Jurnal Online Fakultas Syariah dan Hukum (UIN Sunan Ampel Surabaya)
Not a member yet
974 research outputs found
Sort by
Kewenangan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan Perspektif Fiqh Siyasah
Abstract: the office of Environment in Pasuruan district is appointed to assist the local government to in the issue of environment. Based on Law 32/2009, article 63 (3), the office determines the policy concerning environment-related permits, the enforcement of environmental regulation, facilitation of dispute resolution, management of environmental information, control of environmental impact in form of prevention, pollution rehabilitation and environmental damage. From the perspective of Islamic political science, the role of this office is similar to the role of wilâyah al-hisbah that had responsibility to al-amr bi al-ma’rûf wa al-nahy ‘an al-munkar (encourage community to do good and to avoid evil)
Keywords: the office of environment, wilâyah al-hisbah.
Abstrak: Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan berdasarkan Pasal 63 Ayat 3 UU No. 32 Tahun 2009, berwenang untuk membantu kepala daerah dalam bidang lingkungan, yaitu menentukan kebijakan tingkat kabupaten/kota dalam hal memberikan izin lingkungan, penegakan hukum lingkungan hidup, memfasilitasi penyelesaian sengketa, mengelola informasi lingkungan hidup, pengendalian dampak lingkungan dalam arti pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dalam kajian fiqh siyâsah, Kewenangan Badan Lingkungan Hidup (BLH) memiliki kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh wilâyah al-hisbah dalam hal pengawasan masyarakat. Wilâyah al-hisbah memiliki tugas dan wewenang khusus mengajak kepada ummat melakukan al-amr bi al-ma’rûf wa al-nahy ‘an a-lmunkar bernama wilâyah al-hisbah. Tugas dab Wewenang Badan Lingkungan Hidup merupakan bagian dari melakukan al-amr bi al-ma’rûf wa al-nahy ‘an al-munkar.
Kata kunci: Kewenangan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Pasuruan, wilâyah al-hisbah.Abstract: the office of Environment in Pasuruan district is appointed to assist the local government to in the issue of environment. Based on Law 32/2009, article 63 (3), the office determines the policy concerning environment-related permits, the enforcement of environmental regulation, facilitation of dispute resolution, management of environmental information, control of environmental impact in form of prevention, pollution rehabilitation and environmental damage. From the perspective of Islamic political science, the role of this office is similar to the role of wilâyah al-hisbah that had responsibility to al-amr bi al-ma’rûf wa al-nahy ‘an al-munkar (encourage community to do good and to avoid evil)
Keywords: the office of environment, wilâyah al-hisbah.
Abstrak: Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan berdasarkan Pasal 63 Ayat 3 UU No. 32 Tahun 2009, berwenang untuk membantu kepala daerah dalam bidang lingkungan, yaitu menentukan kebijakan tingkat kabupaten/kota dalam hal memberikan izin lingkungan, penegakan hukum lingkungan hidup, memfasilitasi penyelesaian sengketa, mengelola informasi lingkungan hidup, pengendalian dampak lingkungan dalam arti pencegahan dan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Dalam kajian fiqh siyâsah, Kewenangan Badan Lingkungan Hidup (BLH) memiliki kesamaan dengan apa yang dilakukan oleh wilâyah al-hisbah dalam hal pengawasan masyarakat. Wilâyah al-hisbah memiliki tugas dan wewenang khusus mengajak kepada ummat melakukan al-amr bi al-ma’rûf wa al-nahy ‘an a-lmunkar bernama wilâyah al-hisbah. Tugas dab Wewenang Badan Lingkungan Hidup merupakan bagian dari melakukan al-amr bi al-ma’rûf wa al-nahy ‘an al-munkar.
