Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    641 research outputs found

    Studi Awal Pengembangan Modul Digital Parenting dalam Mencegah Kecanduan Gadget Anak Usia 5-6 Tahun

    Full text link
    Kecanduan gadget pada anak semakin sering terjadi seiring dengan meningkatnya akses dan ketergantungan perangkat digital sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan akan modul digital parenting yang dapat dijadikan panduan orang tua dalam mencegah kecanduan gadget anak usia 5-6 tahun. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan 36 orang tua di TK Negeri 2 Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyoroti bahwa orang tua menyadari dampak positif dan negatif dari penggunaan gadget namun sulit menerapkan batasan yang konsisten sehingga diperlukan panduan pengasuhan yang tepat di era digital. Temuan ini mengindikasikan peluang besar bahwa modul digital parenting berbentuk media cetak bisa dimanfaatkan sebagai salah satu upaya mencegah kecanduan gadget pada anak usia 5-6 tahun. Pengembangan modul diharapkan tidak hanya menjadi panduan jangka pendek, tetapi juga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari kurikulum pendampingan orang tua secara berkelanjutan dalam menghadapi tantangan pengasuhan di era digital

    Perspektif Guru terhadap Bermain Peran sebagai Strategi Pengembangan Empati Anak Usia Dini

    Full text link
    Penelitian ini  bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif guru terhadap kegiatan bermain peran sebagai strategi dalam menumbuhkan empati pada anak usia dini. Masalah empati yang belum berkembang optimal pada sebagian anak, seperti sikap egosentris dan kurangnya  kepekaan terhadap perasaan teman menjadi latar belakang pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Bermain peran menjadi salah satu pendekatan yang diyakini efektif karena memberi ruang bagi anak untuk memahami perasaan, peran sosial, dan cara berinteraksi secara emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek dua orang guru kelas B dari TK Aulia dan TK Mawar Khatulistiwa yang berlokasi di Kota Pontianak. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara daring dan di analisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang bermain peran sebagai kegiatan yang efektif dalam menumbuhkan empati, karena anak dapat belajar mengekspresikan emosi, memahami situasi sosial dan menyelesaikan konflik secara damai. Guru juga memfasilitasi refleksi setelah bermain untuk memperkuat pemahaman anak terhadap nilai-nilai empati. Dengan demikian, bermain peran menjadi strategi pembelajaran yang relevan dalam mengembangkan karakter dan keterampilan sosial anak usia dini

    Penerapan Dimensi Nilai Profil Pelajar Pancasila melalui Budaya Sekolah di Jenjang PAUD: Studi Literatur Review

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan secara sistematis hasil dari penelitian terdahu yang berkaitan dengan penerapan budaya sekolah yang mendukung nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila di jenjang PAUD. Metode yang digunakan yaitu pendekatan Studi Literature Riview (SLR), dimana penulis akan mengumpulkan, menganalisis dan menginterpresentasikan informasi yang relevan dari berbagai sumber tertulis baik itu dari karya ilmiah, buku, internet dan sebagainya. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya sekolah berperan sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini melalui pembiasaan kegiatan rutin serta keteladanan guru. Dimensi nilai Profil Pelajar Pancasila yang paling banyak diterapkan di PAUD meliputi nilai beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri dan gotong royong. Sementara itu, mengenai dimensi nilai bernalar kritis dan kreatif masih belum banyak dijadikan fokus utama.  Oleh karena itu, dengan temuan ini diharapkan mampu menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan di sekolah terutama dalam menerapkan pembiasaan kegiatan rutin yang lebih terintegrasi dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila di jenjang PAUD

    Analisis Media Pembelajaran AI terhadap Kinerja Guru Raudhatul Athfal: Literature Review

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) terhadap kinerja guru Raudhatul Athfal (RA) melalui pendekatan systematic literature review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA. Latar belakang studi ini adalah rendahnya literasi digital dan keterampilan teknis guru PAUD dalam mengembangkan media AI yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Sebanyak 20 artikel dari basis data SINTA, GARUDA, Scopus, dan ERIC dianalisis menggunakan proses identifikasi, penyaringan, dan penilaian kelayakan berbasis kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan blended learning dapat meningkatkan self-efficacy guru hingga 85%, sementara penggunaan media AI seperti chatbot adaptif dan video interaktif mampu mengurangi beban persiapan materi hingga 40%. Fitur adaptif seperti voice recognition dan visualisasi kontras tinggi juga mendukung pembelajaran inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Selain itu, adopsi AI sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, dukungan kebijakan institusi, dan literasi data guru. Studi ini merekomendasikan pengembangan kurikulum ramah-AI dan pelatihan berkelanjutan sebagai strategi peningkatan kinerja guru di lingkungan pendidikan anak usia dini

