e-Prosiding Seminar-Konferensi-Simposium Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
Not a member yet
1462 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA BILIK PINTAR (BINTAR) PADA MATERI KEANEKARAGAMAN BUDAYA INDONESIA IPAS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV UPT SD NEGERI MANDER I
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan media bilik pintar (bintar) pada materi keanekaragaman budaya Indonesia IPAS untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV UPT SD Negeri Mander I. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu penelitian pengembangan atau R&D menggunakan model ADDIE meliputi lima tahap saling berhubungan antara lain Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluate. Subyek uji coba produk terdiri dari 21 siswa kelas IV UPT SD Negeri Mander I. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, angket, tes serta dokumentasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah media bilik pintar (bintar) dinyatakan sangat valid memperoleh persentase ahli media 94,54%, ahli materi 92%, ahli bahasa 85%. Lembar observasi aktivitas peneliti selama proses pembelajaran menggunakan media bilik pintar yaitu memperoleh persentase 93,33% dinyatakan sangat efektif. Hasil tes uji coba memperoleh N-Gain 0,81 dengan kriteria tinggi. Angket respon guru dan siswa diberikan setelah peneliti melakukan uji coba produk media bilik pintar, angket respon guru memperoleh persentase 87,5% serta angket respon siswa 92,26% keduanya dinyatakan sangat praktis. Berdasarkan informasi atau data yang diperoleh maka media bilik pintar telah valid, efektif serta praktis digunakan pada proses kegiatan belajar mengajar
ANALISIS UJI VALIDASI AHLI MATERI PADA KEMAMPUAN MENGHAFAL SURAT PENDEK DI KELOMPOK A MENGGUNAKAN METODE YAHQI
Penelitian ini bertujuan mengkaji hasil penilaian dari para ahli materi terkait modul pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan anak kelompok A di TK Dharma Wanita Jegulo 01 dalam menghafal surat-surat pendek menggunakan metode Yahqi. Latar belakangnya adalah karena cara menghafal surat pendek yang kurang menarik bagi anak-anak di kelompok tersebut. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrumen berupa uji kelayakan materi, yaitu modul ajar itu sendiri. Metode penelitiannya adalah eksperimen dengan rancangan kelompok kontrol pretest-posttest, di mana data dikumpulkan melalui lembar validasi yang diisi oleh ahli-ahli materi. Aspek yang diperiksa dalam validasi mencakup sejauh mana materi cocok dengan tujuan belajar, kelayakan isinya, keakuratan konsep, serta kesesuaiannya dengan ciri-ciri anak usia dini. Hasilnya menunjukkan bahwa materi tersebut dinilai valid dengan skor 0,7778, yang masuk kategori cukup tinggi dan siap digunakan dalam proses belajar. Akhirnya, metode Yahqi terbukti efektif sebagai cara menghafal yang seru, relevan dengan konteks, dan cocok untuk mendukung perkembangan anak usia dini
KEANEKARAGAMAN FAMILI FORMICIDAE PADA LAHAN REKLAMASI SISTEM GPS (GROOVE PLANTING SYSTEM) YANG DIAPLIKASIKAN VERMIKOMPOS DI KAWASAN BEKAS TAMBANG BATU KAPUR
PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban menerapkan metode penanaman secara GPS (Groove Planting System) mulai tahun 2019 untuk memulihkan vegetasi sebagai upaya optimalisasi program reklamasi tambang yang sebelumnya dilakukan dengan metode konvensional. Kemudian mulai tahun 2022 diterapkan penggunaan pupuk organik berupa vermikompos untuk menunjang penanaman yang dilakukan dengan metode GPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi jenis dan tingkat keanekaragaman semut serta perannya pada lahan bekas tambang batu kapur PT. Semen Indonesia Persero Tbk Pabrik Tuban yang direklamasi dengan sistem GPS (Groove Planting System) dan aplikasi vermikompos. Metode pengumpulan sampel yang digunakan adalah dengan penggunaan pitfall trap. Data