Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
English Credential Camp dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Calon Guru PAUD
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelaksanaan program English Credential Camp serta urgensi program English Credential Camp dalam meningkatkan kemampuan bahasa inggris calon guru PAUD. Metode yang digunakan yakni metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan subjek penelitian berjumlah 45 orang mahasiswa semester 7 program studi PGPAUD Kampus UPI di Serang yang menjadi peserta program English Credential Camp. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, angket (kuesioner) dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program English Credential Camp memiliki urgensi dalam meningkatkan kemampuan bahasa inggris mahasiswa dilihat dari hasil observasi peneliti serta didukung oleh data empirik hasil PTESOL dan diperkuat dengan data pendukung berupa pernyataan mahasiswa melalui hasil kuesioner. Sehingga peneliti merekomendasikan kepada pihak Kampus UPI di Serang untuk menjadikan program ini menjadi program unggulan yang terus dikembangkan secara menyeluruh dan berkelanjutan kepada mahasiswa PGPAUD agar setelah lulus dari program studi PGPAUD mahasiswa mempunyai keterampilan tambahan untuk menunjang keahlian yang sudah dimiliki serta dapat bersaing di dunia kerja
Implikasi Permainan Latto-Latto terhadap Aspek Perkembangan Anak yang Kecanduan Gadget
Tujuan penelitian ini untuk melihat apakah permainan latto-latto membawa dampak bagi perkembangan anak. Di zaman teknologi ini, hampir rata-rata anak tidak bisa lepas dari gadget sehingga menyebabkan aspek perkembangan mereka terganggu. Namun, hadirnya latto-latto di tengah kehidupan mereka menjadi hal yang unik untuk dikaji. Maka dari itu, penelitian ini ingin melihat dampak seperti apa yang diberikan permainan latto-latto ini terhadap aspek perkembangan anak yang saat ini hampir tidak lepas dari gadget. Penelitian menggunakan metode kualitatif yang hasil dari observasi dituangkan secara lisan. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini. Orang tua yang mempunyai anak dalam hal kecanduan gadget menjadi informan dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Dalam menganalisis hasil, peneliti melakukan pengumpulan data, reduksi data, dan terakhir peneliti menarik kesimpulan. Kajian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional latto-latto memiliki arti yang cukup besar dalam perkembangan anak. Perkembangan sosial merupakan pengaruh permainan latto-latto yang terlihat sangat signifikan
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas 1) perencanaan, 2) pengorganisasian, 3) pelaksanaan, 4) pengendalian terpadu dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SD Sekolah Alam Bogor. Informan yang menjadi narasumber meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif Wawancara, observasi, rekam dengan menggunakan teknik pengumpulan data. Pengecekan keabsahan data dilakukan melalui teknik member checking, triangulasi dan auditing. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mendeskripsikan, menganalisis dan mengidentifikasi isu-isu manajemen umum untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Uraian dan analisis tersebut didasarkan pada temuan, kejadian, proses dan hasil penerapan manajemen umum untuk peningkatan mutu pendidikan di SD Sekolah Alam Bogor. Hasil penelitian manajemeb terpadu meliputi dari segi perencanaan dalam kategori sangat baik. Dari segi pengorganisasian, dalam kategori baik. Dari segi pelaksanaan dalam kategori sangat baik. Dan dari segi pengendalian dalam kategori sangat baik. Berdasarkan permasalahan tersebut dapat disimpulkan bahwa manajemen terpadu untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Sekolah Alam Bogor dapat dikatakan telah menerapkan unsur-unsur manajemen terpadu yang meliputi: 1) perencanaan, 2) pengorganisasian 3) pelaksanaan, 4) pengendalian
Impact Inces Marham pada Anak (Studi Kekekrasan Seksual pada Anak)
