e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
Analisis Tingkat Validitas E-Modul Karakter Untuk Meningkatkan Literasi Bahasa dan Numerasi Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar
ABSTRAK
Pada saat ini, kemampuan literasi merupakan salah satu kemampuan yang harus dikuasai peserta didik. Salah satunya adalah kemampuan literasi bahasa dan numerasi. Literasi bahasa merupakan kemampuan individu dalam mengakses, dan memahami informasi dari berbagai aktivitas seperti membaca, menulis, berbicara dan menyimak. Literasi numerasi merupakan suatu kemampuan yang melibatkan penggunaan angka dan simbol. Berdasarkan observasi, kemampuan literasi bahasa dan numerasi peserta didik masih rendah. Hal itu disebabkan karena belum menggunakan bahan ajar yang kreatif. Maka, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas E-modul karakter untuk meningkatkan literasi bahasa dan numerasi peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Analisis data kevalidan yang dilakukan peneliti adalah validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli materi. Hasil penelitian ini pada tingkat validitas ahli media dinyatakan valid dengan hasil presentase sebesar 74%, pada tingkat validitas ahli bahasa dinyatakan sangat valid dengan hasil presentase sebesar 97%, dan pada tingkat validitas ahli materi dinyatakan sangat valid dengan hasil presentase sebesar 95%. Berdasarkan hasil validasi dapat dikatakan bahwasanya E-modul karakter yang dikembangkan peneliti dinyatakan sangat valid, sehingga siap digunakan dalam proses pembelajaran.
Kata Kunci: E-modul karakter; literasi bahasa; literasi numeras
AN ANALYSIS OF THE USED OF DEIXIS ON STEVE HARVEY\u27S MOTIVATION SPEECH
Language is an activity that people do to express their feelings and to communicate with others in their daily activities, primarily in socializing with people around them. Pragmatics is a branch of linguistics, it used to look at the hidden meaning of words or utterances; pragmatics focuses on how meaning is constructed in a particular context. Deixis is a pragmatic study that focuses on phrases or expressions that can refer to a person, place, or time depending on certain conditions. Deixis can be found in everyday life, as long as it uses the language. In this case, the researchers focuses on the use of deixis in Steve Harvey\u27s motivational speech. This study aims to find the types of deixis used and the dominant type of deixis in Steve Harvey\u27s motivational speech. In the scope of the research, the researchers limited the study by selecting some motivational speech videos from The Official Steve Harvey YouTube channel. The researchers used a descriptive-qualitative approach to find the deixis used in Steve Harvey’s motivational speech. The researchers used theory from Levinson (1983) to answer research questions. The results show that the researchers found five types in Steve Harvey\u27s motivational speeches, including person deixis 360 (63.27%), spatial deixis 56 (9.84%), temporal deixis 54 (9.49%), discourse deixis 53 (9.31%), and social deixis 46 (8.08%). Then it was found that the dominant type in Steve Harvey\u27s motivational speeches was person deixis, with a total of 360 (63.27%)
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS XI IPS 1 TAHUN PELAJARAN 2022/2023
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan keaktifan siswa dan hasil belajar siswa kelas XI IPS-1 Sytttt`MA Negeri 1 Plumpang, dengan pokok bahasan manfaat perdagangan internasional pada siklus I, faktor pendorong dan penghambat perdagangan internasional pada siklus II, dan kebijakan perdagangan internasional pada siklus III. dengan menggunakan metode PTK diagnostik. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2023, bertempat di kelas XI IPS-1 SMA Negeri 1 Plumpang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tiga siklus yang tertdiri dari tiga kali pertemuan dalam satu siklus, setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif terhadap data yang berupa dokumen hasil pekerjaan siswa, daftar nilai, dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan model pembelajaran discovery learning dapat menciptakan suasana kelas yang menyenangkan sehingga keaktifan dan hasil belajar siswa dapat meningkat, yaitu dari hasil siklus I sampai siklus ke III terdapat peningkatan, pada siklus I jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas adalah 23 siswa atau 82%, nilai tidak tuntas pada siklus I adalah 5 siswa atau 18%, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan nilai tuntas adalah 25 siswa atau 89%, nilai tidak tuntas pada siklus II adalah 3 siswa atau 11%, dan pada siklus III terjadi peningkatan yaitu menjadi 27 siswa atau 96%. Disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning secara signifikan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa.