Kata kunci: Kewenangan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Pasuruan, wilâyah al-hisbah
Inklusifitas Hukum Islam ‎(Ayat-ayat Hukum Bisnis dalam al-Qur’an)‎
Islamic law is deduced from the Qur’anic verses and the practices of the prophet Muhammad SAAS, during his period in Mecca as well as in Medina. Laws and rules scattered in the Qur’an is those for all humanity regardless their religious conviction. Thus, when the Prophet was successful in establishing an Islamic state in Media, the Qur’an relentlessly stressed the inclusiveness of its law and regulation to whoever needs it, be he or she a Muslim or otherwise. This inclusiveness is also shown on those verses from Mecca as well as Medina period about commercial transactions and business activities. Those rules and laws are not intended only for Muslims but for whoever parties involve in such activities. Therefore, those rules are open for any party willing to uphold principles of justice, mutual guarantee, and benefit. This inclusiveness of rules and law of business in the Qur’an and their implementation are the main focus of this article
مقاصد الشريعة ومكانتها ÙÙ‰ استنباط الأØÙƒØ§Ù… الشرعية
ÙÙŠ هذه المقالة كتب Ø§Ù„Ø¨Ø§ØØ« عن مقاصد الشريعة Ùˆ مكانتها ÙÙŠ استنباط â€Ø§Ù„Ø£ØÙƒØ§Ù… الشرعية. Ùهي تتكون من تعري٠مقاصد الشريعة Ùˆ أنواعها Ùˆ مراتبها â€Ùˆ أهميتها ÙÙŠ استنباط الأØÙƒØ§Ù… الشرعية. مقاصد الشريعة هي المعاني â€ÙˆØ§Ù„أهدا٠الملØÙˆØ¸Ø© للشرع ÙÙŠ جميع Ø£ØÙƒØ§Ù…ها أو معظمها. أو هي الغاية من â€Ø§Ù„شريعة والأسرار التي وضعها الشارع عند كل ØÙƒÙ… من Ø£ØÙƒØ§Ù…ها. Ùˆ هي â€ØªØªÙƒÙˆÙ† من الضروريات Ùˆ هي خمس: الدين ÙˆØ§Ù„Ù†ÙØ³ والعقل والنسل والمال Ùˆ â€Ø§Ù„ØØ§Ø¬ÙŠØ§Øª Ùˆ Ø§Ù„ØªØØ³ÙŠÙ†ÙŠØ§Øª. Ùˆ قد اختل٠الأصوليون ÙÙŠ ترتيب الكليات الخمس â€Ùيما بينها ولكن المراتب المستعملة الأغلبية عند الأصوليين هي ما قاله الغزالي â€Ø¨ØªÙ‚ديم الدين ثم Ø§Ù„Ù†ÙØ³ ثم العقل ثم النسل ثم المال. ÙÙÙŠ استنباط الأØÙƒØ§Ù… â€Ø§Ù„شرعية على المجتهد أن ÙŠÙهم مقاصد الشريعة. ÙÙهمها عند الشاطبي يكون â€Ø´Ø±Ø·Ø§ تأهيليا أساسيا لمن أراد أن يجتهد، وعند الجمهور يكون شرطا تأهيليا â€ØªÙƒÙ…يليا. ÙˆÙ…Ø¹Ø±ÙØªÙ‡Ø§ أمر ضروري على الدوام لكل الناس. Ùللمجتهد إنها ضرورية â€Ø¹Ù†Ø¯ استنباط الأØÙƒØ§Ù… ÙˆÙهم النصوص، ولغير المجتهد تكون Ù…ØØªØ§Ø¬Ø© Ù„Ù…Ø¹Ø±ÙØ© â€Ø£Ø³Ø±Ø§Ø± التشريع.â
PAKEM: Salah Satu Upaya Negara dalam Melindungi Agama‎
The regulation to prevent blasphemy of religion is due to long experience of many cases of blasphemy which created civil unrest and in turn threatened the very fabric of society and nation. The state under the office of attorney general then created an institution named the Surveillance of People Beliefs. Its main task is to take any measures necessary to prevent the breaching of blasphemy of religion
Teknologi Pangan Hewani dalam Wacana Halal dan Haram
The discourse surrounding halal and haram food in Islam remain hot issue among muslims. It is because the difficulty in differentiating the halal from the haram, especially those of meat and fat products in which all related products of pig is forbidden in Islam. There are also many food products which contain forbidden substances so that determining their lawfulness is not an easy feat. The impact of food processing technology which causes this problematic issue is actually can be mitigated if Muslim community are given enough information about technological development in food industry. Physical characteristics of beef and ham can be conveniently determined, among other things by looking at their color, fiber, meat, fat appearance, texture, and scent. Nonetheless, if chemical compound or chemical degraded substances have been processed from pig related substance, such as shortening, gelatin, and fattyacid to be made as food products, its physical characteristics is no longer easy to determine. Thus, to make things clear, chemical examination is the only answer. By doing so, chemical structure of beef and ham can remain detected
