kompleksitas data tinggi, terutama dalam hal pengelolaan inventaris rig atau peralatan yang digunakan untuk pengeboran minyak dan gas. Data inventaris rig mencakup berbagai informasi, seperti kapasitas rig, jenis peralatan, kategori peralatan, dan lain sebagainya. Dengan begitu banyaknya data yang terkumpul, pengelompokan data menjadi kritis untuk memahami pola dan hubungan antar data dalam inventaris rig. Pada penelitian ini, dengan memanfaatkan dua algoritma ini, data kelompok akan ditetapkan oleh inti data masing-masing cluster lalu dihitung mengonsumsi formula K-means dan K-medoids sehingga membentuk ketetapan dari tiap algoritma, selanjutnya bisa dilakukan perbandingan dengan kelompok yang dapat dianalisis berdasarkan karakter pembantunya. Berdasarkan hasil pengkajian ini, K-Medoids lebih baik dibanding K-Means atas nilai DBI terbaik yaitu 0,073 pada nilai uji K=2.