e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
DEVELOPMENT OF ASSESSMENT RUBRIC PERFORMANCE OF COMPETENCY MANAGING RECEIVABLE CARDS IN VOCATIONAL SECONDARY SCHOOL STUDENTS
The expected result of this research is a valid and reliable performance assessment rubric for managing receivables cards. The stages carried out consist of: initial stage; design; trials; and implementation. Twelve teachers who taught accounting were selected as raters and previously explained how to use rubrics. Content validity analysis uses the Aiken index and reliability uses the inter-class correlation coefficient. The calculation results obtained are in the table, so they are valid. The alpha coefficient estimate is classified as special, and the analysis of the inter-class correlation coefficient provides an illustration that the rubric in question is reliabl
Effectiveness of Using Indonesian Language Modules Based on Minimum Competency Assessments and Strengthening Pancasila Student Profiles to Improve Reading Literacy for Elementary School Students: -
Abstract. This article is a research to asssess the effectiveness of developing Indonesian modules as teaching materials. This Module based on minimum competency asssesment and strenghtening Pancasila student profiles which aims to improve reading literacy for elementari school student. The minimum competency assesment is a goverment program to measure literacy and numeracy skills by tests. Indonesia’s ranking in the Programme for International Student Assessment 2022 is still very low, it indicates quality of students’s reading literacy must be improved. Based on pre-research in Kutorejo III elementary school Tuban with the subject being students of class IV, it was found the students didn’t understand the reading literacy test that was in accordance with the minimum competency assessment. After learning using this module and testing again, there was a significan increase in score. Validity of data for assessing effectiveness of these modules uses the triangulation technique, these are test, observation and questionnaire responses. The comparison of the results of the literacy ability test is that at the pre-test, 40% of students still needed special intervention, while at the post-test and having received learning treatment using the development module, there were 10% of students in that category. Meanwhile, in the basic category, which initially had 40% of students in the post-test, this decreased to 17% of students. In the proficient category, there was an increase from 13% to 43% of students. In the advanced criteria there was an increase of 30 percent of students. Based on all analysis of learning management observation data, an average rating of 4.7 was obtained in the "Good" category. So learning using this module is effective. The student response questionnaire to 30 research subjects showed that 91.66 percent gave positive responses to the use of the module.
 
An Analysis of Students’ Perception on The Use Of ClassPoint Interactive Learning Media in Semantic Class At UNIROW Tuban
Classpoint is one of the learning media that can fulfill interesting and fun learning process aspects. This study aims to determine students\u27 perceptions of using Classpoint interactive learning media in subject activities. The approach used in this study is descriptive quantitative method by questionnaire. A total of 12 fourth semester students in English Language Education Study Program Universitas PGRI Ronggolawe Tuban who took Semantics class were given a questionnaire containing 13 statements representing aspects of satisfaction, usefulness, and motivation aspects. Collected data on the students were presented using the percentage score criteria from the perception questionnaire. The results showed that 74,23% students felt satisfied with the use of classpoint as their interactive learning media. 74,15% students felt the usefulness of classpoint in their learning progress, and 75,84% students felt motivated when they used classpoint as their learning media
PENGEMBANGAN MEATWALL (MEDIA INTERAKTIF WORDWALL) PADA PELAJARAN IPAS MATERI EKOSISTEM UNTUK SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran online interaktif yaitu MEATWALL (Media Interaktif Wordwall) untuk digunakan dalam mata pelajaran Alam dan Sosial (IPAS) dan untuk menyediakan sumber daya ekosistem kepada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keberagaman dan minat terhadap berbagai platform pembelajaran yang digunakan, serta terbatasnya partisipasi dan interaksi siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini mengadopsi model pengembangan ADDIE lima fase: analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Pada tahap analisis, wawancara dan observasi digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi guru dan siswa pada mata kuliah IPA. Tahap desain meliputi pemilihan bahan ajar, perancangan bahan pembelajaran, dan penyusunan