    Efektivitas Integrasi Media Audiovisual Tematik “Keluargaku” dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini

    Full text link
    Media pembelajaran audiovisual memiliki peran penting dalam mendukung efektivitas proses belajar mengajar, terutama bagi anak usia dini yang masih berada pada tahap perkembangan berpikir konkret. Melalui media audiovisual, materi pembelajaran dapat disajikan secara lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan dunia anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan media audio visual dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas  yang terdiri dari II Siklus  dan dilaksanakan di PAUD Raudhatul Jannah, dengan subjek penelitian  siswa PAUD Raudhatul Jannah. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi deskripsi pembelajaran, media audio visual, LKS (Lembar Kerja Siswa), lembar observasi guru dan siswa. Teknik analisis data yang di gunakan  adalah analisis kualititaif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan konsentrasi belajar anak setelah diterapkannya media pembelajaran audio visual. Guru memanfaatkan media ini sebagai alat pembelajaran digital yang imajinatif dan menarik sehingga siswa menjadi lebih aktif, fokus, dan bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran

    Pelaksanaan Metode Montessori terhadap Anak Berkebutuhan Khusus pada Anak Usia Dini

    Full text link
    Pendidikan inklusif menuntut strategi pembelajaran yang adaptif, terutama bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) usia dini. Pendekatan Montessori dikenal menekankan kemandirian, kebebasan belajar, dan penggunaan material konkret sesuai tahap perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasinya terhadap ABK di Sekolah Aluna Montessori Jakarta Selatan, yang melayani siswa dengan klasifikasi seperti ASD, ADHD, cerebral palsy, speech delay, dan tunarungu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek difokuskan pada dua siswa dari kelas Mekar Aster dan Mekar Lili, masing-masing mewakili autisme dan tunarungu. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran melalui pendekatan ini terdiri atas tiga tahapan: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru kelas dan pendamping menyusun program secara kolaboratif berdasarkan kebutuhan individual, menggunakan kegiatan tematik dan area belajar terstruktur seperti sensorial, keterampilan hidup, bahasa, matematika, dan budaya, serta pendekatan 3 Periode Lesson. Evaluasi dilakukan melalui laporan perkembangan siswa. Pendekatan ini terbukti meningkatkan konsentrasi, kemandirian, keteraturan, dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan relevansi model pembelajaran berbasis kebutuhan individual dalam konteks pendidikan inklusif, meski tantangan seperti keterbatasan pemahaman orang tua dan akses material masih menjadi hambatan yang perlu diatasi

    Peran Cooking Class dalam Menumbuhkan Jiwa Entrepreneur Anak Usia Dini

    Full text link
    Tujuan dari studi ini guna untuk menganalisis kegiatan cooking class dalam mengenalkan jiwa entrepreneur pada anak usia dini. Pendekatan yang diterapkan bersifat deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri atas pendidik, orang tua, serta peserta didik yang terlibat dalam kegiatan. Penelitian ini dilakukan di TK Citra Melati yang terletak di Kota Bandar Lampung. Proses analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan Temuan studi mengungkapkan bahwa anak mulai menunjukkan jiwa entrepreneur melalui tahapan idea finding dengan mengemukakan ide lokasi dan menu, opportunity shaping melalui persiapan alat dan bahan secara kolaboratif, serta action-based learning saat terlibat langsung dalam proses cooking class. Setelah kegiatan, anak berpartisipasi dalam feedback & reflection dengan mengungkapkan pengalaman dan ketertarikan untuk mengulang kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa cooking class berpotensi menjadi media pengenalan jiwa entrepreneur secara menyenangkan bagi anak usia dini. Kegiatan cooking class merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengenalkan jiwa entrepreneur pada Anak-anak pada tahap usia awal. Melalui aktivitas ini, para anak menunjukkan indikator kewirausahaan seperti kreativitas, percaya diri, kerja sama, keberanian mengambil risiko, dan tanggung jawab terhadap tugas