Penelitian ini bertujuan untuk mendalami Kekerasan seksual anak yang dilakukan oleh Muhrim (Ayah, Paman, dan Kakek) atau dikenal dengan inces di Kota Kendari. Penelitian ini meruapakan kualitatif studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dengan dukungan dokumentasi, kemudian di olah dan dianalisis dengan proses penyeleksian, mengklasifikasi, penyimpulan serta uji ulang. Hasil penelitian adalah anak mengalami kekerasan seksual dengan pemerkosaan yang dilakukan oleh muhrim yakni ayah, paman dan kakek, dengan latar belakang, penyebab dan motif berbeda yakni, anak sering ditinggal bersama di rumah, diajak bepergian bersama, diancam akan dibunuh, dilukai, diiming-iming sesuatu, diberikan obat tidur dan narkoba. Dampak fisik anak yang korban pemerkosaan oleh muhrin adalah; infeksi pada vagina (bernanah, berdarah dalam waktu yang lama, alat reproduksi bermasalah, hamil dan tidak dinikahkan karena tidak cukup usia dan dilarang dalam agama, sakit-sakitan, pucat, sedangkan dampak psikhis yakni trauma (ketakutan, menyendiri), kesakitan terutama alat vagina dan reproduksi, mengurung diri, orang tua bercerai, keluarga dijauhi dan dikucilkan masyarakat. Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah melakukan berbagai upaya dalam menangani anak yang korban perekosaan oleh muhrimnya bekerjasama dengan dinas terkait, LSM perempuan serta psikolog dengan pendampingan dan pemulihan, memberikan bantuan materi, melakukan penyuluhan pada masyarakat dilingkungan tempat tinggal korban
Conducting Training in Developing the Creativity of Early Childhood Islamic Education (PIAUD) MI and MTs Teachers
Pendidikan kesenian masih mendapat porsi yang minim dalam pembelajaran, baik pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah. Sebaliknya, pada jenjang pendidikan anak usia dini seni justru menjadi fokus utama. Pada sisi yang lain, materi yang diajarkan selama ini lebih bersifat teoretis. Sedangkan fakta di lapangan lebih membutuhkan dalam bentuk praktik seperti pada setiap acara resmi dan upacara hari-hari besar nasional. Untuk itulah pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan conducting/dirigen diperlukan bagi pengembangan kreatifitas guru PIAUD, MI dan MTs. Kegiatan pelatihan ini menggunakan metode; ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimaksudkan untuk membantu para guru PIAUD, guru Kesenian MI dan MTs dalam mengembangkan kreatifitas pada bidang seni antara lain dengan tahapan kegiatan yang dijalankan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi serta bekerjasama dengan HIMPAUDI, IGRA dan Kepala Sekolah PIAUD, MI dan MTs se Kecamata Kaliwates Kabupaten Jember. Materi yang dirsampaikan yaitu: Teori Musik, Birama, dan Teknik Conducting. Praktik dan latihan yang berulang pada para peserta serta mulai berkembangnya pemahaman akan teori musik dan tanda birama, dapat di tarik satu kesimpulan bahwa pelatihan conducting ini dapat lebih mengembangkan kreatifitas para guru PIAUD dan Guru Kesenian MI dan MTs di Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember
Implementasi Media Berbasis TIK untuk Pembelajaran Anak Usia Dini
Media pembelajaran merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan. Masalahnya adalah bahwa siswa terlalu banyak menerima suatu ilmu dengan verbalisme. Apalagi dalam proses belajar mengajar yang tidak menggunakan media di mana kondisi siswa tidak siap, akan memperbesar peluang terjadinya verbalisme. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengetahui implementasi media berbasis TIK dalam pembelajaran anak usia dini. Metode yang digunakan dalam penerapan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah brain storming. Instrumen yang digunakan adalah Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengamatan berperanserta (observasi partisipatif), sebagai tekhnik utama untuk mengumpulkan data. Metode wawancara mendalam yang dilakukan terhadap guru dalam pengumpulan data yang berhubungan dengan pelaksanaan. Metode dokumentasi sebagai penunjang untuk memperoleh data di lapangan. Tekhnik analisis data yaitu data yang diperoleh dari berbagai sumber baik dari pengamatan, catatan lapangan, dan wawancara. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan bentuk sosialisasi di sekolah PAUD dengan harapan dapat mengenalkan teknologi informasi pada anak usia dini , dan untuk mengetahui sejauh mana guru mengimplementasikan media berbasis TIK untuk pembelajaran anak usia dini. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan teknologi informasi pada anak usia dini, dan untuk mengentahui manfaat penerapan TIK dalam pembelajaran anak usia dini
Empowerment of The Madrasah in Fulfillment of Children's Rights to Education (CRE) Through Assistance Child-Friendly School in Madrasah and Raudhatul Athfal
The policy of child-friendly schools (CFS) is the government's effort to fulfill the right to education for children However, this policy has not been fully adopted by the madrasah and Raudhatul Athfal (RA). This article discusses what programs can increase motivation and improve understanding of child-friendly school management in madrasah and RA. The community service uses the Asset Based Community Development (ABCD) approach refer to John McKnight and Jody Kretzmann (1993) and Bandura social learning theory. The results of the service show that the CFS socialization program through web seminar has increased the madrasah's understanding of the concept of CFS and motivated the madrasah to adopt CFS. The results also showed that the program socialization for CFS standards and training on children's rights conventions increased the understanding of madrasahand RA in managing CFS. The community service recommends the next community service involve the madrasah committees and communit
