Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Pengaruh Permainan Tradisional Kadende terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan tradisional kadende terhadap kemampuan motorik kasar anak. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Adapun subjek adalah 20 anak di Kelompok B TK Lambotan Desa Ulatan Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan dua Teknik, yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus persentase dan aplikasi SPSS Statistich 24. Uji hipotesis penelitian yang digunakan adalah uji-t berpasangan (paired t-test). Uji-t berpasangan (paired t-test) adalah salah satu metode pengujian hipotesis dimana sampel yang di gunakan sama, Uji t ini digunakan untuk mebandingkan kemampuan motorik kasar anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan kegiatan permainant radisional Kadende. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa permainan tradisional kadende berpengaruh terhadap kemampuan motorik kasar anak Kelompok B TK Lambotan Desa Ulatan Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong.. Melalui permainan tradisional kadende anak dapat melatih kemampuan motorik kasarnya seperti kekuatan kaki, keseimbangan dan kecepatan
Perbandingan Karakteristik Pembelajaran Berdiferensiasi dengan Kebutuhan dan Karakter Anak Usia Dini
Masa kememasan pada perkembangan manusia terjadi pada masa anak usia dini. Pada masa ini anak memerlukan pendidikan sederhana dan bermakna, perlu diberikan pendidikan yang tepat sesuai karakter anak. Anak usia dini memiliki emosi yang berlum stabil sifat sederhana dan senang bermain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan karakteristik pembelajaran berdiferensiasi dengan kebutuhan dan karakter siswa PAUD. Menggunakan metode studi literatur dari berbagai sumber relevan, termasuk jurnal, buku, dan dokumen lainnya, yang kemudian dibuat anlisis lalu penarikan kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan mencari literatur dalam rentang tahun 2017–2025 yang di akses dalam format pdf dan scholarly dengan menggunakan google scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik pembelajaran diferensiasi cocok dengan kebutuhan dan karakter siswa PAUD. Namun dalam penerapannya guru perlu melakukan penyesuaian dengan karakter perkembangan anak agar pembelajaran berdiferensiasi dapat berlangsung dengan baik, Pembelajaran Berdifferensiasi juga dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk memenuhi kebutuhan siswa PAUD. Implikasi penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berdiferensiasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa PAUD dan memenuhi kebutuhan individual mereka
Pengaruh Video Edukasi terhadap Penanaman Nilai-nilai Budaya Lokal pada Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh video edukasi terhadap penanaman nilai-nilai budaya lokal di Taman Kanak-kanak Negeri Sapta Marga 1 Pesisir Selatan. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya penanaman nilai budaya lokal Kato Nan Ampek, khususnya Kato Mandaki dan Kato Mandata dalam keterampilan berbicara anak. Anak cenderung berbicara tanpa mempertimbangkan norma kesopanan sesuai tingkatan lawan bicara, baik kepada guru maupun teman sebaya. Hal ini menunjukkan pembelajaran budaya berbicara berakar adat Minangkabau belum tertanam optimal dalam kebiasaan anak. Keterbatasan media pembelajaran juga menjadi kendala dalam menanamkan nilai budaya lokal. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan desain Quasi-Eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh anak Taman Kanak-kanak Negeri Sapta Marga 1 Pesisir Selatan berjumlah 44 orang dengan teknik pengambilan sampel Cluster Sampling pada kelas B2 dan B1 masing-masing 15 anak. Data dikumpulkan melalui teknik tes dan dianalisis menggunakan Uji Normalitas, Homogenitas, Hipotesis, dan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Gain Score kelas eksperimen sebesar 9,4 dan kelas kontrol 5,4. Terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas, sehingga Hipotesis alternatif diterima. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video edukasi berpengaruh signifikan terhadap penanaman nilai-nilai budaya lokal di Taman Kanak-kanak Negeri Sapta Marga 1 Pesisir Selatan
Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Emosional Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan emosional anak usia dini serta dampaknya terhadap perkembangan emosi anak laki-laki dan Perempuan di TK Dharma Wanita Bina Karya Utama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berupa studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan 3 orang ayah, 3 orang ibu, serta 1 guru kelas berpartisipasi dalam penelitian ini sebagai informan. Temuan studi mengindikasikan bahwa partisipasi aktif dari seorang ayah yang signifikan, khususnya dalam aspek keterjangkauan emosional dan interaksi langsung, berkontribusi pada ekspresi emosi yang sehat, regulasi emosi yang baik, serta kepercayaan diri anak. Sebaliknya, minimnya keterlibatan ayah berdampak pada kesulitan anak dalam mengelola emosi, ketakutan, dan penarikan diri secara sosial. Studi ini mengungkapkan bahwa kontribusi seorang ayah sangat penting dalam menciptakan keseimbangan emosi pada anak sejak usia dini. Kehadiran emosional ayah memiliki peran penting dalam pembentukan emosi anak usia dini. Ayah yang terlibat secara empatik dan responsif mampu menciptakan hubungan yang mendukung kestabilan emosi, kepercayaan diri, dan keterbukaan anak
Inovasi Permainan Tradisional ‘’Manthung’’ : Media untuk Menstimulasi Kemampuan Membilang Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis permainan tradisional manthung untuk menstimulasi kemampuan membilang anak usia dini. media ini merupakan inovasi dari permainan jutikan khas Yogyakarta yang dimodifikasi menjadi alat bantu hitung yang konkret, menarik, dan bermakna. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model penemabngan ADDIE, yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Tahapan pengembangan disusun berdasarkan kebutuhan lapangan yang telah dianalisis sebelumnya. Subjek penelitian ini adalah anak-anak taman kanak-kanak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis untuk mengukur validasi efektivitas media dengan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media manthung tergolong valid sebagai alat bantu pembelajaran membilang, Uji keefektifan menunjukkan hasil sebesar 87, 21,yang termasuk dalam kategori kategori sangat efektif untuk mesntimulasi kemampuan membilang anak usia dini. kedepannya, media ini di harapkan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mestimulasi aspek kognitif lainnya, sekaligus contoh media pembelajaran yang mengangkat nilai budaya local dalam proses belajar yang menyenangkan
Pengaruh Metode Eksperimen Berbasis Permainan Sains terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia 5-6 Tahun
Salah isatu ikegiatan iuntuk imenumbuhkan ipotensi idan ipertumbuhan ianak-anak idi itahun-tahun iawal iadalah ipermainan isains. iAnak-anak iyang imempelajari isains ilebih imampu imengidentifikasi berbagai iobjek idan ikejadian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh metode eksperimen berbasis permainan sains terhadap keterampilan berpikir kritis anak-anak berusia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimental kuantitatif dengan desain quasi-eksperimental. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelompok B di TK Puspita Mojolangu, yang berjumlah 35 anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh. Metode pengumpulan data yang diterapkan adalah observasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah uji Mann Whitney U. Dalam penelitian ini, nilai yang diuji adalah nilai pre-test-post-test dari kelompok kontrol dan nilai pre-test-post-test dari kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen dapat secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis anak-anak berusia 5-6 tahun. Metode ini tidak hanya membantu anak memahami konsep sains, tetapi juga merangsang keterampilan analitis dan pemecahan masalah
Pola Asuh Orang Tua dalam Pembelajaran Tari Enggang pada Anak Suku Dayak Bahau
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh orang tua dalam pembelajaran Tari Enggang pada anak suku Dayak Bahau di Desa Mamahak Besar. Tari Enggang sebagai warisan budaya memiliki nilai-nilai luhur yang perlu dilestarikan, namun minat anak terhadap tari tradisional ini semakin menurun akibat pengaruh budaya populer dan perkembangan teknologi modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi, melibatkan lima informan yang terdiri atas dua orang tua, dua anak yang mengikuti pembelajaran Tari Enggang, dan satu pelatih tari sebagai informan pendukung. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan orang tua bersifat demokratis dan berorientasi pada pelestarian budaya, dengan dukungan aktif terhadap anak dalam proses belajar tari. Pembelajaran Tari Enggang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pewarisan budaya, tetapi juga membentuk karakter anak melalui nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap tradisi leluhur
