e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
    1462 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA LCS 3D (LINGKARAN CUACA SMART TIGA DIMENSI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN KUMPULREJO I

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media LCS 3D (Lingkaran Cuaca Smart Tiga Dimensi) yang dapat digunakan sebagai sarana penyampaian materi dalam pembelajaran khususnya materi cuaca, dan media ini telah memenuhi kriteria valid, efektif dan praktis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (research and development/ R&D) dan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas  III SDN Kumpulrejo I yang berjumlah 16 siswa diantaranya 8 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan. Data yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif dengan instrumen penelitian yaitu lembar validasi ahli (ahli media, ahli materi dan ahli bahasa),lembar repon guru, dan lembar respon siswa serta lembar tes evaluasi siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kevalidan analisis data kepraktisan, dan analisis data keefektifan. Hasil dari penelitian media LCS 3D (Lingkaran Cuaca Smart Tiga Dimensi) menunjukkan bahwa media memiliki kriteria valid dengan persentase dari ahli materi 86%, ahli bahasa 80% dan ahli media 76% dan telah dilakukan revisi sehingga media LCS 3D (Lingkaran Cuaca Smart Tiga Dimensi) dapat diujicobakan. Uji coba pada siswa disekolah didapatkan hasil angket respon guru dengan persentase 94% dan hasil angket respon siswa dengan persentase 90% memenuhi kriteria sangat praktis dan hasil tes siswa dengan persentase 95 % memenuhi ktiteria sangat efektif. Berdasarkan hasil pemerolehan data menunjukkan bahwa media LCS 3D (Lingkaran Cuaca Smart Tiga Dimensi) yang dikembangkan oleh peneliti layak/ valid, sangat praktis dan sangat efektif untuk digunakan.   Kata Kunci: Media; IPA; Cuaca; LCS 3D.  

    PENGEMBANGAN MEDIA PULACA (PUZZLE PELENGKAP PECAHAN) MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS II SDN KARANGDINOYO II

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk media PULACA (Puzzle Pelengkap Pecahan) pada pembelajaran matematika materi pecahan kelas 2 sekolah dasar yang memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, evaluation). Subjek dalam penelitian ini merupakan siswa kelas 2 di SDN Karangdinoyo II di Sumberrejo, Bojonegoro. Instumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli materi, ahli media,  lembar respon guru dan siswa, serta lembar tes siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kevalidan, analisis data kepraktisan, dan analisis data keefektifan. Hasil dari penelitian ini adalah produk yang dikembangkan pada tahap validasi ahli materi mendapat hasil 95% dan dinyatakan sangat valid. Validasi ahli media mendapat hasil 72% dan dinyatakan valid. Hasil uji kepraktisan dari pengguna (guru) mendapat hasil persentase sebesar 71,11% dan dinyatakan praktis dan uji kepraktisan oleh peserta didik mendapat nilai sebesar 94,84% dan dinyatakan sangat praktis. Sedangkan hasil uji keefektifan dari PULACA (Puzzle Pelengkap Pecahan) ini mendapat hasil 88% dan dinyatakan sangat efektif. Berdasarkan ulasan diatas menunjukkan bahwa PULACA (Puzzle Pelengkap Pecahan) yang dikembangkan telah valid, praktis dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah.   Kata Kunci: Media, Pulaca, Pecahan, ADDIE.

    PENGEMBANGAN MEDIA WORDWALL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SDN KAYEN II

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media wordwall pada pembelajaran matematika materi balok dan kubus peserta didik kelas IV SDN Kayen II yang memenuhi kriteria valid, efektif dan praktis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development) dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahap yaitu analyze (analisis), design (perencanaan), develompent (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Subjek coba dalam penelitian ini adalah para ahli, guru dan peserta didik kelas IV SDN Kayen II. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, lembar wawancara, lembar validasi ahli, lembar tes peserta didik, serta lembar respon guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan. Hasil dari penelitian media wordwall menunjukkan bahwa pengembangan media memiliki kriteria layak untuk digunakan dengan presentase dari ahli materi 76%, ahli media 80%, dan ahli bahasa 80%, serta telah dilakukan revisi produk sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran. Dari hasil lembar angket respon guru dan peserta didik menunjukkan bahwa pengembangan media memiliki kriteria sangat layak untuk pembelajaran, dengan hasil presentase angket respon guru 92,5% dan angket respon peserta didik 85,5%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa media wordwall valid, efektif, dan praktis