dianalisis dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon Wienner, indeks kemerataan Pielou dan indeks dominansi Simpson. Didapati hasil dari penelitian ini adalah komposisi keanekaragaman famili Formicidaenya terdiri atas spesies Tetramorium bicarinatum, Paratrechina longicornis, Camponotus pennsilvanicus dan Anoplolepis gracilipes. Berdasarkan hasil analisis indeks diperoleh kategori tingkat keanekaragaman yang cenderung masih rendah dengan nilai H’=0,536; D=0,689; E=0,497. Didominasi oleh Tetramorium bicarinatum yang merupakan spesies pionir yang dapat mendukung perbaikan tanah
ANALYSIS OF PRESUPPOSITION ON JOY’S UTTERANCES IN EVERYTHING EVERYWHERE ALL AT ONCE MOVIE
This study aims to identify the types of presupposition used by the character Joy in the film Everything Everywhere All at Once, as well as to determine the most dominant type. The research employs a descriptive qualitative method and analyzes Joy’s utterances that contain presuppositions based on George Yule’s (1996) classification, which includes six types: existential, factive, non-factive, lexical, structural, and counterfactual presuppositions. Data were collected through observation and document analysis of the film’s screenplay and were analyzed using Atlas.ti software to code and categorize the types of presuppositions. The findings reveal a total of 50 utterances containing presupposition, with the following distribution: existential 22 data (44%), lexical 9 data (18%), structural 9 data (18%), factive 5 data (10%), counterfactual 3 data (6%), and non-factive 2 data (4%). The most dominant type is existential presupposition. This study contributes to the field of pragmatics by enhancing the understanding of how implicit meaning is constructed through presupposition in everyday communication, as represented through film dialogue
KARAKTERISASI HIDANGAN DALAM UPACARA ADAT SURONAN OLEH KAWRUH BATIN TULIS TANPA PAPAN KASUNYATAN di TUBAN JAWA TIMUR
Upacara Suronan yang digelar oleh Kawruh Batin Tulis Tanpa Papan Kasunyatan (KBTTPK) Cabang Tuban mencerminkan kekayaan nilai spiritual yang berpadu erat dengan simbol-simbol ekologis. Bukan sekadar seremoni budaya, tradisi ini dipahami sebagai jalan batin untuk mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus membersihkan hati secara spiritual dimana dalam kegiatan ini KBTTPK menyajikam hidangan khas. Fokus penelitian ini adalah mendalami karakteristik hidangan yang disajikan dalam prosesi Suronan serta mengungkap makna simbolik dari tiap unsur alam yang digunakan. Metode yang dilakukan dalam penlitian ini adalah observasi langsung dan wawancara mendalam dengan anggota komunitas serta tamu undangan untuk menjadi metode utama dalam menggali informasi. Temuan di lapangan menunjukkan bahwa hidangan yang disuguhkan berupa Nasi tumpeng, nasi kuning, nasi golong, ayam panggang, bubur suro 7 warna, polo pendem, polo gemandul, bumbu nasi kuning, bumbu nasi tumpeng, gedang ulin, gedang rojo, kopi. Tidak hanya berfungsi sebagai konsumsi, tetapi juga mengandung pesan-pesan simbolis yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Makanan fermentasi membawa kehadiran mikroorganisme sebagai bagian dari ritual; tumbuhan digunakan sebagai lambang kesuburan dan anugerah; sedangkan hewan melambangkan makna pengorbanan dan perjalanan spiritual. Penggunaan unsur alam ini memperlihatkan bagaimana praktik budaya lokal mampu merangkul sekaligus merawat nilai-nilai ekologis dan spiritual dalam satu kesatuan tradisi
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI SOSIAL GENERASI SANDWICH PADA FILM 1 KAKAK 7 PONAKAN
Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi sarana penting dalam merepresentasikan realitas sosial, melalui simbol, narasi, dialog, dan elemen visual. Film mampu menyampaikan pesan mendalam tentang fenomena yang terjadi dalam masyarakat, salah satunya adalah fenomena generasi sandwich yakni individu yang berada di tengah beban ganda, menanggung kebutuhan orang tua sekaligus anak atau keluarga lainnya. Penelitian dalam karya ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Ferdinand de Saussure, yang memaknai tanda sebagai hubungan antara penanda (signifer) dan petanda (signified). Hasil penelitian menunjukkan bahwa film 1 kakak 7 ponakan secara kuat merepresentasikan realitas sosial generasi sandwich melalui simbol visual seperti rumah sederhana, dan pakaian lusuh, narasi yang menunjukkan tekanan sosial dan peran ganda, dialog yang sarat makna pengorbanan, tanggung jawab, dan keterbatasan ekonomi, serta elemen suasana yang menunjukkan keheningan penuh kesedihan atau tekanan emosional tokoh dan musik juga memperkuat pesan haru dan perjuangan tokoh utama. Tokoh utama yang menjadi tulang punggung keluarga menggambarkan beban ganda yang dialami generasi sandwich, yaitu merawat dan membiayai adik-adik atau ponakan secara bersamaan. Film ini berhasil membangkitkan empati dan memberikan gambaran yang mendalam tentang tekanan emosional, sosial, dan ekonomi yang dialami generasi sandwich
ANALISIS NARATIF PELAKSANAAN PELATIHAN PENYUSUNAN KURIKULUM DALAM RANGKA PENGUATAN KOMPETENSI PENDIDIK PAUD DI KECAMATAN MERAKURAK
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendidik PAUD di Kecamatan Merakurak dalam penyusunan kurikulum yang sesuai dengan standar yang berlaku. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, dan praktik langsung, di mana peserta diajarkan cara menyusun kurikulum PAUD yang berbasis pada kebutuhan perkembangan anak usia dini. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap materi yang diajarkan. Pengamatan terhadap produk yang dihasilkan juga menunjukkan kualitas kurikulum yang lebih baik dan sesuai dengan standar. Meskipun demikian, pelaksanaan pelatihan ini menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, serta variasi kemampuan peserta dalam mengoperasikan teknologi. Sebagai langkah keberlanjutan, disarankan untuk menyediakan fasilitas yang lebih memadai, menjadwalkan pelatihan yang lebih fleksibel, serta memperkuat pendampingan berkelanjutan melalui platform daring untuk mendukung implementasi kurikulum. Dengan adanya evaluasi dan umpan balik dari peserta, program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pendidik PAUD di masa mendatang
ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN RISIKO PADA DRIVER EKSPEDISI SEMEN CURAH PABRIK TUBAN PT. SINAR INDAH PERKASA DENGAN METODE PRELIMINARY HAZARD ANALYSIS (PHA)
PT. Semen Indonesia sebagai produsen semen terbesar di Indonesia, salah satu rekanannya untuk distribusi produk yaitu PT. Sinar Indah Perkasa. Dalam setiap perjalanan pengemudi perlu melakukan fatigue test, pre inspection kendaraan, memahami journey management plan (rute perjalanan). Banyak pengemudi yang tidak memperhatikan hal ini, yang menjadikan penyebab kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas pengemudi dan mengidentifikasi penyebab yang memiliki risiko tinggi dengan metode Preliminary Hazard Analysis (PHA). Selanjutnya, analisis terhadap risiko tinggi dilakukan dengan fishbone diagram (cause-and-effect diagram) untuk menghasilkan rekomendasi tindakan yang dapat diterapkan untuk mencegah risiko tersebut. Langkah awal metode Preliminary Hazard Analysis adalah mengidentifikasi bahaya akibat kecelakaan kerja pada pengemudi, dalam penelitian ini menghasilkan 10 aktivitas dengan 13 risiko yang berdampak pada pengemudi, kendaraan dan lingkungannya. Risiko tertinggi memiliki nilai estimasi kemungkinan dan konsekuensi mencapai 25. Kemudian diberikan untuk menghasilkan matriks risiko, yang menunjukkan hasil analisis skala risiko tingkat bahaya kecelakaan kerja. Nilai risiko tertinggi dari semua aktivitas dan potensi bahaya yaitu pada pengemudi, tidak melakukan pre trip inspection yang berisiko dalam kegagalan sistem rem, kurangnya kompetensi memahami rute perjalanan, memiliki skala risiko yang sama yaitu 20 (sangat tinggi) dengan kemungkinan terjadi 4 (kemungkinan besar terjadi) dan tingkat risiko 5 (katastropik, berpotensi menyebabkan kematian) menghasilkan total skala risiko 20 (sangat tinggi), dalam kategori prioritas Tingkat I yang mengindikasikan perlunya tindakan berlanjut, sebab risiko sudah tidak bisa diterima atau ditoleransi