    Pengembangan Game EPAG (Exploring Plant Growth) untuk Menstimulasi Pemahaman Literasi Sains Anak Usia Dini

    Full text link
    Kemampuan sains anak usia dini menjadi aspek penting yang perlu dikembangkan sejak dini untuk menghadapi tantangan global. Namun, observasi di Kindergarten Musafireen, Thailand, menemukan bahwa proses pembelajaran masih didominasi oleh pengerjaan worksheet dan minim pemanfaatan media pembelajaran digital secara rutin. Penelitian ini bertujuan mengembangkan game EPAG dan menguji kelayakan serta efektivitasnya pada anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Peneliti memilih metode ini karena ingin mengembangkan sebuah produk yang berupa media pembelajaran. Produk tersebut adalah game EPAG (Exploring Plant Growth) untuk meningkatkan kemampuan pemahaman literasi sains pada anak usia 5-6 tahun. Hasil pengujian pretest dan posttest menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan peningkatan signifikan setelah penggunaan game EPAG. Dengan demikian, game ini efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sains anak usia 5-6 tahun. Produk ini juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempermudah proses pembelajaran sains secara interaktif. Penelitian ini merekomendasikan penerapan game EPAG sebagai media pembelajaran yang mendukung pengembangan kognitif anak usia dini secara menyeluruh

    Pengaruh Metode Kerja Kelompok terhadap Pengembangan Perilaku Sosial Anak di Kelompok B

    Full text link
    Pengembangan perilaku sosial anak belum berkembang sesuai harapan, upaya mengatasi masalah tersebut, telah dilakukan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode kerja kelompok terhadap pengembangan perilaku sosial anak yang berjumlah 12 anak. Teknik pegumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan teknik presentase dengan uji t (paired sample t-test). Berdasarkan hasil data perhitungan uji t diperoleh nilai thitung > ttabel ( 4.140 > 1.79588). dapat dijelaskan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima,  berarti terdapat  pengaruh metode kerja kelompok terhadap pengembangan perilaku sosial anak dikelompok B TK Negeri 1 parigi selatan. Berdasarkan hasil rekapitulasi pengaruh metode kerja kelompok terhadap pegembangan sosial anak sebelum diberikan perlakuan, tidak terdapat anak dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB),  dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) 33%, dalam kategori Mulai Berkembang (MB) 54%,  dan13% dalam kategori  Belum Berkembang (BB).setelah diberikan perlakuan, terdapat 33% dalam kategori Berkembang Sangat Baik (BSB), ada 45% dalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), ada 22% dalam kategori Mulai Berkembang (MB) dan tidak terdapat anak dalam kategori Belum Berkembang (BB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengaruh metode kerja kelompok berpengaruh secara signifikan terhadap pegembangan perilaku sosial anak dikelompok B

    Persepsi Orang Tua terhadap Pemenuhan Gizi Anak Usia 4-5 Tahun

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman orang tua dalam mencukupi kebutuhan gizi anak usia dini di wilayah pedesaan, khususnya di Kelurahan Pasar II Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif survei, seluruh orang tua yang memiliki anak usia 4–5 tahun dijadikan sebagai populasi penelitian. Mengingat jumlah populasi yang relatif kecil dan masih dalam jangkauan, teknik total sampling digunakan untuk pengambilan sampel. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan 20 item pertanyaan skala Likert 1–5 yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dan daring selama dua minggu, yaitu pada tanggal 11–25 April 2025. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan perangkat lunak Microsoft Excel dan SPSS versi 25.0 untuk sistem operasi Windows. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua (72%) memiliki pemahaman dalam kategori sedang, sebanyak 18% termasuk dalam kategori tinggi, dan 10% sisanya berada dalam kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun mayoritas orang tua telah memiliki pengetahuan dan kebiasaan yang cukup baik dalam pemenuhan gizi anak, namun masih terdapat sebagian kecil yang memerlukan perhatian dan intervensi lebih lanjut dalam peningkatan pemahaman gizi demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal

    633

    full texts

    641

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