Implementasi Manajemen Pembelajaran Proyek Berbasis Kurikulum Merdeka di Lembaga PAUD
Salah satu pilar utama dalam kurikulum merdeka yaitu pembelajaran yang dilaksanakan adalah Pembelajaran Berbasis Proyek. Berdasarkan hasil temuan permasalahan oleh tim pengabdi di lapangan terkait penerapan pembelajaran berbasis proyek, maka tim pengabdi melaksanakan pengabdian yang terkemas dalam kegiatan Diseminasi Best Practices kepada guru dan tenaga pendidikan TK Islam Permata Hati Surakarta. Metode pengabdian yang digunakan adalah Service Learning. Adapun tahapan yang dilakukan antara lain: Tahap 1 Pemetaan Kebutuhan,; Tahap 2 Sosialisasi Best Practices manajemen Project Based Learning (PjBL); Tahap 3. Inisiasi; Tahap 4. Implementasi manajemen Project Based Learning (PjBL);Tahap 5. Evaluasi hasil implementasi manajemen Project Based Learning (PjBL). Kegiatan pengabdian yang dilakukan melalui diseminasi Best Practices ditujukan agar dapat memberikan kebaruan pengetahuan dan pemahaman para pendidik dan tenaga kependidikan di TK Islam Permata Hati, terkait Implementasi Manajemen Pembelajaran Proyek berbasis Kurikulum Merdeka di Lembaga PAUD. Lebih lanjut, dengan adanya diseminasi Best Practices ini, TK Islam Permata Hati mampu memperoleh stimulasi dan referensi untuk menuangkan ide-ide kreatifnya dalam upaya melakukan implementasi manajemen pembelajaran proyek berbasis kurikulum merdeka
Survey Persepsi Ibu terhadap Penggunaan Bahasa Daerah Kaili Tara pada Anak Usia Dini
Penggunaan bahasa daerah pada anak usia dini merupakan sebuah upaya untuk melestarikan budaya yang beragam di Indonesia. Jika anak-anak kehilangan bahasa daerahnya, maka anak akan kehilangan identitas budaya dan karakter budayanya sendiri. Salah satu bahasa daerah adalah bahasa Kaili Tara di Kecamatan Parigi Tengah, Sulawesi Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi ibu dalam upaya melestarikan bahasa daerah kaili tara pada anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan Parigi Tengah, responden penelitian yaitu Ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun sebanyak 100 responden. Pengambilan data yakni menggunakan instrumen kuesioner dan lembar penilaian perkembangan anak. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian ini diperoleh koefisisen determinasi sebesar 53,4% menyatakan terdapat hubungan antara persepsi ibu dengan kemampuan penggunaan bahasa daerah kaili tara. Implikasi dari penelitian ini diharapkan juga dapat meyakinkan kepada para orangtua terutama ibu untuk meningkatkan Persepsi terhadap pengenalan dan pengunaan Bahasa daerah pada anak usia dini agar dapat melestarikan budaya daerah
Implementasi Tahfiz Al-Qur’an dengan Metode Talaqqi
Seiring berkembangnya sejarah, manusia menyadari bahwa agama selaras dengan dunia sehingga hal tersebut dapat diintegrasikan dalam pemikiran hingga terciptanya program tahfiz Al-Qur’an di beberapa lembaga. Perkembangan dakwah di satuan lembaga PAUD dalam menguasi ilmu Al-Qur’an telah banyak berkembang dengan inovasi dari berbagai metode pembelajaran Al-Qur’an yang kemudian berkembang secara berskala. Metode Talaqqi merupakan teknik pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru dengan penyampaian bacaan Al-Qur’an secara berhadapan (anak memperhatikan gerak bibir guru dengan tepat). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi tahfiz Al-Qur’an dengan metode Talaqqi di terapkan serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara guru pembimbing, kepala sekolah serta anak dan dokumentasi. Hasil menunjukkan implementasi tahfiz Al-Qur’an dengan metode Talaqqi terdiri dari tiga tahap diantaranya Perencanaan, Pelaksanaan dilakukan secara privat dengan tiga kegiatan yang menggunakan strategi pendekatan 5M yaitu menerangkan (menjelaskan), mencontohkan, menirukan, menyimak dan mengevaluasi serta Evaluasi, orang tua dan keterlibatan lembaga menjadi faktor pendukung dalam implementasi tahfiz Al-Qur’an dengan metode Talaqqi. Faktor penghambatnya yaitu keadaan anak yang sudah menguap dalam melaksanakan kegiatan tahfiz Al-Qur’an dikarenakan waktu pelaksanaan program tahfiz Al-Qur’an setelah pembelajaran formal di sekolah serta orang tua yang kurang lancar dalam membaca Al-Qur’an