e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA EKOSISTEM (DIOSIS) PADA MATA PELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 1 LODAN KULON
Tujuan penelitian ini guna menciptakan sebuah media diorama ekosistem (diosis) sebagai sarana untuk meningkatkan pemahanan IPAS pada materi ekosistem bagi siswa kelas V SDN 1 Lodan Kulon. Tujuan lainnya adalah untuk mengatasi kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis benda kongkrit dan media interaktif di sekolah tersebut. Penelitian yang digunakan memakai metode penelitian pengembangan R&D (Research and Development) yang mengikuti model pengembangan ADDIE, yang terdiri lima tahap analysis, design, development, implementation, evaluation. Pengumpulan data dijalankan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes. Berdasarkan keseluruhan penilaian produk Diosis mendapat penilaian validasi ahli media yakni 95%, ahli materi dengan 84% juga penilaian ahli bahasa mendapat nilai persentase sebesar 91%, penilaian ketiga ahli dinyatakan ke dalam kriteria valid. Diosis juga mendapatkan persentase nilai yakni 94% oleh angket respon guru serta 97% dari angket respon siswa, juga masuk pada kategori sangat praktis. Perolehan tingkat keefektifan mencapai nilai sebesar 91% dan dinyatakan efektif. Jadi media diorama ekosistem (diosis) dinyatakan layak dan valid untuk digunakan, serta efektif pada peningkatan hasil belajar
EKSPLORASI TUMBUHAN DAN HEWAN NON BUDIDAYA DALAM KULINER LOKAL MASYARAKAT TUBAN JAWA TIMUR
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya dan memiliki karakter keanekaragaman hayati dan budaya yang beragam. Kuliner lokal sebagai salah satu produk budaya yang memanfaatkan kekayaan sumber daya hayati di suatu wilayah termasuk di Kabupaten Tuban Jawa Timur. Terdapat berbagai macam jenis kuliner lokal yang dikonsumsi oleh masyarakat lokal secara turun temurun. Hasil penelitian sebelumnya terungkap bahwa ada 38 jenis hidangan tradisional khas Tuban yang berpotensi dalam pengembangan ekowisata berbasis kuliner di Kabupaten Tuban. Namun demikian sumber daya hayati bahan baku hidangan tradisional tersebut belum dieksplorasi ketersediannya terutama bahan baku yang bersifat lokal sehingga keberlanjutan kuliner tradisional khas Tuban ini belum bisa diprediksikan pengembangannya di masa yang akan datang. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melakukan eksplorasi sumber daya tumbuhan dan hewan non budidaya dalam bahan kuliner masyarakat di Tuban. Penelitian ini dilakukan dengan cara eksplorasi pada 20 Kecamatan di Kabupaten Tuban dengan metode survey, wawancara dan eksplorasi secara langsung di lapangan. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat 3 jenis tumbuhan non budidaya dalam jajanan tradisional khas Tuban serta 6 jenis hewan non budidaya yang terdapat dalam makanan tradisional khas Tuban
PROBLEMATIKA PENERAPAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DALAM MATA PELAJARAN EKONOMI DI MADRSAH ALIYAH NEGERI 2 TUBAN
Kurikulum merdeka belajar merupakan gagasan kurikulum yang mewajibkan bagi peserta didik untuk mandiri. Mandiri mempunyai arti bahwa setiap peserta didik diberikan keleluasan untuk memperluas pengetauhan yang diperoleh dari proses pendidikan yang ada disekolah ataupun luar sekolah. Guru harus mampu mengembangkan keterampilan mengajarnya agar dapat mengajar dan membimbing peserta didik agar dapat memanfaatkan keterampilan berpikirnya dengan baik. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka, mengidentifikasi problematika yang dihadapi oleh guru dalam penerapan kurikulum merdeka, serta mendeskripsikan solusi yang dilakukan oleh guru dalam penerapan kurikulum merdeka. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara; observasi; dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data sampai dengan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga permasalahan yang dihadapi oleh guru ekonomi dan solusi yang dilakukan guru untuk menghadapi problematika penerapan kurikulum merdeka. Tiga permasalahan tersebut yakni guru kesulitan beradaptasi terhadap perubahan dari kurikulum lama menjadi kurikulum merdeka; guru kesulitan merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik; guru kesulitan untuk mengubah kebiasaan lama yang diterapkan dalam kurikulum 2013. Sedangkan solusi yang dilakukan guru dalam menghadapi permasalahan tersebut yaitu, Sharing pengalaman baik dengan sesama pendidik; melakukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik; keikutsertaan pelatihan atau workshop Implementasi Kurikulum Merdeka
DAMPAK ONLINE SHOP TERHADAP GAYA HIDUP KONSUMTIF MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS PGRI RONGGOLAWE
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas PGRI Ronggolawe (ditinjau dari jenis kelamin, tahun angkatan dan situs online shop yang sering dikunjungi) serta mengkaji pengaruh online shop terhadap gaya hidup konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNIROW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 63 sampel responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online melalui google form dan menggunakan analisis regrsi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa online shop berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap gaya hidup konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNIROW dengan nilai signifikansi 0.010 < 0.05 dan t_(hitung = )2.661 > t_(tabel= )1.670. Berdasarkan uji koefisien determinasi (R^2), variabel online shop hanya dapat menjelaskan sekitar 10,4% variasi dalam variabel gaya hidup konsumtif. Hal ini membuktikan bahwa masih terdapat faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi gaya hidup konsumtif mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNIROW dan diluar pembahasan penelitian. Keterbatasan penelitian meliputi sampel yang terbatas pada satu program studi dan penggunaan metode kuantitatif saja. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap gaya hidup konsumtif mahasiswa.