pertanyaan. Departemen pengembangan harus memiliki verifikator ahli, termasuk auditor ahli bahasa, auditor aset, dan auditor media. Implementasinya melalui tes media kepada siswa Kelas V SD Kebolati Plumpang. Evaluasi dilakukan melalui validasi ahli materi, bahasa, dan media, termasuk analisis hasil tes siswa dan soal yang dijawab siswa dan guru. Hasil tes siswa dianalisis untuk mengetahui tingkat efektivitas produk yang dikembangkan, dan angket siswa dan guru digunakan untuk mengetahui tingkat efektivitas konten yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media MEATWALL mempunyai daya, efisiensi dan efektifitas yang tinggi. Hal ini meningkatkan partisipasi dan interaksi siswa dalam pembelajaran serta memudahkan guru dalam mengajarkan materi. Oleh karena itu, MEATWALL dapat menjadi cara yang inovatif dan efektif untuk membantu siswa dalam mempelajari mata pelajaran IPA
PENGEMBANGAN BUKU SAKU BERBASIS CERITA BERGAMBAR PADA MATERI BANGUN DATAR SD/MI
Pertumbuhan & perkembangan seseorang sangat dipengaruhi oleh pendidikannya, sehingga pendidikan yang bermutu tinggi sangatlah penting. Motivasi belajar siswa mempengaruhi mutu pendidikan. Akan tetapi, guru sering kali mengamati adanya penurunan motivasi belajar siswa di lapangan. Fakta bahwa mata pelajaran dianggap menantang dan materi ajar kurang menarik merupakan salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya motivasi belajar. Demikian, diperlukan materi ajar yang kreatif dalam latihan pembelajaran matematika, khususnya soal cerita yang telah dijabarkan pada materi. Penelitian ini merupakan pengembangan pengembangan dengan mengambil model pengembangan Borg dan Nerve yang telah diubah menjadi 5 tahap. Siswa MI Matholi\u27ul Huda kelas IV berperan sebagai partisipan penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar pengamatan, lembar wawancara, dan lembar jajak pendapat. Tiga orang ahli dan seorang guru berpartisipasi dalam proses validasi. Strategi analisis data digunakan untuk memutuskan keabsahan, kewajaran, dan kecukupan soal. Hasil yang diperoleh adalah 85% pada uji legitimasi, 83% didapat pada uji akal sehat dan lebih dari 75% mahasiswa telah menamatkan materi bentuk level
EFEKTIVITAS DALAM MEMAHAMI MEDIAN DAN MODUS MENGGUNAKAN MEDIA SPREADSHEET
Pendidikan matematika di lembaga pendidikan dasar”memiliki peranan penting dalam membangun fondasi untuk pemahaman siswa tentang konsep-konsep dasar matematika, termasuk konsep statistik seperti median dan modus.“ Pemahaman yang baik tentang ide”ini tidak hanya penting untuk keberhasilan akademik siswa di tingkat sekolah dasar, tetapi juga sebagai dasar untuk pembelajaran matematika di jenjang pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivan penggunaan Spreadsheet dalam meningkatkan pemahaman siswa kelas V SDN 2 Kebloran terhadap konsep median dan modus dalam bidang matematika. Metode studi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melibatkan observasi kelas, wawancara guru, angket dan dokumentasi sebagai alat untuk mengumpulkan data. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Spreadsheet mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep median dan modus. Sebagian besar siswa merasa lebih mudah memahami dan menghitung media serta modus berkat visualisasi data dan perhitungan otomatis yang disediakan oleh Spreadsheet. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga berhasil meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran, meskipun beberapa siswa menghadapu kesulitan dalam mengoprasikannya. Guru juga mengakui bahwa penggunaan Spreadsheet membantu memperjelas konsep statistik, meskipun terdapat tantangan dalam penguasaan teknologi dan pengelolaan kelas. Kesulitan seperti perbedaan tingkat keterampilan siswa dalam menggunakan Spreadsheet menjadi perhatian utama
PENGEMBANGAN MEDIA SCRAPBOOK 3D UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPAS PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Siswa kelas V SD Negeri 1 BRONDONG menjadi sasaran penelitian ini yang bertujuan untuk membuat media scrapbook 3D untuk pembelajaran IPA dengan topik perubahan sifat benda. Penelitian ini menggunakan paradigma Research and Development (R&D) sebagai metodologinya. Penelitian dan pembuatan media scrapbook ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan yang dikenal dengan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Informasi yang dikumpulkan untuk penelitian ini bersumber dari: Dua lembar lembar: satu lembar untuk catatan dan observasi, dan satu lembar untuk wawancara dan validasi ahli. Media scrapbook dinyatakan valid berdasarkan hasil uji validasi yaitu (1) Ahli Media. Hasil uji validasi ahli media menunjukkan nilai 82 dari 100 atau 86%. (2) Hasil uji validasi ahli materi dengan skor 42 dan presentase 76%, menunjukkan bahwa media scrapbook layak untuk dikembangkan. (3) Dengan skor 42 dan persentase 93% pada uji validasi ahli bahasa, dapat dinyatakan bahwa media Scrapbook tersebut sah. Dengan skor 45 dan persentase 95%, media Scrapbook yang dihasilkan lulus uji kepraktisan, yang menunjukkan bahwa media tersebut sangat praktis. Hasil uji efikasi disertakan, sehingga persentasenya mencapai 74,6. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa media tersebut memiliki dampak yang signifikan
