Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Menggapai Akuntabilitas: Evaluasi Program Bimbingan dan Konseling di Taman Kanak-Kanak
Layanan bimbingan di Taman kanak-kanak disampaikan oleh guru pendidik anak usia dini., karenanya guru bertanggungjawab untuk melaksanakan evaluasi program bimbingan. Evaluasi terhadap program bimbingan di lembaga pendidikan juga berdampak kualitas dan kredibilitas lembaga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pelaksanaan program layanan bimbingan dan konseling TK Kartika Siliwangi 39 di kota Serang. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala sekolah, 4 guru, dan 1 konselor. Data dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi program bimbingan dan konseling dilakukan terhadap aspek perencanaan (tujuan dan input), proses, serta hasil. Mekanisme evaluasi (pada masing-masing aspek) terdiri dari 6 langkah yang dilaksanakan secara sistematis. Hasil evaluasi program bimbingan menunjukkan 1) tujuan program bimbingan memenuhi kriteria evaluasi dan layak dipertahankan untuk periode selanjutnya; 2) input program bimbingan memenuhi kriteria evaluasi meskipun perlu perbaikan terkait jam kerja konselor dan pembiayaan program; 3) terkait aspek proses, program bimbingan memenuhi kriteria evaluasi, namun diperlukan perbaikan pengukuran tingkat ketercapaian materi bimbingan oleh siswa; 4) pada aspek hasil, program bimbingan memenuhi kriteria evaluasi. Hasil penelitian direkomendasikan bagi peneliti selanjutnya sebagai acuan dalam mengimplementasikan model evaluasi program bimbingan dan konseling pada jenjang PAUD
Nilai-Nilai Pendidikan Humanistik Menurut Prof. Dr. Hamka serta Relevansinya terhadap Tujuan Pendidikan Nasional
Riset ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran seorang ulama yang berpengaruh dalam dunia pendidikan di Indonesia yaitu Prof. Dr. Hamka. Pengaruh beliau terhadap pendidikan Indonesia dapat dilihat melalui karya-karyanya yang bukan hanya membahas mengenai ilmu keislaman saja, tetapi juga memberikan perhatiannya terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang harus selalu ada dalam proses pendidikan. Jenis penelitian ini adalah studi kepustakaan, mengumpulkan data dengan cara mencari lalu mengumpulkan informasi melalui buku dan dokumen orisinil dari tokoh yang menjadi sumber primer terdiri dari buku lembaga hidup, lembaga budi dan sumber sekunder pendukung lainnya. Teknik analisis data menggunakan metode deduktif dan induktif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu pendidikan humanistik menurut Buya Hamka adalah pendidikan yang memberikan hak kebebasan kepada peserta didik agar mengembangkan potensinya sesuai dengan fitrah kemanusiaan sebagai makhluk sosial sekaligus religius yang memiliki hak kebebasan untuk mengaktualisasikan diri dengan selalu memperhatikan norma-norma sosial yang berlaku agar hak-hak hidup antar manusia tetap terjaga. Semakin kita mendalami pemikiran Prof. Dr. Hamka, maka semakin mudah kita memahami tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, pendidikan humanistik menurut Prof. Dr. Hamka dikatakan sangat relevan terhadap tujuan pendidikan nasional yang tertuang pada UU system pendidikan nasional no 20 tahun 2003
Memahami Anak Berkebutuhan Khusus: Down Syndrome
Down Syndrome (DS) sebuah kondisi dengan kelainan kelebihan kromosom pada individu. Penyebab genetik ini berdampak terhadap karakterisitk dari penderita DS seperti rendahnya tingkat intelektual, bentuk fisik maupun rendahnya respon terhadap lingkungan. Keberadaan penderita DS saat ini kurang diterima oleh masyarakat sosialnya sehingga mereka mendapatkan perhatian yang buruk dari sebagian orang dan tidak terkecuali bagi orangtua yang belum siap menerima kenyataan anak mereka. Tujuan penelitian ini mengkaji tentang penderita down syndrome dalam lingkungan sosial bermasyarakat sehingga keberadaan mereka pada diterima oleh semua pihak. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan analisis konten dengan sumber data dari bahan kajian beberapa literatur nasional dan internasional berbasis scopus dengan jumlah artikel 22 buah yang berkaitan dengan tema yang akan dibahas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa penderita DS tidak lagi dianggap aneh di lingkungan masyarakat seperti sebelumnya sehingga mereka sudah bisa bersosialisasi dengan semua orang tanpa takut akan di diskrimintas lagi. Oleh karena itu, kedepannya diharapkan keadaaan penderita DS semakin bisa diterima lebih luas lagi ditengah masyarakat
Perception of ECE-TEP Students in Deepening Tenses through UPI Serang’s MBKM English Credential Camp Program