    Student Study Motivation Viewed From Intrinsic Orientation Objectives in Learning Mathematical Statistics

    Get PDF
    This research aims to describe the study motivation in terms of indicators of students\u27 intrinsic orientation goals in learning mathematical statistics. The research methodology used is descriptive quantitative about study motivation in terms of indicators of intrinsic orientation objectives after conducting microsite-based media development research using the research and development method and implemented in learning in mathematical statistics courses. By using microsite-based educational media, student study motivation in terms of indicators of student intrinsic orientation goals is included in the strong category with an average percent score reaching 80% with an increase reaching 11%

    RANCANG BANGUN ALAT PENGGORENGAN UNTUK PENYARINGAN LIMBAH DARI PENGGORENGAN MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD)

    Get PDF
    ABSTRAK Dunia bisnis saat ini sangatlah berkembang khususnya pada bidang makanan dengan cara produksinya menggunakan proses penggorengan, banyak juga permasalahan yang dialami pada proses penggorengan, tingkat kematangan produk yang tidak konsisten dan penyaringan residu yang masih tertinggal sehingga membuat minyak cepat menghitam, sehingga menjadi tidak efektif pada saat penggerjaan, bedasarkan permasalahan tersebut penelitian ini bertujuan untuk perancangan ulang alat penggorengan dengan penambahan komponen pendukung agar proses produksi dapat menghasilkan produk yang baik serta konsisten dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mengidentifikasi kebutuhan yang di inginkan dari perkerja, untuk meminimalisir kegagalan yang akan terjadi dalam menggunakan metode House Of Quality (HOR) dan menggunakan desain eksperimen hasil rancangan yang akan ditambahkan pada alat penggorengan yaitu timer,thermostart suhu,detector gas dan kemudahan dalam penyaringan limbah residu. Dari hasil penelitian dapat diperoleh dari hitungan rancangan perbaikan menggunakan HOR dengan menghitung matriks perencanaan dan QFD spesifikasi yang ditambahkan bahan stainless steel dan besi, kadar panas minyak menggunakan thermostart, alat pendeteksi kebocoran gas, mudah dalam penggunaan, kuat dan kokoh, mudah dibersihkan, aman saat digunakan, sehingga dengan tambahan komponen ini cukup untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada proses penggorengan     Kata Kunci: proses penggorengan, permasalahan, desain eksperimen, Quality Function Deployment (QFD), House Of Quality (HOQ), komponen pengembangan produ

    Teaching and Learning Process in Writing Class for The Second Semester Efl Students at Unirow Tuban in Academic Year 2017-2018

    Get PDF
    The background of this research is based on the phenomenon of teaching and learning process in writing class. There are some problems that make the students did not create a good clasroom interaction with the lecturer. One of them is the students still feel the difficulties in writing. The problem of this study are: (1) How is the teaching and learning process in writing class for the second semester EFL students at unirow Tuban? (2) what are EFL students‘ responses in teaching and learning process in writing class for the second semester EFL students at unirow Tuban? (3) What are the problems faced by EFL students of the second semester at unirow Tuban?.The purpose of this study was to describe the teaching and learning process in writing, to know the students responses in teaching and learning process in writing and also to know the problem that faced by the students in teaching and learnig process in writing. The research design of this study was descriptive qualitative research. The subject of this study was the second semester EFL students at UNIROW Tuban. The instruments used to collect the data are observation, interview and questionaire.The writer conducted this research in writing class of second semester EFL students and observed six times. The result of the study shows the teaching and learning process in three stages. Those are pre-writing activities, whiles-writing activities and the last is post-writing activies. In pre-writing activities the lecturer opened the class by greeting the students introducing the lesson plan, question and answer, review the students homework and the last is retelling the material. In whiles-writing activities the lecturer used eclectic method such as grammar translation method and students-discusion. The lecturer mostly used student-discussion menthod in teaching process from the first to the sixth meeting. In post writing activities the lecturer closed the class by giving homework and concluding the material. Most of the students agree that the writing class can assist their writing skill. But they face some problems in learning writing such as they still feel the difficulties in writing, they still get difficulties in arranging the sentences in the correct form as the grammar