Kata Kunci: Penerapan, Keaktifan, Hasil belaj
ANALISIS TINGKAT KEVALIDAN LKPD BAGI PESERTA DIDIK KELAS IV UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI BAHASA
Kemampuan literasi menjadi kemampuan penting yang harus dikuasai oleh peserta didik sebagai keterampilan utama untuk menghadapi gelombang transformasi di abad 21. Salah satunya yaitu kemmapuan literasi bahasa. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, kemampuan literasi bahasa peserta didik di Sekolah Dasar masih rendah. Hal ini disebabkan karena penggunaan bahan ajar yang kurang efektif dan kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan LKPD untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Reserch and Development(R&D) yang mengacu pada model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis kevalidan yang dilakukan peneliti diukur dari penilaian validator ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti adalah 1) tingkat validitas ahli materi dinyatakan sangat valid dengan hasil presentase 94%, 2) tingkat validitas ahli media dinyatakan sanagt valid dengan hasil presentase 80%, 3) tingkat validitas ahli bahasa dinyatakan sangat valid dengan hasil presentase 96,7%. Berdasarkan hasil kevalidan dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan peneliti dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran
PENGARUH HARGA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN KACANG TANAH TUBAN PADA UD LANGGENG SAE POLOWIJO
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana harga dan kualitas produk mempengaruhi kepuasan konsumen kacang tanah Tuban pada UD Langgeng Sae Polowijo. Metode analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini ialah analisis deskriptif kuantitatif. Dimana yang menjadi Variabel Harga yaitu X1, Variabel Kualitas Produk yaitu X2 dan Variabel Kepuasan Konsumen adalah Y. Jumlah responden yang diambil adalah sebanyak 55 responden konsumen kacang tanah Tuban pada UD Langgeng Sae Polowijo. Teknik pengumpulan data memakai teknik wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data memakai teknik regresi liner berganda, uji T, uji F dan koefisien determinasi (R2). Dala uji T Hasil penelitian menunjukkan (X1) Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen kacang tanah Tuban Pada UD Langgeng Sae Polowijo dengan nilai thitung X1 sebesar 3,457 < ttabel sebesar 2,007 dengan niali signifikan 0,001 > 0,05 maka H0 ditolak. (X2) Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Konsumen kacang tanah Tuban Pada UD Langgeng Sae Polowijo dengan nilai nilai thitung X2 sebesar 5,610 < ttabel sebesar 2,007 dengan niali signifikan 0,00 > 0,05 maka H0 ditolak. Kemudian pada hasil uji F secara simultan variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y dengan nilai sebesar 52,158 > Ftabel 3,14 dengan nilai signifikan 0,00 < 0,00. Hasil uji koefisisen determinasi menunjukkan besarnya pengaruh variabel X ke Y sebesar 52,1%
PENGEMBANGAN BUKU ILUSTRASI IPA BIOLOGI KELAS VIII SEMESTER II SEBAGAI SARANA MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS SISWA
Buku ilustrasi merupakan buku yang menampilkan hasil visualisasi dari suatu tulisan yang bertujuan untuk memperjelas suatu paparan (tulisan dan sebagainya). Buku ilustrasi dapat digunakan sebagai sarana mengembangkan keterampilan literasi sains dengan menumbuhkan ketertarikan pada sains dan motivasi dalam belajar. Literasi sains merupakan kecakapan pengetahuan sains dalam kehidupan sehari-hari. Literasi sains dapat dikembangkan melalui materi kontekstual. Materi sistem pernapasan dan sistem ekskresi merupakan materi yang bersifat kontekstual karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan buku ilustrasi pada materi sistem pernapasan dan sistem ekskresi sebagai sarana mengembangkan keterampilan literasi sains yang dinyatakan valid. Kevalidan dilihat dari segi materi, media, dan bahasa. Pengembangan menggunakan desain ADDIE yaitu analysis, design, development, implementation, dan evaluation, namun penelitian hanya dilakukan sampai tahap development. Instrumen untuk mengukur validasi berupa angket yang akan divalidasi oleh validator ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, masing-masing angket validasi akan diisi oleh 2 orang validator. Hasil validasi dianalisis menggunakan teknik validitas. Hasil penelitian menunjukkan validitas buku ilustrasi dari segi materi memperoleh skor 80% dengan kategori valid, dari segi media memperoleh skor 81,81% dengan kategori sangat valid, serta dari kategori bahasa memperoleh skor 85% dengan kategori sangat valid. Skor keseluruhan validitas buku ilustrasi yang dikembangkan sebesar 82,27% dengan kategori sangat valid