This research aims to explore the perspectives of ECE-TEP students regarding the deepening of tenses through the MBKM English Credential Camp program at UPI Serang. The challenges of education in the modern 21st century push ECE-TEP students to possess English communication skills. This is important because English is an international language. The use of English tenses by ECE-TEP students often requires appropriate understanding and training. The ECC program is an integrated and holistic solution to enhance the use of tenses by ECE-TEP students. This research employs a qualitative descriptive approach with a case study. The primary data sources are direct questionnaires, audio recorders, and secondary data in the form of MBKM ECC program documents. Data analysis was conducted through four stages: data collection, data transcription, data categorization, and drawing conclusions. The research subjects consist of three individuals who are students of the ECC program. Participants are selected based on their academic performance in the program. The research findings indicate that the ECC program significantly contributes to improving the understanding of tenses among ECE-TEP students. This program is effective in preparing students to face the challenges of the 21st century through deepening improving their English language skills
Kepercayaan Diri Calon Pendidik AUD dalam Berbicara Bahasa Inggris pada Kegiatan English Credential Camp
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri calon pendidik AUD dalam berbicara Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitataif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan studi dokumentasi dan indepth interview. Studi dokumentasi dilakukan terhadap berbagai dokumentasi terkait subjek penelitian khususnya dokumentasi yang diperoleh dari kegiatan English Credential Camp seperti data final assesment speaking, pre-test, post-test, dan menggunakan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan ialah ,reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya faktor yang mempengaruhi kepercayaan diri dalam berbicara bahasa inggris ialah faktor konsep diri, kecemasan, tingkat penguasaan kosakata (vocabulary), lingkungan, dan pengalaman. Faktor kecemasan dan penguasaan kosakata menjadi faktor yang paling banyak diungkapkan/ditunjukkan oleh calon pendidik AUD. Hal tersebut mengimplikasikan perlu adanya upaya yang tidak hanya bertumpu pada penulisan materi maupun pengajaran praktis tetapi juga upaya yang lebih bersifat motivasional serta memberikan pelatihan secara berkelanjutan untuk calon pendidik AUD
Analisis Pengaruh Permainan Tradisional dalam Penguatan Kebhinekaan Global
Permainan tradisional merupakan permainan warisan nenek moyang yang mengandung unsur baik dalam perkembangan anak usia dini. Permainan tradisional dapat menumbuhkan generasi pelajar Indonesia sesuai ketentuan program baru Profil Pelajar Pancasila yang memiliki jiwa Pancasila. Oleh karena itu, pentingnya lembaga pendidikan berkontribusi melestarikan budaya Indonesia yang tergeser oleh kecanggihan teknologi selama pandemi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh permainan tradisional dalam penguatan kebhinekaan global pada anak TK B Alam Surya Mentari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi kepada subyek yang diteliti dan wawancara kepada kepala sekolah dan guru kelas. Sedangkan Teknik analisi data menggunakan model miles dan Huberman dengan tahap analisis data yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah KB & TK Alam Surya Mentari memiliki kontribusi yang baik dalam melestarikan permainan tradisional kepada anak-anak. Upaya yang diterapkan untuk melestarikan permainan tradisional yaitu melalui kegiatan outbound, perlombaan, dan kegiatan belajar mengajar dikelas. Penelitian ini juga menemukan beberapa permainan tradisional yang telah dimainkan oleh anak-anak, seperti bakiak, cublak–cublak suweng, dan jamuran , yang mana anak-anak mengenal dan ikut berkontribusi melestarikan budaya
