Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Kegiatan Mewarnai Sebagai Strategi Kreatif Menstimulasi Perkembangan Seni Rupa Anak Usia Dini
Seni merupakan sarana dalam mengembangkan kreativitas dan potensi dalam diri seseorang. Seni sejatinya sudah ada dalam diri seseorang sejak dia lahir. Strategi merupaka cara seseorang dalam mencapai suatu tujuan yang berkaitan dengan perencanaan. Dalam kegiatan mewarnai sebagai strategi kreatif menstimulasi perkembangan seni rupa anak usia dini di PAUD Yoga Tama. Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan subjek adalah anak usia 4-6 tahun dan dua guru di PAUD Yoga Tama.Pengumpulan data dilakukan peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan teknik analisis data yang mengacu pada Milles Huberman yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan mengenai proses pembelajaran seni rupa melalui kegiatan mewarnai sebagai strategi kreatif dalam perkembangan seni anak usia dini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan seni rupa melalui mewarnai memberikan peranan yang signifikan dalam menstimulasi perkembangan kreativitas pada anak usia dini dengan metode pembelajaran yang dilakukan setiap harinya
Pembentukan Perilaku Cinta Lingkungan pada Anak Usia Dini
Latar belakang penelitian ini yakni rendahnya kesadaran dan perilaku cinta lingkungan pada anak di TK Rumah Anak Sholeh Pasarwajo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana interaksi sosial dapat membentuk perilaku cinta lingkungan pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk perilaku dalam kegiatan cinta lingkungan antara lain: 1) keterlibatan guru, orang tua dan anak dalam merawat tanaman, 2) anak terbiasa memilah sampah organik dan anorganik, 3) anak belajar memilah sampah melalui permainan kartu bergambar dan bermain peran, 4) pemanfaatan media teknologi pendidikan yang kreatif dan menarik membantu anak memahami isu lingkungan secara konkret dan menyenangkan. Temuan ini mengindikasikan bahwa melalui pendekatan kolaboratif dan penggunaan media edukatif dapat membantu pembentukan perilaku cinta lingkungan. Penelitian ini memberikan saran kepada sekolah untuk memanfaatkan media teknologi pendidikan sehingga bisa membantu anak menumbuhkan perilaku peduli lingkungan
Efektivitas Pemakaian Media Pasir Buatan terhadap Aspek Motorik Halus Anak Usia Dini
Salah satu penyebab rendahnya perkembangan motorik halus peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di SPS Renggali Bekasi Timur adalah kurangnya media yang menarik untuk minat belajar anak. Untuk menyikapi permasalahan tersebut, penulis tertarik melakukan penelitian menggunakan media pembelajaran kinetic sand dalam mengembangkan keterampilan motorik halus. Penelitian pada ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemakaian media pasir buatan terhadap aspek motorik halus anak di SPS Renggali Bekasi Timur. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif, Dengan pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, wawancara, dan documenter. Observasi dan documenter ini dilakukan dengan melihat langsung bagaimana efektivitas pemakaian media pasir buatan ini terhadap aspek motorik halus anak tersebut. Subjek penilitian ini adalah siswa SPS Renggali Bekasi Timur yang terdiri dari siswa putra dan putri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media pasir buatan dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan aspek motorik halus anak di SPS Renggali Bekasi Timur. Media ini dapat membantu anak-anak dalam pengembangan keterampilan seperti menggenggam, menuangkan pasir, membentuk pola atau bentuk tertentu, dan mengendalikan gerakan tangan dengan cermat
Pengaruh Media Clay dan Magic Sand terhadap Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Anak Usai 4-5 Tahun
Tujuan penelitian ini yaitu untuk: 1) mengetahui adanya pengaruh penggunaan media clay terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun; 2) mengetahui adanya pengaruh penggunaan media magic sand terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun; dan 3) mengetahui adanya perbedaan yang signifikan dalam pengaruh penggunaan media clay dan media magic sand terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment, desain yang diterapkan adalah two group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 30 anak TK ABA Perumnas Condongcatur yang dibagi dalam dua kelompok perlakuan. Data dikumpulkan melalui observasi dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh dalam penggunaan media clay terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun. (2) terdapat pengaruh dalam penggunaan media Magic sand terhadap kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak usia 4-5 tahun. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signnifikansi sebesar 0,000 < 0,05. (3) terdapat perbedaan signifikan antara kedua media, dengan rata-rata peningkatan skor lebih tinggi pada kelompok clay. Dengan demikian, media clay memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan magic sand
Dampak Pola Komunikasi Keluarga Consensual dan Laissez-Faire terhadap Interaksi Sosial Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pola komunikasi keluarga terhadap interaksi sosial anak usia dini melalui studi kasus pada dua anak di RA Al-Hikmah yang berasal dari keluarga dengan pola komunikasi consensual dan laissez-faire. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara kepada orang tua dan guru serta observasi langsung interaksi sosial anak di kelas. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman untuk mengidentifikasi hubungan antara pola komunikasi keluarga dan bentuk interaksi sosial anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dari keluarga dengan pola komunikasi consensual cenderung menampilkan interaksi sosial asosiatif seperti kerja sama, empati, dan partisipasi aktif, sedangkan anak dari keluarga dengan pola laissez-faire menunjukkan kecenderungan interaksi disosiatif, menarik diri, dan kurang berinisiatif dalam situasi sosial. Temuan ini menegaskan pentingnya komunikasi keluarga yang terbuka, responsif, dan suportif sebagai fondasi keterampilan sosial anak usia dini. Implikasinya, orang tua dan guru perlu membangun kolaborasi dalam menerapkan pola komunikasi yang efektif guna mendukung perkembangan sosial anak, sementara pembuat kebijakan pendidikan dapat memanfaatkan hasil penelitian ini untuk merancang program parenting berbasis komunikasi positif
