Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
    641 research outputs found

    Pelatihan Pembuatan Flash Card untuk Mengembangkan Kreatifitas Guru PAUD dalam Mengajar

    Get PDF
    Guru adalah fasilitator bagi siswanya yang mana dituntut harus kreatif dalam menyiapkan bahan pembelajaran. Guru juga harus mengetahui 6 aspek perkembangan anak yang harus distimulasi agar dapat berkembang secara optimal. Berbagai macam penerapan pembelajaran dapat diimlementasikan melalui pelatihan. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas guru dalam mengajar. Metode yang digunakan dalam penelkitian ini yaitu Participation Action Research (PAR), dan pendampingan guru berkolaborasi dengan mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), PAR merupakan pendekatan dalam penelitian yang mendorong peneliti dan orang-orang yang mengambil manfaat dari penelitian untuk bekerja bersama-sama secara penuh dalam semua tahapan penelitian. PKM ini memberikan gambaran salah satu upaya untuk mengembangkan kreatifitas guru dalam mengajar dengan menggunakan bahan pembelajaran yang menarik bagi siswa contohnya yaitu pembuatan flas card. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: upaya mengembangkan Mengembangkan Kreatifitas Guru dalam Mengajar Di Kelompok Bermain & Raudlatul Athfal Bismilah Parengan peneliti mengajak guru untuk membuat salah satu Alat Permainan Edukatif (APE). Guru sangat bersemangat dan antusias dalam proses pembuatan mulai dari: mencari tema flas card, membuat desain, menempel di kertas karton serta mengguntingnya

    Pengaruh Literasi Digital terhadap Kompetensi Pedagogik Guru

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menentukan cara meningkatkan kompetensi pedagogik melalui literasi digital. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Swasta Se-Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor. Penelitian ini berjumlah 119 guru tetas Yayasan GTY  dengan jumlah sampel sebanyak 91 guru, dengan   penentuan   sampelnya menggunakan  rumus  slovin  dengan  toleransi  kesalahan  sebesar  5%.    Metode    penelitian    yang digunakan    penelitian    ini    adalah    penelitian    kuantitatif    dengan    desain    analisis    korelasi  .  Instrumen  yang    digunakan    terdiri    atas    kompetensi pedagogik dan literasi digital. Teknik  pengumpulan  data  menggunakan  instrumen  dalam  bentuk kuesioner  dan  dianalisis  dengan  analisis  statistik  deksriptif  dan  inferensial. Hasil  penelitiannya terdapat  pengaruh  positif   yang  sangat signifikan antara variabel literasi digital   terhadap   kompetensi pedagogik dengan kekuatan  hubungan    yang    rendah  (r  =  0,261  p<0,01).   Adanya  hubungan  positif  artinya  semakin tinggi  literasi digital  maka  kompetensi pedagogik semakin  tinggi. Teori-teori  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  masih  terbatas  dan  dalam perkembangan   ilmu pengetahuan,   memungkinkan  munculnya   teori-teori   baru   yang   dapat menjelaskan  tentang  kompetensi pedagogik  yang  kemudian  dapat  memberikan  hasil  yang berbeda pada penelitian-penelitian lainnya

    Peningkatan Keinovatifan melalui Motivasi Berprestasi Kepemimpinan Visioner dan Iklim Organisasi

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keinovatifan melalui kajian terhadap hubungannya dengan Motivasi Berprestai, Kepemimpinan Visioner dan Iklim Organisasi. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan Korelasional. Populasi berjumlah 260 Guru, ditentukkan sampel sebanyak 158 Guru, dengan menggunakan rumus Slovin dengan toleransi kesalahan sebesar 5%. Teknis pengumpulan data dengan kuesioner dan dianalisis dengan analisis statistik deksriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan: pertama, antara variabel Motivasi Berprestasi dengan Keinovatifan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,363. Kedua, antara Kepemimpinan Visioner dengan Keinovatifan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,502. Ketiga, antara Iklim Organisasi dengan Keinovatifan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,644. Keempat, antara Motivasi Berprestasi dan Kepemimpinan Visioner secara bersama-sama dengan Keinovatifan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,511. Kelima, antara Kepemimpinan Visioner dan Iklim Organisasi secara bersama-sama dengan Keinovatifan  dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,726. Keenam, antara Motivasi Berprestasi dan Iklim Organisasi secara bersama-sama dengan Keinovatifan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,895. Ketujuh, antara Motivasi Berprestasi, Kepemimpinan Visioner dan Iklim Organisasi secara bersama-sama dengan Keinovatifan dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,732