AN ANALYSIS OF CODE MIXING USED BY AN INDONESIAN MOTIVATIONAL INFLUENCER ON DEAR AYA VIDEO YOUTUBE
This study investigates the phenomenon of code mixing in a motivational video from the Dear Aya YouTube channel titled “Kamu cuma butuh 21 HARI untuk upgrade diri secara fisik.” The objective of this research is to identify the types and functions of code mixing used by the speaker and to interpret how such language choices support communication in digital media. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through transcription and observation of the video content. The analysis used Muysken’s (2000) typology of code mixing namely insertion, alternation, and congruent lexicalization and Appel and Muysken’s (2006) framework to explore the functions. The findings show that the speaker used 144 instances of code mixing, with insertion being the most dominant type (62 occurrences, 43.06%), followed by alternation (53 occurrences, 36.81%) and congruent lexicalization (29 occurrence, 20.14%). The functions of code mixing included referential, directive, expressive, and phatic purposes. The speaker used English lexical items not only to convey clarity and emphasis but also to reflect a modern and relatable identity for the target audience. These findings suggest that code mixing serves as an effective rhetorical strategy in digital motivational discourse, particularly in the context of youth-oriented online content in Indonesia
KONSEPTUALISASI EKONOMI INOVATIF BERBASIS KAMPUS BERDAMPAK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
Penguatan sumber daya manusia melalui model ekonomi inovatif yang berbasis pada institusi pendidikan tinggi telah menjadi respons strategis terhadap tantangan sosial ekonomi masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonseptualisasikan model ekonomi kampus berdampak yang menegaskan peran universitas sebagai penggerak pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka sistematis, yang mensintesis bukti empiris dari artikel penelitian yang telah ditinjau sejawat dan diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025, dengan fokus pada inovasi, kualitas sumber daya manusia, kontribusi perguruan tinggi, dan kinerja ekonomi wilayah. Temuan menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi berkontribusi signifikan terhadap transformasi ekonomi lokal melalui pengembangan kewirausahaan, dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah, serta integrasi inovasi dalam kurikulum akademik. Kerangka kolaboratif seperti model triple helix yang menghubungkan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah memungkinkan terbentuknya ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan. Indikator dampak meliputi peningkatan daya saing lulusan, penguatan UMKM lokal, dan peningkatan pendapatan daerah. Integrasi pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan soft skill juga menjadikan lulusan lebih siap menghadapi tuntutan dunia kerja. Studi ini menyimpulkan bahwa model ekonomi kampus inovatif dapat menjadi katalis pengembangan sumber daya manusia dan inklusi ekonomi jika didukung oleh kebijakan adaptif, kolaborasi kelembagaan, dan kurikulum yang responsif terhadap konteks lokal. Model ini menawarkan kerangka yang dapat direplikasi untuk pembangunan wilayah, khususnya di negara berkembang, dan mendorong penelitian lanjutan untuk menguji penerapannya dalam berbagai konteks sosial ekonomi