Murhum - Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Not a member yet
641 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry dengan Metode Bercerita terhadap Kemampuan Bahasa dan Kognitif Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh penggunaan model pembelajaran inquiry dengan metode bercerita terhadap kemampuan bahasa dan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen menggunakan rancangan nonrandomized pretest-posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah kelompok B TK Negeri Pembina Kalabahi, yang berjumlah 60 anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pretest-posttest, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan pada kelas eksperimen yakni B1 dan B2 dilakukan penilaian awal yakni pretest dengan hasil menunjukkan rerata kemampuan bahasa anak pada kelas B1 45.00, B2 52.22, B3 43.00 dan B4 43.00, dan kognitif B1 41.00, B2 42.00, B3 43.00, dan B4 37.00. Setelah diberikan treatment kedua kelas mengalami peningkatan kemampuan bahasa dan kognitif. Terbukti dengan uji independent t-Test posttest kedua kelas yakni nilai Mean bahasa kelas eksperimen (B1 & B2) 96.1120, kelas kontrol (B3 & B4) 81.6663 dan kemampuan kognitif kelas eksperimen (B1 & B2) 95.2780, kelas kontrol (B3 & B4) 80.8337. Hasil uji independent t-test yang menunjukkan nilai posttest kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Nilai Sig. (2-Tailed) menunjukkan nilai 0.000 dan t-hitung>t-tabel, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan model pembelajaran inquiry dengan metode bercerita terhadap kemampuan bahasa dan kognitif anak
Sarung Tenun Alor Berbasis Etnomatika terhadap Kemampuan Mengenal Geometri dan Penjumlahan pada Anak Usia Dini
Penggunaan kain tenun sebagai alat bantu dalam pengenalan geometri dan penjumlahan pada anak usia dini merupakan pendekatan inovatif yang menggabungkan aspek budaya dengan pembelajaran matematika. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media sarung tenun berbasis etnomatematika terhadap kemampuan geometri anak usia dini dan mengetahui kemampuan berhitung pada sarung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode Penelitian yang digunakan adalah Quis eksperiment. Penelitian ini dilakukan di PAUD Duyun kabupaten Alor Teknik. pengumpuln data adalah Observasi, Wawancara dan Tes. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni berjumlah 24 anak. Teknik analisis data Uji normalitas, uji Homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kain tenun meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam proses belajar, serta memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep-konsep matematika dasar. Penggunaan media sarung tenun khas Alor memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kemampuan geometri anak. penggunaan media sarung tenun khas Alor memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kemampuan konsep penjumlahan anak
Implementasi Penyelenggaraan Perpustakaan di PAUD dalam Membangun Literasi Membaca Anak di Era Society 5.0
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu capaian PISA merefleksikan kualitas pendidikan di Indonesia, PAUD sebagai pengawal pondasi perlu melakukan usaha terbaik dalam membina generasi. Membangun minat literasi membaca perlu dilakukan sedini mungkin, namun demikian metode yang tepat menjadi fokus utama karena akan mempengaruhi hasil capaian bagaimana karakter literat sepanjang hayat terbangun di masa mendatang. Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang banyak diyakini menjadi pendukung utama dalam meningkatkan keterampilan literasi. Penelitian ini diharapkan memberikan gambaran nyata bagaimana mengimplementasikan penyelenggaraan perpustakaan PAUD dalam membangun minat literasi membaca anak di era society 5.0. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode analisis data dari Miles dan Huberman. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam penelitian ini yaitu peserta didik usia 4-5 tahun di PAUD KB Lazan Edu Center sebanyak 25 anak. Hasil penelitian didapatkan bahwa berdasarkan standar perkembangan pada subdomain membaca dasar, dari 8 indikator pada dua kelompok standar penyelenggaraan perpustakaan di PAUD memfasilitasi 7 indikator dan hanya 1 indikator yang tidak terpenuhi. Berdasarkan kontinum perkembangan anak dalam membaca awal, penyelenggaraan perpustakaan di PAUD memfasilitasi seluruh indikator, yakni 13 indikator. Sehingga kesimpulan penelitian ini adalah penyelenggaraan perpustakaan PAUD dapat menjadi alternatif program dalam membangun literasi membaca awal di era society 5.