Penerapan Model TGT Berbantuan Rolling Ball Pada Materi Sumber Energi Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Dan Numerasi Siswa Kelas IV
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa pada materi sumber energi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan Rolling Ball. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sumurjalak I Plumpang Tuban semester II tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang memiliki dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrument yang digunakan yaitu lembar tes berupa soal literasi dan numerasi. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif. Data pra-siklus menunjukkan bahwa presentase jumlah siswa yang tuntas pada tes mata pelajaran IPA dan matematika sama besar, yaitu 30,7%. Hasil tersebut berada di bawah tingkat ketuntasan minimal, sehingga dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan Rolling Ball. Pada siklus I presentase jumlah siswa yang tuntas untuk tes kemampuan literasi dan numerasi sama besar, yaitus 53,8%. Kemampuan literasi dan numerasi siswa pada siklus I belum mencapai presentase ketuntasan klasikal yang ditentukan, maka dilanjutkan pada siklus II. Kemampuan literasi dan numerasi siswa pada siklus II masing-masing sebesar 84,6%. Hasil tersebut sudah termasuk di atas presentase ketuntasan klasikal yang telah ditentukan, dimana presentase ketuntasan klasikal minimal adalah 80%, sehingga penelitian ini berhenti pada siklus II. Presentase jumlah siswa yang tuntas pada tes kemampuan literasi dan numerasi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan besar yang sama yaitu 84,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan Rolling Ball dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa pada materi sumber energi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan Rolling Ball. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sumurjalak I Plumpang Tuban semester II tahun pelajaran 2021/2022. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang memiliki dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Instrument yang digunakan yaitu lembar tes berupa soal literasi dan numerasi. Teknik analisis data adalah analisis deskriptif kuantitatif. Data pra-siklus menunjukkan bahwa presentase jumlah siswa yang tuntas pada tes mata pelajaran IPA dan matematika sama besar, yaitu 30,7%. Hasil tersebut berada di bawah tingkat ketuntasan minimal, sehingga dilakukan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan Rolling Ball. Pada siklus I presentase jumlah siswa yang tuntas untuk tes kemampuan literasi dan numerasi sama besar, yaitus 53,8%. Kemampuan literasi dan numerasi siswa pada siklus I belum mencapai presentase ketuntasan klasikal yang ditentukan, maka dilanjutkan pada siklus II. Kemampuan literasi dan numerasi siswa pada siklus II masing-masing sebesar 84,6%. Hasil tersebut sudah termasuk di atas presentase ketuntasan klasikal yang telah ditentukan, dimana presentase ketuntasan klasikal minimal adalah 80%, sehingga penelitian ini berhenti pada siklus II. Presentase jumlah siswa yang tuntas pada tes kemampuan literasi dan numerasi mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dengan besar yang sama yaitu 84,6%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan Rolling Ball dapat meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa
ANALISIS PERENCANAAN KURIKULUM MERDEKA DI MADRASAH TSANAWIYAH MANBAIL FUTUH JENU