Keefektifan Bimbingan dan Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Modeling untuk Meningkatkan Empati dan Self efficacy pada Anak
Self efficacy merupakan keyakinan seseorang terhadap kemampuan dirinya untuk menyelesaikan tugas atau mengatasi situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivnya layanan bimbingan dan konseling kelompok dengan menggunakan teknik modeling untuk kemampuan empati dan self efficacy pada siswa sekolah dasar di SDI Waturedu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak-anak di SDI Waturedu sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan skala empati yang sebelumnya sudah diujicoba, sehingga skala ini valid dan layak digunakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Metode ini menekankan pada pemahaman mendalam terhadap fenomena yang diteliti melalui pengumpulan data wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini dapat dilihat bahwa teknik modeling dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah maka dapat dilihat bahwa kemampuan empati serta self eficacy berkembang. Sesuai dengan data statistik menunjukan bahwa nilai Z : -2,88 dengan p : 0,005 atau lebih kecil dari 0.05. Indikatornya bahwa siswa semakin peduli dengan teman-teman di dalam kelas dan peduli pada lingkungan sekitarnya dalam rangka menyelesaikan masalah yang dialaminya
Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka di Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi implementasi kurikulum Merdeka di Lembaga PAUD. Kurikulum merupakan suatu hal yang dibutuhkan dalam menggapai tujuan pembelajaran Nasional. Perkembangan Pendidikan di Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan adanya pembaruan kurikulum. Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Lembaga PAUD menyambut hangat dengan hadirnya kurikulum Merdeka dan mulai mengimplementasikan bagi sekolah penggerak. Dalam implementasikan kurikulum Merdeka diperlukan adanya suatu evaluasi untuk melihat kesesuaian implementasi kurikulum Merdeka di Lembaga PAUD. Metode penelitian ini yaitu penelitian evaluasi dengan CIPP (context, input, process, dan product). Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan bersama dengan Kepala Sekolah dan 3 orang guru di sebuah Lembaga PAUD kota Surakarta. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian yaitu bahwa lembaga PAUD telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik dan tepat baik dari evaluasi context, input, process, maupun product sehingga diharapkan dapat dilakukan pengimbasan kepada Lembaga lain yang baru mulai mengimplementasikan kurikulum Merdeka
Penguasaan Vocabulary Bahasa Inggris Anak dengan Menggunakan Youtube Video Pendek
Anak usia dini adalah kelompok anak yang berusia antara 0 hingga 6 tahun, pada periode ini anak berada dalam fase perkembangan yang sangta kritis dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar. Bahasa inggris mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan apalagi di dunia pendidikan sebagai bahasa asing yang harus dikuasai dari jenjang pendidikan anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembelajaran melalui penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak dengan menggunakan youtube video pendek. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, Teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak dengan menggunakan youtube video pendek menarik perhatian anak serta memberikan berbagai manfaat. Berdasarkan penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa di era zaman perkembangan teknologi yang semakin canggih, memang perlu menerapkan penguasaan vocabulary Bahasa inggris anak menggunakan youtube video pendek. Karena, dengan menggunakan youtube video pendek diharapkan anak akan semakin aktif dan interaktif supaya pembelajaranya menarik dan tidak membosankan bagi anak.
Pengaruh Project Based Learning terhadap Sikap Peduli Lingkungan dan Tanggung Jawab pada Anak Usia 5-6 Tahun
Indonesia menghadapi ancaman terhadap kelestarian lingkungan hidup yang semakin meningkat. Tantangan-tantangan lingkungan yang harus dihadapi semakin besar, seperti pencemaran dan kerusakan lingkungan. Tantangan-tantangan tersebut merupakan akibat kurang bertanggungjawab dan tidak peduli lingkungan. Sikap peduli lingkungan dan tanggung jawab merupakan hasil dari proses pendidikan. PjBL merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk menanamkan sikap peduli lingkungan dan tanggung jawab pada anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis pengaruh Project Based Learning terhadap sikap peduli lingkungan dan tanggung jawab pada anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain Quasi Experimental Design. Desain quasi eksperimen yang digunakan adalah Nonrandomized Control Group Design. Terdapat dua kelompok pada penelitian kuasi eksperimen, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran kelompok. Kelompok eksperimen yang diberikan suatu perlakuan menggunakan model PjBL. Hasil penelitian menunjukkan μ Eksperimen ¹ μ Kontrol dan P < 0,001 untuk kedua variabel terikat sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh PjBL terhadap sikap peduli lingkungan dan tanggung jawab pada anak usia 5-6 tahun
Pengaruh Alat Permainan Edukatif (APE) Papan Gembira terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini
Alat permainan papan gembira adalah papan yang mirip dengan permainan ular tangga, di dalam papan ini terdapat beberapa pertanyaan yang mengembangkan aspek berpikir kritis anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alat permainan edukatif papan gembira terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Metode penelitian digunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Populasi sebanyak satu kelas kelompok B anak usisa5-6 tahun, sedangkan sampel penelitian diambil seluruhnya sebanyak 16 anak dalam satu kelas dengan teknik analisis data regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh variabel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat permainan edukatif dengan papan gembira semacam ular tangga dapat memberikan pengaruh bagi kemampuan berpikir anak secara kritis. Hal-hal menyangkut permainan sangat disukai oleh anak terutama anak dalam masa pertumbuhan usia 5-6 tahun pada subjek penelitian ini. Temuan penelitian memberikan implikasi bagi pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar, yaitu dengan alat permainan edukatif yang sesuai bagi anak, mampu memberikan dampak positif dalam kreativitas dan cara berpikir ana