Perkembangan Aspek Kognitif Anak Usia Dini melalui Media Loose Parts
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pengaruh media Loose Parts terhadap aspek perkembangan kemampuan kognitif anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan pada data-data numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika. Obyek dalam penelitian kali ini adalah peserta didik SPS Renggali Bekasi Timur sebanyak 15 peserta didik 8 laki-laki dan 7 perempuan. Ada beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu: metode observasi, metode tes, dan metode dokumentasi. Alat analisis koefisien yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan rumus Product Moment. Hasil penelitian ini secara teoritis memberikan suatu informasi dan gambaran mengenai pengaruh media Loose Parts terhadap perkembangan kemampuan kognitif anak, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan kajian ilmiah agar bidang Pendidikan Anak Usia Dini dapat menelaah berbagai konsep dalam mengembangkan konten mengenai perkembangan kemampuan kognitif anak. Pengkajian penelitian ini dapat dilihat bahwa media Loose Parts dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak. Hal ini menunjukkan bahwa semakin sering penggunaan media Loose Parts dalam pembelajaran, maka semakin tinggi juga yang dapat mempengaruhi kemampuan kognitif bagi ana
Analisis Peran Guru dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca Siswa
Asesmen Kompetensi Minimum merupakan alat untuk menilai tingkat capaian literasi membaca siswa di Indonesia dan membandingkannya melalui standar internasional. Kemampuan literasi membaca siswa dapat dilihat dari hasil asesmen kompetensi minimum literasi membaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam upaya meningkatkan kemampuan asesmen kompetensi minimum literasi membaca. Dalam rangka menyiapkan siswa yang memiliki kecakapan abad ke-21, pemerintah melakukan asesmen kompetensi minimum pada tahun 2021 yang meliputi asesmen pada literasi membaca dan numerasi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan diperoleh dari kepala sekolah, guru, dan siswa di sekolah dasar yang telah melaksanakan asesmen kompetensi minimum dengan metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis dari Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan asesmen kompetensi minimum literasi membaca siswa belum berjalan maksimal. Hal ini disebabkan kurangnya motivasi membaca siswa, kurangnya minat membaca siswa, kurangnya buku-buku bacaan yang disediakan sekolah. Ketika hasil asesmen kompetensi minimum literasi membaca rendah berarti pada proses pembelajaran dan kegiatan literasi membaca belum maksimal sehingga perlu evaluasi
Implementasi Pengembangan Nilai Moral melalui Metode Bercerita pada Anak Usia Dini
Nilai-nilai moral menuntun individu untuk berperilaku jujur, setia, dan bersikap positif dalam berinteraksi dengan orang lain dan dalam membangun hubungan yang positif dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana kesadaran siswa tentang pentingnya penanaman nilai moral untuk di pahami dan dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian berjumlah 10 siswa dan 3 guru sebagai responden. Data yang dikumpulkan berupa observasi, wawancara dengan teknik analisi berupa pengumpulan data, redukasi data, display data dan menarik kesimpulan kemudian didokumentasikan dalam bentuk foto. Hasil dari implementasi pengembangan nilai moral melalui metode bercerita pada penelitian ini adalah guru sudah sudah menerapkan hal tersebut di sekolah. Terilihat dari kesiapan guru sebelum mengajar, pemilihan cerita yang sesuai, mempersiapkan materi, penggunaan metode dan media. Dengan berbagai kesiapan yang dilakukan maka siswa juga tertarik dan siap untuk menerima pelajara dan apa yang di ajarkan oleh guru dapat diterima baik oleh siswa dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan penanaman nilai moral pada anak dipengaruhi oleh faktor pendukung seperti: kebiasaan atau tradisi, kesadaran siswa, sarana dan prasarana, serta dukungan dari orang tua. Sedangkan faktor penghambat berupa latar belakang siswa yang berbeda dan lingkungan masyarakat atau pergaulan siswa
Analisis Stimulasi Orang Tua dalam Konten Tiktok @imchika21 terhadap Perkembangan Kognitif Anak Usia 0-2 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stimulasi orangtua kepada anak usia 0-2 tahun melalui konten yang diunggah oleh content creator @imchika21 pada aplikasi Tiktok terhadap perkembangan kognitif serta untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pemberian stimulasi dalam membantu proses perkembangan kognitif pada anak. Aplikasi Tiktok merupakan aplikasi yang menjadi salah satu media dalam penyebaran informasi salah satunya sebagai media edukasi. Desain penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua cara yaitu menggunakan data primer dan sekunder. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga cara yaitu kondensasi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa stimulasi yang diberikan oleh orang tua pada anak usia 0-2 tahun sangat baik pada perkembangan kognitif anak, sehingga anak memiliki kemampuan diatas rata-rata anak seusianya, serta ada dua faktor pendukung dan faktor penghambat dalam pemberian stimulasi terhadap perkembangan kognitif pada anak usia 0-2 tahun yaitu faktor pola asuh dan media pembelajaran.