    Program Psikoedukasi Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini

    Get PDF
    Perkembangan dunia pada masa ini telah mengalami kemajuan teknologi dan terjadinya fenomena digitalisasi informasi yang dikenal dengan istilah era digital.  Gadget ialah sebuah produk yang dihasilkan dari kemajuan teknologi terkhusus di abad 21 yang mempunyai dampak baik serta buruk terhadap pola tumbuh kembangnya anak usia dini. Dampak negatif dari gadget dapat dihindari apabila adanya keterlibatan orang tua untuk mengawasi anak dalam menggunakan gadget. Disisi lain, orang tua belum mempunyai aturan penggunaan gadget untuk mengontrol aktivitas anak dan gadget serta belum konsistennya dalam menetapkan penggunaan gadget terhadap anak. Sehingga diperlukan psikoedukasi penggunaan gadget terhadap anak usia dini untuk mengurangi resiko yang mampu mengganggu perkembangan anak. Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh psikoedukasi dalam meningkatkan pengetahuan orang tua terkait aturan mempergunakan gadget terhadap anak usia dini.  Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan desain one group pretest posttest. Subjek pada penelitian ini sebanyak 60 orang tua di salah satu Taman Kanak-kanak yang berada di Kabupaten Garut. Analisis yang digunakan yaitu analisis data komparatif (t-test). Hasil analisis menggunakan uji-T dihasilkan nilai p-value sejumlah 0,000=0% dengan α=5% (p-value < α). Hal tersebut menunjukkan bahwa psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua mengenai penggunaan gadget pada anak usia dini

    Membangun Budaya Literasi Anak Usia Dini pada Suku Anak Dalam di Desa Muaro Tabir

    Get PDF
    Suku Anak Dalam yaitu Orang Rimba terdapat di sebagian daerah di Provinsi Jambi. Urgensi budaya literasi anak usia dini Suku Anak Dalam di desa muara tabir yang kemampuan literasinya masih rendah agar kelak anak usia dini Suku Anak Dalam yang tidak bisa membaca dan menulis bisa berinteraksi dengan masyarakat dan bisa mudah melanjutkan pendidikan sekolah dasar dan pendidikan yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menstimulasi kemampuan literasi anak usia dini pada Suku Anak Dalam agar mereka bisa lanjut ke pendidikan dasar dan lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumen. Data dianalisis secara kualitatif dengan cara pengumpulan data dan penarikan kesimpulan. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah orang tua, dan guru pegiat rumah literasi. Didasarkan pada pengamatan lapangan, wawancara dan arsip media. Artikel ini berargumen bahwa literasi anak usia dini merupakan penyerapan informasi melalui apa yang dirasakan lewat panca indera anak, untuk kemudian dijadikan pengetahuan awal bagi mereka. Budaya literasi suku anak dalam sudah pernah dilakukan oleh pegiat sosial namun belum maksimal terlaksana terkendala dari suku anak dalam sendiri yang tidak mau menerima orang asing atau orang baru untuk datang ke daerah pemukiman mereka

    Evaluasi Pembelajaran pada Sekolah Montessori Menggunakan Model Stake Countenance

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pembelajaran secara keseluruhan terhadap sekolah Montessori di Kota Bogor. Informan yang menjadi narasumber terdiri dari guru, kepala sekolah serta orang tua siswa. Dalam studi evaluasi ini, penulis menggunakan model evaluasi yang dikembangkan oleh Stake, yaitu model Stake Countenance yang terdiri dari 3 tahap evaluasi: 1) antecedents, 2) transactions, dan 3) outcomes. Hasil penelitian pada komponen antecedents dari tujuh aspek penilaian, terdapat satu aspek dalam kategori nilai cukup, yaitu aspek Sumber Daya Manusia. Dari komponen transactions, yang terdiri atas lima aspek, terdapat satu aspek dalam kategori cukup yaitu aspek monitoring dan evaluasi. Sedangkan dari komponen outcomes terdiri dari satu aspek yaitu hasil pelaksanaan pembelajaran dan berada dalam kategori baik. Berdasarkan ketiga belas aspek evaluasi pada komponen antecedents, transactions dan outcomes dapat disimpulkan bahwa pembelajaran pada sekolah Montessori telah berjalan dengan baik dan dapat dilanjutkan dengan perbaikan pada dua aspek, yaitu komponen antecedents pada aspek Sumber Daya Manusia dan komponen transactions pada aspek monitoring dan evaluasi

    Analisis Peningkatan Kreativitas Anak Usia Dini melalui Pembelajaran STEAM Berbasis Loose Parts

    Get PDF
    STEAM membantu mengembangkan siswa sebagai kunci untuk beradaptasi dengan masa depan sehingga memiliki kemampuan untuk berpartisipasi dalam kehidupan selanjutnya. STEAM pada dasarnya perlu diimplementasikan sejak dini kepada anak supaya dapat berpikir kritis dan kreatif untuk dapat memecahkan masalah. Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan kreativitas anak usia dini melalui pembelajaran STEAM berbasis loose parts. Loose parts atau lepasan adalah bahan-bahan yang tersedia di lingkungan atau alam yang dapat dimanfaatkan anak sebagai bahan belajar yang menyenangkan melalui kegiatan eksploratif yang mampu mengembangkan kreativitas anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif berupa penelitian dengan analisis deskiptif. Teknik yang digunakan termasuk dalam kategori jenis penelitian Literatur Study. Studi literatur menggunakan sumber dari buku, jurnal, dan artikel yang terdiri atas dua buah buku, tujuh belas jurnal penelitian, dan satu artikel, Temuan analisis ditinjau dan ditulis menggunakan bahasa yang tepat dan sistematis. Hasil yang diperoleh bahwa melalui pembelajaran STEAM berbasis loose parts terbukti bahwa dapat meningkatkan tidak hanya kreativitas dan berpikir kritis pada anak usia dini, melainkan meningkatnya kerjasama, komunikasi, dan imajinasi anak. Hal ini disebabkan karena dalam proses pembelajaran STEAM berbasis loose parts anak mengeksplorasi bahan dan berpikir kreatif untuk memaksimalkan dan menciptakan sesuatu dari bahan loose parts yang disediakan