Kata kunci : Online Shop, Gaya Hidup Konsumtif, Mahasiswa, Pendidikan Ekonomi
 
KARAKTERISASI BAKTERI SELULOLITIK DARI RHIZOSFER TANAMAN JATI DI LAHAN BEKAS TAMBANG BATU GAMPING TEKNIK GROOVE PLANTING SYSTEM PASCA APLIKASI VERMICOMPOSTING
Adanya bakteri selulolitik di lahan reklamasi dapat menjadi indikator tingkat kesuburan tanah sekaligus keberhasilan reklamasi secara biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bakteri selulolitik pada rhizosfer tanaman jati di lahan bekas tambang batu gamping teknik GPS (Groove Planting System) pasca aplikasi vermicomposting di PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk. Pabrik Tuban. Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasi. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengambilan sampel tanah, pembuatan media CMC, isolasi bakteri selulolitik, purifikasi isolat, karakterisasi bakteri selulolitik dengan pengamatan makroskopis berupa warna, bentuk, elevasi, dan tepian koloni, pengamatan mikroskopis berdasarkan hasil pewarnaan gram, serta uji biokimia berupa uji katalase dan uji respirasi. Berdasarkan penelitian, didapatkan tujuh isolat bakteri selulolitik yaitu SL1, SL2, SL3, SL4, SL5, SL6, dan SL7 pada rhizosfer tanaman jati. Isolat SL1, SL2, SL3, dan SL5 dengan karakteristik bentuk sel bacil, gram positif, katalase positif, dan respirasi aerob memiliki kemiripan karakteristik dengan genus Bacillus, isolat SL4 dengan karakteristik gram negatif, bentuk sel coccobacil, katalase positif, dan respirasi aerob memiliki kemiripan karakteristik dengan genus Alteromonas, isolat SL6 dengan karakteristik gram negatif, bentuk sel bacil, katalase positif, dan respirasi aerob memiliki kemiripan karakteristik dengan genus Azotobacter, dan isolat SL7 dengan karakteristik gram positif, bentuk sel coccobacil, katalase positif, dan respirasi aerob memiliki kemiripan karakteristik dengan genus Cellulomonas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMP
Hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di SMP Negeri 4 Tuban menunjukkan bahwa model pembelajaran yang selama ini digunakan lebih terkesan monoton dan membosankan karena didalamnya hanya terdapat teori-teori yang seringkali hanya berisi catatan tertulis dan seringkali penyampaian materi hanya dilakukan dengan metode lama yang hanya mencakup satu gaya belajar saja, sehingga siswa belum terlibat aktif dalan pembelajaran. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh dari penerapan model Problem Based Learning dengan media interaktif terhadap berpikir kritis matematika siswa SMP Negeri 4 Tuban pada kelas VII. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu pendekatan yang menggunakan angka sebagai hasil data dari penelitian. Peneliti menggunakan nonequivalent control group design dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik cluster random sampling digunakan sebagai teknik untuk pengambilan sampel pada penelitian ini dengan cara pengundian. Sehingga di dapat kelas VII A sebagai kelas eksperimen dan kelas D sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analis data menggunakan uji Mann-Whitney karena data tidak berdistribsi normal, hasil uji Mann-Whitneyy yaitu yaitu keputusan yang didapat juga ditolak. Jadi kesimpulannya bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media interaktif memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII SMP Negeri 4 Tuban
DESAIN MEDIA BIMAMU UNTUK MENSTIMULASI KEMAMPUAN BERHITUNG ANAK USIA DINI
Tujuan dari proyek ini adalah untuk membuat Bimamu, atau Numbers Forward and Backward, sebuah desain media pembelajaran inventif yang akan meningkatkan kemampuan numerasi anak-anak usia dini di RA Al-Falah, Kabupaten Tuban. Masalah yang ditemukan adalah betapa sulitnya bagi anak-anak untuk memahami konsep penjumlahan dan pengurangan ketika mereka menggunakan alat pengajaran konvensional seperti jari dan kartu angka. Tujuan dari media bimamu adalah untuk memberikan pendekatan pengajaran yang lebih menarik dan dinamis. “Teknik Penelitian dan Pengembangan (R&D) digunakan dalam penelitian ini, yang mencakup langkah-langkah analisis kebutuhan, desain produk, validasi oleh spesialis materi dan media, dan uji coba kelompok kecil dan besar.” Validasi ahli menunjukkan bahwa penggunaan media ini sangat layak, dengan 84% ahli media dan 84% ahli materi menunjukkan bahwa hal itu memungkinkan. Tingkat kelayakan uji coba kelompok besar dengan 14 anak adalah 87%, tetapi tingkat kelayakan uji coba kelompok kecil dengan 5 anak adalah 93%. Nilai rata-rata hasil belajar anak meningkat dari 2,7 menjadi 9,85 setelah menggunakan media, dan persentase penyelesaian kelas meningkat dari 60% menjadi 2,7, yang menunjukkan peningkatan hasil belajar sebesar 87%. Hasil belajar anak juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian, media Bimamu dapat dimanfaatkan di RA Al-Falah dan sekolah lainnya sebagai media pembelajaran alternatif karena terbukti berhasil meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini
OUTBOUND KID’S UNTUK MENGEMBANGKAN ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI DI TKIT AL USWAH TAMBAKBOYO
Tendik atau biasa disebut tenaga pendidik ini ialah fasilitator untuk anak dimana diminta inovatif dalam mempersiapkan sumber pembelajaran. Tendik pun diperlukan memahami elemen pertumbuhan anak untuk diberi stimulus biar tumbuh dengan terbaik. Bermacam-macam implementasi pembelajaran mendapatkan diimplementasikanenggunakan permainan outbound. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud agar mendeskripsikan aspek perkembangan apa saja yang mampu dikembangkan melalui kegiatan outbound. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian diskriptif kualitatif, sedangkan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Perkembangan siswa di TKIT Al Uswah terbilang cukup baik, hanya saja terkadang mudah bosan dengan materi pembelajaran yang ada, dengan adanya outbound ini perkembangan siswa berkembang sangat baik, menurut peneliti siswa mampu mengembangkan jati diri mereka sesuai kemampuan masing-masing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: outbound mampu mengembangkan aspek perkembangan anak dengan pedoman tujuan pembelajaran outbound. Beberapa permainan mampu menghasilkan semua elemen perkembangan anak-anak terlebih perkembangan sosial emosional. Adapun permainannya yaitu jaring laba-laba membantu mengembangkan kognitif serta motorik kasar, memanah membantu mengembangkan seni, fokus dan motorik halus, flying fox membantu mengembangkan sosial emosional dan menggelinding seperti bola membantu mengembangkan kekompakan dan kerjasama. Semua permainan dalam outbound dapat mengajarkan anak pembelajaran yang bervariasiehingga siswa tidak akan mudah bosan. Kegiatan ini juga mengajarkan guru betapa pentingnya bermain sambil belajar untuk anak usia dini. Permainan yang diperoleh saat outbound bisa digunakan sebagai metode belajar di sekolah
PENGEMBANGAN MEDIA KOTAK PINTAR BERBASIS LITERASI (KAPIBARA) KELAS IV UPT SD NEGERI BOGOREJO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kepraktisan, keefektifan, dan validitas proses pengembangan media. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dan produk akhirnya adalah media pembelajaran kotak pintar berbasis literasi (KAPIBARA). Siswa UPT SD Negeri Bogorejo Tuban kelas IV dijadikan sebagai subjek penelitian. Tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi terdiri dari tahapan model ADDIE. Lembar observasi, wawancara, validasi, angket dengan jawaban guru dan siswa, serta penilaian kemampuan semuanya digunakan dalam proses pengumpulan data. Hasil validasi menunjukkan Media Smart Box Berbasis Literasi memperoleh skor 97,5% dengan kategori sangat valid. Validasi materi memperoleh skor 91% dengan klasifikasi sangat valid, dan validasi ahli bahasa memperoleh skor 96% dengan kategorisasi sangat valid. Skor rata-rata sebesar 85,29% pada tes N-Gain Score yang mengukur efektivitas dianggap sangat efektif. Dari segi kepraktisan, 92,5% jawaban instruktur masuk dalam kategori sangat praktis, sedangkan 95,5% jawaban siswa masuk dalam kategori sama. Asumsi bahwa Kotak Pintar Berbasis Literasi merupakan alat yang sah dan praktis dalam kegiatan belajar mengajar didukung oleh temuan penelitian ini
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN KATA BERGAMBAR (PANCATAGA) PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS I SDN SUMBERMULYO
Proses belajar, khususnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas I siswa sulit memahami apa itu suku kata, kesulitan membedakan huruf dan merangkai suku kata menjadi kata. Hal tersebut terjadi karena media yang digunkan dalam proses pembelajaran kurang menarik perhatian siswa. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi validitas, efektivitas, dan kepraktisan media pembelajaran papan kata bergambar untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penelitian menggunakan metode R&D dengan model ADDIE, penelitian ini melibatkan lima tahapan: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjeknya termasuk siswa kelas 1 SDN Sumbermulyo, guru kelas 1, dan validator. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, angket, dan tes, kemudian dianalisis. Hasilnya memperlihatkan jika media ini layak, praktis, dan efektif digunakan, dengan validasi media mencapai 95% dan validasi materi 90% , validasi bahasa memperoleh 86%. Respon guru memperoleh persentase sebesar 96% dari peserta didik mendapat 92%, dan ketuntasan klasikalnya 94%