Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Karakter Disiplin Siswa
Penelitian ini dilaksankan guna memastikan apakah hubungan yang terjadi disebabkan tingkatan pendidikan dari keluarga siswa yaitu orang tua dengan kecenderungan disiplin siswa sekolah dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Terdapat 73 siswa dalam sampel penelitian. Dengan menggunakan sampel jenuh maka digunakan 73 sampel. Dokumentasi dan survei digunakan dalam strategi pengumpulan data. Uji validitas dan reliabilitas digunakan dalam pengujian instrumen. Metode statistik deskriptif, uji homogenitas, uji hipotesis berdasarkan analisis regresi linier sederhana, dan uji koefisien determinasi semuanya digunakan dalam pendekatan analisis data. Hasil penelitian ini adalah: (1) Terdapat pengaruh antara tingkat pendidikan dari orang tua (X) dengan karakter disiplin yang dimiliki oleh siswa (Y), dengan hasil signifikansi sebesar 0,000 dari uji Uji Hipotesis dalam Analisis Regresi Linier Sederhana (Sig.<0,05). (2) Dengan melakukan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 13,541 yang lebih besar dari nilai tabel (13,541>1,993), sehingga disimpulkan dimilikinya hubungan cukup besar dan positif berkaitan dengan tingkat pendidikan dari orang tua siswa (X) pada perilaku siswa (Y). (3) Dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,717, memperlihatkan adanya hubungan sebesar 71,7% antara tingkat pendidikan dari orang tua (X) dengan karakter disiplin yang dimiliki oleh siswa (Y) kelas III SDN 48 Pekanbaru, maka disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pendidikan orang tua dengan perilaku kedisiplinan siswa
Pola Asuh Suku Bajo di Desa Bajoe dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini pada Era Digital
Masyarakat kini hidup di era digital dan mengalami perkembangan teknologi yang pesat. Dampak negatif dari perkembangan era digital saat ini sangat jelas terlihat, seperti karakter anak yang cukup mengkhawatirkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui model pola asuh orang tua suku Bajo dan juga untuk mengetahui pembentukan karakter anak di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan pada penelitian ini adalah anak usia dini usia 5-6 tahun sebanyak 10 orang dan orangtua anak sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun pada suku Bajo di Desa Bajoe Kabupaten Bone adalah pola asuh demokratis. Pola asuh yang diterapkan orang tua yaitu memberikan kepercayaan pada anak. Kepercayaan tersebut berupa kebebasan terhadap anak dalam bermain di lingkungan suku Bajo. Pengawasan terhadap kebebasan anak dalam bermain tidak hanya dengan pendekatan orang tua saja tapi juga dengan pendekatan kesepakatan antara orang tua dengan anak suku Bajo. Karakter yang terbentuk pada anak suku Bajo adalah mandiri dan bertanggung jawab. Penerapan pola asuh suku Bajo yang tepat dapat membentuk karakter anak yang baik
Konsep Polima dalam Pembentukan Karakter Anak pada Wilayah Keraton
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai konsep polima yang merupakan pengembangan dari budaya Buton yang disebut dengan sara pataanguna dalam pembentukan karakter anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian dilakukan di terhadap anak yang berusia PAUD dan Sekolah Dasar di Keraton Buton. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan studi dokumen. Sumber data penelitian yaitu: Wali Kota Baubau, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, dan tokoh masyarakat. Analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: konsep polima adalah konstruksi pemikiran dari Wali Kota Baubau AS Tamrin yang bersumber dari nilai-nilai budaya Buton Sara pataanguna, yaitu: pomamaasiaka (saling menyayangi), popiapiara (saling memelihara), pomaemaeaka (saling menghargai), poangkaangkataka (saling mengangkat martabat dan toleransi), dan pobincibinciki kuli (saling menjaga perasaan). Nilai-nilai karakter konsep polima yaitu: saling mengasihi dan menyayangi, saling memelihara, saling menghargai, saling mengangkat martabat dan toleransi, dan saling menjaga perasaan
Project Base Learning dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di PAUD
