Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Pengaruh Puzzle Game Elektronik terhadap Kemampuan Spasial dan Kreativitas Anak Usia Dini
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan puzzle game elektronik terhadap kemampuan spasial dan kreativitas anak usia dini Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk eksperimen factorial design 2 x 2. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 10 anak, dengan pengambilan sampelnya menggunakan teknik sampel total karena objek penelitian yang kecil yaitu keseluruhan populasi merangkap sebagai sampel penelitian. Sampel pada penelitian ini adalah anak di TK Islam Nibras Padang dengan kelompok eksperimen yang berjumlah 10 orang anak. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi dan lembar pernyataan. Kemudian data diolah dengan uji t- tes dengan bantuan software SPSS versi 27.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh puzzle game elektronik terhadap kemampuan spasial dan kreativitas anak yang dibuktikan dengan uji t- test, (1) Terdapat pengaruh puzzle game elektronik terhadap kemampuan spasial dengan hasil analisis diperoleh sig sebesar 0,000 < 0,05 (2) Terdapat pengaruh puzzle game elektronik terhadap kreativitas anak dengan hasil analisis diperoleh sig sebesar 0,000 > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa puzzle game elektronik berpengaruh signifikan terhadap kemampuan spasial dan kreativitas anak
Pengaruh Kegiatan Bermain dengan Pendekatan STEAM terhadap Kemampuan Bermain Balok Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini menganalisis pengaruh permainan balok terhadap kemampuan kemampuan STEAM (science technology engineering art mathematics) anak usia 5-6 tahun. Sebuah penelitian kuantitatif mengukur faktor-faktor yang diteliti melalui eksperimen, desain dalam penelitian ini yaitu Pre-Test and Post-Test with Non-Equivalent Control-Group yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki 15 anak di kelasnya. Hasil kedua kelompok dalam penelitian menggunakan uji-t berpasangan, sebelum dan sesudah. Nilai yang dianalisis dalam tes uji-t berpasangan Signifikan 0,000 < 0,05 jadi memiliki pengaruh terhadap permainan balok kemampuan STEAM (science technology engineering art mathematics) anak usia 5-6 tahun. Sebelum kontrol sebesar 58,00 dan setelah kontrol sebesar 75,93 menunjukkan perubahan 17,9 sedangkan sebelum eskperimen sebesar 60,67 dan setelah eksperimen sebesar 80,40 menunjukkan perubahan 19,8. Perubahan nilai kelompok kontrol lebih rendah dari kelompok eksperimen karena masing – masing kelompok berbeda perlakuan menggunakan balok dan tidak menggunakan balok. Dengan demikian, dapat membantu anak di sekolah maupun di rumah untuk memecahkan suatu masalah, berpikir logis, maupun simbolik
Peran Ibu dalam Perkembangan Sosial Emosional pada Anak Usia Dini: Fatherless
Kehadiran sosok kedua orang tua sangat penting terhadap perkembangan psikologis anak terutama dalam aspek sosial emosional anak usia dini. Namun, tidak dapat dipungkiri tidak semua anak dapat memenuhi aspek sosial emosional tersebut karena berbagai faktor, salah satunya adalah ketidakhadiran salah satu figur orang tua dalam kehidupan anak. Indonesia menduduki peringkat ketiga kondisi fatherless. Ketiadaan figur Ayah karena berbagai faktor seperti bekerja jauh atau meninggal dunia. Banyak sejumlah kasus menunjukkan bahwa anak usia dini rentan mendapatkan masalah mental dalam sosial emosionalnya. Penelitian yang dilakukan ini menjadi tujuan untuk menganalisis bagaimana peran Ibu dalam menjaga kestabilan sosial emosional anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam studi naratif. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara. Sejumlah 3 responden yang merupakan seorang Ibu diwawancarai untuk menganalisis secara mendalam pada penelitian ini dan dilaksanakan di lokasi kediaman masing-masing Ibu dan keluarga. Hasil menunjukkan bahwa sosial emosional anak tetap berkembang dengan baik dan stabil karena hadirnya sosok Ibu dalam keseharian dan kehidupannya
Analisis Gerakan Literasi Sekolah untuk Menumbuhkan Minat Baca Siswa
Penelitian ini berfokus pada dampak program Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat baca siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses kegiatan Gerakan Literasi Sekolah dan dampak Gerakan Literasi Sekolah terhadap minat baca siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Rendahnya minat baca di kalangan siswa dalam sistem pendidikan Indonesia mendorong pemerintah untuk meluncurkan program GLS. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Angket ditujukan untuk mengetahui minat membaca siswa dan angket terdiri dari 15 pernyataan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan angka 78,01%, temuan kuesioner minat baca menunjukkan bahwa minat baca siswa sangat tinggi ketika gerakan literasi diimplementasikan di SDN Madugondo. Banyak variabel yang berkontribusi terhadap minat baca anak yang kuat, seperti elemen internal keluarga yang mengenalkan mereka pada bacaan, mengajak mereka ke toko buku, dan mendorong mereka untuk memilih buku sesuai minat mereka
