Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Studi Kasus Perkembangan Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Autisme dan Keterlambatan Belajar
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisa bagaimana perkembangan sosial ABK. Data penelitian diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Metode Creswell digunakan untuk menganalisis data, yang mencakup pengumpulan data mentah, analisis data, pengkodean data, dan penarikan keseimpulan. Teknik triangulasi data sumber digunakan untuk memvalidasi data. Dengan demikian, temuan penelitian didasarkan pada interaksi sosial dalam hal komunikasi dan kontak sosialnya dengan guru, kepala sekolah, dan teman sebayanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ABK mampu berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan kata-kata sederhana dan kalimat panjang apabila mereka bercerita dengan sendirinya, serta mereka mampu bekerjasama dengan teman dengan menjalin pertemanan yang baik. Dalam aspek perkembangan kemandirian, penelitian menunjukkan bahwa ABK mampu menyimpan tas, sepatu, tempat bekal ditempatnya setiap pagi dan membereskan mainan yang telah dipakai secara mandiri. Perkembangan interaksi sosial dan kemandirian anak tidak serta merta berkembang dengan sendirinya tanpa bantuan orang lain. Disini bantuan diberikan oleh guru kepada anak dengan konsisten terhadap kesepakatan-kesepakatan yang telah disetujui, selain itu guru juga memberikan dukungan fisik berupa kehadiran, serta validasi perasaan anak ketika anak merasa cemas dan terganggu. Dukungan yang tulus tersebut hadir dari rasa nyaman guru, dan rasa kekeluargaan yang selalu dibentuk setiap harinya
Hubungan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Status Sosial Ekonomi terhadap Status Gizi Balita
Stunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang ditandai dengan nilai Z-score tinggi badan menurut usia (TB/U) kurang dari -2 Standar Deviasi (SD), hal tersebut manifestasi dari stunting balita yang mengalami kegagalan dalam mengejar ketertinggalan pertumbuhan, kekurangan gizi dalam jangka waktu lama. Banyak faktor yang menyebabkan stunting salah satunya karena asupan zat gizi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi sehingga menyebabkan malnutrsi. Hal tersebut merupakan kondisi yang sangat terkait dengan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan PMT dan sosial ekonomi terhadap status gizi balita di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan penelitian kuantitatif. Desain yag digunakan yaitu korelasional kuantitatif. Hal tersebut dihubungkan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah balita stunting yang berada di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya yaitu sebanyak 251 balita. Adapun penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 154 balita. Hasil dari penelitian ini yaitu PMT dan status social ekonomi memiliki hubungan yang kuat trhadap status gizi balita di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya
Pengaruh Media Audio Visual Penggunaan Alat Sholat terhadap Kemampuan kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun
Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu ditumbuhkan sejak dini, termasuk dalam praktik ibadah sehari-hari seperti penggunaan alat sholat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis audio visual terhadap kemampuan kemandirian anak usia 5–6 tahun dalam menggunakan alat sholat di TK Kartika V-12 Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pra-eksperimen dan desain one group pre-test and post-test. Subjek penelitian diberikan tes awal (pre-test), kemudian diberikan perlakuan berupa pemanfaatan media audio visual, dan selanjutnya dilakukan tes akhir (post-test). Instrumen penelitian berupa lembar observasi kemampuan kemandirian anak dalam menggunakan alat salat yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada tingkat kemandirian anak setelah diberikan perlakuan, yang ditunjukkan oleh nilai signifikansi p = 0,046 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa media audio visual efektif dalam meningkatkan aspek-aspek kemandirian anak, khususnya dalam hal pengelolaan waktu, pengambilan inisiatif, dan pengambilan keputusan secara mandiri
Pengaruh Kreativitas Orang Tua terhadap Kemampuan Bahasa Anak melalui Permainan Augmented Reality
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kreativitas orang tua dalam menunjang perkembangan bahasa anak usia dini melalui permainan edukatif berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan aplikasi ARLOOPA. Kemampuan bahasa merupakan salah satu unsur utama dalam tumbuh kembang anak, di mana orang tua memiliki peran sentral sebagai fasilitator dalam menstimulasi proses belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dan melibatkan 12 anak usia 4–6 tahun yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan media ARLOOPA, sementara kelompok kontrol menggunakan media konvensional berupa flashcard. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi (pretest dan posttest) serta angket kreativitas orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada kemampuan bahasa anak kelompok eksperimen setelah menggunakan media ARLOOPA (p<0,05). Uji independent sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antara nilai posttest kedua kelompok. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media AR yang dipadukan dengan keterlibatan aktif dan kreativitas orang tua memberikan kontribusi positif terhadap efektivitas pembelajaran bahasa anak. Penelitian ini juga membuka peluang untuk pengembangan lanjutan dalam integrasi teknologi dan peran keluarga dalam pendidikan anak usia dini
Meninjau Praktik Manajemen Kurikulum Kombinasi dan Implikasinya terhadap Pembelajaran di PAUD
Kurikulum kombinasi diharapkan dapat menyediakan keterampilan dasar yang relevan dengan kebutuhan anak dan merespons perubahan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau praktik manajemen kurikulum kombinasi dan implikasinya terhadap pembelajaran di pendidikan anak usia dini. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi lapangan (field research), menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan orang tua di TK Cipta Kreasi Bangsa (CKB), yang memberikan informasi terkait penerapan kurikulum kombinasi di sekolah tersebut. Data dianalisis menggunakan analisis tematik, yang mengidentifikasi tema-tema utama terkait praktik manajemen kurikulum kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen kurikulum kombinasi mencakup analisis kebutuhan anak, pelaksanaan kurikulum terintegrasi, evaluasi berkala, kolaborasi antara guru, orang tua, dan sekolah, serta penggunaan teknologi. Elemen-elemen tersebut tercermin dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum, yang memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen kurikulum kombinasi dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendukung perkembangan optimal anak
