e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
NILAI NUTRISI KERUPUK UDANG DENGAN PENAMBAHAN LEMI RAJUNGAN (Portunus pelagicus)
Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan mutu kerupuk dari penambahan lemi rajungan pada pembuatan kerupuk udang, dan meningkatkan kemanfaatan lemi rajungan sebagai produk olahan kerupuk. Parameter nilai nutrisi berupa: protein, lemak, karbohidrat, air dan abu. Metode experimental, analisa data dengan uji F dengan 3 perlakuan perbandingan komposisi : tepung, lemi dan daging udang yaitu : A (50% : 37,5% : 12,5%); B (50% :25% : 25%); C (50% : 12,5% : 37,5%). Pengujian untuk kerupuk tanpa pencampuran (kontrol) dengan komposisi 50% daging udang (U) atau lemi rajungan (L) dengan tepung mendapatkan hasil sebagai berikut : Protein (14.36%; 9.69%), Lemak (0.85%; 2.13%); Karbohidrat (74.4%; 78,1%), Air (9.9%; 9.8%), Abu (0.4%; 0.28%). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0.01) antara perlakuan. Nilai Gizi pada perlakuan A,B,C antara lain : Protein ( 9.79%; 12.08%; 14.01%;), Lemak (1%; 1.06%; 1.13%;) dan Karbohidrat (78.09%; 76,4%; 74.69%;), Air (10.53%; 9.88%; 9.78%), Abu (0.6%; 0.58%; 0.4%). Penambahan Lemi rajungan pada pembuatan kerupuk udang memberikan nilai nutrisi terbaik pada perlakuan C
PENGARUH PRIVASI, KEAMANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DIAPLIKASI TOKOPEDIA: STUDI KASUS MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN EKONOMI
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh privasi, keamanan dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian di aplikasi tokopedia ( studi mahasiswa prodi pendidikan ekonomi unirow tuban). Data yang diolah merupakan hasil dari penyebaran kusioner kepada 55 responden mahasiswa prodi PE Unirow Tuban. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria terntentu. Teknik analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, uji hipotesis terdiri dari regresi linier berganda, uji T, uji F dan koefisien determinasi (). Berdasarkan analisis data hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator bersifat valid dan reliabel. Pada uji asumsi klasik data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas dan heteroskedastisitas. Pada regresi linier berganda menunjukkan hubungan linier variabel. Pada hasil uji T menjelaskan bahwa X1 sebesar (2,546) > 2,008 dengan nilai signifikan 0,014 < 0,05 maka H0 ditolak. X2 sebesar(2,627) > 2,008 dengan nilai signifikan 0,011 < 0,05 maka H0 ditolak.. X3 sebesar(4,027) > 2,008 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak. Kemudian pada hasil uji F secara simultan variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y dengan nilai sebesar(19,297) > 2,78 dengan nilai signifikan 0,000 < 0,0. Hasil uji koefisisen determinasi menunjukkan besarnya pengaruh variabel X ke Y sebesar 53,2%
LANGKAH-LANGKAH PENGOLAHAN CITRA SATELIT MULTI TEMPORAL UNTUK MEMPEROLEH GARIS PANTAI
Metode ekstraksi garis pantai dari citra satelit multi temporal sangat beragam, diantaranya dengan menggunakan teknik pendekatan nilai ambang batas, (threshold dan band ratio), menggunakan metode segmentasi dan deteksi tepi, dengan akurasi kelandaian dari pantai yang akan diukur. Metode ekstraksi ini berbeda beda tergantung morfologi dari pantai yang akan diteliti perubahan garis pantainya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hasil garis pantai dari citra multi temporal Landsat 8 Sensor OLI (2021 dan 2015), Landsat 7 sensor ETM+ (2005) dan Landsat 5 sensor TM (1995) sebelum dilakukan perhitungan perubahan pantai 1995-2021. Metode ekstraksi garis pantai menggunakan penggabungan multi band, yaitu band 1, band 2, band 3, band 4 dan RGB composite. Kemudian garis yang di peroleh didigitasi secara on screen pada masing masing citra satelit sesuai tahun pengambilan dengan menggunakan skala 1 : 20.000. Data citra diambil sesuai waktu pasang terendah pada masing masing tahun yang terpilih yaitu bulan Maret dan September. Hasil penelitian memperoleh garis pantai pada wilayah Lamongan dan Gresik dengan terlihat jelas perubahan dari garis panta
KAJIAN ETNOZOOLOGI BERUPA PENYEMBELIHAN KAMBING DALAM ACARA NYEWU DI DUSUN JAHULU DESA SUMBERAN KECAMATAN BANCAR KABUPATEN TUBAN