Tantangan Digital Parenting pada Pembentukan Karakter Anak Usia Dini
Penggunaan teknologi dalam pengasuhan anak memiliki potensi besar untuk mendukung pendidikan karakter anak. Dengan bimbingan yang benar, teknologi digital dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kreativitas, pemikiran kritis, dan kemampuan beradaptasi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi orang tua dalam implementasi digital parenting serta strategi mengatasi tantangan digital parenting. Penelitian ini menggunakan pendeketan kualitatif, dengan jenis penelitian case study (studi kasus). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kepanjen. Jumlah responden adalah 10 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model interaktif Milles & Huberman, yang terdiri dari yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa tantangan penerapan digital parenting adalah pengaturan waktu, tantangan keamanan online mempengaruhi stabilitas dan kelancaran penggunaan internet, keseimbangan, keselamatan dan keamanan, perundungan siber (cyberbullying), aspek hak cipta dan plagiarisme. Strategi untuk mengatasi masalah ini adalah pendidikan digital, keterlibatan dan pengawasan orang tua, dan mendorong interaksi sosia
Penanaman Karakter Peduli Lingkungan melalui Kegiatan Taman Sekolah pada Anak Usia Dini
Karakter peduli lingkungan menjadi penting ditengah krisis ekologis global yang berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia. Indonesia termasuk ke dalam kategori 15 besar negara dengan jumlah polusi terbanyak di dunia dengan 13 juta ton sampah per tahun (SIPSN, 2024). Oleh karena itu, diperlukannya penanaman karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang menyeluruh tentang bagaimana bentuk kegiatan taman sekolah yang dilakukan oleh guru bersama anak di TK Pertiwi; serta untuk mengetahui faktor hambatan dan tantangan yang dihadapi selama pelaksanaan program taman sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa kegiatan taman sekolah meliputi menanam, menyiram, membersihkan taman, serta pembelajaran tematik berupa pengamatan pada tumbuhan. Kegiatan tesebut efektif dalam menumbuhkan karakter displin, peduli lingkungan serta cinta kebersihan pada anak. Meskipun terdapat hambatan berupa fasilitas yang terbatas, cuaca yang tidak menentu, rendahnya minat sebagian anak, minimnya dana, dan kurangnya dukungan orang tua, pelaksanaan kegiatan taman sekolah tetap berjalan dengan strategi dan inovasi dari sekolah. Dengan demikian, taman sekolah dapat menjadi media yang efektif dan relevan dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada anak usia dini
Ice Breaking sebagai Metode untuk Meningkatkan Komunikasi Verbal Anak Usia Dini
Rendahnya keterampilan komunikasi verbal pada anak usia dini sering disebabkan oleh kurangnya metode pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga anak kurang termotivasi untuk berbicara. Suasana pembelajaran yang monoton membuat anak sulit merespons, menyampaikan ide, atau berpartisipasi aktif. Ice breaking dapat menjadi solusi untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif dan mengurangi keterlambatan komunikasi verbal pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ice breaking terhadap keterampilan komunikasi verbal anak, mengeksplorasi proses penerapannya dalam kegiatan pembelajaran, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian meliputi perancangan, pelaksanaan, pengumpulan data dan analisis data. Objek penelitian mencakup guru dan seluruh siswa di PAUD. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ice breaking secara rutin dapat meningkatkan keterampilan komunikasi verbal anak. Sebelum intervensi, 30% anak berani berbicara, 35% menguasai kosakata, dan 32% mampu menyusun kalimat. Setelah intervensi, angkanya meningkat menjadi 80%, 85%, dan 78%. Artinya, anak lebih percaya diri, memiliki kosakata lebih luas, dan mampu berbicara runtut. Partisipasi aktif naik dari 28% menjadi 82%, dan interaksi sosial dari 33% menjadi 88%, menunjukkan keterlibatan dan kemampuan berkomunikasi anak makin berkembang. Temuan ini menegaskan bahwa ice breaking efektif dalam mengembangkan komunikasi verbal anak usia dini