Pengaruh Permainan Konstruktif Magic Straw terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Dini
Keterampilan motorik halus memiliki peran penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Pembelajaran yang monoton dan minim kreativitas seringkali membuat anak mudah bosan dan kurang berpartisipasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan konstruktif magic straw terhadap keterampilan motorik halus anak usia dini di PPT AL-Hidayah . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen dan melibatkan 12 anak sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan bahwa Thitung (0) < Ttabel (17) pada taraf signifikansi 5%, sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian, permainan magic straw*terbukti mampu meningkatkan kemampuan motorik halus anak dan dapat dijadikan alternatif stimulasi pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif. Permainan magic straw memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Permainan ini membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan, memberi ruang untuk eksplorasi dan kerja sama. Oleh karena itu, permainan ini layak dijadikan salah satu metode alternatif dalam pembelajaran di lembaga PAUD
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Peserta Didik
Tujuan dari Proyek Penguatan Profil Pancasila atau P5, adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan menekankan pada karakter mahasiswa. Sejalan dengan cita-cita Pancasila, kegiatan ini dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler atau berbasis proyek untuk meningkatkan kompetensi dan karakter siswa. Penerapan P5 dalam menumbuhkan karakter kreatif siswa menjadi penekanan utama penelitian ini. Naturalistik inquiry adalah metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Guru, siswa dan kepala sekolah di SD Negeri Rejodadi adalah subjek penelitian. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis data yang digunakan menggunakan model miles and Huberman yaitu terdiri dari pengumpulan data, penyajian, reduksi data, dan kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan, perencanaan proyek untuk meningkatkan kesadaran Pancasila siswa di SD Negeri Rejodadi meliputi beberapa langkah, antara lain: a) membentuk tim kooridnator project; b) membuat dimensi, tema, dan alokasi waktu proyek; c) menyusun modul proyek; dan e) membuat rencana pelaporan hasil proyek. Pada tahap pelaksanaan, sejumlah kegiatan, antara lain permainan dan olah raga, menari, kegiatan proyek, dan pameran hasil karya, dilaksanakan untuk menumbuhkan dimensi kreativitas siswa. Kreativitas siswa, yang ditunjukkan dengan kemampuan mereka untuk menghasilkan konsep orisinil, karya dan tindakan yang unik, serta kemampuan beradaptasi dalam mengidentifikasi pendekatan yang berbeda untuk menghadapi tantangan, ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan ini
Pengaruh Peran Orang Tua Sebagai Motivator terhadap Kemampuan Berbicara Anak Usai 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan besarnya pengaruh motivator terhadap kemampuan berbicara pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan kuantitatif dengan jenis studi ex-post facto. Sampel penelitian ini adalah semua taman kanak- kanak yang ada di Kabupaten sekadau dengan akreditasi B yaitu TK Negeri Belitang Hulu, TK Negeri 2 Sekadau Hilir, TK Pembina, TK Negeri Rawak Hulu, TK Negeri Pembina Nanga Taman, dan TK Negeri Pembina Nanga Mahap, yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner mengenai peran orang tua sebagai motivator, dan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi orang tua memiliki pengaruh terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun, dilihat dari hasil uji-t dengan nilai Sig < a (0.001 < 0.05) dan nilai F hitung 3.692 > ttabel 1.978,maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga, menunjukkan setiap peningkatan motivator orang tua dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak sebesar 9.4% pada anak usia dini
The Pengaruh Pola Asuh Demokratis terhadap Perilaku Sosial Anak Usia Dini
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh demokratis terhadap perilaku hormat dan tanggung jawab pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal-komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua dari anak-anak yang bersekolah di lima Taman Kanak-Kanak di Desa Catur Tunggal, Kabupaten Sleman, dengan total 160 responden yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertulis yang disebarkan kepada orang tua. Data dianalisis menggunakan uji prasyarat (uji normalitas dan homogenitas), uji t, uji F, dan regresi linier ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh demokratis berpengaruh signifikan terhadap perilaku hormat (p = 0,046) dan tanggung jawab (p < 0,001) pada anak usia dini. Secara simultan, pola asuh demokratis juga berpengaruh terhadap kedua perilaku tersebut dengan nilai F sebesar 117,643 (p < 0,001). Nilai adjusted R square sebesar 0,680 menunjukkan bahwa pola asuh demokratis memberikan kontribusi sebesar 68% terhadap perilaku hormat dan tanggung jawab anak secara bersama-sama. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pola asuh demokratis dalam pembentukan karakter sosial anak sejak usia dini
Peran Komunikasi Orang Tua dalam Meningkatkan Kecerdasan Bahasa Anak Usia Dini
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah periode penting yang sangat mempengaruhi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak. Pada rentang usia 0 hingga 6 tahun, perkembangan otak berlangsung dengan cepat, sehingga penting untuk memberikan stimulasi, terutama dalam aspek bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran komunikasi orang tua dalam meningkatkan kemampuan bahasa anak. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% anak memiliki kedekatan dengan orang tua, dan 100% anak bersikap terbuka serta mendapatkan perhatian yang memadai. Orang tua berkomunikasi dengan anak setiap hari meskipun menghadapi tantangan seperti masalah emosional dan keterlambatan berbicara. Semua anak dapat mengucapkan lebih dari 10 kata dan memberikan respons positif saat menggunakan kalimat lengkap. Sebagai kesimpulan, komunikasi orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kecerdasan bahasa anak usia 4 hingga 5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal VIII Palu, dengan orang tua berfungsi sebagai model bahasa yang baik melalui interaksi verbal yang aktif