Penelitian mengkaji tentang pemanfaatan etnozoologi berupa penyembelihan kambing pada acara nyewu. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kaitan bidang ilmu zoologi vertebrata dengan kehidupan masyarakatat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan pengumpulan data berdasarkan pengambilan sampel secara acak dan dengan pembagian angket kepada masyarakat Dusun Jahulu Desa Sumberan dengan rentang umur 35-60 tahun yang dianggap memahami topik bahasan tersebut. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Dusun Jahulu Desa Sumberan Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban sebagian besar masih melakukan tradisi nyewu dengan penyembelihan kambing tetapi ada beberapa masyarakat dalam pelaksanaan tradisi nyewu tidak melakukan penyembelihan kambing melainkan dengan membeli daging secara langsung dari pasar untuk efisiensi waktu dan juga biaya
ANALISIS KORELASI NILAI GIZI TERHADAP HARGA KERUPUK UDANG DI PASAR BULU BANCAR
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara nilai gizi terhadap harga jual pada kerupuk udang yang beredar dipasar tradisional. Parameter nilai gizi kerupuk udang mencangkup kadar protein, lemak,air, abu, dan karbohidrat. Metode yang digunakan pada peneltian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dengan korelasi dari data hasil analisis laboratorium. Hasil korelasi kadar protein pada penelitian ini diperoleh nilai korelasi sebesar 0,87 dengan nilai regresi liner sederhana y= -27,86+5,23x. Kadar lemak sebesar -0,78 dengan nilai regresi linier sederhana 183.03-152.36x. Kadar air sebesar -0,78 dengan nilai regresi linier sederhana 506,37-44,99x. Kadar abu sebesar -0,93 dengan nilai regresi linier sederhana 160,125-246,005x. Karbohidrat diperoleh sebesar -0,65 dengan nilai regresi 440,19-5,31x
WORKSHOP PEMBUATAN AQUAPONIC SEBAGAI UPAYA DALAM PEMANFAATAN LAHAN KOSONG WARGA RT 15 KELURAHAN LAMARU BALIKPAPAN
Pandemi COVID-19 memberikan dampak yang begitu signifikan bagi kehidupan kita, khususnya dari sisi perekonomian. Salah satu dampak yang sangat dirasakan oleh masyarakat adalah penurunan perolehan pendapatan sedangkan pengeluaran yang cenderung tetap dan bahkan meningkat. Hal ini berkaitan dengan adanya aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus berlanjut sehingga menghambat masyarakat untuk beraktivitas secara bebas di luar rumah. Dampak inipun juga dirasakan oleh warga RT 15 Kelurahan Lamaru, Balikpapan, yang mayoritas beraktivitas di luar rumah dengan berprofesi sebagai petani dan pedagang. Mereka harus mencari kegiatan tambahan untuk dapat memenuhi kebutuhan harian keluarganya. Melihat kondisi tersebut, tim pengabdian merancang cara meningkatkan kompetensi warga melalui workshop integrasi pertanian dan budidaya ikan menggunakan metode aquaponik sebagai alternatif kegiatan yang dapat dilakukan. Teknik aquaponik ini cukup populer karena prosesnya yang cukup mudah untuk dilakukan serta tidak memakan tempat. Workshop yang dilakukan pada bulan maret 2022 ini melatih warga untuk mengimplementasikan metode aquaponik untuk membudidaya lele dan sayur kangkung. Adapun susunan kegiatan workshop ini yaitu pretest untuk mengukur pemahaman awal warga terkait metode aquaponik, pemaparan metode aquaponik serta pertanian kangkung hidroponik, metode perawatan lele, praktik pembuatan aquaponik dengan didampingi oleh tim pengabdian. Pada akhir sesi, tim melakukan evaluasi pemahaman warga terhadap proses aquaponik melalui kegiatan post-test. Hasil ini menunjukkan peningkatan pemahaman warga dalam memahami metode pertanian aquaponik. Dengan memahami metode pertanian aquaponik ini, diharapkan warga dapat menghasilkan sumber lauk dari ikan yang dibudidaya lele serta sumber sayuran dari hidroponik kangkung yang dilakukan secara mandiri serta memperoleh penghasilan tambahan bagi warga RT 15 Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur
TREN MEAN SEA LEVEL RISE PERAIRAN TUBAN 1985-2021: Studi Kasus di Perairan Kabupaten Tuban
Mean Sea Level Rise adalah salah satu bencana alam jika air laut telah melewati daratan dan menyebabkan dampak kerusakan khususnya di area pesisir pantai. Bencana alam tersebutlah yang dapat menyebabkan masalah yang sangat serius apabila muka air laut bertambah meningkat sesuai dengan perubahan suhu di bumi yang disebabkan oleh pemanasan global, dan beberapa faktor lain seperti bencana alam yang terjadi di wilayah pantai. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari Tren Mean Sea Level Rise di perairan Tuban pada tahun 1985 s/d 2021. Untuk penelitian ini metode yang digunakan yaitu metode Admiralty pada tahun 1985-2014, sedangkan pada tahun 2015-2021 menggunakan metode Least Square dan data pasang surut yang dibutuhkan dalam penelitian ini yaitu pada tahun 1985-2021 di perairan Tuban. Hasil penelitian ini adalah bahwa terjadi perubahan kenaikan muka air laut atau Mean Sea Level Rise dari tahun 1985-2021 menunjukan pola kenaikan y = 0,2818x - 461,16 dan R² = 0,0124, sehingga kenaikan Mean Sea Level Rise pertahunnya 19,3 cm