Pengaruh Penggunaan Media Flash Card terhadap Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada anak usia 5-6 tahun di TK Berdikari Saiti, Desa Saiti, Kabupaten Banggai. Permasalahan yang diamati yaitu perkembangan bahasa anak usia dini yang belum berkembang secara optimal. Rendahnya kemampuan bahasa khususnya kemampuan berbicara dapat dipengaruhi oleh kurangnya stimulasi terhadap perkembangan bahasa anak. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan media yang disebut flash card yang dapat menstimulus atau meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperiment. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B sebanyak 10 yang mempunyai masalah pada aspek kemampuan bahasa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Berdasarkan perbandingan diketahui nilai signifikan 0.00 < 0.05 sesuai dengan dasar kemampuan keputusan dalam paired samples test maka hasil penelitian menunjukan bahwa, penggunaan media flash card mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kemampuan bahasa anak. Guru diharapkan dapat memanfaatkan media flash card secara kreatif dan variatif untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini, seperti melalui permainan, cerita bergambar, atau kegiatan tanya jawab sederhana
Berpikir Komputasi Anak Prasekolah : Tinjauan Sistematis
Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan tinjauan sistematis terkait berpikir komputasional anak usia dini berdasarkan penelitian empiris yang terbit di Scopus. Desain penelitian menggunakan metode tinjauan sistematis dengan 122 publikasi dari tahun 2015–2025 menggunakan istilah “berpikir komputasi anak prasekolah” pada judul, abstrak, dan kata kunci. Evaluasi dimulai 7 Juni 2025, dan data dianalisis menggunakan Scopus AI dan SciSpace. Temuan menunjukkan bahwa materi geometri relevan untuk memahami konsep Computational Thinking (CT). Keterampilan berpikir komputasional lebih tinggi pada anak laki-laki dibanding perempuan. Penelitian terkait pemrograman dan perkembangan kognitif anak prasekolah masih minim. Scratch Jr terbukti efektif meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Kecerdasan emosional berperan penting dalam efektivitas belajar CT. Media papan meningkatkan minat terhadap ilmu komputer. Strategi guru yang mengaitkan CT dengan matematika dan sains meningkatkan motivasi dan kerja sama anak. Keterbatasan terletak pada penggunaan tunggal basis data Scopus. Implikasi praktis melibatkan guru, dosen, dan pemangku kebijakan untuk pengembangan CT secara berkelanjutan. Implikasi sosial memberikan wawasan penerapan keterampilan CT pada anak usia dini. Nilai orisinalitas terletak pada kelangkaan kajian mendalam mengenai CT pada anak prasekolah dalam literatur akademik
Efektifikas Media Kartu Huruf Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak dan Berbicara Anak TK
Kemampuan menyimak dan berbicara siswa memiliki peranan sentral dalam pencapaian tujuan pembelajaran, namun di TKK gugus Golewa Barat ditemukan masih ada beberapa anak-anak belum memiliki kemampuan menyimak dan berbicara yang optimal. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui serta menganalisis kemampuan menyimak dan berbicara serta kemampuan menyimak dan berbicara secara simultan antara anak yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan media kartu huruf bergambar dengan anak yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah quisi experiment dengan desain post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah 92 anak TK B Gugus Golewa Barat. Data penelitian diambil melalui lembar ceklist dengan rating scale 1-4. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan anava satu jalur dan manova. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terjadi peningkatan kemampuan menyimak anak setelah dilakukan eksperimen dengan nilai sig. 0,000; (2) terdapat perbedaan kemampuan berbicara anak sebelum dan setelah dilaksanakan eksperimen dengan nilai sig. 0,000; (3) Diperoleh perbedaan dengan sig. 0,000 antara kemampuan menyimak dan berbicara anak sebelum dan sesudah dilakukan percobaan. Penelitian ini memberikan implikasi dengan terbantunya pendidik dalam proses belajar mengajar, sehingga anak menjadi lebih tertarik dalam mengikuti proses belajar dan lebih mudah menangkap informasi yang disampaikan oleh pendidik