Islam and Politics: The Rise of Muslim Politics ‎in The Post Soeharto Era
During Soeharto’s New Order, Muslim politics was virtually banned from any political activities in Indonesia. Yet, after the fall of Soeharto Muslims are free to speak, to establish a political party, and even to adopt Islam as their political ideology. The political climate has also considerably changed from an authoritarian to democratic system. In line with this democratization and liberalization, various Muslim groups with different approaches and agenda also emerge. It is not surprising that many Islamic radical groups have also emerged since that time. This paper endeavors to examine what caused the Muslim politics to greatly gain momentum in the post Soeharto period and whether it has a link to previous Islamic movement of parliamentary democracy in the 1950s. It shows that on the one hand the declining number of Islamic party voters indicates the weakening of “politik aliran†(ideology-based party) within moderate Islamic groups. However, another phenomenon emerges in form of the rise of radical Islamic groups in Indonesia
Harta Bersama dalam Hukum Islam di ‎Indonesia ‎(Perspektif Sosiologis)‎
Harta bersama dalam keluarga merupakan institusi yang berakar budaya dan berurat sosial di mayarakat Indonesia. Ia telah diakui dan diterima sebagai adat istiadat yang turun temurun di berbagai daerah di wilayah Indonesia. Oleh karena hukum dan masyarakat memiliki hubungan kuat yang tak terpisahkan, maka perumusan hukum berkaitan dengan harta bersama harus berupaya untuk selalu menyesuaikan diri dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Dalam hal ini, para penyusun Kompilasi Hukum Islam (KHI) melakukan terobosan penting dalam pengaturan harta bersama pada peraturan perundang-undangan sebagai respon terhadap arus perkembangan zaman dan perubahan masyarakat, khususnya arus emansipasi perempuan yang semakin marak di seluruh dunia. Perempuan benar-benar ditempatkan setara dengan laki-laki berkaitan dengan harta bersama. Mereka dapat melakukan tindakan hukum sekehendaknya terhadap harta pribadinya tanpa menunggu persetujuan suami atau pengadilan. Ini merupakan suatu langkah maju jika dibandingkan dengan pengaturan pada perundang-undangan kolonial sebelumnya. Namun, oleh karena baik al-Qur’an, as-Sunnah maupun kitab-kitab fikih tidak membicarakan masalah harta bersama, maka para ulama Indonesia dituntut untuk melakukan ijtihad kolektif untuk menetapkan kesesuaian atau tidaknya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Berdasarkan proses ijtihad yang panjang akhirnya mereka menemukan formula yang tepat untuk mendekati lembaga ini melalui jalur Syirkah Abdan dan syirkah Mufawadah, dalam merumuskan masalah harta bersama, dan juga  melakukan pendekatan dari jalur hukum Adat. Mereka menggunakan metodologi istislah (maslahah mursalah) , Urf serta kaidah al-“Adah Muhakkamah dalam rangka mewujudkan nilai keadilan dalam maslalah harta bersama suami isteri.. Dengan cara ini, para ulama penyusun KHI telah melakukan pendekatan kompromistis kepada hukum Ada
Ancangan Metodologi Studi Hukum Islam
In order to reveal the meaning of the text (nass) of al-Qur’an concerning islamic law, certain interpretation methods are necessary. The urgency of such methodology is related to the issue of the capacity to unearth kegak meaning of al-Qur’an as well as its legal principles. As a result, a person cannot interpret the manig of al-Qur’an carelessly. Moreover, a person cannot claim that his/her interpretation is the only true meaning of al-Qur’an as if he/she is the mouthpiece of God Almighty. An al-Qur’an interpreter (mufassir) can only states that his/her interpretation is the maximum effort of his/her of understanding of al-Qur’an. Nowadays, there are some people of groups who interpret al-Qur’an without mastering interpretation methods of al-Qur’an so that the result is careless interpretation. Therefore, Islamic legal methodology remains crucial