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN DESKRIPSI INDIKASI GEOGRAFIS NANAS BIKANG SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN KEKAYAAN INTELEKTUAL KOMUNAL
Sumber daya alam yang melimpah merupakan potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia. Inilah salah satu ciri khas pembeda antara Indonesia dengan negara lain. Potensi ini menghasilkan berbagai macam produk, baik di bidang pertanian, bidang perkebunan, bidang perhutanan, serta budidaya dan kerajinan yang mencirikan geografis di mana potensi itu berada, sekaligus dalam perspektif HKI, potensi ini dapat diberikan perlindungan secara hukum dalam skema indikasi geografis. Proses pendaftaran indikasi geografis salah satunya mensyaratkan adanya dokumen deskripsi. Pasal 56 Ayat (2) UU Merek dan Indikasi Geografis menyatakan, permohonan indikasi geografis ditolak salah satunya jika dokumen deskripsi indikasi geografis tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Di sisi lain, berdasarkan pengabdian yang dilakukan tahun 2021 lalu, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Bikang, seperti kurang memahami tentang konsep HKI (termasuk indikasi geografis) sehingga praktis tidak ada rencana atau upaya untuk mendaftarkan Nanas Bikang sebagai indikasi geografis, belum ada dukungan pemerintah daerah setempat, upaya pemetaan dan inventarisasi yang belum dilakukan sama sekali, dan belum ada dokumen deskpripsi atau sejenisnya yang berisi profil Nanas Bikang dari berbagai perspektif. Padahal, dokumen deskripsi, sesuai amanat Pasal 56 dan Pasal 59 UU Merek dan Indikasi Geografis, merupakan komponen terpenting untuk dapat mendaftarkan entitas tertentu sebagai indikasi geografis. Oleh karenanya, serangkaian kegiatan dilakukan, mulai dari pengumpulan data sebagai materi dokumen deskripsi, Focus Group Discussion (FGD) hasil data sementara, lalu dilanjutkan dengan penyusunan dokumen deskripsi Nanas Bikang. Luaran utamanya adalah tersusunnya dokumen deskripsi Nanas Bikang
PENGATURAN WAKTU LAMPU LALU LINTAS DENGAN METODE GRAF FUZZY : Studi Kasus: Persimpangan Kapur dan Karangawaru Kab. Tuban
Kemacetan merupakan keadaan dimana pada saat tertentu kendaraan yang sedang berjalan melewati suatu ruas jalan berhenti dalam waktu singkat atau lama. Kemacetan yang terjadi di Persimpangan kapur dan Karangwaru Kab. Tuban dipengaruhi oleh panjang antrian, pembagian waktu lampu lalu lintas dan fase arus lalu lintas yang mengakibatkan tabrakan antar kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan fase arus lalu lintas dan pembagian durasi waktu lampu lalu lintas di persimpangan Kapur dan Karangwaru dengan terori Graf Fuzzy. Pengaplikasian Metode Graf Fuzzy dalam pengaturan lalu lintas di Persimpangan Kapur dan Karangwaru Kab. Tuban dengan menggunakan sampel atau data kendaraan yang melintas, lebar jalan, luas kendaraan dan lama waktu lampu lalu lintas. Penelitian ini menghasilkan 4 fase di masing-masing persimpangan yang sebelumnya fase pada persimpangan Kapur dan Karangwaru berjumlah 3. Sehingga durasi pembagian waktu lampu lalu lintas lebih banyak dari pada sebelumnya. Durasi total pada lampu lalu lintas di persimpangan Kapur menghasilkan 161 detik dan pada Persimpangan Karangwaru menghasilkan 139 detik
DESAIN MEDIA PEMBELAJARAN PUZZLE BOOK UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA ANAK USIA DINI
Pendidikan anak usia dini tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan media yang dapat mendukung terlaksananya pembelajaran. Penelitian ini berdasarkan pada kebutuhan Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini terhadap media pembelajaran yang bisa digunakan sebagai sarana bermain sekaligus menstimulasi perkembangan anak usia dini. Dari hasil observasi, ditemukan bahwa media pembelajaran yang digunakan RA Muslimat NU 03 Al-Musthofawiyyah dan TK Dharma Wanita Sidomulyo tidak terlalu bervariasi. Selain itu, perkembangan kognitif pada anak yang belum mencapai tujuan pembelajaran menjadikan alasan bagi peneliti untuk membuat media pembelajaran edukatif berupa puzzle book untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak usia dini. Media puzzle book merupakan media pembelajaran berupa buku yang didalamnya terdapat kepingan puzzle yang harus disusun anak agar menjadi satu gambar yang utuh dengan menggunakan tema pengenalan gejala alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dihasilkan produk berupa media pembelajaran berupa puzzle book dengan tema gejala alam yang dapat digunakan untuk anak usia dini