Kurikulum mempunyai salah satu kompenan penting yang ada pada Pendidikan di Indonesia. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang baru direncanakan oleh satuan Pendidikan di Indonesia. Salah satu sekolah yang akan merencakan Kurikulum Merdeka yaitu Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh Jenu, yang akan melaksanakan pada tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini bertujuan untuk, (1) Mendiskripsikan perencanaan kurikulum merdeka di Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh Jenu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Subjek penelitian ini yaitu Kasi Pendidikan Madrasah Kementrian Agama Kabupaten Tuban dan Kepala Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh Jenu serta Wakil Kepala Kurikulum. Teknik analisis data ini menggunakan tiga tahapan yaitu, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sekolah Madrasah Tsanawiyah Manbail Futuh Jenu belum melaksanakan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023, dan akan melaksanakan pada tahun ajaran baru 2023/2024 hal itu dikarenakan bahwa madrasah baru saja mengikuti sosialisasi yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama, kepada pihak Madrasah hanya dihadiri oleh Kepala Madrasah, Wakil Kepala Kurikulum, dan satu guru kelas. Proses perencanaan Kurikulum Merdeka pada sosialisasi salah satunya menjelaskan tahapan pada Kurikulum Merdeka dan perubahan nama perangkat pembelajaran. Perubahan kurikulum ini hal yang wajar yang terjadi setiap pergantian mentri, tapi bukan pada perubahan saja tapi juga untuk meningkatkan kualitas pada pembelajaran setelah adanya pandemi COVID-19.
Kata Kunci: Kurikulum; Kurikulum Merdeka; Perencanaa
Pengembangan alat evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz pada pembelajaran prakarya dan kewirausahaan : Sma Negri 1 paciran
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI MENGGUNAKAN APLIKASI QUIZIZZ PADA MATERI MEMASARKAN PRODUK USAHA PENGOLAHAN MAKANAN AWETAN DARI BAHAN PANGAN HEWANI SECARA LANGSUNG PADA KELAS X
DI SMAN 1 PACIRAN
Novia Hartini¹*, ²Candra Aeni
¹,²Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
¹Email: [email protected]
²Email: [email protected]
Abstrak
Tahapan terpenting dari proses pembelajaran adalah evaluasi pembelajaran. Maka untuk itu diperlukan adanya pengembangan alat evaluasi yang dapat mengukur ketercapaian dan kemampuan dari tujuan pembelajaran tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan alat evaluasi dengan menggunakan aplikasi Quizizz, menganalisis kualitas alat evaluasi yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon siswa terhadap pengunaan alat evaluasi menggunakan aplikasi Quizizz. Untuk itu peneliti melakukan pengembangan alat evaluasi mengunakan aplikasi Quizizz Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development (R & D) yaitu suatu metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan suatu produk tertentu dan diuji keefektifannya. Untuk mendapatkan data mengunakan teknik pengumpulan data, wawancara, tes dan angket. Alat evaluasi yang sudah dibuat divalidasi oleh ahli evaluasi, ahli materi, dan praktisi. Untuk mengetahui kualitas alat evaluasi dianalisis mengunakan daya beda dan tingkat kesulitan. Sementara angket digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap evaluasi mengunakan aplikasi quizizz Model yang digunakan peneliti diatara yang lain yaitu tahap penelitian dan pengumpulan data, tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, revisi produk, uji coba produk, implementasi. Hasil validasi dari ketiga ahli yaitu ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli praktisi. Dari validasi ahli evaluasi berdasarkan kelayakan penggunaan alat mendapatkan Hasil validasi dari ketiga ahli yaitu ahli evaluasi, ahli materi, dan ahli praktisi. Dari validasi ahli evaluasi berdasarkan kelayakan penggunaan alat mendapatkan 0,90% yang berarti sangat valid namun masih memerlukan perbaikan dibeberapa sesuai dengan saran yang diberikan oleh ahli evaluasi. Hasil validasi ahli materi mendapatkan skor 0,80% dengan kategori sangat valid namun masih perlu perbaikan dibeberapa bagian sesuai dengan saran yang telah diberikan oleh ahli materi. Hasil validasi ahli praktisi mendapatkan skor 0,90% dengan kategori sangat valid di ujicobakan ke siswa. Hasil dari reliabilitas anter rater 3 oleh para ahli validator mendapatkan skor yakni 0.63 yang berarti Tinggi dan bisa diimplemantasikan ke siswa.
Kata Kunci: Alat Evaluasi pembelajaran, Quizizz, Materi Memasarkan Makanan Awetan Dari Bahan Pangan Hewani Secara Langsung
PENDAHULUAN
Undang-undang No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan bahwa pendidik nasional berfungsi sebagai mengemban kemampuan dan membentuk watak serta pendapat bangsa yang bermantabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidik bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, beraklak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Keberhasilan pendidikan dapat diukur dengan penilaian hasil belajar atau evaluasi. Menurut Hamlik (2014:159), evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapan.
Evaluasi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan tingkat keberhasilan suatu program, termasuk program pendidikan dengan mengumpulkan berbagai macam informasi yang relevan secara komprehensif dan berkelanjutan tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa melalui kegiatan belajar mengajar. Dalam kegiatan belajar megajar berlangsung proses pembelajaran, pinilaian, dan evaluasi. Evaluasi diperlukan guna melihat sejauh mana keberhasilan guru dalam memberikan materi serta sajauh mana siswa memahami materi yang telah diberikan.
Sering dengan perkembangan, dunia pendidikan selalu akan mengalami perubahan secara tidak langsung dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Dalam pembelajaran, peran teknologi dipastikan membawa perubahan pada bidang pendidikan khususnya pembelajaran. Menanggai era teknologi saat ini, pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih dan dapat merubah alat evaluasi manual menjadi alat evaluasi berbasis teknologi. alat evaluasi teknologi yang mempermudah peserta didik dan guru dalam melasanakan pembelajaran. Berdasarkan uraian diatas guru dituntut untuk lebih kreatif dalam managgapi perubahan pada saat ini. Pada pengembangan kali ini penulis akan mengembangkan alat evaluasi dengan mengunakan aplikasi quizizz yang berbasis teknologi. Alat yang mepermudahkan tenaga pendidik dalam mengetahui hasil belajar siswa tanpa harus mencocokan satu persatu jawaban serta mempermudah peserta didik untuk menjawab berbagai soal tanpa menulis harus menulis jawaban dikertas.
Alat evaluasi dengan berbasis teknologi lebih efektif dibadingkan dengan alat evaluasi dengan menggunakan kertas (konvensional), karena dalam tahap pengkoreksian evaluasi berbasis kertas akan memakan waktu yang tidak singkat. Guru harus mengkoreksi satu persatu. Jika jawaban yang dikoreksi banyak dan guru tidak teliti (human eror) akan menimbulkan hasil evaluasi tidak akurat.
Berdasarkan data hasil observasi awal yang sudah dilakukan selama kegiatan PKL yang telah dilakukan di SMAN 1 Paciran dengan objek penelitian pada siswa kelas X MIPA 1, diketahui bahwa alat evaluasi yang digunakan oleh guru pada mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan ketika pelaksanaan penilaian harian (PH) masih bersifat konvensional (menggunakan kertas) dengan soal berbentuk pilihan ganda, Selain itu guru juga kurang memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada di dalam kelas selama proses pembelajaran dan evaluasi. Oleh karena itu, selama proses evaluasi dilakukan banyak siswa yang merasa kurang tertarik, bosan, ramai sendiri dan kurang termotivasi.
METODE PENELITIAN
Motode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan Research and Development (R&D) dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk dan menguji keefektifan produk tersebut. Lokasi penelitian di SMA Negri 1 Paciran. Uji coba dilakukan di kelas X Mipa 1 berjumlah 37 siswa.
Prosedur pengembangan yang akan ditempuh sesuai dengan alur kerja pada metode penelitian dan pengembangan Menurut (Sugiyono, 2009). Yaitu sebagai berikut: Tahap penelitian dan pengumpulan data, tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, revisi produk, uji coba produk, Implementasi.
Evaluasi yang dilakukan yaitu melalui tahap 3 validasi yang terdiri dari ahli evaluasi, ahli materi, dan praktisi.
Uji coba dilakukan pada kelas X di Sma Negri 1 Paciran, uji coba yang dilakukan peneliti dengan cara peneliti mengerahkan peserta didik untuk join dan masuk ke dalam aplikasi quizizz sebagai for student dan langkah berikutnya peserta didik mengisi nama lengkap dan memasukan kode yang di berikan. Kemudian hasil evaluasi yang telah dilakukan akan di uji validitas soal, Uji reliabilitas, Uji tingkat kesukaran, dan uji daya beda soal.
Sebelumnya peneliti melakukan validitas kepada ahli evaluasi, ahli materi, dan praktisi. Skor yang diberikan pada penelitian ini terdiri dari skala 1 sampai 5 yaitu 1.Sangat buruk, 2. Buruk, 3. Sedang, 4. Baik, 5. Sangat baik.
Tabel 1 Kriteria Kevalidan
Kriteria
Skor yang diperoleh
Sangat Buruk
1
Buruk
2
Sedang
3
Baik
4
Sangat Baik
5
Tabel 2 Presentase hasil respon siswa
Kriteria
Skor yang diperoleh
Sangat tidak baik
0%-20%
Kurang baik
20%-40%
Cukup baik
40%-60%
Baik
60%-80%
Sangat baik
80%-100%
Selanjutnya peneliti melihat respon peserta didik terhadap evaluasi yang diberikan melalui aplikasi quizizz. Adapun hasil respon siswa seperti pada tabel berikut ini:
Adapun selanjutnya data yang dicari adalah data kevalidan butir soal, dengan megacu pada kriteria validitas yang mengacu pada tabel
Tabel 3 koefisien validitas butir soal
Presentase
Kriteria
0 – 20
Tidak Valid
21 – 40
Kurang Valid
41- 60
Cukup Valid
61 – 80
Valid
81- 100
Sangat Valid
Dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
rxy = Koefisiensi korelasi antar variabel x dan variabel y
Y N = Jumlah responden
= Jumlah skor item yang benar
∑y = Jumlah skor total
∑ = Jumlah kuadrat skor item yang benar
∑y² = Jumlah kuadrat skor total
Data selanjutny yang dicari yaitu reliabilitas butir soal yang dimana ditung menggunakan rumus Cronbach Alpa >0,7 dapat dikatakan reliabel dengan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
= Reliabilitas instrumen
∑ = jumlah varian butir
T = varian total
K = banyaknya butir pertanyaan atau banyak soal
Selanjutnya menghitung tingkat kesukaran soal yang mengacu pada tabel berikut:
Tabel 4 Indeks Tingkat kesukaran
Interval Koefisien
Kategori
0,00-0,30
Sukar
0,31-0,70
Sedang
0,71-1,00
Mudah
Tingkat kesukaran dapat dilakukan dengan menggunakan rumus dari (Arikunto,2009, hlm,208)
Keterangan :
P = Indeks tingkat kesukaran
B = Banyak siswa yang menjawab soal dengan benar
JS = jumlah seluruh siswa peserta didik
Selanjutnya menghitung daya beda soal yang mengacu pada tabel dibawah ini:
Tabel 5 Klasifikasi daya beda
Daya Pembeda
Kualifikasi
0,00-0,19
Jelek
0,20-0,39
Cukup
0,40-0,69
Baik
0,70-1,00
Baik sekali
Uji daya pembeda soal dapat dilakukan dengan rumus dari ( Sumber: Arikunto, 2009: 218)
Keterangan:
DP = Indeks daya pembeda
BA = Banyak peserta tes kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
BB = Banyak peserta tes kelompok bawah yang menjawab soal dengan benar
JA = Banyak peserta tes kelompok atas
JB = Banyak peserta tes kelompok bawah
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Hasil Analisis Validasi dari Ahli Evaluasi
Berdasarkan hasil validasi dari ahli evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz mendapatkan sokr nilai 90% dimana produk yang dikembangkan dinyatakan Sangat Validan layak untuk digunakan. Adapun komentar dan saran dari ahli evaluasi adalah “ arternatif jawaban kurang sesuai”
2. Hasil Analisis Ahli Materi
Berdasarkan analisis validasi dari ahli materi pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz mendapatkan skor nilai 85% dimana bahwa produk yang dikembangkan dinyatakan Sangat valid dan layak digunakan. Adapun komentar dan saran dari ahli materi adalah “terdapat beberapa kunci yang kurang tepat dan banyak pengetikan yang kurang teliti dan belum sesuai"
3. Hasil Analisis Praktisi
Berdasarkan hasil validasi yang diperoleh oleh dari praktisi pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz mendapat skor nilai 88 % dimana produk yang kembangkan di nyatakan sangat valid untuk digunakan. Adapun komentar dan saran yang diberikan oleh praktisi ”sudah sesuai dengan materi dan lyak untuk digunakan”
4. Hasil Analisis Validitas Butir Soal
Setelah dilakukan analisis terhadap validitas butir soal maka hasil analisis yang didapat dengan masing-masing kategori tingkat kesukaran yaitu:
No soal
Tingkat Validitas
Keterangan
1
0,606
Tinggi
2
0,655
Tinggi
3
0,674
Tinggi
4
0,674
Tinggi
5
0,667
Tinggi
6
0,674
Tinggi
7
0,664
Tinggi
8
0,628
Tinggi
9
0,660
Tinggi
10
0,735
Tinggi
11
0,754
Tinggi
12
0,713
Tinggi
13
0,689
Tinggi
14
0,726
Tinggi
15
0,675
Tinggi
16
0,676
Tinggi
17
0,762
Tinggi
18
0,795
Tinggi
19
0,667
Tinggi
20
0,743
Tinggi
21
0,706
Tinggi
22
0,727
Tinggi
23
0,770
Tinggi
24
0,738
Tinggi
25
0,732
Tinggi
Keterangan:
Sangat tinggi: 0 Tinggi: 25 Cukup: 0 Rendah: 0 Sangat Rendah: 0
5. Hasil Analisis Tingkat Reliabilitas
Berdasarkan perhitungan reliabilitas soal dari pengolahan data yang dibuat mendapat hasil koefisien reliabilitas sebesar 0,95. Sehingga evaluasi terdiri 25 soal didapat kesimpulan bahwa instrumen tes tersebut reliabel dengandan 0,32 karena >.
6. Hasil Analisis Tingkat Kesukaran
Setelah dilakukan analisis tingkat kesukaran soal maka hasil analisis yang didapat dengan masing-masing kategori tingkat kesukaran yitu sebagai berikut:
No soal
Tingkat kesukaran
Keterangan
1
0,54
Sedang
2
0,49
Sedang
3
0,62
Sedang
4
0,51
Sedang
5
0,68
Sedang
6
0,51
Sedang
7
0,73
Mudah
8
0,59
Sedang
9
0,65
Sedang
10
0,65
Sedang
11
0,68
Sedang
12
0,62
Sedang
13
0,57
Sedang
14
0,59
Sedang
`15
0,54
Sedang
16
0,62
Sedang
17
0,68
Sedang
18
0,62
Sedang
19
0,70
Sedang
20
0,70
Sedang
21
0,62
Sedang
22
0,57
Sedang
23
0,59
Sedang
24
0,51
Sedang
25
0,59
Sedang
Keterangan:
Sukar: 0 sedang: 24 mudah: 1
7. Hasil Analisis Daya beda
Setelah dilakukan analisis daya beda soal maka hasil analisis yang didapat dengan masing-masing kategori tingkat kesukaran yitu sebagai berikut:
No Soal
Daya Beda
Keterangan
1
0,55
Baik
2
0,61
Baik
3
0,63
Baik
4
0,63
Baik
5
0,63
Baik
6
0,63
Baik
7
0,60
Baik
8
0,57
Baik
9
0,61
Baik
10
0,70
Baik sekali
11
0,72
Baik sekali
12
0,67
Baik
13
0,64
Baik
14
0,68
Baik
15
0,63
Baik
16
0,71
Baik sekali
17
0,76
Baik sekali
18
0,62
Baik
19
0,71
Baik sekali
20
0,59
Baik
21
0,67
Baik
22
0,69
Baik
23
0,73
Baik sekali
24
0,69
Baik
25
0,57
Baik
Keterangan:
Jelek: 0 Cukup: 0 Baik: 19 Baik sekali: 6
8. Hasil Analisis Angket Respon Siswa
Setelah melakukan kegiatan evaluasi yang telah diberikan pada peserta didik langkah selanjutnya yaitu menganalisis hasil respon peserta didik terhadap penggunaan aplikasi quizizz sebagai alat evaluasi pembelajaran, peneliti mendapatkan hasil respon peserta didik sebanyak 78,70 yang artinya dikategorikan “Baik”
KESIMPULAN
Produk hasil penelitian dan pengembangan yang telah divalidasi dan revisi menghasilkan alat evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz pada mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan.
Produk alat evaluasi pembelajaran ini menggunakan aplikasi quizizz ini sudah melalui tahahapan validasi dari ahli evaluasi, ahli materi, dan praktisi, serta didukug olrh respon peserta didik X Sma Negri 1 paciran. Adanya tahapan memberikan masukan dan perbaikan produk yang telah dikembangkan.
Produk alat evaluasi pembelajaran menggunakan aplikasi quizizz diharapkan tidak terbatas pada siswa kelas X saja, namun diterapakan di kelas XI, XII di Sma Negri 1 Paciran
PENGEMBANGAN ALAT EVALUASI PEMBELAJARAN MODEL FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) MENGGUNAKAN MOODLE PADA MATERI INDEKS HARGA DAN INFLASI
Penelitian ini bertujuan mengembangkan alat evaluasi pembelajaran model Flipped Classroom menggunakan LMS MOODLE pada Materi Indeks Harga dan Inflasi dan peneliti ingin mengetahui hasil belajar siswa menggunakan model Flipped Classroom berbentuk LMS Moodle di SMA Negeri 1 Rengel. Alat evaluasi yang dikembangkan berupa Pre Test dan Post Test berbentuk pilihan ganda. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan Prosedur pengembangan yang digunakan adalah mengacu model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996) yang terdiri dari 5 tahap yang meliputi Analysis (Analisis), Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Validasi dilakukan oleh satu orang ahli media pembelajaran, satu orang ahli materi, satu orang praktisi pembelajaran ekonomi. Untuk memperoleh data melalui wawancara dan test. Analisis data yang digunakan adalah daya beda, tingkat kesukaran dan rata-rata hasil Pre Test dan Post Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ahli materi mendapatkan nilai 4,7 yang termasuk dalam kategori “Sangat Layak”, dari ahli media mendapatkan nilai 4,7 yang termasuk dalam kategori “Sangat Layak”,dari praktisi pembelajaran ekonomi mendapatkan nilai 4,7 yang termasuk ke dalam kategori “Sangat Layak”. Berdasarkan hasil analisis daya beda dan tingkat kesukaran menunjukkan bahwa test tersebut layak untuk digunakan. Selain itu rata-rata Post Test yaitu 85 yang menyatakan lebih tinggi dari Pre Test yaitu 7