    Using ‘Ms Paint’ in Learning Descriptive Text

    Get PDF
    This article discusses about how to use MS Paint in the teaching and learning process of descriptive text and the benefits of using it in writing class a descriptive text. The Process Standard suggests teachers to use Information and Communication Technology (ICT) in designing a lesson plan as one of strategies to make class more interactive, inspiring, joyful, challenging, and motivated. Through MS Paint students are able to develop their paragraph based on what they draw or paint on their computer. They have free choices or imagination of any picture that they want to draw. From their drawings, students can produce a descriptive paragraph better in terms of expressing ideas, vocabulary, sentence structure, and generic structure

    Cultural Variation in Language and Conversation

    Get PDF
    Across cultures variation in the ways of speaking reflects important differences in beliefs, practices, values, and norms. These differences enter into the organization and systematic use of language at many levels in every community. Cultures vary along many dimensions; their ways of organizing groups, their ways of growing and distributing food, their beliefs and practices with regard to health and illness and so forth. Another major area in which cultures differ is their ways of speaking. It follows then, that when children are acquiring their language they are being spoken to and are learning to talk to others according to ways of speaking that reflect the beliefs and values of their particular speech community

    Using Drama Techniques as Communicative Activities in Teaching English

    No full text
    English language teaching which is done so far mostly fails in reaching its goals. Even after years of English teaching, the learners do not gain the confidence of using the language in and outside the class. The purpose of English teaching is to create learners who are communicatively competent. Being communicatively competent means that the learners are able to use the language actively in real communication. To achieve this goal, teachers of English should provide instructional materials as well as situation in which students have the opportunity to produce the language in context. One of the possible ways is by applying drama techniques namely Role Questioning. Telephone Conversation and Thought Tracking. Using drama to teach English results in real communication involving ideas, emotions, feelings appropriateness and adaptability; in short an opportunity to use language in operation which is absent in a conventional language class. In addition, the four skills can be covered with these activities

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLANDED LEARNING BERBANTUAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA SISWA KELAS 3 SDN SUMURJALAK 1 PLUMPANG

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca pada siswa kelas III SD melalui penerapan model pembelajaran blanded learning berbantuan E-modul. Penerapan model dan media pembelajaran tersebut berfokus pada materi lambang negara Indonesia. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Sumurjalak I Plumpang Tuban dan penelitian dilakukan pada semester II tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah RPP, lembar aktivitas guru, lembar aktivitas siswa, soal literasi, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data pra-siklus menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sebesar 11%. Hasil tersebut berada di bawah tingkat persentase ketuntasan klasikal yang diinginkan, yaitu 80%, sehingga peneliti berinisiatif umtuk menerapkan model pembelajaran blanded learning dengan bantuan E-modul. Pada siklus I, persentase rata-rata kemampuan literasi membaca siswa adalah 67% dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 44%. Persentase ketuntasan klasikal belum mencapai indikator keberhasilan, sehingga perlu dilanjutkan pada siklus II. Siklus II menunjukkan bahwa persentase rata-rata kemampuan literasi membaca siswa adalah 100% dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 100%. Hasil tersebut sudah memenuhi indikator keberhasilan PTK, sehingga PTK berhenti pada siklus II. Persentase rata-rata kemampuan literasi membaca subjek penelitian mengalami peningkatan sebesar 89%, sedangkan persentase ketuntasan klasikal meningkat sebesar 56%. Hasil tersebut didukung oleh aktivitas guru dan siswa, serta respon siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran blanded learning berbantuan E-modul meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa

    1,206

    full texts

    1,462

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