Penelitian ini mengkaji pengimplementasian kurikulum merdeka berupa kegiatan pembelajaran berbasis proyek Pada dua PAUD Ummusshabri di Kabupaten Konawe yaitu PAUD ummusshabri Unaaha dan PAUD ummusshabri Wawotobi. Hasil penelitian ini dibantu dengan menggunakan pisau analisis penelitian kualitatif dengan melakukan observasi langsung dan wawancara secara langsung terhadap tiga Guru yang mengajar pada PAUD Ummusshabri. Berdasarkan analisis tersebut maka didapatkan hasil bahwa pembelajaran berbasis proyek pada PAUD ummusshabri di Kabupaten Konawe terdiri dari 5 tahapan kegiatan utama yaitu tahap pra pengembangan, tahap pengembangan, tahap penilaian, tahap pemberian reward dan tahap evaluasi. Tahap pra pengembangan berisi tentang perancangan, penetuan tema pembelajaran berbasis proyek (Project Base Learning), penentuan rundown acara, pengklasifikasian karakteristik peserta didik menurut kelompok umur dan pentuan tempat kegiatan. Tahap kedua adalah tahap pengembangan berisi kegiatan utama yaitu pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek (Project Base Learning) diantaranya kegiatan paduan suara, Fashion Show, mewarnai dan menari, tahapan ketiga adalah tahapan penilaian yaitu tahapan penjurian dan pemberian nilai dari setiap kegiatan. Tahapan keempat adalah pemberian reward yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik dalam berkarya dan tahapan terakhir adalah evaluasi
Optimalisasi Perkembangan Emosional Peserta Didik
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang: 1) pemahaman guru dalam mengoptimalkan perkembangan emosional peserta didik di RA Bunda Asih Deliserdang, 2) metode pembelajaran yang dilaksanakan di RA Bunda Asih Deliserdang Deliserdang dalam mengoptimalkan perkembangan emosional peserta didik, 3) faktor pendukung dan penghambat optimalisasi perkembangan emosional peserta didik di RA Bunda Asih Deliserdang Deliserdang . Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1. Pemahaman guru dalam mengoptimalkan perkembangan emosional peserta didik di RA Bunda Asih Deliserdang Deliserdang tergolong rendah. 2. Metode pembelajaran yang dilaksanakan di RA Bunda Asih Deliserdang Deliserdang dilakukan dengan Bercerita, Belajar Sambil Bermain, Belajar Lewat Lagu dan Musik, Belajar dengan Menggambar, dan Belajar Lewat Karya Wisata. 3. faktor pendukung optimalisasi perkembangan emosional peserta didik di RA Bunda Asih Deliserdang Deliserdang adalah dukungan orangtua, kecerdasan peserta didik dan ketersediaan media pembelajaran . Sedangkan faktor penghambat adalah kualifikasi pendidik, lingkungan yang tidak baik dan pola asuh yang bermasalah
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di Sekolah Inklusi
Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan sekolah ramah anak yang kondusif di sekolah inklusi, serta bagaimana kepala sekolah menerapkan sistem yang diberlakukan kepada guru, siswa, dan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deksriptif yang memungkinkan peneliti untuk menggambarkan realitas sosial melalui pengamatan dan wawancara dengan ketua Yayasan, kepala sekolah, guru dan orangtua siswa di Rumah Sekolah Cendekia. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami peran kepemimpinan kepala sekolah di sekolah inklusi yang terletak di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dalam penelitian ini, data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian artikel ilmiah ini menunjukan bahwa Kepala sekolah memiliki peranan penting dalam mengambil keputusan dalam meningkatkan kualitas sekolahnya. Keberhasilan sekolah dapat terlihat dari sikap dan keputusan kepala sekolah, salah satunya dalam mendidik tenaga pengajar, menyusun system dan model pembelajaran di sekolah yang dapat menciptakan sekolah ramah anak
Pengaruh Metode Pembelajaran Tari dan Jenis Kelamin terhadap Kepercayaan Diri Anak Usia 5-6 Tahun