Optimalisasi Aspek Perkembangan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana cara pengoptimalisasian nilai keagamaan dan moralitas di RA Permata. Penelitian ini menggunakan Anak merupakan salah satu amanah besar yang Allah berikan kepada setiap orang tua. Maka perlu memperatikan segala hal yang ada kaitannya dengan tumbuh kembang dan pendidikan yang di berikan kepada anak. Salah satu perkembangan yang sangat perlu diperhatikan serta diajarakan sejak dini dari usia anak adalah nilai keagamaan dan moralitas. Sebab dengan pendidikan metode kualitatif (Field research), metode penelitian yang menggunakan observasi dan wawancara dengan pengurus sekolah dan guru di RA Permata untuk mengumpulkan data. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam penelitian ini. Penelitian ini menujukkan hasil bahwa optimalisasi nilai keagamaan dan moralitas pada anak Usia dini di RA Permata Medan Labuhan tergolong sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian yang dilakukan kepada 120 anak dengan rician sebagai berikut: jumlah anak yang BB sebanyak 2%, MB sebanyak 10%, BSH sebanyak 74% dan BSB sebanyak 14%
Analisis Dampak Penggunaan Gawai terhadap Perkembangan Psikososial Anak
Pengguna gawai untuk saat ini bukan hanya sebatas di kalangan dewasa saja, bahkan kebanyakan anak-anak dan balita sudah menggunakan gawai dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak positif dan negatif penggunaan gawai terhadap perkembangan psikososial anak. Sekarang ini perkembangan teknologi yang sangat pesat bahkan dilengkapi berbagai fitur dan kegunaannya, membuat gawai tidak hanya digunakan oleh orang dewasa, bahkan hingga anak-anak yang berpengaruh kepada perkembangan psikososialnya. Fokus penelitian ini adalah anak-anak Desa Baja Kuning yang menggunakan gawai setiap harinya. Informan dalam penelitian ini yaitu 7 orang tua yang memberikan akses kepada anaknya untuk menggunakan gawai. Adapun metode dari penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan gawai berpengaruh signifikan terhadap perkembangan psikososial anak. Gawai memberikan efek positif dan negatif kepada anak ditentukan oleh ada atau tidaknya pengawasan dan pengarahan dari orang tua dalam penggunaan gawai
Analisis Evaluasi Aspek Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini melalui Kegiatan Pengenalan Rasa
Penelitian ini mengkaji perkembangan bahasa anak usia dini di TK Pembina Medan. Untuk mengetahui perkembangan bahasa pada anak usia dini di TK Negeri Pembina Medan melalui kegiatan mengenal rasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (Field Research)dengan metode strategi subjektif dengan prosedur pengumpulan informasi melalui observasi siswa dan wawancara kepala sekolah dan guru, serta melakukan observasi dan dokumentasi di TK Negeri Pembina Medan. Teknik yang digunakan ialah kualitatif yaitu pengumpulan data melalui Teknik observasi, wawancara, dan juga analisis Prosedur penyelidikan informasi diselesaikan dengan mengumpulkan informasi, mengurangi informasi, memperkenalkan informasi dan kemudian mencapai keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru mengenai perkembangan bahasa anak di TK Negeri Pembina sebelum dilakukan kegiatan mengenal rasa, masih banyak anak yang belum mengenal macam-macam rasa. Kemudian setelah kegiatan mengenal rasa, kurang lebih 98% anak mampu mengenali rasa dari bahan-bahan yang telah diberikan oleh guru. Bahan yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain: gula, garam, kopi, saos dan lemon. Dampak positif dari dilakukannya kegiatan ini adalah mengenalkan anak pada berbagai macam rasa dengan cara yang menyenangkan dan tidak monoton serta anak mampu menceritakan kembali apa yang dirasakannya
Pola Pengasuhan Anak Usia Dini pada Orang Tua yang Melakukan Perkawinan di Usia Anak
Orang tua yang melakukan pernikahan di usia anak menarik untuk diteliti karena mereka menikah di usia yang belum cukup umur (usia anak) yang secara emosi maupun ekonomi masih belum memasuki fase matang atau dewasa untuk memiliki anak dan melaksanakan pengasuhan anak. Selain itu, semakin tingginya pernikahan usia muda di daerah Surabaya, terutama Pabean Cantian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh anak pada keluarga dengan orang tua yang melakukan pernikahan pada usia dini. Metode kualitatif studi kasus. digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan teknik pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive. Informan utama dalam penelitian ini terdiri dari 27 orang, yaitu : perempuan antara 15 tahun sampai 30 tahun dengan kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini. Kriteria informan utama yaitu mereka yang telah menikah dan melakukan pernikahan pada usia anak yakni 12-18 tahun. Kemudian peneletian ini menganalisis berdahasarkan grounded theory dengan hasil angket dengan melilustrasikannya. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pernikahan di usia anak akan mengakibatkan pola asuh yang kurang sesuai sehingga dapat mempengaruhi perkembangan anak baik secara emosional, kognitif maupun perkembangan fisik dikarenakan kesulitan ekonomi