Strategi Program Outdoor Learning dalam Pengembangan Critical Thinking Anak (Studi Multi Situs)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi program outdoor learning dalam pengembangan critical thinking anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan multi situs di TK Alam Berbasis Karakter Sayang Ibu dan TK Alam Darunnajah yang bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan strategi program outdoor learning dalam pengembangan critical thinking anak. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen, dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui analisis data satu situs dan analisis data lintas situs. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program outdoor learning merupakan kebijakan kepala sekolah, akan tetapi tidak secara langsung termuat di visi misi sekolah. (2) Kegiatan pemberdayaan guru meliputi study banding, pelatihan intern, workshop, seminar dan lomba. (3) Lingkungan outdoor dimanfaatkan sebagai sumber belajar anak seperti tumbuhan, bahan alam, serta sarana parasarana wahana bermain. (4) Bentuk kegiatan kemitraan sekolah dan orang tua yaitu pembentukan komite, pembentukan kelompok pertemuan orang tua PAUD, pelibatan orang tua di kelas, pelibatan orang tua dalam acara lembaga PAUD, bakti sosial, peringatan hari besar keagamaan, kunjungan rumah (home visiting), dan bimbingan dan konseling bagi orang tua
Penerapan Aturan Cuci Tangan sebagai Upaya Perilaku Hidup Bersih Sehat bagi Siswa Taman Kanak-Kanak
Perilaku hidup bersih sehat perlu diajarkan sejak usia dini. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, pengenalan perilaku hidup bersih sehat salah satunya dilakukan melalui penerapan aturan mencuci tangan yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan upaya penerapan perilaku hidup bersih sehat melalui pemberlakuan aturan mencuci tangan di TK Kemala Bhayangkari 01 Serang Kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian meliputi 16 orang anak berusia 5-6 tahun yang merupakan siswa kelompok B Merak, 1 orang guru kelompok B, dan 1 orang kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif dengan tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan aturan mencuci tangan berdampak positif terhadap pemahaman anak usia dini mengenai langkah-langkah gerakan mencuci tangan. Anak-anak kini dapat: 1) anak-anak dapat mencuci tangan dengan baik dan benar, 2) anak-anak dapat mengaplikasikan sabun, 3) anak-anak dapat menggosok telapak tangan, 4) anak-anak dapat membersihkan punggung tangan, 5) anak-anak dapat membersihkan sela-sela jari, dan 6) anak-anak dapat membilas tangan serta mengeringkannya menggunakan handuk kering
Aktivitas Berkebun sebagai Upaya Pengembangan Nilai Kerja Sama pada Anak Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya aktivitas yang menarik yang dilakukan di TK Putra II Kota Serang terkait pembelajaran bertema tanaman yaitu berkebun. Aktivitas ini dapat dijadikan salah satu upaya untuk mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter salah satunya ialah kerja sama. Oleh karena itu, penelitian ini akan difokuskan kepada aspek nilai karakter kerja sama yang ditunjukkan dari aktivitas berkebun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas berkebun sebagai upaya pengembangan nilai karakter kerja sama pada anak prasekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 10 anak usia 5-6 Tahun yang merupakan siswa di TK Putra II Kota Serang. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada konsep Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas berkebun dapat mengembangkan nilai karakter kerja sama pada anak usia 5-6 tahun, melalui 9 aspek kerja sama yang diukur yaitu kepentingan yang sama, keadilan, saling pengertian, tujuan yang sama, saling membantu, saling melayani, tanggung jawab, kompromi, dan penghargaan. Oleh karena itu, penelitian ini direkomendasikan kepada guru, sekolah atau peneliti selanjutnya agar dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai referensi tentang upaya pengembangan nilai karakter khususnya kerja sama melalui aktivitas berkebun