Representation of The Impact of Patriarchal Culture on Women in 19th Century through "Little Women" 2019 Movie
Patriarchy is a social system that sustains male superiority in multiple spheres of life and is constructed, preserved, and transmitted across to the generations that follow and grown into a culture. The patriarchal system emerged in America during the colonial era of the 18th century. Little Women (2019) is a film based on Louisa May Alcott\u27s novel of the same title written in 1868. The purpose of this research is to explore how patriarchal culture defined American women’s lives in the nineteenth century presented in Little Women (2019) movie. This research used descriptive qualitative method. In order to analyze the data the researchers applied Naomi Wolf’s theory of liberal feminism and semiotic theory by Roland Barthes. The result indicated that several scenes in the movie, set during nineteenth century in Concord, Massachusetts, depict the lives of American women under male dominance. The implementation of patriarchal culture in society restricts how women behave in multiple facets of life, including education, marriage, employment, and individual autonomy
Exploring the spectrum of impacts: A review of Project-Based Learning\u27s effects on young English Language Learners
In recent years, the educational landscape has been significantly shaped by the concept of Outcome-Based Education (OBE), a framework that emphasizes the importance of achieving specific, measurable outcomes as the fundamental basis of the learning process. This has brought a shift away from conventional educational practices, concentrating instead on the skills and abilities students acquire through their learning journey. As we make our way through the dynamic era of the 21st century, it becomes increasingly clear that to equip students with the skills and knowledge necessary for success in this rapidly changing world, innovative teaching methodologies are essential. Among these, Project-Based Learning (PBL) emerges as a powerful strategy. By engaging students in real-world projects that require critical thinking, collaboration, and creative problem-solving, PBL not only aligns with the goals of OBE but also enhances the learning experience, making education more relevant and impactful. 
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN BERBASIS WEB EDUCAPLAY UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN SISWA FASE D PADA MATERI KEGIATAN EKONOMI
Pada zaman seperti sekarang ini, diperlukan adanya pendidikan yang memiliki mutu dan kualitas yang baik, mulai dari rencana pendidikan, bahan pengajaran, media pembelajaran, dan pengelolaannya hingga proses evaluasi pembelajarannya. Maka sangat penting untuk guru meningkatkan mutunya di bidang kompetensi guru terhadap teknologi dan informasi untuk mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Menanggapi hal tersebut, peneliti berkeinginan melakukan penelitian pengembangan di SMP Negeri 4 Tuban ditujukan untuk menyusun perangkat evaluasi proses belajar menggunakan Web Educaplay untuk mengukur kemampuan siswa Fase D pada materi kegiatan ekonomi serta respon siswa dan guru terhadap Web Educaplay sebagai alat evaluas. Menggunakan model ADDIE, penelitian ini menggunakan 30 siswa dari kelas VII pada semester genap tahun ajaran 2024/2025 sebagai kelas uji coba. Produk yang dikembangkan berupa soal pilihan ganda sebanyak 30 butir. Memenuhi kriteria kevalidan yang sangat tinggi, dengan memperoleh skor 97% dari validator pertama, 94% dari validator kedua, 81% dari validator ketiga, dan 88% dari ahli media. Hasil validasi ahli materi dilakukan analisis reliabilitas menggunakan rumus ICC yang memperoleh tingkat reliabilitas sangat tinggi dengan skor 0,933. Berdasarkan analisis yang dilakukan, 30 soal yang dibuat dinyatakan valid dan sangat reliabel dengan memperoleh tingkat reliabilitas sebesar 0,911. Dalam hal daya diskriminasi butir soal, 4 butir soal memiliki daya diskriminasi lemah, 16 butir soal memiliki daya diskriminasi sedang, dan 10 butir soal memiliki daya diskriminasi baik. Dalam hal tingkat kesulitan butir soal, 2 butir soal sulit, 9 butir soal sedang, dan 19 butir soal mudah. Para siswa memberikan tanggapan baik berdasarkan angket respon yang telah dibagikan dengan memperoleh hasil dengan persentase 84% serta mendapat respon yang baik pula dari guru mata pelajaran IPS yang memperoleh hasil dengan persentase 78%. Berdasarkan temuan tersebut,dDapat disimpulkan bahwa alat penilaian pembelajaran menggunakan Web Educaplay telah memenuhi kriteria kelayakan untuk diaplikasikan dalam kegiatan pembelajaran