    Evaluasi Program Literasi Anak dengan Pendekatan Model CIPPO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengalasisis pelaksanaan program literasi. Informan yang menjadi narasumber terdiri dari direktur sekolah, kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan siswa. Dalam evaluasi program ini, penulis menggunakan model evaluasi CIPPO yang terdiri atas empat komponen evaluasi: 1) context, 2) input, 3) process, 4) output, dan 5) outcomes. Data dianalisis dengan model Miles and Huberman dengan tahapan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi data. Hasil penelitian pada komponen context, keempat aspek penilaian termasuk dalam kategori baik. Dari komponen input, yang terdiri dari tiga aspek penilaian, tedapat satu aspek yang dalam kategori cukup yaitu Sumber Daya Manusia. Dari komponen process yang terdiri tiga aspek, terdapat satu aspek yang termasuk dalam kategori cukup. Hasil evaluasi pada komponen product, terdapat satu aspek dan termasuk dalam kategori baik. Dan pada komponen outcomes terdapat satu aspek penilaian, masuk dalam kategori baik. Berdasarkan kedua belas aspek evaluasi pada komponen context, input, process, product, dan outcomes dapat disimpulkan bahwa program literasi baca tulis pada SD Karakter Cimanggis telah berjalan dengan baik dan dapat dilanjutkan dengan perbaikan pada dua aspek, yaitu komponen input pada aspek Sumber Daya Manusia, dan komponen process pada pelaksanaan program literasi baca tulis

    Mengintegrasikan Kecakapan Abad 21 dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian

    Get PDF
    Dalam bidang pendidikan, pembelajaran abad 21 sangat penting untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten, unggul, dan kompetitif. Pendidikan abad 21 menekankan  pengetahuan dan juga keterampilan yang merupakan bagian penting dalam meningkatkan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan seseorang itu penting di abad 21. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud pengintegrasian kecakapan abad 21 dalam rencana pelaksanaan pembelajaran harian. Penelitian dilakukan di TK AL Islam Jamsaren Surakarta. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, data dalam penelitian ini menggunakan perangkat pembelajaran yaitu rencana pelaksanaan pembelajaran harian, teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tenik analisis data menggunakan analisis konten. Hasil penelitian adalah bahwa kecakapan abad 21 di integrasikan pada kegiatan awal berupa bermain peran penjual sayuran, bercakap cakap macam-macam, bagian, manfaat, dan cara menanam sayuran, tanya jawab fungsi dan nama benda kendaraan air, dan bebaris dengan rapi. Pada kegiatan inti dan kegiatan penutup tidak di integrasikan dalam kecakapan abad 21

    Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini dalam Keluarga Etnis Minangkabau: A Narrative Inquiry: Bahasa Indonesia

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran orang pada beberapa pasangan orangtua dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak usia dini. Beberapa aspek yang akan digali terkait dengan pemahaman orangtua tentang pendidikan seks,  pendidikan seks menurut adat minangkabau, tanggung jawab orang tua dalam pemberian pendidikan seks terhadap anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative inquiry dengan mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur, dimana narasi partisipan dianalisis secara tematis dengan teknik analisis data menggunakan penkodean tema dan triangulasi data. Teori sigmund Freud, UU nomor 35 tahun 2001, teori ekologi Brofenbrenner dan tinjauan adat Minangkabau menjadi acuan dalam pembahasan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pendidikan seks kepada anak merupakan tantangan besar dalam keluarga di Minangkabau karena Adat Minangkabau yang kolektif dan menganut sistem kekerabatan matrilineal berpengaruh pada pembagian peran pengasuhan. Ibu memiliki peran penting dalam pemberian pendidikan seks sedangkan ayah sama sekali tidak membahas topik seksual dengan anak-anak mereka Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap peran orangtua, pemahaman, serta pentingnya komunikasi, dukungan keluarga dalam memberikan pendidikan seksualitas pada anak usia dini tahun. Penelitian ini melibatkan orangtua dari suku Minangkabau asli yang masih menjaga aturan adat untuk melihat bagaimana adat mengatur pendidikan seksualitas yang dapat dijadikan dasar penelitian selanjutnya

    633

    full texts

    641

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