Seni sangat penting dalam kehidupan manusia, khususnya untuk perkembangan anak usia dini. Fungsi seni dalam bidang pendidikan untuk mengembangkan perkembangan anak usia dini baik secara fisik maupun mental. Metode pembelajaran yang baik adalah metode yang menyenangkan dan sesuai dengan tingkat kebutuhan anak. Rasa percaya diri pada anak merupakan bagian penting dalam pendidikan dasar, khususnya pendidikan usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tari dan jenis kelamin terhadap kepercayaan diri anak usia 5-6 tahun. Penelitian dilakukan pada anak kelompok B usia 5-6 tahun di Tk Kemala Bhayangkari 14 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Provinsi Sumatera Selatan dengan melibatkan 39 anak. Metode dalam penelitian ini metode eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan berupa observasi, skala penilaian, wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa pembelajaran tari dan jenis kelamin berpengaruh terhadap kepercayaan diri. Serta, terlihat dari data uji coba lapangan pada anak mendapatkan nilai signifikansi < 0,05. Artinya pemberian pembelajaran tari dan memperhatikan faktor jenis kelamin yang dimiliki anak dapat membantu tercapaianya keberhasilan tersebut
Implementasi Pelaksanaan Program Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif di Satuan PAUD: Indonesia
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI) menjelaskan bahwa PAUD Holistik Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Layanan stimulasi holistik mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah melihat implementasi dari pelaksanaan program layanan PAUD Holistik Integratif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data yang terkait dengan penerapan layanan PAUD-HI. Data tersebut diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara yang dilakukan dengan Kepala Sekolah dan orangtua, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan penyelenggaraan layanan PAUD-HI di TK Negeri Pembina Lembah Melintang berjalan dengan cukup baik dan berhasil, pelaksanaannya tetap mengacu pada standar Perpres No 60 Tahun 2013. Hal ini dapat terlihat dari hasil pengumpulan data yang meliputi lima layanan dalam; pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan. PAUD-HI yang dapat terlaksana secara utuh dan terintegrasi dengan SDM (kepala sekolah, guru, dan orang tua) menjadi faktor pendukung keberhasilan dalam penerapan PAUD-HI
Pola Asuh Orang Tua dalam Mengembangkan Aspek Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun
Pengembangan aspek perkembangan anak tidak sepenuhnya diserahkan kepada guru, namun orang tua perlu terlibat aktif dalam mengembangkan aspek perkembangan anak terutama aspek social emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis pola asuh orang tua dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan pada PAUD Sultan Qaimuddin Kendari. Informan pada penelitian ini adalah pendidik, orang tua dan Anak Usia 5-6 tahun di PAUD Sultan Qaimuddin. Penelitian ini dilakukan dari Oktober-Desember 2022. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pola asuh yang dominan yang diterapkan oleh orang tua adalah pola asuh demokratis. Namun pada pelaksanaannya orang tua selalu mengkombinasikan pola asuh otoriter, pola asuh demokratis dan pola asuh pesimis dalam mengembangkan aspek perkembangan anak. Perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di PAUD Sultan Qaimuddin Kendari berada pada tahap berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 10 orang
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat sejauh mana hasil belajar siswa dapat dikembangkan melalui pengembangan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang berencana menghadirkan media pembelajaran yang cerdas dalam melihat alur cerita yang mudah dipahami untuk lebih mengembangkan hasil belajar siswa. Dalam ulasan ini, dua metode pemeriksaan informasi digunakan, khususnya strategi penyelidikan subjektif yang mencerahkan dan pemeriksaan kuantitatif yang memukau secara subjektif. Teknik pemilahan data dalam penelitian ini adalah rapat, survei, dan instrumen. Populasi dalam penelitian ini adalah SDIT Az-Zahra Kota Gorontalo. Model yang digunakan adalah 46 siswa. Instrumen data peristiwa sosial dalam kajian ini menggunakan pengesahan materi Pendidik, pengesahan Respons Belajar Pendidik Media dan tes prestasi belajar. Untuk menentukan keabsahan media pembelajaran cerdas ini, dipelajari dari evaluasi ahli media dan ahli materi dengan rata-rata skor 4,30 dan 4,40 dalam karakterisasi yang sepenuhnya dapat dilakukan. Hal yang layak dinilai berdasarkan reaksi siswa dengan rata-rata skor 91,53% pada kelas fungsional, dan rata-rata reaksi pendidik 94,49% pada kelas wajar. Media pembelajaran cerdas juga dinilai menarik dilihat dari hasil pretest dan posttest dengan skor normal pretest 54,57 dan skor normal posttest 82,83