Pendidikan Karakter: Peran Orang Tua dalam Membina Iman Anak Usia Dini di Era Modern
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran strategis orang tua dalam menanamkan nilai-nilai dan mengembangkan potensi anak sejak dini. Sebagaimana dalam Al-Quran dan Hadist. menjelaskan dengan jelas bahwa perkembangan anak sangat bergantung pada peran aktif orang tua dalam mendidiknya. Terutama anak usia dini berada sdalam masa golden age yang sangat menentukan pembentukan karakter dasar, termasuk aspek spiritual dan religious anak. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan analisis deskriptif dari berbagai literatur. Adapun hasil penelitian ini adalah peran orang tua sangat penting dalam menumbuhkan iman dan karakter anak sejak dini. Orang tua terlibat aktif dalam pembinaan iman anak untuk membentuk pondasi karakter religious yang kuat. Terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan orang tua dalam menunjang penanaman iman pada anak adalah memberikan teladan yang baik, nasihat yang bijaksana, dan membiasakan anak untuk bertindak baik sesuai ajaran Islam, serta pengawasan terhadap penggunaan media digital. Namun, ditemukan pula tantangan seperti kurangnya waktu, keterbatasan pengetahuan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial yang menghambat proses pembinaan tersebut. Relevansi strategi tersebut dengan saat ini adalah mampu membantu orang tua menghadapi tantangan dalam membina karakter, terutama iman anak sesuai dengan syari’at islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara keluarga, Lembaga pendidikan, dan lingkungan sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini
Pengembangan Permainan Tradisional Pindah Bintang Sebagai Media Pembelajaran Kognitif Anak Usia Dini
Pengembangan permainan tradisional merupakan upaya untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat. Permainan tradisional memiliki nilai-nilai edukatif, sosial, dan budaya yang penting dalam membentuk karakter serta identitas bangsa. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, permainan ini mulai terlupakan dan tergantikan oleh permainan modern berbasis teknologi. Pengembangan permainan tradisional harus melibatkan adaptasi serta inovasi agar lebih relevan dengan kondisi saat ini namun tanpa menghilangkan esensi budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, pengembangan permainan tradisional diharapkan dapat menjaga nilai nilai bangsa di era globalisasi. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan suatu produk dari permainan tradisional menjadi media kognitif anak yang lebih inovatif dan sesuai dengan perkembangannya. Penulis menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) yang dimana sesuai dan membantu penulis dalam melakukan penelitian dan uji validitas media tersebut. Dalam uji validitas rata rata setiap aspek dalam media permainan pindah bintang ini mendapatkan kategori valid atau layak digunakan sebagai media pengembangan kognitif anak usia dini. Dalam penelitian yang dilakukan media permainan membantu anak dalam meningkatkan perkembangan kognitifnya khususnya dalam identitas diri dan lingkungan sekitar anak
Metode Efektif Mengajarkan Geografi pada Pendidikan Anak Usia Dini “Sebuah Tinjauan Sistematis”: Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis metode pengajaran geografi yang efektif untuk anak usia dini dengan menggunakan pendekatan Systematic Evidence Review (SER). Sebanyak 15 artikel penelitian nasional dan internasional yang relevan dianalisis untuk mengidentifikasi tema-tema utama dalam metode pengajaran geografi. Tema-tema tersebut meliputi penggunaan teknologi, pembelajaran interaktif dan bermain, pembelajaran berbasis lingkungan dan outdoor, serta pendekatan kreatif dan integratif. Data dikumpulkan melalui mesin pencari akademik seperti Google Scholar dan Microsoft Academic, kemudian dianalisis menggunakan teknik koding dan analisis tematik. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk mengelompokkan data berdasarkan tema yang muncul dan mengidentifikasi pola-pola penting dalam pendekatan pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan-pendekatan tersebut dapat meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep-konsep geografi, serta keterampilan berpikir kritis dan sosial-emosional. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan kurikulum geografi yang kontekstual, kreatif, dan menyenangkan. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan guru dan dukungan infrastruktur untuk mengoptimalkan implementasi metode yang telah terbukti efektif