Biaya Nikah di KUA Klojen Malang ‎‎(Tinjauan Hukum Islam dan Undang-‎undang Pemberantasan Tindak Pidana ‎Korupsi)‎
Abstract: This paper wants to know two things: (1) motivation marriage registration fee payment at KUA Klojen Malang; and (2) payment of registration fees wedding at KUA Klojen Malang in the perspective of Islamic Law and Law No. 20 of 2001 on Corruption Eradication. In the end of this paper concluded that: first, the practice of giving extra cost in recording the marriage of the prince's bride to be regarded as a reasonable because it does not happen elements misappropriation of any marriage registration process. Second, the provision of marriage over the listing fee does not include the category of bribery because it is done is done voluntarily on appropriateness to the prince who incidentally also has status as local community leaders. Â Abstrak: Tulisan ini ingin mengetahui dua hal, yaitu tentang: (1) motivasi pembayaran biaya pencatatan pernikahan di KUA Kecamatan Klojen Kota Malang; dan (2) tinjauan Hukum Islam dan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 terhadap pembayaran biaya pencatatan pernikahan di KUA Kecamatan Klojen Kota Malang. Dalam akhir tulisan ini disimpulkan, bahwa: pertama, praktek pemberian tambahan biaya dalam pencatatan nikah dari calon pengantin kepada penghulu ini dianggap sebagai suatu yang wajar karena tidak terjadi unsur-unsur penyelewengan dari setiap proses pencatatan pernikahan. Kedua, pemberian biaya pencatatan nikah lebih itu tidak termasuk kategori grativikasi karena dilakukan dilakukan secara sukarela atas kepatutan kepada para penghulu yang notabene juga berstatus sebagai tokoh masyarakat setempat
Pemenuhan Hak Anak di Panti Asuhan ‎Nurul Falah Jemur Wonosari Surabaya
Abstract: A child is entitled to all the rights and needs concerning the life and growth. Children of orphanage have the same rights as children in general and in its fulfillment should be implemented properly. But in reality, the fulfillment of children's rights by the manager of the orphanage is not in accordance with the regulations on children's rights. In general care in orphanages implemented sparingly and do not meet the standard needs of children's rights. This is the result of field research conducted in Nurul Falah Orphanage Surabaya. In the end of the article concluded that, first, Nurul Falah Orphanage held protection of the rights of children with nurturing and fulfilling the rights of children. Second, the fulfillment of children's rights occupant Nurul Falah Orphanage is a manifestation of the implementation of the laws, such as in Law No. 23 of 2002 on Child Protection. Abstrak: Seorang anak berhak atas segala hak dan kebutuhan yang menyangkut hidup dan tumbuh kembangnya. Anak asuh panti sosial memiliki hak yang sama seperti anak pada umunya dan di dalam pemenuhannya harus dilaksanakan semestinya. Namun pada realitanya, pemenuhan hak-hak anak oleh pengelola panti asuhan belum sesuai dengan peraturan tentang hak-hak anak. Pada umumnya pengasuhan di panti asuhan dilaksanakan sekadarnya dan tidak memenuhi standart kebutuhan hak-hak anak. Tulisan ini merupakan hasil dari penelitiab lapangan yang dilakukan di Panti Asuhan Nurul Falah Surabaya. Dalam akhir tulisan disimpulkan bahwa, pertama, Panti Asuhan Nurul Falah menyelenggarakan perlindungan hak-hak anak dengan mengasuh dan memenuhi hak-hak anak. Kedua, pemenuhan hak-hak anak penghuni Panti Asuhan Nurul Falah adalah manifestasi pelaksanaan ketentuan perundang-undangan, semisal dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak