e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
penerapan model pembelajaran scramble untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN Gedongombo III Tuban: judul bahasa inggris kalau ada
Permasalahan yang ada di kelas 1 SDN GEDONGOMBO III pada pembelajaran Bahasa Indonesia mengalami penurunan hasil belajar. Permasalahan yang terjadi di kelas 1 ini harus segera diselesaikan. Dengan menggunakan model kooperatif scramble akan menjadi solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), dengan menggunakan dua siklus, masing- masing siklus dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian dimulai pada tahap prasiklus, dan hasilnya 33,33% atau 9 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal, dengan nilai rata-rata 54,44. Dari data tes hasil belajar menunjukkan hasil pada siklus I, terdapat 59,25% atau 16 siswa kelas 1 yang mencapai kriteria ketuntasan minimal, dengan nilai rata-rata 66,48. Kemudian pada siklus II terdapat 81,48% atau 22 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal, dengan nilai rata-rata 78,51. Berdasarkan analisis data hasil belajar dapat dinyatakan bahwa dengan menerapkan model scramble dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 pada pelajaran Bahasa Indonesia, hal ini dapat terlihat dari peningkatan yang terjadi mulai dari prasiklus, siklus I dan siklus II yang mengalami peningkatan melebihi dari indikator keberhasilan yang di tentukan yaitu 80 %
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAPAN KANTONG PINTAR (PAKAPIN) PENJUMLAHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS I SDN KOWANG II
Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang sering kali dianggap sulit oleh siswa, terutama pada siswa kelas I di SDN Kowang II. Minimnya pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami merupakan salah satu faktor yang membuat matematika kerap dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit. Oleh karena itu peneliti menggunakan media pembelajaran sebagai salah satu cara untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas I SDN Kowang II pada mata pelajaran matematika materi penjumlahan dengan tujuan untuk mengembangkan media papan kantong pintar (Pakapin) yang valid, layak, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas I SDN Kowang II materi penjumlahan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau R&D (Reasearch and Development) dengan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengembangan media ini di validasi oleh 3 validator, yaitu validasi ahli media, ahli materi, dan ahli praktisi atau pembelajaran. Penelitian ini membuktikan bahwa validasi media papan kantong pintar (Pakapin) memperoleh rata-rata persentase sebesar 95% yang artinya sangat valid atau layak digunakan. Data keefektifan diperoleh dari hasil belajar siswa menggunakan pretest dan postest yang memperoleh rata-rata 60 sebelum diberikan perlakuan, dan 85.3 setelah diberikan perlakuan yang menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa, serta angket analisis observer 1 dari guru dengan rata-rata 80.5% dengan kategori sangat baik dan angket analisis observer 2 dari rekan peneliti dengan rata-rata 83.3% dengan kategori sangat baik. Data kepraktisan diperoleh dari angket respon siswa dengan rata-rata 90.3% dengan kategori sangat baik, dan angket respon guru dengan rata-rata 87.5% dengan kategori sangat baik
Pengembangan Media Calculator Box Mathematic (Calboxtic) Materi Penjumlahan dan Pengurangan pada Siswa Kelas I Sekolah Dasar SDN Gedongombo III Tuban
Penelitian pengembangan ini bertujuan mengembangkan media Calboxtic untuk mengetahui tingkat kevalidan, kepraktisan dan keefektifan pada mata pelajaran Matematika. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu Analisis (Analyze), Perancangan (Design), Pengembangan (Develop), Implementasi (Implement), Evaluasi (Evaluate). Subjek penelitian yaitu Kelas I yang berjumlah 27 siswa di SDN Gedongombo III Tuban. Instrument pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar validasi ahli materi, validasi ahli media, respon angket siswa dan guru, serta lembar tes soal untuk siswa. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan media Calboxtic Valid dengan persentasi ahli materi sebesar 88,57% dan ahli media sebesar 90,76%. Hasil angket respon guru dan siswa diperoleh hasil bahwa media Calboxtic ini praktis digunakan untuk pembelajaran dengan memperoleh persentase angket respon guru sebesar 100% dan angket respon siswa sebesar 100%, Dan hasil tes siswa mengalami peningkatan dengan rata- rata nilai N- Gain 0,7 yang menunjukkan kriteria sedang. Data yang dihasilkan dari lembar validasi ahli materi, ahli media, lembar angket respon guru dan siswa serta lembar tes siswa menunjukkan bahwa media Calboxtic yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif digunakan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III PADA TEMA 5 MATERI CUACA DI SDN WIDANG IV : STUDI KASUS DI SDN WIDANG IV
Penelitian ini berdasarkan rendahnya hasil belajar siswa-siswi kelas III SDN Widang IV semester II tahun ajaran 2021/2022. Hal ini disebabkan karena guru masih menggunakan metode ceramah dan penugasan. Dari jumlah siswa sebanyak 6 anak hanya ada 2 siswa yang mengalami ketuntasan belajar dan 4 siswa belum tuntas belajar dengan presentase 66,6%. Berarti sebagian dari keseluruhan siwa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Numbered Head Together(NHT), dengan model pembelajaran yang disusun semenarik, lebih menarik minat dan semangat siswa sehingga akan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas III SDN WIDANG IV pada tema 5 materi cuaca. Subjek penelitian model pembelajaran Numbered Head Together ini adalah siswa kelas III SDN Widang IV kecamatan Widang kabupaten Tuban semester II tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang terdiri atas 1. Perencanaan, 2. Pelaksanaan, 3. dan 4. Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa aktivitas guru dan evaluasi siswa. Dengan menggunakan 2 siklus dan di setiap siklusnya 1 pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Numbered Head Together(NHT) dapat meningkatkan aktivitas siswa yaitu pada siklus 1 mendapatkan presentase ketuntasan 67,83%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 77,16%, aktivitas guru dari siklus I mendapatkan presentase ketuntasan 70%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 90% dan hasil belajar siswa pada siklus I 1 siswa (16,6%) yang tuntasmengalami peningkatan pada siklus II menjadi 5 siswa (83,3%) yang tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami kenaikan dari siklus I menjadi siklus II, yang artinya bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EVERYONE IS A TEACHER HERE UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi, dan hasil belajar siswa, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe everyone is a teacher here, jenis penelitian ini yaitu tindakan kelas kolaborasi. Yang dilakukan dikelas X IPS 1 SMAN Jatirogo dengan jumlah responden 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara,observasi,tes,dokumentasi, angket respon siswa. Dari hasil pengamatan (1) aktivitas guru pada siklus I (58%), siklus II (83,28%), siklus III (94%). Dari data tersebut dapat disimpulkan pada siklus III telah mencapai kriteria sangat efektif. (2) Partisipasi belajar siswa siklus I (52,42%), siklus II (83,28%), siklus III (93,85%). Dari data tersebut dapat disimpulkan pada siklus III telah mencapai kriteria sangat aktif. (3) Hasil belajar siswa siklus I (61,85%), siklus II (72,14%), siklus III (90,57%). Dari data tersebut dapat disimpulkan pada siklus III telah mencapai kriteria sangat tuntas. (4) Respon siswa ditetapkan disetiap indikator yang diamati dengan ketentuan ≥80%. Dan hasil indikator 1 presentase yang diperoleh sebesar 89,71%, indikator 2 hasil yang diperoleh 86,85%, indikator 3 hasil yang diperoleh 82,28%, indikator 4 hasil yang diperoleh 81,14%, indikator 5 hasil yang diperoleh 86,85%, indikator 6 hasil yang diperoleh 84 %, indikator 7 hasil yang diperoleh 93,14%, indikator 8 hasil yang diperoleh 83,42%, indikator 9 hasil yang diperoleh 92,57%, indikator 10 hasil yang diperoleh 90,85%. Dari data tersebut dapat dikategorikan bahwa angket respon siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe everyone is a teacher here ini dapat dikatakan sangat tinggi.Kata kunci : Kooperatif; Everyone Is a Teacher Here; Partisipasi; Hasil belaja
Pengaruh Efikasi diri dan pembelajaran kewirausahaan terhadap minat berwirausaha pada siswa kelas XI SMK PGRI 2 Tuban tahun pelajaran 2021/2022
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Efikasi Diri Dan Pembelajaran Kewirausahaan Terhadap Minat Berwirausaha Kelas XI SMK PGRI 2 Tuban Tahun Pelajaran 2021/2022 Penelitian ini dilakukan pada siswa SMK PGRI 2 Tuban tahun pelajaran 2021/2022 pada bulan April-Juli 2022. Populasi pada penelitian ini adalah 101 siswa, diambil sampel sebanyak 51 menggunkan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinieritas dan heteroskedastisitas, analisis regresi berganda, dan uji hipotesis yag meliputi uji T, Uji F serta koefisien determinasi. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menggunaka SPSS v.26 menunjukkan bahwa tiap butir kuisioner dari indikator bersifat valid dan reliabel. Pada asumsi klasik data berdistribusi normal, terdapat hubunga linier antar variabel, tidak terjadi multikolinieritas dan heteroskedastisitas. Pada hasil uji T menjelaskan bahwa thitung X1 sebesar (4,253) ˃2,012 dengan nilai signifikansinya 0,00 ˂ 0,05 maka Ho ditolak. thitung X2 sebesar (2,265) ˃2,012 dengan nilai signifikansinya 0,028 ˂ 0,05 maka Ho ditolak. Kemudian pada hasil uji F secara simultan variabel X berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y dengan nilai F hitung (18,677)˃ F tabel (3,19) dengan taraf sigifikansi 0,00 ˂ 0,05. Dan hasil ujii koefisien determinasi menunjukkan besarnya pengaruh variabel X ke Y sebesar 43,6
ANALISA PENGARUH VARIASI FILTER DENGAN METODE HORIZONTAL TERHADAP PRODUKSI GARAM
Garam merupakan komoditas yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Garam banyak digunakan untuk industri yang meliputi industri kimia, industri aneka pangan, industri farmasi, industri perminyakan, dan juga untuk industri penyamakan kulit. Kualitas garam dapat mengalami penurunan jika terjadi pencemaran. Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban merupakan daerah industri dimana air laut banyak tercemar oleh sisa buangan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mencari teknologi tepat guna yang dapat memperbaiki produksi garam serta dapat di aplikasi kepada masyarakat. Teknologi yang dipakai pada penelitian ini adalah desain eksperimen filter pada tahap proses produksi garam. Terdapat 3 model jenis bahan filter yang digunakan, yaitu model A (batu karang, pasir), model B (arang, pasir), model C (ijuk, pasir) dan control dengan jumlah sampel masing masing 3 replika. Hasil dari massa garam dilakukan pengolahan data dilakukan pengolahan data dengan statistik dan diketahui faktor yang paling berpengaruh terhadap produksi garam. Hasil penelitian massa produksi garam pada filter B paling tinggi yaitu 39 gram dalam 1 liter air laut dan nilai salinity paling tinggi yaitu 33%. Filter memiliki pengaruh terhadap produksi garam, karena filter dapat mempercepat penuaan air laut dan juga mengikat pengotor yang ada pada air sehingga garam mudah terbentuk. Nilai PH sebelum dan setelah filter batu karang naik dari PH 6,7 menjadi 7,8. Hasil garam yang dihasilkan paska filter garam berwarna lebih putih, bersih dan partikelnya lebih kecil. Pada penelitian ini filter model A berpotensi lebih baik untuk menghasilkan massa kandungan NaCl yang optimal. Perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai analisa kualitas garam kadar air, kelarutan dan persen kadar NaCl sehingga garam layak untuk diproduksi massal.
Kata Kunci: Kualitas Garam; Variasi Filter; Desain Eksperimen; Produks
Majas yang terkandung dalam album lagu 20:20 karya Fiersa Besari Kajian Stilistika
Penelitian ini membahas tentang majas yang terkandung dalam album lagu 20:20 karya Fiersa Besari menggunakan kajian Stilistika, majas sama dengan gaya bahasa yang merupakan pemakaian suatu ragam bahasa.
Peneliti menganalisis jenis-jenis majas dalam album lagu 20:20 sebanyak 8 judul lagu. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif pada tahap pertama untuk mengumpulkan data dilakukan dengan cara menyimak dan memahami satu persatu dalam 8 lirik lagu album Fiersa Besari Setelah tahap pengumpulan data, tahap berikutnya yaitu analisis data. menganalisis data tentunya menggunakan metode-metode yang tepat supaya peneliti mencapai tujuan dari penelitian ini agar tercapai setiap analisis data dalam lirik lagu.
Hasil penelitian jenis-jenis majas dalam album lagu 20:20 peneliti telah menganalisis, lebih banyak majas aliterasi semacam majas yang berwujud perulangan kata konsonan yang sama dan adapun majas paradoks semacam gaya bahasa mengandung suatu pertentangan yang nyata dengan fakta yang ada didalam 8 lirik lagu dalam menaganalisis sebuah lagu ada pernyataan yang berlebihan termasuk majas hiperbola sehingga peneliti sudah menganalisis data tabel jenis-jenis majas dalam album lagu 20:20 karya Fiersa Besari.
Bedasarkan analisis kesimpulan maka peneliti mengajukan saran sebagai berikut ; dari 8 lirik lagu lebih banyak menggunakan majas aliterasi yaitu sebuah perulangan kata konsonan yang sama setiap lirik dari 8 judul lagu 20:20 karya Fiersa Besari.
Blended Learning Using Autoplay Media Studio 8 Program And Edmodo In Teaching Pronunciation Practice
The purposes of this research is to describe the teaching process with blended learning, teaching media used, and the assessment of teaching done in the classroom and online class. The methodology of this study is qualitative descriptive study. The instruments of the research are: first, observation in class; second, questionnaire to know the students‘ response about Autoplay media studio 8 program as teaching media. The questionnaire consist of 15 items statements; and third, interview to find out the students‘ opinion about Blended Learning. The data analysis shows that Blended Learning is a method that is effective, interesting, and easy to use. The result of the analysis from the questionnaire and the interview showed that students assume Blended Learning could be applied as a method for Pronunciation Practice class. These finding indicate Blended Learning applied in Pronunciation Practice class helps students to maximize learning time as well as replace time students who can not attend in class
Applying Project Based learning (PBL) Model for Students of English for Young Learners Course
This paper describes the digital storytelling task applied in speaking class of second year students of English Study Program, including advantages students achieve from storytelling and technology integration as well as suggestions for classroom implementation. The necessity for students to use effective written communication and to be technologically literate remains strong. Meanwhile, English teachers charged with developing these skills are searching for ways to engage students in the writing process and integrate technology into daily learning activities. Digital storytelling aligns with both of these objectives. This strategy invites students into the writing process on a personal level and integrates several technologies into the final project. With careful planning and preparation, digital storytelling present students with a deeply meaningful learning experience. Many students readers and writers, will be highly motivated by the personal nature of storytelling and the integration of technology. An interactive technology can keep the students engaged into the material. As they build their stories, students will be reading for depth and understanding, and gaining proficiency with the vocabulary, structure and pronunciation of language. Finally, students will gain greater competence with technology as they refine their problem-solving skills. Sharing personal stories and engaging in this variety of thinking skills will prove to be a rewarding experience for both teachers and students